Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 110


__ADS_3

kita lanjutkan...haturnuhun para pembaca yang selalu setia menunggu author update.


Selalu semangat readers...πŸ’–πŸ’–πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Setelah kurang lebih dua jam perjalanan, pesawat pribadi milik Angga, akhirnya mendarat di Bandara I gusti ngurah rai, di pulau Bali.


Sebelum pesawat mendarat, Angga lebih dulu membangunkan sang istri.


"Sayang...ayo bangung, kita sudah sampai" ucap Angga lembut seraya mengelus-elus pipi sang istri, yang sekarang mulai terlihat berisi.


" Mmm...Alhamdulillah udah sampai ya mas" jawab Selvia sambil menguap karena masih merasa mengantuk.


"Iya sayang.....di lanjut nanti tidurnya" ucap Angga melihat sang istri yang masih mengantuk.


Setelah pesawat mendarat sempurna, Angga dan Selvia turun dari pesawat dan langsung berjalan ke arah mobil mewah yang sudah terparkir, bersiap untuk menjemput mereka.


Mereka menuju Villa, dengan mobil yang di kendarai orang kepercayaan Angga, Angga dan Selvia kembali bercengkerama, dan terlihat Selvia sudah segar, tidak mengantuk lagi.


"Mmas.. aku udah gak sabar ingin bertemu Safhira dan yang lain" ucap Selvia yang langsung teringat tujuannya ingin segera ke pulau Bali.


Angga geleng geleng kepala, mengingat istri kesayangannya yang sudah begitu tidak sabar ingin bertemu putri mereka dan keluarga besarnya.


"sayang di kira mas kamu udah gak ingat, ternyata masih mengingat tujuannya ingin segera ke bali sekarang juga" batin Angga yang mengira sang istri tak mengingat tujuan mereka ke Bali, karena sejujurnya Angga ingin segera mengistirahatkan dulu tubuhnya, sebelum esok hari, baru berkumpul dengan keluarga besarnya.


Angga berkirim pesan dengan sang Adik Anggita, memberitahu saat mereka akan berangakat ke Bali, karena keluarga yanh di Bali tahunya mereka akan berangkat besok pagi.


Namun sepertinya malam ini mau tak mau Angga harus langsung menuju Villa sang ayah, tahu sendiri kalau keinginan bumil tidak terpenuhi, padahal tadi Anggita sang adik sudah mengirim pesan pada Angga, agar menahan Selvia di Villa mereka, karena seluruh keluarga di Villa papi Agung sedang menyiapkan surprise Baby Shower dan ulang tahun untuk Selvia.


''Mas kita langsung ke villa papi kan?'' tanya Selvia yang benar benar sudah tidak sabaran.


'' Eehhh..iya terserah kamu sayang, mas ikut saja, sebenarnya mas inginnya langsung ke villa kita saja dulu, baru besok ke villa papi, biar kita bisa beristirahat dulu sayang, mas gak mau kamu kelelahan, kalau sudah berkumpul tahu sendiri, pasti tidak bisa diam kesana kemari'' jawab Angga agar Sang istri mau ke Villa mereka terlebih dahulu.


Dan tak lama ponsel Selvia berdering, ternyata adik iparnya yang menelpon.


πŸ“ž'' Assalamualaikum kak, kak jadi fly Sekarang ke Bali, katanya besok siang'' Tanya Anggita di balik teleponnya.


πŸ“ž'' Waalaikumusalam git, iya kita baru mendarat di bandara, mau menuju villa papi, kamu sendiri di mana, katanya mau menyusul juga ke bali''jawab Selvia yang kembali bertanya pada sang adik ipar.


πŸ“ž''Ooh syukur lah, Aku juga baru tadi sore sampai bersama Fandi kak, mendingan sekarang kakak ke Villa kalian saja dulu untuk beristirahat, soalnya di Villa papi tidak orang, aku lagi ajak semua nya makan malam di Hotel fandi yang di sini, terus mau langsung menginap, mungkin baru besok pagi akan pulang ke Villa'' ucap Anggita beralasan, agar surprisenya tidak gagal.


πŸ“ž''Oh gitu ya git, baiklah aku dan mas Angga biar langsung ke Villa kita saja dulu, aku juga mau ucapin terima kasih atas semuanya git, kalian begitu baik sama keluarga aku, maaf yah jadi merepotkan '' ucap Selvia berterima kasih pada Anggita.

__ADS_1


πŸ“ž'' kak Via, kita ini semua keluarga, jadi sudah seharusnya seperti ini, aku tidak merasa di repotkan sama sekali, ya sudah kakak hati hati, Assalamualaikum '' ucap Anggita.


πŸ“ž'' iya gita Waalaikumusalam'' sahut Selvia.


Angga tersenyum, adiknya Anggita begitu bisa di andalkan, setelah itu Angga memberi kode pada supir agar langsung ke Villa mereka di daerah ubud.


Akhirnya mereka sampai di Villa mereka, kedatangan mereka langsung di sambut oleh pekerja di Villa, karena sudah di konfirmasi terlebih dahulu akan kedatangan si empunya Villa.


