
Gedung Dirgantara Group
Selvia dan Angga baru saja sampai di Gedung Dirgantara Group. Angga langsung membuka pintu mobil sang istri setelah dirinya keluar terlebih dahulu.
Mereka berjalan menuju lobby gedung, mobil milik Angga langsung di parkirkan oleh penjaga di sana.
Angga dengan mesra menggandeng bahu dan pinggang ramping sang istri bergantian, Angga membawa sang istri masuk ke arah lift menuju ruangan nya.
Semua karyawan di sana di buat baper oleh keromantisan CEO dan istri tercinta nya. Namun ada juga beberapa karyawan yang menatap penuh iri pada Selvia, karena dengan mudahnya bisa menjadi nyonya Dirgantara di tambah telah melahirkan putra penerus Dirgantara Gruop.
Di dalam lift, tangan kekar Angga begitu erat medekap pinggang ramping sang istri. Angga seperti tidak rela bila harus berjauhan dengan istri nya bahkan sedetikpun.
Angga dan Selvia sampai di lantai, yang dimana ruangan Angga berada. Angga langsung mengajak sang istri masuk ke ruangan nya, karena Dito sudah menyiapkan Berkas yang harua di chek di ruangannya.
Selvia memilih langsung masuk ke ruangan pribadi Angga untuk melaksanakan solat Dzuhur. Sedangkan Angga langsung mengechek berkas yang sudah di siapkan Dito asistenya untuk di tanda tangani.
Selvia yang merasakan lelah dan begitu tak nyaman dengan kedua buah da-da nya yang begitu mengeras dan bengkak karena begitu penuh tak di Susu Baby air, sudah lebih dari empat jam air susu tertahan tidak di susu baby Air.
Selvia sebenarnya ingin segera pulang agar segera menyusui baby air secepatnya, namun Selvia merasa tak enak karena ingin menemani suami nya dulu di kantor setelah suaminya sudah dengan sabar menungguinnya dikampus.
Tak lama Angga masuk ke ruangan pribadi nya. Setelah berkas yang di tandatangani nya selesai, Pandangannya langsung tertuju pada Dress sang istri yang begitu basah di daerah dadanya.
Selvia yang setengah ketiduran karena begitu merasa kesakitan, menyadari kedatangan sang suami Selvia langsung terbangun, Dan segera membenarkan dresnya yang basah karena rembesan air asinya, di tambah juga terkena kain kompresan air hangat yang sengaja Selvia lakukan agar mengurangi pembengkakakn di payuda-ranya.
'' Sayang...ini kenapa??'' tanya Angga menyentuh bagian payu-dara sang istri yang basah akibat rembesan Asi. padahal Selvia sudah menggunakan breast pad.
'' Auwwww...sakit mas... huhh'' Selvia merasa tak nyaman saat sang suami menyentuh nya.
'' ini Normal mas... karena asinya tidak segera di susu baby Air jadi menunpuk sampai bengkak'' Selvia dengan lembut mengompres kembali payu-daranya. Angga terlihat khawatir akan apa yang di lihatnya.
__ADS_1
'' Ya sudah.. sini mas lihat'' Angga berjongkok untuk melihat payu-dara sang istri dari dekat, sedangkan Selvia duduk di pinggir tempat tidur.
Angga dengan seksama melihat payu-dara sang istri yang tak lain benda favorit Angga bila tengah bertempur bersama sang istri di ranjang.
Angga menyentuh dengan lembut payu-dara sang istri membelainya dengan lembut. Tanpa di duga oleh Selvia ternyata Angga langsung melahap payu-daranya.
'' Auuww.... masss'' Selvia begitu kaget, namun Angga menahan bokongnya agar tidak menghindar.
Angga memberi kode dengan matanya, Selvia yang mengerti akhirnya membiarkan tindakan sang suami yang kini menyusu seperti baby Air.
Angga memangut dengan lembut pu-ting benda kenyal favoritnya dan favorit sang putra, membuat Selvia sang istri yang merasakan ngilu, geli bercampur nikmat. Karena yang memangut payu-dara bengkaknya kini sang suami yang begitu lihai memanjakannya bila tengah bermain di atas ranjang.
