Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 83


__ADS_3

lanjuttt lagi haturnuhun Readers yang selalu dukung Author, jangan bosen bosen ya...


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Setelah melepas kepergian Safhira ke pasar bersama ibu sumi dan Sandi, Selvia pergi ke dapur untuk membuatkan kopi untuk sang suami di sertai kue kue yang ia beli kemarin dari toko kue di Rumah mode Factory Outlet.


Setelah selesai Selvia membawa ke kamar, saat masuk kamar dilihatnya sang Suami tengah bersantai di balkon kamar mereka yang langsung menghadap pesawahan.


'' Mas ini kopinya di minum, Aku mau mandi dulu'' suruh Selvia yang sudah merasa lengket.


'' Iya Sayang makasih '' jawab Angga.


Selvia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Angga menyesap kopinya sembari melihat pemandangan sawah yang hijau.


Tak lama sang istri keluar dari kamar mandi langsung berganti baju casual dan memoles make up tipis di wajah mungilnya, Selvia sekalian bersiap karena akan pulang ke jakarta.


'' Mas kita jadi pulang jam berapa'' tanya Selvia menghampiri sang suami yang masih duduk di kursi balkon kamar mereka.


'' Tunggu Safhira datang saja sayang, baru kita berangkat'' jawab Angga


'' Ya sudah aku mau packing baju kita dulu, sambil menunggu Safhira'' ucap Selvia masuk ke dalam kamar.


Angga mengikuti sang istri dan langsung memeluk sang istri dari belakang.


'' iihh mas bikin kaget aja'' ucap Selvia tiba tiba di peluk sang suami.


'' Sayang baju baju nya biarkan saja di sini ga usah di bawa, kamu sudah cantik ga usah cape cape lagi, mending menemani mas berjemur di balkon '' ucap Angga membawa sang istri di pelukannya menuju balkon.


Selvia tersenyum, Semenjak kesalah pahaman mereka, Angga lebih perhatian lagi pada nya.


'' Iya juga di sini kan belum ada baju mas Angga dan Safhira untuk ganti, toh di jakarta mereka bajunya banyak ga akan kekurangan'' batin Selvia yang nyaman di pelukan sang suami.


Mereka bercengkrama sembari berjemur dengan posisi Angga memeluk Sang istri dari belakang, Karena sinar matahari sedang menyinari balkon kamar mereka, sesekali Angga mengecup pucuk kepala sang istri yang tersandar di dada bidangnya.


'' Mas betah di sini'' tanya Selvia


'' Mas betah sekali sayang, malah mas berniat membuat Villa di sini kalau ada yang mau menjual tanahnya'' jawab Angga.


'' Ngapain buat Villa mas, rumah ini juga sangat besar setelah di renovasi'' ucap Selvia.


'' Iya sayang.. mas hanya ingin memberi kenyamana buat kalian, apalagi kalau nanti di sini hadir adik adik Safhira, mas ingin mempunyai tempat yang luas di sini untuk mereka bermain'' ucap Angga sembari mengelus perut rata sang istri.


Selvia tersenyum mengingat sang Suami begitu menginginkan keturunannya lahir dari rahim nya.


Sedang Asyik mengobrol ada ketukan sang putri yang sudah pulang dari pasar.


'' mommyy ini fhira... sudah pulang'' ucap Safhira di balik pintu.


'' Iya sayang masuklah pintunya tidak mommy kunci'' ucap Selvia melepas pelukan Angga menuju pintu.


Safhir membuka pintu dan langsung memeluk sang Mommy.


'' Mommy kata om Sandi Kita mau pulang ke jaKarta ya'' tanya Safhira.


'' Iya sebentar lagi kita bersiap sayang'' jawab Selvia


'' Hufff padahal Fhira masih betah di sini belum mau pulang'' ucap Safhira cemberut.


Selvia langsung mengendong sang putri membawanya pada sang suami yang masih bersantai di balkon.


''eeehh anak papa yang cantik sudah pulang, gimana happy naik delmannya'' tanya Angga


'' Happy bangett pa, makanya fhira masih betah di sini'' ucap Safhira.


'' Iya sayang kapan kapan kita kesini lagi, sekarang kita pulang dulu pekerjaan papa sudah menunggu dan fhira besok senin juga harus masuk sekolah'' ucap Angga di Angguki putri kecilnya.


Selvia langsung bersiap akan kepulangan mereka ke jakarta, Angga mengajak Sang istri dan Safhira turun setelah semua siap, karena semalam Angga sudah memberitahu pak Yadi dan bu Sumi akan kepulangan mereka.

