
Angga dan Selvia yang kelelahan saling tidur memeluk, jam hampir nenunjukan pukul satu dini hari.
Mereka melakukan olahraga ranjang malam mereka hampir dua jam, karena Angga selalu ketagihan ingin terus menerus menyatukan kepemilikan nya dengan goa kepemilikan sang istri.
Selvia juga di buat lemas mengikuti arahan gaya yang sang suami arahkan, walaupun merasa lelah Selvia begitu senang dimana dirinya bisa membuat puas suami tercinta nya di atas ranjang.
Keluarga adalah prioritas utamannya, jadi sudah kewajibannya untuk terus menyenangkan dan memuaskan suami di depannya.
Mereka akhirnya tertidur pulas...hingga saat waktu menunjukan pukul dua dini hari Selvia menjerit merasakan panas dan mulas di daerah perut dan punggung nya.
''Awww....'' lirih Selvia memegang perut buncitnya.
''Awww....kenapa sakit sekali...uuuh'' Selvia semakin merasa tidak nyaman dengan sakit di perutnya yang belum pernah ia rasakan.
Angga yang mendengar pun langsung bangkit dari tidurnya.
'' kenapa sayang.... dimana yang sakitnya'' Angga mengecheek tubuh sang istri yang masih di tutupi selimut.
''Aww gak tau mas...perut aku mulas sekali dan sesekali seperti kepanasan mas'' Selvia terus mengusap perutnya.
'' Apa sangat sakit sekali sayang? '' Angga yang masih mengumpulkan kesadarannya karena kaget mendadak langsung terbangun dari tidurnya.
'' Iii-yaa mass... sakitnya sering sekali...aku gak kuat'' Selvia merasakan sakit hingga meneteskan air matanya.
'' Baik tenang sayang'' Angga langsung berpikir mungkin Sang istri akan melahirkan.
Namun Angga di landa bingung mengingat usia kandungan sang istri yang baru menginjak usia kehamilan 30 minggu.
__ADS_1
Setelah kesadarannya terkumpul sempurna, Angga langsung turun dari ranjangnya menggunakan boxernya yang berserakan di lantai karena mereka langsung tertidur dalam keadaan polos setelah olahraga tengah malam mereka.
Angga pun membuka selimut yang menutupi tubuh polos sang istri untuk membawanya ke rumah sakit.
Angga bingung sekali karena waktu alm dita istrinya dulu melahirkan, Angga tidak berada di sisinya.
Angga pun berpikir tak mau sesuatu yang buruk terjadi kepada istri dan calon anaknya di dalam rahim sang istri, makannya Angga putuskan untuk membawa Selvia ke rumah sakit, agar langsung di tangani oleh orang yang ahli di bidangnya.
'' Astagfirullah..... viaaaaa'' Angga kaget melihat banyak darah di sprei dan selimut bedcover yang menutupi tubuh polos sang istri.
'' Auuuuwwww....massss... hikksss... hikkssss'' Selvia pun menjerit melihat banyak darah di daerah intinya.
'' Tenang sayang...kamu jangan panik'' Angga berusaha tenang mencerna yang di lihat nya.
Begitu juga Selvia benar benar syok dan panik saking sakitnya merasakan mulas di perutnya sampai- sampai tidak menyadari ada banyak darah keluar di daerah intinya.
'' Viiaa... sayang sudah jangan menangis..mas yakin semua akan baik-baik saja... kamu tenang sayanh'' Angga membawa tubuh polos sang istri ke dalam pelukan nya.
Setelah Selvia tenang, Angga dengan cekatan langsung mengelap tubuh Selvia yang terkena darah dengan tisu basah dan langsung memakaikan drees untun membawanya ke rumah sakit.
Angga lar menelpon Pak Mardi yang tidur di paviliun kamar supir, untuk menyiapkan mobil dan mengantar mereka ke rumah sakit.
π..Pak mardi tolong siapkan mobil Alphard dan antar kami ke rumah sakit '' Cerocos Angga saat sambungan telepon tersambung.
π...Baik pak... saya akan segera siapkan'' jawab pak mardi yang kaget mendapat telepon pukul 02 dini hari.
Setelah menelpon Pak Mardi, Angga langsung membopong tubuh lemas sang istri yang sedari tadi menagis dan masih sesekali mengeluarkan darah dari intinya.
__ADS_1
Saat Angga sampai di garasi berbarengan dengan pak Mardi yang mulai mengeluarkan mobil dari dalam garasi.
Angga langsung masuk membawa Selvia di bangku belakang.Pak Mardi langsung menjalankan mobil Alphard vellfire ke jalanan ibu kota menuju rumah sakit milik keluarga Dirgantara.
Selama di perjalanan Angga terus memeluk tubuh lemas sang istri untuk menenangkan nya.
Padahal batin Angga sendiri campur aduk tidak jelas... Angga begitu khawatir mengingat itu pendarahan dari inti Selvia yang takutnya di akibatkan oleh ulahnya bermain terlalu liar di ranjang semalam dengan sang istri.
Selvia yang mulai tenang...di dengar Angga tengah berdzikir memohon perlindungan pada yang maha kuasa akan keselamatan janin di dalam rahim nya.
'' Sabaarr sayang.... mas yakin semuanya akan baik-baik saja''Angga terus mendekap lembut sang istri di dekapnya dan sesekali mencium dalam pucuk kepalanya.
'' Mas... darahnya masih saja keluar.... gimana mobil mas kotor nantinya'' Selvia bersuara merasa tak enak hati mengotori mobil mewah suaminya yang sontakmembuat Angga geleng-geleng kepala.
'' Biarkan saja sayang.. mas tidak perduli mobil mas masih banyak... yang penting keselamatan kamu dan Anak kita itu yang utama'' Angga di buat bingung dengan kepolosan sang istri yang mengkhawatirkan mobil yang terkena darahnya.
Tak terasa meraka sampai di rumah sakit Milik Dirgantara group, karena dini hari jalanan ibu kota kosong membuat pak Mardi tancap gas.
Sampai di rumah sakit Angga langsung turun membopong sang istri ke arah UGD yang langsung di sambut perawat yang berjaga.
Semua langsung sigap membantu membawa Selvia ke ruang rawat UGD.
Dokter pun langsung melakukan tindakan dan pemeriksaan pada nyonya Angga Dirgantara.
(Bu selvia.... semoga semua biak-baik saja)
Bersambung ya
__ADS_1