Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 102


__ADS_3

Hallo Readers kita lanjutkan lagi sambungannya.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


'' Bumil...bumiil kenapa, kamu marah yah sama aku, gara gara aku kasih tau foto itu'' Tanya Nita membuyarkan lamunan Selvia yang terlihat diam saja tak merespon.


'' Eeh nggak nit, aku malah seneng kamu sebagai sahabat aku, kamu gak mau sampai rumah tangga aku kenapa kenapa'' Jawab Selvia yang berusaha biasa saja.


'' Iya bumil aku gak mau kalau kamu sampai di sakitin dan di duain sama pak Angga, apalagi kamu sedang hamil aduh amit amit deh, semoga rumah tangga kalian selalu harmonis bahagia dunia dan akhirat jauh jauh dari pelakor dan pembinor hehehee'' ucap Nita menghibur Selvia yang terlihat raut muka nya langsung berubah walaupun Selvia mengaku baik baik saja.


'' Iya Amiin ya robbalalamiin Nit makasih doanya, Semoga kamu juga segera ketemu jodoh biar ga jomblo terus heheehee'' ucap Selvia balik mendoakan Nita sahabat baiknya.


'' Amiin bumil makasih doanya, aku lanjut lagi bantu bantu di sana yah, ga enak itu mba Anggita melihat ke arah kita'' ucap Nita pamit kembali membantu bertugas di meja menyiapkan hidangan makanan di sana.


Selvia menghela nafas panjang dan menghembuskan nya pelan, kemudian Selvia berjalan kembali menuju meja di mana semua keluarganya berkumpul.


Selvia yang kesal merasa di bohongi sang suami beralih pindah posisi duduknya di dekat mami Anggi dan ibu nya bu Sumi yang sedang asyik bercengkrama.


'' Eeh sayang dari mana saja, sini cobain banana cake ini enak sekali'' ucap mami Anggi yang menyadari kedatangan Selvia.


'' Iya mi makasih nanti Via cobain'' jawab Selvia duduk di tengah tengah mami Anggi dan bu Sumi.


'' Iya Neng tadi ibu cobain enak pisan'' ucap Bu sumi memberitahu.


'' Iya bu nanti Via coba, via masih kenyang tadi udah nyobain puding sama Safhira'' Ucap Selvia tersenyum.


Angga yang selesai mengobrol dengan kolega papa Agung pun, mencari keberadaan sang istri yang tadi duduk di dekatnya sekarang tidak ada.


Angga kira sang istri masih di toilet namun saat melihat kearah mami Anggi dan bu Sumi ternyata istri kesayangannya ada di sana.


Angga menghampiri sang istri yang sedang asyik mengobrol dengan mami Anggi dan bu sumi.


'' Sayang mas cari cari ternyata asyik mengobrol di sini'' ucap Angga memegang pundak Selvia.


'' Tadi kan mas sedang bercengkrama dengan kolega papa, aku gak mau ganggu jadinya kesini saja'' Jawab Selvia biasa saja menutupi kekesalannya pada sang suami di depan mami Anggi dan ibu Sumi.


'' Maafin mas ya, tadi teman papa ngobrolin kerjaan katanya mau ikut invest di perusahaan kita'' ucap Angga meminta maaf karena melihat raut wajah sang istri yang sedikit cemberut takutnya marah karena ia asyik mengobrol meninggalkan nya tadi.


'' Iya gak apa apa kok mas, aku mengerti asal jangan bilang bahas kerjaan tau tau nya bukan'' ucap Selvia pelan yang secara tidak langsung menyindir halus sang suami yang kini duduk di kursi di sampingnya.


'' Enggak lah sayang mas beneran membahas pekerjaan'' ucap Angga menjelaskan karena merasa tersindir oleh ucapan halus sang istri.


Untungnya Mami Anggi dan Bu Sumi yang kembali Asyik mengobrol jadi tidak mendengar obrolan anak dan menantunya.


