Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 114


__ADS_3

Angga yang begitu terbakar cemburu, semula Angga diam saja ingin melihat sampai mana mereka saling mengenal.


Namun saat Selvia melihat menyadari keberadaannya, Angga langsung berjalan mendekat ke arah mereka.


Angga langsung menarik tangan Selvia, Angga berusaha menahan emosinya, ia tak mau sampai terjadi kegaduhan di acara pertunangan adiknya.


'' Pantas mereka saling mengenal, ternyata dia teman Fandi sekaligus Owner pemilik Cafe di Bandung, mantan kakak kelas Selvia'' Batin Angga yang menatap pria yang menolong istinya yang tadi hampir terjatuh.


''Terima kasih banyak...anda sudah membantu istri saya, saya melihat dari kejauhan istri saya hampir terjatuh'' ucap Angga dengan suara datar namun seperti menahan emosi, terlihat dari wajahnya yang merah padam.


'' Eeeh iya...pak, saya tidak sengaja lewat, melihat Selvia hampir terjatuh'' Reza kaget Kedatangan suami Selvia, Reza yakini Suami Selvia bukan orang sembarangan, melihat dari pakaian dan mobil sport mewah yang mereka gunakan saat berkunjung ke Cafe nya waktu itu.


''Ayo...'' Angga menarik tangan sang istri agar meninggalkan area toilet, menginggalka Reza yang mematung bingung dengan suami Selvia yang main menarik tangan Selvia.


''A Reza terima kasih'' ucap Selvia saat di tarik Angga, Selvia ingat belum mengucapkan terima kasih pada Reza.


'' Iya viaaa... sama sama '' teriak Reza karena bingung Selvia sudah berjalan jauh di tarik oleh Angga.


Angga malas berbasa basi, Angga langsung menarik tangan sang istri agar mengikuti nya berjalan ke lobby hotel.


''Mas...mau kemana'' Selvia bingung Angga membawanya ke parkiran dan menyuruhnya masuk ke dalam mobil yang sudah di bukakan pintu mobil nya oleh Angga.


Angg tidak menjawab, Selvia bingung entah apa yang ada di pikiran Angga, padahal acara adiknya belum selesai.


''Mas... mau kemana..gak enak sama gita dan Fandi'' Selvia yang masih belum masuk mobil kembali bertanya dan mengingatkan sang suami, kalau acara adiknya belum selesai.


'' SAYA BILANG MASUK'' ucap Angga penuh penekanan, menyuruh Selvia agar segera masuk ke dalam mobil.


Selvia Langsung tersentak dan tersadar, kalau pria di depan nya sekaligus suami nya kini tengah marah di lingkupi emosi.


Selvia tidak menunggu lama, Selvia langsung masuk ke dalam mobil seperti yang di perintahkan sang suami.


Setelah Selvia masuk Angga mengitari mobil dan ikut masuk ke dalam mobil duduk di balik kemudi.


Setelah ikut masuk ke mobil, Angga merogoh ponsel di saku jasnya, langsung memencet tombol, ingin menelpon sang adik Anggita.


Setelah beberapa detik Akhirnya Anggita menjawab telepon Angga.


''Hallo Assalamualaikum kak..ada apa kenapa menelpon, kakak dan kak Via di mana..aku cari-cari, kita belum sempat mengambil foto bersama '' cerocos Anggita yang ternyata kebingungan mencari keberadaan kakak dan kakak iparnya.

__ADS_1


'' Gita kakak dan Selvia pamit pulang duluan, kakak minta tolong pesan kan pada supir papi, agar mengantar bapak, ibu, Sandi dan Safhira ke Villa kakak'' Angga meminta tolong pada Anggita.


'' Kenapa tidak menginap ti Hotel saja kak, kita semua sudah mendapat jatah kamar dari Fandi'' Anggita bicara cukup kencang karena di dalam masih ada pertunjukan live music.


'' Tidak usah gita, besok malam kita akan kembali ke jakarta, jadi kakak ingin ibu, bapak dan Sandi menyempatkan menginap di Villa kakak, bilang pada mereka kakak sudah duluan'' Ucap Angga, Selvia yang duduk di samping Angga ikut senang mendengarnya.


Walaupun Angga tengah emosi, Angga masih berpikir logis dan bijak mengenai keluarga Selvia.


'' Ya udah kak kalau begitu gita mengerti, nanti gita urus, setelah acara selesai gita akan pastikan mereka tiba di Villa kakak'' Anggita senang mendengarnya, yang di ucapkan kakaknya ada benarnya, karena keluarga Selvia belum menginjakan kakinya di Villa mereka.


''Terima kasih gita..Assalamualaikum '' ucap Angga kemudian mematikan pangilannya dan memasukan kembali ponselnya ke saku jasnya.


Angga langsung menyalakan mobil nya, keluar dari area Hotel and resort milik Fandi menyusuri jalanan menuju ke Villa nya.


Selvia yang tahu sang suami marah, memilih diam saja, Selvia sekarang bingung mengapa suaminya marah, apa karena dirinya berbincang dengan Reza atau apa Selvia bingung tengah mencernanya.


Selama di perjalanan Selvia dan Angga saling diam, hanya suara radio, saluran Bali Fm yang terdengar di mobil yang mereka kendarai.


Selvia juga di buat bingung dari mana Angga mendapat kunci mobil, karena tadi yang membawa mereka ke Hotel Fandi, adalah supir papi Agung.