__ADS_1


Saat turun di bawah sudah ada orang tua Selvia sedangkan Sandi tadi setelah mengantar bu sumi dan Safhira langsung ke tempat teman untuk mengerjakan urusan tugas tugas kuliahnya.


'' Pak, bu kami mau pamit sekarang pulang ke jakarta'' ucap Angga pada pak yadi dan bu sumi.


'' Buru buru sekali nak, ga nunggu makan siang dulu, ibu sedang masak'' ucap Bu Sumi.


''Ga usah bu nanti dari sini Angga mau mampir main dulu, baru langsung ke jakarta'' ucap Angga


'' Ya sudah hati hati atuh di jalan'' ucap pak yadi dan bu sumi.


Mereka pamit menyalami pak yadi dan bu Sumi, Safhira memeluk erat sang nenek yang banyak mengurusnya selama di bandung.


Setelah berpamitan mereka masuk mobil, Angga langsung menjalankan mobilnya menuju tempat yang ia tuju.


Di perjalanan Angga melirik sang istri yang semakin cantik memangku sang putri yang tertidur pulas, Selvia yang sadar dilirik langsung tersipu.


'' Apa sih mas'' ucap Selvia


'' Ga pa pa sayang, mas bahagia sekali memiliki kalian'' ucap Angga.


'' Aku juga sama bahagia mas, makasih mas atas semua nya'' ucap Selvia


'' Iya sayang,, itu semua sudah hak mu sayang '' jawab Angga dan kembali pandangan nya fokus menyetir.


Selvia tersenyum, masih tak menyangka dengan kehidupan nya sekarang yang berkecukupan berbeda dulu ia harus banting tulang agar bisa makan.


Tak lama mereka sampai di tempat yang Angga tuju, Angga mengajak mereka ke tempat Resto dan Cafe sekaligus tempat wisata baru di Bandung.


Angga mengajak mereka ke Mercusuar Cafe and Resto yang berada di jalan lembah pakar timur 2, ciburial, kec cimenyan kota Bandung.


Di sana makanan nasional dan internasional di sajikan di Bangunan keren mirip castle dan kapal kayu yang menghadap langsung pada pemandangan kota Bandung.


Mereka masuk ke dalam dan langsung menuju Resto yang Angga tuju karena waktu sudah menuju siang, sudah waktunya makan siang baru nanti mereka akan berkeliling.


'' Mas tau dari mana tempat ini, aku orang Bandung baru tau'' tanya Selvia saat duduk di Resto yang paling Recomended di Mercusuar Cafe and Resto.


Angga langsung memesan makanan kesuakan Safhira dan memesan untuknya dan sang istri.


Tak lama pesanan Mereka datang, Angga memesan pizza, burger, steak dan lainnya masih banyak lagi.


Selvia bengong dengan makanan yang di pesan sang suami yang begitu banyak.


'' Mas makanannya banyak banget, siapa yang mau habiskan'' tanya Selvia melihat begitu banyak makanan depan matanya.


'' Ga tau sayang, mas serasa ingin memesan semua yang ada di buku menunya sayang'' jawab Angga santai


Selvia menelan salivanya, melihat begitu banyak berbagai makanan.


'' ieu mah, can ge tuang ges mual tiheula'' batin Selvia menatap makanan yang di pesan sang Suami.


( ini mah, belum juga makan udah mual duluan)


Angga dan Safhira begitu lahap menyantap makanan di meja, tapi tidak dengan Selvia yang hanya makan sepotong pizza saja sudah sangat kenyang.


'' Fhira sudah kenyang mom, ayo kita ke atas Fhira ingin berfoto di depan Castle nya'' ucap Safhira yang sudah kekenyangan.


'' Iya sayang tunggu papa dulu sebentar ya'' ucap Selvia sambil mengelap bibir Safhira yang belepotan.


Angga masih saja makan, tumben sekali pikir Selvia biasanya sang suami sangat pilih pilih makanan jarang sekali ia makan makanan siap saji.


'' Sayang ayo makan lagi'' ajak Angga pada sang istri.


'' Aku sudah kenyang mas, mas lanjutkan saja'' jawab Selvia yang benar benar kenyang dengan melihat sang suami makan begitu lahap.


Setelah selesai makan mereka naik ke lantai atas di sana ada Castle buatan namun tak kalah seperti castle sungguhan seperti di luar negri.


Angga memfoto Selvia dan Safhira di depan Castle, Safhira sangat senang bisa berlarian di dalam bangunan castle.


Saat Asyik berfoto, ada seorang pria memperhatikan mereka, tepatnya memerhatikan Selvia.