''Sayang ayo temani mas kesana, mas mau kenalin kamu ke kolega dan klien klien mas yang belum mas sapa'' ajak Angga pada Sang istri.


Selvia yang kesal berusaha menutupi kekesalannya, ia tak mau acara penting sang suami di kacaukannya hanya karena foto yang ia lihat tadi dari Nita.

__ADS_1


'' Iya mas, tapi aku takut bikin mas malu'' jawab Selvia berusaha tersenyum pada Angga padahal hatinya begitu dongkol mengingat foto Angga dan Disti yang saling merangkul bahu di cafe Anggita.


'' kenapa mas harus malu, kamu itu istrinya mas sayang, ayo gak usah malu ada mas di samping kamu, mas ingin kenalin kamu ke klien mas yang selalu mengira mas masih duda belum menikah lagi'' ucap Angga memberitahu Sang istri.


Selvia tersenyum Angga begitu ingin mengenalkannya pada semua klien dan koleganya yang belum tahu kalau Angga sudah menikah lagi dan ada saja yang selalu mengira Angga masih duda.


'' Isshhh mas Angga nyieun Urang baper wae, tapi naha eta dina foto bisa mesra jeng si disti, nyieun keheul wae alesan meeting nyahona mah indit ka Cafe jeng si disti'' batin Selvia yang kembali mengingat foto Angga dan Disti.


(isshhh mas Angga buat aku baper terus, tapi kenapa itu di foto bisa mesra sama si Disti, bikin kesel aja alesan meeting tahunya pergi ke Cafe sama si Disti)


Angga merangkul pundak sang istri membawanya berjalan menyapa para klien dan koleganya.


Angga mengenalkan Selvia istrinya pada semua kolega dan klien yang menghadiri acara di sana.


Para klien dan kolega Angga tampak kagum melihat keserasian pasangan itu, Angga dan Selvia serasi dengan warna baju senada dan banyak yang memuji Angga sangat beruntung mendapatkan gadis manis, cantik, anggun dan masih muda seperti Selvia.


Angga juga memberitahu para kolega dan kliennya akan kehamilan Sang istri, membuat para kolega dan klien pun tersenyum ikut bahagia memberi selamat pada kebahagiaan mereka.


Selvia tidak banyak bicara ia hanya mengumbar senyum manis dan ramahnya pada setiap kolega dan klien Angga yang menyalaminya memberi selamat padanya sebagai nyonya Angga Dirgantara sekaligus selamat akan kehamilannya.


Setelah selesai menyapa para kolega dan klien Angga kembali mengajak sang istri duduk di meja khusus keluarga Dirgantara group.


Saat kembali duduk, mereka di hampiri Fandi yang baru datang memberi selamat pada mereka.


'' Bro sorry gue telat, Selamat ya atas ulang tahun Dirgantara group dan peresmian Hotelnya'' ucap Fandi menyalami mereka.


'' Iya bro gak apa apa, thanks yah udah dateng padahal gue tahu dari Anggita loe masih di malaysia'' ucap Angga tersenyum.


'' Ahh bro loe bisa aja, yang ada Hotel loe yang mentereng udah terkenal di mana mana '' ucap Angga balik memuji Hotel Fandi yang tersebar di mana mana.


'' Iya Dong bro kan Kontraktor loe yang bikinin hotelnya, hehehehe'' ucap Fandi tersenyum dan setelah itu pamit untuk menyapa menemui Anggita dan keluarga yang lain.


Tak terasa waktu semakin malam dan acara akan segera usai, para tamu dan klien satu persatu mulai meninggalkan tempat acara.


Angga memutuskan semua keluarganya untuk menginap di Hotel barunya sebelum beberapa hari lagi akan di operasikan di buka untuk umum.


Setiap pasangan mendapat satu kamar deluxe, kamar yang paling luas dan lengkap dengan Fasilitasnya.


Sedangakan Angga dan Selvia sudah memiliki satu kamar khusus mereka disana.


Angga sengaja menyiapkan satu kamar khusus yang luas dan mewah lengkap fasilitasnya seperti Apartemen.


