
Pow Angga
Aku langsung menyusul istriku ke Mall dimana istriku berbelanja di temani adiku, aku tak enak hati setelah mendapat notifikasi belanjaan yang di beli istriku yakni semua kebutuhan calon anak ku, aku kira ia sedang belanja untuk kebutuhannya.
Aku benar-benar bodoh sampai melupakan moment penting, membantunya mempersiapkan kebutuhan calon anak ku.
Untung saja adiku langsung memberi tahu lokasi dimana mereka berlanja, aku putuskan untuk langsung kesana menyusul mereka.
Saat tiba di Sebuah restoran dimana Adiku memberi tahu, aku langsung duduk di depan istriku.
Ternyata istriku masih saja kesal terhadapku, sampai aku duduk di depannya dia masih saja cuek kepada ku, aku kira dia akan menyapaku, atau sekedar menanyakan apa aku sudah makan... ternyata tidak, ia terlihat lebih memilih makan dengan santai sambil cemberut tanpa menatap kepadaku.
'' Via....kamu menggemaskan sekali, kalau tidak ada orang-orang....sudah ku cium kamu'' batin Angga gemas memperhatikan sang istri yang terus saja cemberut di depannya, pandangan malah melihat keluar Restoran.
(Rasaiin pak Angga lagi di hukum yah sama bu selvia... gak di tanya sama sekali... kasiaaaaan heheheee)
Aku kesal sekali pada adiku.. setelah mendengar...ternyata dia yang sudah memberikan nomor ponsel istriku pada laki-laki sok tau itu.
''Shiit.... Akan aku beri sanksi kamu gita'' batinku kesal mendengar nya.
Karena akibat pesan dari laki-laki itu, emosiku semakin memuncak sampai aku kelepasan memarahi istriku hingga berlebihan.
Setelah kepergian gita, suasana langsung dingin, karena tidak ada obrolan di antara kita.
Saat aku mulai bertanya padanya, kenapa aku tidak dilibatkan dalam mempersiapkan mengenai persiapan untuk anakku, dia malah menjawab yang jawabannya membuat aku sakit mendengarnya.
Gara-gara keegoisanku, kecemburuanku yang berlebihan terhadapnya, membuat istriku tidak bisa berdiskusi mengemukakan keinginannya itulah kata kata yang keluar dari bumil yang berada di depanku.
''Angga kamu bodoh.. bodohh sekali'' batinku menyesali sikap kekanak-kanakanku.
Selesai makan istriku langsung memanggil karyawan Restoran untuk meminta Bill, aku langsung membayar sebelum istriku membayarnya.
Setelah itu aku ajak dia pulang, aku berniat ingin mengantarnya sekalian aku ingin mulai memperbaiki hubunganku dengannya.
Namun Istriku menolak karena lebih memilih pulang bersama pak Mardi, aku langsung mengirim pesan pada pak Mardi untuk pulang.
Sejujurnya aku ingin segera mengakhiri kesalahpahaman dengan istriku, aku benar-benar tersiksa jika terus seperti ini, Hatiku merasa kesepian dan hampa bila terus seperti dengan istriku.
'' Aku sempat emosi saat dia bilang mau naik mobil Online saja dan menyuruhku kembali ke kantor....Shiitttt ini ibu hamil... semakin membuat aku gemas saja dengan tingkahnya'' Namun aku tersenyum lebar.... karena dia tidak menolak saat ku tuntun berjalan menuju mobil yang ku parkir.
Saat sampai di mana mobilku terparkir, aku langsung membuka kan pintu depan mobil untuk dia masuk.
Dan lagi-lagi... perempuan di sampingku ini membuat aku harus bersabar mengelus dada....bukannya masuk...dia dengan santainya malah membuak pintu belakang mobil dan masuk ke dalam mobil dengan elegan.
'' Shiiiitt..... dia menolak duduk di depan di sampingku...... kalau sedang dirumah rasanya ingin sekali menyeret dia ke atas ranjang untuk di beri pelajaran...... Aaaagggrrhhh'' Angga semakin gemas namun berusaha bersabar.
( pak Angga jadi supir dulu yaahh untuk sementara Wkwkkkkkk)
__ADS_1
Aku menjalankan mobilku ke luar Area Mall menuju ke arah rumah, ku lihat dari kaca spion di depanku istriku langsung terlelap, entah beneran atau pura pura terlelap aku tidak tahu.
Aku ingin segera menyelesaikan kesalahpahaman ini, rasanya ingin meledak otaku tidak bisa berpikir jernih kalau masih punya problem dengan perempuan di belakang ku.
Melihat dia masih memejamkan matanya, aku langsung membelokan mobilku ke arah Hotel milik ku.
Aku putuskan akan membawa istriku ke sana, karena kalau ke rumah pasti dia akan di sibukan dengan barang barang bayi yang baru di belinya...Semoga di Hotel kami, akan ada angin segar untuk menyelesaikan kesalahpahaman karena keegoisanku.
Benar saja dia tidak tertidur, hanya memejamkan matanya, mungkin malas satu mobil denganku.
'' Kok... bukan ke arah rumah '' Dia bersuara sembari membetulkan duduknya, aku gemas melihat perutnya, seperti melambai-lambai ingin ku sentuh.
''Aku ada urusan dulu sebentar...ke hotel kita'' aku beralasan ada urusan, biar dia tidak menolak.
Aku mendengar dia menghela nafas... aku tidak hiraukan, kalau berlarut-larut seperti ini aku bisa stress tidak bisa berdekatan dengan nya.
Saat sampai di lobby Hotel, aku langsung menyuruh stafku di sana untuk memarkirkan mobilku, aku langsung membukakan pintu belakang dan mengajak istriku masuk Hotel bersama.
