
Rumah sakit milik Dirgantara group company
Angga ikut masuk ke dalam ruangan pemeriksaan di mana istri tercintanya di periksa oleh dokter.
Sebelumnya Angga sempat di larang ikut masuk ke dalam ruangan tersebut.
Namun saat kepala perawat yang sadar mengetahui itu adalah pewaris sekaligus CEO Dirgantara gruop. Spontan langsung mempersilahkan Angga.
Walau pun penampilan Angga sudah tidak karuan berbeda dengan setelan nya sehari hari. Tapi orang yang mengenelanya pasti akan mengetahuinya dari melihat kharisma berwibawa Angga.
Dokter bertindak agar pendarahan dari inti Selvia bisa di hentikan.
Angga yang khawatir terus berada di sisi sang istri yang mulai terlihat pucat.
__ADS_1
'' Mass....aku ingin telepon ibu sama mami...'' Selvia begitu merindukan dua sosok ibu dan ibu mertuanya.
Selvia begitu merindukan mereka, mengingat pengorbanan mereka dahulu yang mungkin lebih parah dari mereka rasakan.
'' Astagfirullah ponsel mas tertinggal.....sayang kamu tenang...mas mau suruh pak mardi nanti untuk mengambilnya'' Angga dengan kepanikannya, hingga melupakan ponsel nya.
''Boro-boro ponsel...dompet juga mas lupa''Batin Angga mengingat akan membawa sang istri ke rumah sakit miliknya, jadi Angga tidak memikirkan barang penting yang harusnya selalu di bawa.
'' Dok.. gimana istri dan anak saya baik-baik saja kan'' Angga bersuara saat Dokter perempuan itu selesai mengecheek bagian inti istrinya.
Selvia menganggukan kepala... memberi isyarat ia baik-baik saja di tinggal Angga sebentar untuk berbicara dengan Dokter.
Setelah di luar ruangan Dokter langsung mengajak bicara Angga, memberitahu tindkaan yang kini harus segera di lakukan oleh pihak dokter pada Selvia istrinya.
__ADS_1
'' Bagaimana dok.?'' Angga sudah tidak sabar ingin mendengar penjelasan Dokter kandungan itu.
'' Pak Angga...istri anda harus melahirkan janinnya lebih awal..mundur cukup jauh dari perkiraan jadwal yang seharusnya, ini tidak bisa di tahan lagi dengan obat atau infus penguat kandungan lagi, karena posisi janin di rahim istri bapak sudah ada di jalan lahir, saya tadi juga sempat cheek jalan lahir ibu Selvia sudah berada di pembukaan 5, jadi untuk Operasi caesar pun sudah sangat tidak memungkinkan...saya yakin pak Angga sudah tahu mengapa ini terjadi... mmm karena hentakan cukup keras dan lama...mmm tapi saya tidak mau membahas kesitu... itu privasi pak Angga dan istri.. '' dokter menghela nafas mengingat banyak sisa cairan putih di daerah inti Selvia saat dokter mengecheek untuk mengetahui sudah ada pembukaan atau belum.
'' Saya mohon Lakukan yang terbaik dokter... yang terpenting anak dan istri saya selamat... mereka begitu berharga dok... saya akui saya salah dok... karena saya bermain terlalu lama dan cukup liar sehingga seperti ini'' Angga pasrah, sudah tidak ada malu mengakui perbuatan yang jelas sudah di ketahui oleh dokter.
'' Saya akan berusaha sebaik mungkin pak... saya yakin istri dan janinnya sangat kuat...saya juga sudah memberikan insfus dan tranfusi darah Karena istri bapak lemas setelah keluar banyak darah dari daerah intinya... untuk masalah tadi bapak dan istri bapak jadikan saja pengalaman...karena ini kasusnya terhitung jarang pak...'' ucap dokter kandungan itu yang tidak mau memperpanjang ulah yang telah di perbuat Angga sehingga istrinya mengalami pendarahan.
'' Mari pak....pak... bapak akan di sini saja..apa mau ikut menemani istri bapak di dalam'' Suara dokter menyadarkan lamunan Angga.
'' Iya- iya dok.... saya akan menemani istri saya di dalam'' Angga dengan wajah dan rambut yang sudah tidak karuan.
( tuhkan gara gara pak Angga....dede janinnya jadi pengen cepet launching ke dunia maya hheheheheheh ππ)
__ADS_1
bersambung yayaya