Pagutan Angga dari lembut kini mulai menguat, Selvia yang mulai nyaman merasakan payu-dara yang kini sudah Enteng tidak bengkak lagi karena Asinya sudah terkuras di susu oleh sang suami.
Pandangan Angga dan Selvia kini bertemu, Angga tersenyum melihat sang istri yang sudah tidak kesakitan akan bengkaknya, Kini Angga tersenyum gemas saat melihat Sang istri menggigit bibir bawahnya.
'' Euuggg'' Suara sendawa Angga setelah puas menyusu pada sang istri. Selvia tertawa mendengar nya.
Angga tak banyak bicara, ia segera berdiri berjalan ke ruangan nya untuk mengunci ruangan secara otomatis dengan remot di meja kerjanya, dan langsung kembali ke ruangan pribadi nya di sambut senyum kecil sang istri yang begitu mengerti akan apa maksud dirinya.
Tidak menunggu waktu lama, akhirnya sekarang mereka sudah polos tanpa sehelai benang pun.
Kini mereka tengah menikmati aktivitas ranjang yang selalu rindukan, padahal setiap malam mereka tidak absen untuk selalu menghabiskan waktu bersama setelah Selvia selesai 40 hari masa nifas.
'' Akkhh pelan mas... akkkhh'' Selvia merasakan nikmat kini tengah di manjakan Angga di area sensitifnya.
Angga begitu gemas pada semua tubuh milik sang istri, tidak ada bagian tubuh Selvia yang Angga lewati semuanya mendapatkan kecupan dan sedotan bibir Angga. Membuat Selvia menggerinjang merasakan rasa nikmat surga dunianya.
'' Akkhh...akkhh... mas ayo '' Selvia yang sudah tidak tahan dengan ransangan sang suami agar segera memulainya.
__ADS_1
Angga tersenyum penuh arti akan permintaan sang suami, tak menunggu waktu lama Angga langsung menerobos inti sang istri yang begitu sempit dan legit.
Walaupun sudah melahirkan normal, inti Selvia kini sudah kembali Sempit seperti gadis berkat obat dan jamu yang di konsumsinya di tambah senjata milik Angga yang begitu perkasa menjadikan Inti Selvia terkesan Sempit bagi senjata Angga.
Lenguhan dan erangan terus terdengar di ruangan pribadi Angga. Hingga Dito yang akan masuk mengambil berkas tersenyum kecil penuh arti saat pintu akses ruangan Angga terkunci dari dalam.
'' Sepertinya sedang ada atraksi di dalam, jadinya di kunci'' Dito kembali berjalan ke kubikel ruangannya.
Angga dan Selvia begitu menikmati Quality time mereka, hingga melupakan sang putra di rumah dan sang putri yang kini baru sampai di rumah dengan wajah cemberut karena Pak Mardi menjem atas perintah Angga.
Sudah Satu jam lebih pergumulan mereka lakukan... Angga masih begitu menikmati sedangkan Selvia suadah kewalahan terus merasakan pelepasan karena begitu pintar nya Angga sang suami.
Ponsel Selvia di atas nakas bergetar, yang memperlihatkan nomor telepon rumah mereka yang menghubungi.
Angga sigap segera mempercepat permainannya ingin segera menyudahi penyatuan nya karena khawati akan telepon dari Rumah mereka. Namun tetap mementingakan hasratnya terlebih dahulu.
Selvia tersenyum puas... saat Angga mengerang kencang saat pelepasnanya.
''Auuuwwww....viaaaa'' Erangan Angga cukup kencang.
Dan kini menjatuhkan tubuh penuh peluh keringat di ranjang, di samping sang istri.
Selvia Tersenyum dan segera meraih ponselnya yang tadi sempat berdering.
(duhhhhhh.... pak Angga dan istri itu anaknya di rumah sudah pada nungguiin... ayo pulang jangan terus enak-enakan berduaaan heheheehh)
**Semoga suka... kalau masih pada suka Author akan tambah ekstra partnya lagi buat kalian para readers.
love you**
__ADS_1