Dia tidak menolak, dia begitu mengerti akan posisinya sebagai istri pemilik Hotel, dia memegang mesra, mengaitkan tangannya pada lenganku, Membuat aku tersenyum.
( Pinternya bu Selvia...aktingnyaaaa gak mau malu maluin suaminya)
Kita langsung di sambut oleh Stafku, Semua orang menatap senyum ke arah ku dan Selvia.
'' Berkasnya.. antar ke kamar ku, aku akan mengecheeknya di sana'' ucapku pada stafku, yah aku putuskan untuk sekalian mengecheek tentang pemasukan dan pengeluaran Hotel.
Sampai di Kamar Hotel, istriku terlihat lelah langsung menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur.
'' Siapa yang mau tidur...'' Dia bangkit ke kamar mandi.
Tak lama stafku datang menyerahkan berkas pembukuan Hotel, setelah dia pergi aku langsung mengunci pintu.
Aku menunggu istriku keluar dari kamar mandi sembari aku mengecheek pembukuan Hotel.
Tak lama dia keluar dengan mukanya yang basah habis berwudhu.
'' Ayoo... solat dzuhur bareng'' dia mengajak untuk solat bersama.
''Iya... tunggu sebentar, mas Wudhu dulu'' aku langsung berjalan ke kamar mandi.
Kita kemudian Solat berjamaah, setelah solat aku putuskan untuk meminta maaf, aku tahi istriku sakit hati sekali akibat ucapanku, dia dulu tidak pernah marah selama ini padaku.
Saat dia menyalami tanganku, aku langsung mencium tangan dan meminta maaf.
'' Sayang...sudah yah marahnya....Mas minta maaf banget sama kamu dan calon anak kita '' Aku merengkuh tubuhnya ke pelukan ku.
Langsung terdengar tangisannya di pelukanku.. ''kamu bikin aku kesel terus mas, aku sakit hati sama kamu, kamu memandang rendah aku, nuduh aku yang tidak-tidak...aaahhh aku kesell'' Dia menangis di pelukanku dan mulai mengeluarkan keluh kesah nya, syukurlah dia tidak menolak aku peluk.
__ADS_1
'' Mas minta maaf sayang.. mas kelewat cemburu jadinya mas gak mengontrol ucapan mas... mas menyesal sayang '' aku merapatkan pelukanku sampai terasa gerakan di perut buncit istriku.
'' Eeehhh....ini gerak-gerak perut kamu sayang'' aku Langsung memegang peluk buncit ya.
'' Anak papa...mau ikutan ngobrol ya sama papa dan mommy'' aku begitu senang dulu gerakannya tidak seaktif ini.
'' Bukan mau ikut ngobrol,, tapi bayinya ikut kesel sama kamu mas.. karena udah bikin mommynya nangis'' dia langsung cemberut masih kesal rupanya.
Aku yang sedari tadi gemas, langsung aku pegang wajahnya dan aku cium bibirnya yang begitu merona cukup lama.
'' Mmmmmppp masss'' dia tidak membalas ciuman ku, akhirnya aku sudahi.
'' Iiihh.. ngapaiin sih cium cium... sebel '' di menghindar sembari membuka mukenanya.
'' Mas gemes banget... kalau liat kamu cemberut kaya gitu... '' aku juga mulai melepas sarung yang kau pakai dan istriku meraihnya untuk di berekan.
'' Maafin mas yah.... mas janji akan kabulkan kemauan kamu...asal kamu maafin mas, mas gak mau kita begini terus'' aku mendekatinya yang kini duduk di sofa.
Dia tampal memikirkan sesuatu, aku tidak tahu apa yanh dia pikirkan.
'' Beneran mas...mau kabulin keinginanku'' tanya nya padaku dengan wajah sumbringah.
'' Iya...insha Allah mas bisa kabulkan kalau masih dalam batas kemampuan mas'' aku mulai memepetkan dudukku ke dekatnya.
''Okee...aku bakal maafin mas, asal aku di ijinkan untuk melanjutkan sekolahku di jenjang kuliah... bagaimana'' Apa dia minta kuliahhh, aku sempat syok mengingat dia tengah mengandung.
'' Kok kuliah... '' tanya ku bingung.
'' Aku mau kuliah, biar aku bisa mengimbangi mas Angga, aku juga ingin menambah wawasanku agar aku bisa menjadi ibu yang lebih baik untuk anak-anaku, satu lagi biar aku tidak di pandang rendah lagi sama kamu mas'' Dia melengos ke tempat tidur.
Aku tersentak dengan ucapanya, ternyata ia begitu sakit hati karena ucapanku kemarin.
''Tapi kamu sedang mengandung sayang... mas tidak tega'' Aku pasrah mulai mendekatinya.
'' Aku bisa ambil kuliah online...tidak perlu lulus cepat yang penting aku bisa terus belajar agar tidak terus di rendahkan'' issshhh dia terus saja mengulang kata kata di rendahkan.
'' Baik mas akan ijinkan... asal'' aku langsung membungkam bibirnya yang begitu membuat aku gemas.
''mmmmpppphhh mas'' dia melepaskan ciumanku.
'' Beneran mas? mas bakal kabulkan'' Dia masih sempat-sempatnya bertanya.
'' Iya mas kabulkan... sekarang layani mas dulu sebagai syaratnya'' ucapku dan kembali mencium bibirnya.
Aku tersenyum senang, istriku langsung membalas ciuman panas ku..
(Aduuuuhhh pak Angga maennn nyosorrr terussss)
__ADS_1
( Buat bumilll selamat yah...akhirnya bisa kuliaaaaahh)
bersambung dulu yaaaaaa......