
Di rumah Angga
Saat tiba di rumahnya, Angga langsung menggendong Safhira ke kamarnya, karena di tengah perjalanan Safhira tertidur karena kelelahan setelah terus menerus menangis.
Setelah menidurkan Safhira, Angga langsung membersihkan diri dan langsung mengecek beberapa email dan File yang dikirim Dito sang asisten untuk di cheek dan di tanda tangani oleh Angga.
Dan tak terasa hari sudah mulai gelap, Angga keluar ruangan kerjanya menuju kamarnya untuk melaksanakan solat maghrib.
Setelah selesai solat maghrib, Angga baru mengingat sang putri yang belum kelihatan dari tadi yang biasanya sudah stanby menonton kartun favoritnya di televisi.
''Apa fhira masih tidur?'' batin Angga bertanya tanya.
Angga lantas keluar dari kamarnya, saat Angga akan naik ke lantai dua ke kamar Safhira, karena letak kamar Angga di lantai satu sedangkan kamar Safhira di lantai dua.
Sebelum Angga naik tangga dari arah atas, pengasuh Safhira sedikit berlari ke arah Angga dengan tergesa gesa.
''Ada apa bi'' tanya Angga khawatir.
''Non fhira tuan, demamnya tinggi sekali, tadi siang masih biasa saja suhu badannya, tapi tadi waktu bibi mau bangunin untuk mandi sore bibi sentuh keningnya panaas sekali tuan '' jawab pengasuh Safhira.
Angga yang mendengar langsung berlari menuju kamar Safhira, saat sampai kamar Safhira, Angga langsung mengecek dan melihat hasilnya ternyata benar demamnya sangat tinggi 39 derajat, Angga langsung bergegas membawa Safhira ke rumah sakit yang bernaung di Perusahaan Dirgantara Group.
''Bi suruh supir siapkan mobil'' pinta Angga pada pengasuh safhira.
''Baik tuan'' ucap pengasuh Safhira dan langsung memberitahu supir untuk mempersiapkan mobil.
__ADS_1
Angga lantas menggendong Safhira untuk membawanya ke rumah sakit.
Di rumah sakit
Angga termenung menunggu sang putri yang sedang di periksa oleh dokter, Angga begitu menyesali sikapnya tadi yang sempat emosi pada sang putri, karena kekesalannya pada Selvia dan Fandi, Angga malah meluapkannya dengan membawa paksa sang putri yang tenga asyik bermain.
Angga begitu menyesal, karena akibat emosi dan egonya membuat sang putri harus terbaring sakit, dan sekarang harus di tanganani dokter.
'' Sayang...maafkan papa..papa mohon jangan tinggalkan papa sendiri, papa hanya punya kamu sayang'' batin Angga yang gundah gulanamenunggu dokter memeriksa sang putri yang sangat di cintainya.
Saat pintu pemeriksaan pasien terbuka, Angga langsung bangun dari duduknya untuk segera menanyakan keadaan sang putri pada Dokter yang memeriksa Safhira.
'' Bagaimana dok, keadaan putri saya'' ucap Angga dengan wajah khawatir.
'' Pak Angga...hemm Putri anda sepertinya tertekan dan sepertinya di tambah juga karena kelelahan fisik dan psikisnya, tapi pak Angga jangan khawatir semunya baik baik saja, demamnya pun sudah reda dan stabil'' ucap Dokter menjelaskan.
Angga bingung tidak menjawab, Angga sekarang merasa sedih...hanya ada Nama Selvia yang di ucap dari bibir mungil putrinya.
''Apa saya sudah bisa masuk ke dalam dok, untuk melihat putri saya'' tanya Angga yang malas mengingat Selvia yang malah di panggil putri kesayangannya.
''Boleh pak Angga silahkan, hanya saja jangan di ganggu dulu... biarkan putri bapak beristirahat agar segera stabil'' ucap dokter dan langsung pamit meninggalkan Angga karena masih banyak pasien yang akan di periksa.
Angga langsung masuk ke dalam rawat sang putri, Angga sangat sedih melihat wajah pucat Safhira yang biasanya ceria kini terbaring sakit di ranjang rumah sakit.
'' Maafkan papa fhira... kamu harus kuat sayang'' ucap Angga di samping tempat tidur Safhira.
__ADS_1
Angga yang sudah mulai tenang, beranjak ke luar ruangan rawat Safhira untuk menelpon sang adik Anggita.
Angga membutuhkan bantuan Sang adik, karena ia tak mungkin mengabari maminya, yang ada maminya akan ikut sakit bila tahu cucunya sakit.
π
Halo kak.. kakak kenapa tadi maen pergi aja, bawa paksa Safhira lagi, kasihan fhira nangis kejer begitu, sekarang Safhira mana aku mau ngomong sama ponakan kesayanganku itu '' cerocos Anggita saat telponnya tersambung.
Angga menghela napas panjang dan menghembuskan nya kasar, Anggita di balik telepon langsung bersuara.
π
''kenapa kak, ada apa, bukannya jawab malah gitu'' tanya Anggita sedikit kesal.
π
'' Safhira sakit git, sekarang kakak di rumah sakit, Safhira demam tinggi dan harus di rawat'' ucap Angga dengan suara lemahnya.
π
'' Sudahlah kak yang benar jangan bercanda, tadi perasaan fhira sehat sehat saja, aku kesel kakak bertindak seperti itu sama Safhira tadi'' ucap Anggita yang syok dan marah mendengar kabar ponakan kesayangannya sakit.
ππ
Author mohon dukungannya ya Readers,
__ADS_1
selalu tinggalkan jejak like dan komen yaaaaa
semoga suka ini karya pertama author,, maaf masih banyak kesalahan yahhh.