Keluarga saru persatu sudah meninggalkan tempat acara menuju kamar Hotel mereka.


Selvia mengajak Safhira ke kamar mereka karena Selvia sudah merasa pegal apalagi hatinya yang dongkol sudah tak tertahankan ingin sekali segera bertanya pada sang suami akan kegiatannya hari ini dan mengenai foto yang Nita perlihatkan tadi pada nya.


Saat akan mengajak Safhira ternyata Safhira sudah duluan ikut dengan Anggita untuk menemaninya.

__ADS_1


'' Bi Safhira mana'' tanya Selvia pada Bi minah.


'' Sudah ikut non gita, tadi di bujuk non gita untuk menemaninya'' ucap Bi minah memberitahu.


'' Oh baiklah bi makasih ya, dan ini bi kartu akses kamar hotelnya untuk bibi posisinya berdampingan dengan kamar hotel gita'' ucap Selvia tersenyum memberi kunci kamar hotel untuk Bi minah.


'' Aduh neng via terima kasih banyak bibi dapat jatah menginap di hotel baru'' ucap Bi minah tersenyum senang.


'' Iya bi sama sama''ucap Selvia.


Selvia yang sudah merasa pegal dan lelah memilih duluan ke kamar khusus milik Angga dan dirinya karena tadi Angga sudah memberikan aksesnya pada Selvia saat Angga memberikan kartu akses untuk keluarganya yang lain.


Angga yang baru saja dari toilet mencari keberadaan sang istri namun tidak ada, Angga langsung mencari ke arah kamar khusus mereka, dan ternyata benar saja Sang istri sedang berjalan pelan di lorong menuju kamar khusus mereka.


'' Sayang... sayang tungguin mas'' teriak Angga berjalan cepat menghampiri sang istri.


Menyadari suara sang suami memanggilnya Selvia langsung menoleh.


'' Aku sudah pegal dan lelah sekali, makanya aku mau duluan''ucap Selvia ketus membuat Angga bingung di buatnya.


Tak lama mereka sampai di kamar khusus mereka, Selvia langsung menempelkan kartu aksesnya dan langsung masuk kedalam kamar di ikuti Angga.


Selvia bengong melihat begitu mewahnya kamar khusus mereka, Angga begitu mengutamakan kenyamanan untuk nya dan semua keluarga besarnya.


Kalau sedang tidak kesal pasti Selvia sudah memeluk Angga mengucapkan terima kasih akan semua kemewahan yang Angga berikan, namun Selvia gengsi karena masih dongkol Angga belum penjelaskan padanya seharian ini Angga kemana saja.


Angga yang menyadari perubahan raut wajah sang istri seperti marah padanya langsung memeluk sang istri dari belakang.


Angga kira sang istri akan senang melihat kamar khusus mereka namun ternyata yang Angga lihat raut wajah kesal yang di perlihatkan sang istri.


'' Sayang maafkan mas sudah membuatmu lelah'' ucap Angga tiba tiba memeluk sang istri dari belakang.


'' Awas mas, aku ga mau di peluk sama kamu'' ucap Selvia melepaskan tubuhnya dari pelukan Angga.


''Sayang kamu kenapa sih, kok tiba tiba marah gitu sama mas'' Ucap Angga bingung.


'' Tanya aja diri sendiri mas, istri mana yang ga marah di bohongi suaminya'' suara tangis Selvia pecah setelah berusaha di tahannya.


'' Maksud kamu apa sayang, mas ga mengerti'' tanya Angga semakin bingung.


'' Mas bohong bilang habis meeting tau taunya pergi bersama perempuan lain hehehe'' ucap Selvia tertawa menyindir Angga.


Angga yang sebelumnya bingung jadi mengerti akan ucapan Sang istri.


'' Deggg, Selvia pasti sudah salah paham'' Batin Angga mengingat makan siang siang bersama Disti saat akan menjebaknya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚

__ADS_1


Bersambung dulu yah.


nanti Author lanjutkann


__ADS_2