__ADS_1


Pria itu mendekat dan menyapa Selvia, membuat Angga yang berada di samping Selvia tak nyaman mendengarnya.


'' haii maaf mengganggu, apa kamu Selvia permata dewi bukan'' tanya pria tersebut.


'' Iya saya sendiri, memangnya ada apa yah? jawab Selvia


'' kamu ga ingat sama saya kakak kelas kamu, waktu itu ketua osis saat di sekolah dulu'' jawab pria tersebut


'' Oh iya aku ingat a reza yah, maaf aku ga ngenalin soalnya dulu a reza pakai kaca mata sekarang tidak jadi beda sekali '' ucap Selvia


Ternyata yang ia temui Reza kakak kelasnya yang dulu satu kelas juga dengan Fandi waktu sekolah.


Angga menahan cemburu memperhatikan obrolan Selvia dan Reza sembari menemani Safhira.


'' Iya via, mataku yang minus di operasi kecil namanya lasik mata, Alhmdulillah sekarang bisa lepas dari kaca mata'' jawab Reza


'' Ohh iya a Reza kenalkan ini suami aku mas Angga dan itu putri kami Safhira'' ucap Selvia mengenalkan suami dan putrinya.


'' oh iya Saya Reza'' ucap Reza menyalami tangan Angga.


'' Saya Angga suami Selvia'' ucap Angga tegas pamit pergi ke arah Safhira yang memanggilnya.


Melihat sang suami pergi meninggalkannya bersama Reza membuatnya tak enak hati.


Selvia menghela nafas melihat raut muka sang suami yang merah menahan cemburu.


'' Aduh ieu mah alamat bakal aya nu ambek ambekan deui'' batin Selvia


(Aduh ini mah alamat bakal ada yang marah marahblagi)


'' Ya sudah A reza aku pamit mau menemani Safhira dulu yah, Assalamualaikum '' ucap Selvia yang langsung pamit tak mau kecemburuan sang suami semakin menjadi kalau ia terus mengobrol dengan Reza.


'' Eeh iya via wa'alaikum salam'' jawab Reza bingung padahal ia masih ingin mengobrol dengan Selvia.


'' Suami via seperti bukan orang sembarangan dan itu tadi putrinya seperti sudah besar, apa dia lulus SMA langsung menikah'' batin Reza bertanya tanya.


Angga yang kesal mengajak Mereka pulang, saat arah pulang di depan gerbang ada perempuan sepertinya costumer service disana memberikan Goodie bag yang berisi makanan ringan dan merchandise khas Mercusuar Cafe and Resto.


'' Maaf mba ini ada titipan dari Owner di sini untuk mas dan mba nya'' ucap Perempuan tersebut.


'' Oh maaf ini apa ya mba, takutnya mbanya salah orang'' ucap Selvia ramah sedangkan Angga datar menggendong Safhira yang lelah.


'' Tidak mba, ini benar buat Mbanya ini ada tulisannya atas nama Selvia permata dewi dari Owner kami Bapak Reza Argadinata'' ucap perempuan tersebut.


Mendengar itu Angga langsung pergi duluan ke parkiran langsung masuk ke dalam mobil sportnya.


'' Ohh ya sudah, tolong sampaikan Terima kasih banyak pada pak Reza mba, Marii'' Ucap Selvia menerima Goodie bagnya dan langsung menyusul sang suami.


'' Shiit Aku menyesal mengajak Selvia kesini, jadinya bertemu kakak kelasnya'' Batin Angga kesal sembari menunggu sang istri di dalam mobil.


Angga ingat dari cerita Selvia dulu, ia bercerita mendapat Beasiswa makanya bisa sekolah di sekolah favorit di Bandung karena kepintarannya dan bisa satu sekolah dengan anak anak orang kaya dan orang yang berpengaruh di Bandung contohnya Fandi dan Reza.


Tak lama Selvia datang masuk ke dalam mobil.


'' Maaf mas jadi menunggu, sini Fhira di pangku mommy'' ucap Selvia duduk membenarkan posisi Safhira yang sudah ngantuk karena kelelahan.


'' Heeem '' jawab Angga


Selvia menghela nafas menyadari kecemburuan sang suami.


Angga langsung menjalankan mobilnya ke jalanan kota Bandung menuju Tol arah Jakarta.


🌡🌡🌡🌡🌡


Bersambung dulu Readers.... soalnya ada yang cemburuu....


Jangan lupa selalu like dan koment biar Author terus Semangat Update nya..


HaturnuhunπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2