Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 78


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Lanjutaaaan nya Readers


jangan bosen selalu dukung Author biar makinnnn semangattt


Haturnuhun


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Angga membuka kan pintu mobil untuk sang istri yang masih berjalan di belakangnya kemudian Angga masuk ke dalam mobil duduk di balik kemudi mobil sportnya yang hanya mempunyai dua tempat duduk.


Selvia cemberut ketika melihat mobil yang di gunakan sang suami yang hanya mempunyai dua kursi di depan saja, niatnya ia ingin duduk di belakang tak mau bersampingan dengan sang suami yang telah membuatnya sakit hati.


Karna tak ada pilihan lain mau tak mau ia duduk di samping suaminya.


Setelah Selvia masuk Angga mendekatkan tubuhnya ingin memasangkan seat belt pada Sang istri namun tanganya di tahan sang istri.


'' Biarin... aku bisa sendiri '' Sela Selvia membuat Angga langsung diam tak menjawab.


Dengan susah payah Selvia memasang Seat beltnya sendiri, Angga tersenyum melihatnya.


Setelah siap Angga langsung menjalankan mobil sportnya menuju Hotel terdekat dari rumah Selvia.


Selama di perjalanan Mereka saling diam, Apalagi Angga tak berani bersuara melihat wajah cemberut sang istri.


Angga sesekali melirik sang istri yang begitu di rindukanya, namun tidak dengan Selvia yang fokus menatap pemandangan malam hari kota Bandung di balik jendela mobil sport Angga.


Angga memilih Hotel yang dekat dengan rumah Orang tua Selvia.


Angga masuk memarkirkan mobil sportnya di halaman Bali World Hotel Bandung.


'' Mau ngapain... kok masuk ke Hotel sih '' ucap Selvia saat Angga memarkirkan mobil sportnya di depan Bali World Hotel.


'' Memang mau kemana lagi sayang, Restoran dan Cafe dekat sini sudah mau tutup, makanya mas Ajak ke Hotel saja'' jawab Angga santai.


'' Isshh nyebelin tau gitu aku ganti baju dulu'' balas Selvia dengan wajah cemberutnya karena selvia mengenakan setelan baju tidur.


Angga tersenyum walaupun marah sang istri tak menolak ajakannya ke Hotel.


Angga meraih ransel di bagasi mobilnya dan langsung menuju resepsionis memesan Kamar dengan posisi paling nyaman dan rekomended di Hotel tersebut.


Setelah menerima kunci Angga mengajak sang istri yang selalu jalan aga berjarak tak mau berbarengan dengan nya.

__ADS_1


'' Ayo sayang '' ucap Angga pada sang istri tangan Angga ingin meraih pundaknya namun langsung di tahan sang istri.


Angga menghela nafas, untung keadaan Hotel sepi karena malam hari, kalau tidak ia akan malu sekali pasti kalau ada orang yang melihatnya mengira ia papa yang sedang membujuk anaknya yang sedang marah.


Betapa tidak Angga masih lengkap dengan pakaian kantornya sedangkan sang istri memakai baju tidur frozen yang ia beli kembaran dengan Safhira.


Angga dan Selvia memasuki lift karena kamar yang Angga pesan ada di lantai tiga Bali World Hotel.


Setelah sampai di lantai tiga mereka keluar dari lift menuju kamar yang mereka pesan.


Angga menempelkan kartu akses nya dan terbuka lah kamar mewah yang sudah di pesan Angga.


Angga mempersilahkan Sang istri masuk terlebih dahulu, setelah itu baru dirinya.


Selvia langsung duduk di sofa memalingkan pandangan nya dari sang suami yang setelah masuk dan menutup pintu langsung membuka jas dan kemejanya.


Angga ingin mandi dulu karena badannya yang lengket seharian berativitas.


" Sayang mas mandi dulu yah" ucap Angga


" heeemm" jawab Selvia dengan wajah juteknya.


Angga menghela nafas melihat wajah Selvia sepertinya kemarahan sang istri akan segera di mulai.


Setelah Selesai Angga Keluar dari kamar mandi dengan handuk di pinggangnya, di lihatnya sang istri menelungkupkan badan mungilnya di tempat tidur Hotel, dan terdengar sayup sayup suara seperti sedang menangis.


Angga langsung meraih ransel untuk mengambil kaos dan celana santainya dan langsung mendekati sang istri naik ke kasur Hotel.


" Sayang kamu kenapa" tanya Angga lembut


" Sana ga usah deket deket, aku benci sama kamu mas" jawab Selvia menahan marah yang ia tahan sedari bertemu Angga dan menjauh tak mau di dekati Angga.


" Sayang katakan apa salah mas, mas ga mau kita seperti ini" ucap Angga duduk di samping tempat tidur.


