
Setelah Selvia selesai mencoba bajunya, sekarang giliran Angga mencoba baju pengantin nya, Angga masuk ke ruang ganti dan langsung memakai baju nya.
Setelah selesai mengganti baju nya, Angga keluar dari ruang ganti, membuat para karyawan yang bekerja di Butik Anggita menatap kagum padanya.
Saat Angga sudah berdiri di depan Selvia, Selvia langsung menundukan wajahnya karena begitu terpesona oleh penampilan sang duda di depannya, Angga begitu gagah, tampan dan berkharisma.
Angga menatap intens ke arah Selvia, Angga ingin melihat respon Selvia terhadap penampilannya menggunakan baju pengantin yang senada dengan baju Selvia tadi, namun yang ada Selvia hanya menunduk menghindari dari tatapan Angga.
Sehingga suara panggilan Anggita membuat Selvia mengangkat wajahnya.
''Kak Selvia, bagaimana penampilan kak Angga'' tanya Anggita pada Selvia.
Selvia hanya melirik Angga sebentar dan kembali memalingkan pandangannya, Selvia akui Angga begitu sangat tampan dan cocok sekali menggunakan baju pengantin yang begitu pas di badannya.
''Mmm bagus gitt'' ucap Selvia singkat pada Anggita.
'' Papa tampan sekali kan mommy?'' tanya Safhira pada Selvia.
'' Iya sayang'' jawab Selvia pelan pada Safhira sang putri.
Angga tersenyum dengan respon Selvia, Angga tau Selvia begitu menjaga pandangannya.
''Mami putuskan baju yang tadi cocok sekali untuk kalian,'' ucap mami Anggi, setelah melihat baju yang di gunakan Angga dan Selvia.
''Iya mi,, Anggita juga setuju'' ucap Anggita senang.
''Iyaaa menurut fhira juga bagus oma, papa dan mommy sangat cantik dan tampan'' ucap Safhira gemas, membuat orang yang ada di sana tersenyum senang.
''Sudah kalau begitu, aku ganti bajunya dulu '' ucap Angga masuk ke ruang ganti untuk mengganti bajunya yang semula, begitu juga dengan Selvia yang sama mengganti bajunya kembali.
Anggita asyik bercanda dengan Safhira, Angga yang baru keluar dari ruang ganti merasa penasaran dengan obrolan adik dan putrinya, Angga langsung memeluk dan mencium Safhira yang sedang asyik tertawa.
''Anak papa,, kenapa tertawa begitu senangnya'' tanya Angga pada Safhira.
__ADS_1
''Safhira senang, mommy dan papa akan menikah, kata aunty Anggita tadi, kalau mommy dan papa menikah Safhira akan segera punya adik bayi'' ucap Safhira senang.
Angga menatap Anggita yang di tatap malah diam saja pura pura tak terjadi apa apa.
Sedangkan Selvia terbatuk mendengar celotehan Safhira, membuat Angga langsung menyodorkan air minum yang berada di meja pada Selvia.
''Makasih mas.'' ucap Selvia menerima air mineral dari Angga.
''Apa kalian jadi ke mal sekarang? soalnya Angga harus kembali ke kantor, masih ada urusan yang harus di selesaikan, biar weekend ini kita bisa langsung ke Bandung'' tanya Angga.
'' Iya ga, mami mau ajak Selvia belanja untuk mencicil keperluan seserahan, Sekalian mami ingin ajak cucu kesayangan mami jalan jalan'' jawab Mami Anggi.
''Ke Bandung'' batin Selvia bertanya tanya, melihat Selvia melamun Angga sadar, bahwa ia lupa belum menceritakan tanggal pernikahan nya pada Selvia.
Angga langsung mendekati Selvia dan berbisik di telingannya namun tidak sampai menyentuh.
''Ada yang mau saya bicarakan, tolong.. tunggu saya pulang, kamu jangan dulu pulang ke kostan'' bisik Angga didekat telinga Selvia.
Selvia salah tingkah di buatnya, apalagi ada mami Anggi dan Anggita juga di sana.
Angga memilih diam saja, melengos mengambil air minum di meja bar mini di butik Anggita, sedangkan Selvia sedang menetralkan detak jantungnya karena Angga selalu tiba tiba mendekatinya.