Akhirnya mereka sampai di Villa mereka, para penjaga dan pekerja Villa langsung menyambut kedatangan mereka.


Selvia membalas senyum pada para pekerja dan penjaga Villanya, tapi tidak dengan Angga yang terus memasang wajah merah padam sama seperti sadari tadi di hotel.


'' Tidak perlu mba, kami sudah makan di Hotel, kalian bisa beristirahat'' Selvia memberitahu pekerja villa kalau mereka sudah makan malam.


Angga lebih dulu ke kamar mereka, Angga tidak menghiraukan sang istri yang berbincang dulu dengan pekerja Villa.


Angga langsung mendudukan tubuh nya di sofa panjang di kamar pribadi mereka, tidak lama Selvia menyusul masuk ke kamar.


'' Mas....mau mandi sekarang...biar aku siapkan air hangat nya'' tanya Selvia, ia ingin sang suami rileks bila mandi dengan air hangat.


'' TIDAK PERLU...'' Angga melengos melepas jasnya dan masuk ke kamar mandi, membuat Selvia bingung.


Selvia yakini sang suami begitu marah, melihat nya tadi dengan Reza.


Setelah sepuluh menit, Angga keluar dari kamar mandi dengan handuk di pinggangnya.


Selvia langsung menyiapkan baju dari walk in closet yang berada di kamar pribadi mereka.

__ADS_1


Namun Angga tidak memakai baju yang di ambilkan sang istri, Angga malah mengambil bajunya sendiri dari walk in closet.


Selvia menghela nafas panjang, Selvia tidak tahan di diamkan Angga hanya karena kejadian sepele di hotel tadi.


'' Mas... mas kamu kenapa sih, mendiamkan aku kaya gini'' Selvia sudah tidak tahan di diamkan oleh Angga.


Angga yang baru selesai memakai baju, malah diam saja berjalan ke ranjang tempat tidur mengecheek ponselnya, tidak menghiraukan Sang istri.


'' MAS KAMU ANGGAP AKU APA SIH... KAMU ANGGAP AKU PATUNG... DARI TADI MENDIAMKAN KU TERUS SEPERTI INI'' Selvia sudah tidak tahan, akhirnya mood nya langsung tak enak membuatnya terpancing emosi karena terus di diamkan oleh Angga.


Angga diam saja, sejatinya Angga ingin sekali marah karena kesal melihat Selvia berbincang dengan Reza tadi, namun Angga tahan mengingat Sang istri tengah mengandung.


Angga sengaja terus mendiamkan Selvia, karena Angga takut kalau ia sudah beradu argumen dengan Selvia emosinya tidak akan terkontrol.


Apalagi mengingat Selvia yang tengah mengandung buah hatinya, Angga tidak mau nanti ia kebablasan emosi berlebihan kepada sang istri.


pov Selvia


Aku benar benar ceroboh saat keluar dari toilet hotel, hampir aja aku tersungkur karena tidak hati hati, aku malah fokus membereskan pouch make up ke dalam tas kecilku, sampai aku tidak melihat anak tangga saat berjalan.


Untung saja ada a Reza yang tiba tiba datang, aku tidak bisa membayangkan kan kalau tidak ada Reza aku tadi pasti sudah tersungkur.


Saat berbincang dengan Reza aku kaget melihat mas Angga berjalan ke arah kami.


Aku sedikit takut karena Wajah Mas Angga begitu merah padam, namun aku berusaha tenang toh aku tidak berbuat kesalahan.


Namun dugaanku benar, mas Angga sepertinya marah besar karena melihat ku bersama Reza yang tak sengaja bertemu di depan toilet.


Walaupun mas Angga menyempatkan mengucapkan terima kasih pada Reza, tapi wajahnya tidak bisa bohong, mas Angga terlihat begitu emosi, sampai ia menarik tangan ku dan membawa ku berjalan ke arah parkiran menyuruhku agar segera masuk mobil.


Aku sempat sedih dan tertegun saat mas Angga membentaku agar aku segera masuk mobil dan tidak mau menjawab kenapa tidak kembali ke dalam Ballroom dan malah akan meninggalkan Ballroom, padahal acara belum selesai.


Saat kami sudah masuk mobil, aku merasa ada Angin segar, mas Angga menyuruh adiknya untuk memberitahu orang tua dan adiku agar pulang menginap di villa mas Angga bersama Safhira, karena mas Angga tahu orang tua nya dan Anggita akan menginap di hotel Fandi, Mas Angga ingin keluarga ku berkunjung ke villa nya sebelum besok malam kami semua akan bertolak kembali ke jakarta.


Di perjalanan menuju Villa kami saling diam, sampai di Villa pun kami masih tetap saling diam, hingga akhirnya aku bersuara ingin menyiapkannya mandi air hangat untuk nya, namun mas Angga malah menolak.


Jujur aku begitu kesal dan bingung sampai aku tanya lagi mas Angga, namun masih terus mendiamkan ku, Akhirnya tubuhku yang lelah memilih untuk beristigfar dan bersabar mengingat aku tengah mengandung, aku jangan sampai stress takut terjadi apa-apa pada kehamilan ku.


Aku memilih diam tidak mau ambil pusing dengan mas Angga sekarang demi kewarasan ku, mungkin mas Angga moodnya sekarang ingin mendiamkanku aku tidak mau tau.

__ADS_1


Aku akan tunggu sampai mana mas Angga mendiamkan aku terus seperti itu.


bersambung dulu


__ADS_2