" Apa.. masih nanya apa salah mas, Mas aku temukan lembar kontrak pernikahan di kamar kita, mas kamu tega ya sama aku, kalau kamu berniat ingin menceraikan aku setelah satu tahun pernikahan kita, mendingan kamu ga usah nikahin aku sekalian mas, aku bisa kok menyayangi Safhira tanpa harus jadi istri sah Seorang Bapak Angga Prayudha Dirgantara yang sangat terhormat '' ucap Selvia lantang dengan berderai air mata.


Angga menunduk lesu, ia merutuki kebodohanya dulu sempat sempatnya membuat perjanjian konyol seperti itu dan mengakibatkan kemarahan sang istri yang sekarang begitu ia cintai.


'' Maafkan mas sayang... mas menyesal'' ucap Angga ingin memeluk sang istri untuk menenangkannya namun di tolak sang istri.


'' Apa... mas bilang menyesal aku masih mengingat semua yang mas tulis di file itu, dan yang paling membuatku sakit hati, disana di sebutkan mas akan memberiku imbalan karena aku mau menjalani pernikahan kontrak yang mas buat demi safhiraa...kamu benar benar tega mas memandang ku rendah seperti itu'' ucap Selvia dengan nada sedikit keras di depan Angga.


'' Asal kamu tau ya mas, aku bukan wanita rendahan seperti yang kamu maksud, aku masih punya harga diri, dari awal aku bilang aku ikhlas menjadi ibu sambung safhira tanpa embel embel apapun'' ucap Selvia lagi.

__ADS_1


'' Maafkan mas sayang, mas bodoh sudah membuat lembar sialan itu dan mas lupa untuk merobeknya dulu, mas dulu membuatnya saat mas belum ada hati padamu sedangkan Safhira kekeh ingin memintamu sebagai ibu sambungnya... mas benar benar bingung saat itu sayang '' ucap Angga sungguh sungguh.


'' Dan sekarang keadaan nya berbeda, mas begitu mencintai dan menyayangimu sayang, mas ga bisa hidup tanpa kamu'' ucap Angga meyakinkan Selvia.


'' Aku ga percaya sama kamu mas, aku akan tetap di Bandung sebelum aku percaya akan kebenarannya, aku tak mau setelah aku ke sana aku malah di campakan oleh mu mas'' ucap Selvia yang sudah sedikit tenang.


Angga berjalan meraih ransel membukanya dan Angga mengambil file yang sudah membuat sang istri marah pada nya dan langsung merobeknya di depan Selvia.


'' Lihat sayang kertas ini sudah mas robek itu artinya perjanjian itu tak akan pernah terjadi, Mas ga bisa berpisah sama kamu sayang, mas mohon maafkan kebodohan mas, mas bersumpah itu hal itu tak akan terjadi'' ucap Angga yang berusa menahan air mata yang akan tumpah di pelupuk matanya yang di tahan namun tetap menetes juga di pipinya.


Selvia melihat kesungguhan di manik mata sang suami ia menatap


Selvia puas dan senang dengan apa yang Angga katakan, namun ia tak menyangka Angga yang biasa tegas dan dingin kini meneteskan air mata di depannya.


'' Mas mohon, maafkan mas sayang'' ucap Angga lagi langsung memegang kedua telapak tangan Selvia dan menciumnya lama.


'' Lepass mass'' Ucap Selvia yang risih tangan nya di genggam dan di cium Angga.


Angga tak menggubris perkataan sang istri, iya begitu nyaman menghirup tangan wangi sang istri yang begitu ia rindukan.


'' Iya, iya aku maafkan mas, asal lepass tanganku dulu'' ucap selvia lagi.


Mendengar perkataan Selvia, Angga langsung melepas genggamannya.


'' Terima kasih sayang, mas sangat mencintaimu'' ucap Angga ingin memeluk selvia, namun selvia menolak.


'' Walaupun aku udah maafin mas, tapi aku masih kesel belum mau deket deket sama mas Angga'' ucap Selvia langsung menutup tubuhnya dengan selimut.


Angga pasrah akan tidur di sofa saja, yang terpenting bagi Angga sekarang sang istri sudah memaafkannya.


'' Ya sudah mas mengerti, biar mas tidur di sofa saja'' jawab Angga berjalan ke sofa merebahkan Badan kekarnya yang begitu kelelahan.


Selvia sebenarnya tak tega melihat sang suami tidur di sofa, namun rasa kesalnya masih saja timbul saat ingat akan lembar kertas perjanjian itu.


Selvia yang lelah habis menangis lama kelamaan tertidur, dan Angga juga yang kelelahan badan dan pikirannya juga tertidur pulas di sofa panjang yang berada di kamar Hotel.


πŸ€πŸ€πŸ€


Bersambung dulu yaaaaa


Author sempatkan up di sela sela kesibukan Author, Semoga para pembaca suka..


Haturnuhun sudah memberikan dukungan buat authorπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2