Setelah urusan di Butik Anggita selesai, Angga kembali ke kantor, sedangkan mami Anggi, Anggita, Selvia dan Safhira pergi ke mall untuk membeli barang barang seserahan untuk Selvia.
Walaupun Selvia tak mau, namun mami Anggi tetap keukeuh ingin membelikannya barang seserahan untuk Selvia.
''Mereka menyusuri setiap toko dari mulai toko sepatu, tas, baju dan pakaian dalam, Selvia merasa tidak bersemangat, karena Selvia pikir ia tak memerlukan barang barang tersebut.
Namun mami Anggi dan Anggita terus mendesaknya untuk memilih, Selvia bingung tak mengerti harus memilih yang seperti apa, makanya Selvia lebih memilih pasrah saja, dan hanya iya iya saja dengan pilihan Anggita.
Selvia memasrahkan semuanya pada Anggita yang mengerti fashion di banding dirinya.
Mami Anggi dan Anggita membelikan Selvia barang barang yang mahal dan mewah, dari mulai sepatu, tas, dan pakaian yang semua brended.
__ADS_1
Selvia serasa mau pingsan dan geleng geleng kepala, melihat banderol salah satu barang yang di belikan untuknya ada yang seharga satu tahun gajinya dulu saat jadi pelayan cafe.
''Astagfirullah... meni mahal pisan, lebar teuing mending artosna dianggo jang nu manfaat, dari pada meser barang te paruguh kawas nu kieu'' batin selvia
(Astagfirullah mahal banget, sayang banget mendingan uangnya di pake buat yang bermanfaat, dari pada beli barang yang ga jelas kaya gini)
Setelah mereka selesai belanja, mereka mampir ke restoran siap saji yang terkenal, karena Safhira mengeluh lapar dan meminta makan di resto siap saji favoritnya.
Mami Anggi dan auntynya begitu sangat semangat berbelanja hingga lupa pada Safhira, itu pun Selvia yang mengingatkan mami dan Anggita agar menyudahi belanjanya.
Mereka makan di restoran siap saji ayam goreng kesukaan Safhira, Safhira makan dengan lahapnya sembari di suapi Selvia.
Tak terasa, waktu sudah sore hari, mereka akhirnya pulang setelah Safhira makan.
Selama di perjalanan pulang mami Anggi kembali bersuara, mengeluh masih banyak yang belum terbeli barang barang untuk seserahan.
'' Aduh... padahal masih banyak yang belum kebeli via, tapi tau tau udah sore aja'' ucap mami pada Selvia.
'' Sudah mi, segitu juga udah lebih dari cukup,'' ucap selvia.
''Nanti Anggita yang urus kekurangannya mi, jangan khawatir '' ucap Anggita pada mami dan Selvia.
Tak terasa mereka sudah sampai di rumah Angga, Safhira dan Selvia turun dari mobil Anggita, sedangkan Anggita langsung mengantar sang mami untuk pulang ke rumah, jadi mereka tidak mampir dulu ke rumah Angga.
''Daaahh.. Terima kasih banyak ya mi, dan Anggita untuk hari ini'' ucap Selvia sambil melambaikan tangan.
''Daahh oma, aunty salam untuk opa dahhhh'' ucap Safhira juga melambaikan tangannya.
Selvia dan Safhira masuk ke dalam rumah, langsung di sambut bi Minah, setelah itu Selvia pergi ke kamar Safhira untuk memandikannya, Selvia juga langsung mandi setelah memandikan Safhira dan setelah itu mengajak Safhira mengerjakan PR sekolah dan belajar mengaji iqro di ruang tv, sambil menunggu adzan maghrib tiba.
Pada pukul 19.00 Angga pulang dari kantor, saat Angga masuk ke dalam rumah, Angga mendengar suara Selvia yang sedang mengajari Safhira mengaji Iqro dan bacaaan do'a do'a pendek sehari hari, Angga teringat sudah lama ia tak mengajak Safhira mengaji karena kesibukannya.
Angga begitu bahagia, semenjak kehadiran Selvia banyak perubahan positif di rumah nya, Selvia banyak menghadirkan kebaikan yang di hadirkan untuknya dan Safhira.
__ADS_1
Semenjak sepeninggal Dita rumah ini menjadi hampa, dan sunyi, tapi semenjak kehadiran Selvia sekarang berubah menjadi seperti dulu waktu seperti ada Dita alm istrinya.
bersambunggg-----