Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 22


__ADS_3

Di dapur Selvia langsung membuatkan teh hangat untuk Angga terlebih dahulu, sebelum ia membuat sarapan, Selvia langsung mengantar teh yang ia buat kepada Angga, yang sedang menonton berita di tv.


'' M..mas ini tehnya'' ucap Selvia pelan karena masih malu belum terbiasa memanggil mas pada Angga.


'' Iya.. terima kasih via'' ucap Angga lembut, Saat Selvia ingin langsung pergi kembali kedapur Angga langsung spontan memegang tangannya.


''Via tunggu sebentar, saya ingin bicara dulu'' ucap Angga langsug bersuara saat tanganya memegang tangan Selvia, menahannya agar jangan pergi dulu.


'' Saya cuman mau tanya, kapan kamu mau ke Bandung, Saya akan mengantarkan kamu'' ucap Angga lagi dengan terus memegang tangan Selvia.


Selvia yang kaget langsung terduduk di sofa, setelah Angga menuntunnya duduk di samping nya, dan baru terlepas tautan tangan mereka.


Setelah tenang, Selvia mulai bicara pada Angga dengan menunduk karena malu sekaligus hatinya yang terus berdebar tak karuan, karena berhadapan cukup dekat dengan Angga.


'' Mm niatnya sih, via kalau gak siang ini mungkin sore pulangnya, soalnya Sandi adik Via besok acara kelulusannya'' ucap Selvia menunduk.


Angga dengan reflek nya, langsung mengangkat dagu Selvia, agar Selvia tidak menunduk ketika bicara kepada nya.


'' Kalau sedang bicara sama orang di depan kamu jangan menunduk, lihat dan pandang ke arah lawan bicara kamu, itu gak sopan Via'' ucap Angga lembut memberitahu, dan seketika membuat hati Selvia lebih berdebar, apalagi saat Angga memegang dagu nya.


'' Maaf saya belum terbiasa bicara terlalu dekat dengan pria, Mas '' jawab Selvia berusaha tenang menatap ke arah Angga.


'' Mas Angga gak usah mengantar saya ke Bandung, Via gak mau merepotkan mas Angga, Via bisa naik bus sendiri'' ucap Selvia lagi.


'' Selvia, Saya tidak merasa di repotkan, saya ini sekarang calon suami kamu, saya kesana ingin mengenalkan diri saya sekaligus meminta restu langsung dari orang tuamu via, dan satu lagi saya yakin Safhira tak akan mau pergi tanpa saya, jadi saya dan Safhira akan mengantar kamu pulang sore nanti'' ucap Angga tegas keukeuh ingin mengantar Selvia.


''Mmas Angga kan harus ke kantor, kalau masalah Safhira biar aku bawa saja, aku juga gak tega meninggalkan nya di sini'' ucap Selvia pelan sambil memandang ke arah lain, karena tak nyaman terus saling tatap dengan Angga.

__ADS_1


'' Saya akan tetap mengantarmu, di kantor ada Dito yang menghandle semua pekerjaan, ingat tak ada penolakan, nanti sore kita berangkat'' ucap Angga mantap.


'' Issshh eweh penolakan, ngenah wae nyariosteh, mangga kuma anjeun ah, nyieun baper wae, pusing jadina'' Batin Selvia sembari menghela nafas.


(issshhh gak ada penolakan, enak aja ngomong nya, silahkan terserah kamu ah, bikin baper aja, pusing jadinya)


'' Ya sudah terserah mas Angga, sekarang via mau ke dapur dulu, untuk bikin sarapan'' ucap Selvia bangkit dari duduknya.


Namun lagi lagi Angga kembali menahan tangan Selvia, sontak membuat Selvia kaget ketika Angga berdiri berhadapan dengan Selvia.