''Silahkan tuan, nyonya, Selamat datang'' ucap Pekerja di Villa.


'' Iya terimakasih '' sahut Selvia, tidak dengan Angga yang langsung mode berwibawa.


Mereka berdua langsung menuju kamar mereka, sedangkan para pekerja segera membawa koper yang di bawa tuannya.


Sampai di kamar, Selvia yang kembal di serang rasa kantuk, langsung merebahkan tubuhnya di kasur king size mereka.


Angga tersenyum dan menyusul sang istri ke tempat tidur, Angga begitu lelah karena di pesawat ia tidak bisa tidur, karena terus memperhatikan kenyaman sang istri terlelap di pelukannya.


Β 


Di Villa papi Agung yang masih di daerah ubud namun tidak terlalu jauh dari Villa Angga, Seluruh keluarga Masih terlelap tidur karena tidak ada yang mengetahui keberangkat Angga dan Selvia.


'' Nyebelin banget, kak Angga gak bisa di andelin, tahan dulu kek di jakarta, ini tau tau udah sampe bali aja, untung aku udah bikin alesan biar kak Via gak langsung ke sini '' gerutu Anggita karena persiapan surprise nya belum siap.


Padahal Anggita begitu lelah sekali karena baru tasi sore berangakat menyusul ke Bali.


'' Sabarr sayangg, maklum keinginan bumil jadi kak Angga tidak bisa berbuat apa apa'' Fandi dengan sigap menenangkan Anggita yang sedikit kesal.


Β 


Pukul 04.00 tiba Semua keluarga di villa papi Agung sudah mulai terbangun untuk solat subuh dan bersiap akan menyambut bumil dan pamil yang mereka ketahui sudah berada di Bali.


Di kamar pribadi Villa milik Angga, Angga mengerjapkan matanya, karena terbangun mendengar Alarm ponsel sang istri, namun yang punya ponsel masih tertidur lelap memeluk nya.


'' Sayang... bangun sudah subuhh'' Angga mengelus pipi sang istri.


Namun bukanya menjawab Selvia malah semakin mempererat pelukannya pada sang suami.


'' Sayang jangan menggoda mas, nanti mas tidak bisa menahan loh, mas kasihan...kamu pasti kelelahan habis semalam perjalanan'' ucap Angga menciumi pucuk kepala sang istri.


'' Yu solat dulu...habis itu sarapan, kasian kamu dan yang di perut kamu butuh nutrisi sayang'' ucap Angga lagi dengan lembut.

__ADS_1


'' Baliklah.....tapi gendong yahh'' ucap Selvia manja.


'' Siap mommy '' Angga langsung membopong tubuh sintal sang istri ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Mereka solat bersama di lanjut, Selvia mengaji Al-qur'an di temani Angga.


Setelah selesai, mereka sarapan bersama di dalam kamar mereka.


Selesai sarapan Selvia kembali bergelayut di pelukan sang suami, Angga sempat bingung dengan sang istri yang sekarang belum meminta langsung untuk bertemu keluarga besarnya di Villa sang papi.


Selvia malah memepet terus tubuh sang suami, tangan nya juga aktif meraba raba daerah sensitif Angga, Angga kelimpungan alamat bertempur kembali seperti semalam.


Angga yang semula tak merespon, lama lama terpancing juga, dan langsung membawa tubuh sang istri ke tempat tidur.


Angga merebahkan tubuh sang istri dan langsung memeluknya.


" sayang akhir akhir ini kamu benar benar berbeda, apa faktor kehamilanmu, kamu begitu berani dan pintar sekali menggoda mas'' ucap Angga sensual di dekat telinga sang istri.


'' Mass...calon anak kita kangen sama papanya, aku juga gak tau maunya deket mas terus, aku gak mau jauh jauh pokoknya'' ucap Selvia manja.


Angga mengerti setelah kejadian kemarin dirinya dan Disti, sepertinya terbawa suasana pada sang istri yang takut bila itu .


Angga langsung membalas ciuman liar sang istri, Angga begitu senang, sang istri yang biasa malu malu kini benar benar berbeda, sebelumnya Selvia belum pernah meminta duluan, namun semenjak semalam Selvia berubah begitu berbeda, Angga begitu menyukai perubahan sang istri.


Pertarungan pun terjadi dan berakhir setelah satu jam.


Selvia yang penasaran langsung tidur menyamping, kembali bertanya pada sang suami.


''Mas... aku lupa apaa?'' tanya Selvia lagi


'' Sayang kamu gak lupa kan, mau menyusul Safhira dan yang lain di Villa papi'' jawab Angga yang masih lemas.


'' Astagfirullah mas... aku lupaa, ya Ampun ayo mas kita bersiap'' Selvia terbangun langsung berjalan ke kamar mandi.


(Aduh aduh bumil... kok bisa lupa sih)


Semua keluarga besar sedang kewalahan mempersiapkan surprisenya, mereka khawatir Selvia segera datang karena jarak villa tidak terlalu jauh.


Ternyata ehh ternyata yang mau di surprise in malah enak enakan wikwik di Villanya.


Bersambung dulu.....

__ADS_1


__ADS_2