'' Biarkan seperti ini via, anggaplah ini sebagai permulaan, saya akan buktikan, saya akan serius tidak akan mempermainkan pernikahan ini'' Ucap Angga saat Selvia merasa tak nyaman saat Angga kembali memegang tangan nya.


Angga kembali memegang kedua tangan Selvia dan menciumnya lembut, sontak membuat dada Selvia berdebar tak karuan seperti mau copot dari tempatnya, Angga benar benar membuatnya tersiksa di pagi ini.


''Aku Angga prayudha dirgantara, meminta kamu Selvia permata dewi untuk menjadi ibu dari anak anakku, apa kamu bersedia via,'' ucap Angga yang juga merasakan hal yang sama, hatinya berdebar saat beradu pandang dengan Selvia.


Angga berusaha ingin mengungkapkan secara langsung pada Selvia, mengenain niat baiknya serius pada Selvia, walaupun di separuh hatinya masih ada Alm Dita puspita.


Selvia kembali memunduk merasakan tubuhnya lemas di perlakukan lembut oleh Angga, namun Selvia dengan susah payah mulai menetralkan hatinya, Selvia memberanikan diri menjawab permintaan Angga.


'' Insya Allah, Via ikhlas menerima pinangan mas Angga demi Safhira'' ucap Selvia pelan tak berani menatap Angga.


'' Saya bilang jangan menunduk, kalau sedang berbicara dengan lawan bicara'' ucap Angga lembut.


Angga kembali mengangkat dagu Selvia dan mendekatkan tubuhnya pada tubuh Selvia, Dan hampir saja, tanpa sadar atau sengaja Angga akan mencium bibir Selvia, namun karna Selvia seperti akan menangis, Angga langsung mengurungkan niatnya beralih menjadi mencium kening Selvia cukup lama, membuat hati mereka sama sama saling berdebar merasakan hal yang begitu membuat mereka bingung dengan apa yang ada di hati mereka.


(Eeehh.. eehhh ini apa apaan..pak duda maen nyosor ajaaaa)

__ADS_1


Jantung kedua nya terus saling berdebar, Angga mendengar detak jantung Selvia dan begitu juga Selvia mendengar detak jantung Angga yang berdetak kencang tak karuan, hingga ada suara Safhira dari tangga membuat Angga melepas ciumannya di kening Selvia.


(Alhamdulillah selameett.... untung ada Safhira,jadi kegadisan bibir Selvia belum terenggut)


''Mommyyy, mommy di mana?'' teriak Safhira serak karna baru bangun tidur dari arah tangga.


'' Iya sayang... ini mommy di sini'' jawab Selvia menuju kearah tangga, sambil menetralkan detak jantungnya yang masih berdebar, dan langsung menggendong Safhira.


Maklum itu adahal yang pertama Selvia rasakan di dalam hidupnya.


Angga juga ikut menyusul Selvia menghampiri Safhira.


'' Anak cantik papa... sudah bangun yah, papa mau tanya, mau gak Fhira jalan jalan ke Bandung'' tanya Angga pada Safhira yang nyaman di gendongan Selvia.


Selvia tersenyum ia begitu senang, ternyata Angga benar benar serius akan mengantarnya.


''Mmm mau... tapi bareng mommy via yah'' ucap Safhira sambil memeluk Selvia seperti tak mau terpisah.


'' Iya tentu sayang, bersama mommy via, karena kita akan mengantar mommy via ke rumah mommy via di Bandung'' ucap Angga tersenyum.


''Asssyikkk.. horeee Safhira mau jalan jalan ke rumah mommy di Bandung''ucap Safhira senang.


Safhira langsung turun dari gendongan Selvia, dan memeluk Angga dan langsung mecium pipinya.


'' Terima kasih papa, Safhira sayang papa'' ucap Safhira berterima kasih sambil mencium pipi sang papa.


**maar telat up,,, author lagi sibukkk

__ADS_1


semoga selalu semangattt para pembaca


love you moresss**


__ADS_2