Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 95


__ADS_3

kita lanjutkan, terima kasih like dan komennya para pembaca setia Author..


Author akan usahakan Update di sela sela kesibukan Author.


🌾🌾🌾🌾🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


'' Assalamualaikum '' ucap Selvia dan Safhira bersamaan saat membuka pintu ruangan Angga.


Selvia lihat ada tiga orang asing yang tak ia kenal, Ada sepasang orang tua dan seorang perempuan yang masih muda dan sepertinya Angga mengenal dekat terlihat mereka duduk berdampingan.


'' Wa'alaikum salam'' jawab Angga dan tiga orang yang ada di dalam kantor Angga.


'' Sayang kalian sudah sampai'' ucap Angga bangkit dari duduknya langsung mendekati sang istri dan putri kesayangannya.


Safhira langsung mencium tangan sang papa di ikuti Selvia.


'' Iya mas, siapa mereka'' ucap Selvia pelan.


'' Iya sayang ayo duduk dulu nanti mas beritahu.


Selvia duduk memangku Safhira, karena Safhira tak mau duduk di samping orang asing yang belum di kenalnya.


'' Pak, bu dan kamu disti, ini kenalkan istri saya bernama Selvia kami baru menikah tiga bulan yang lalu, dan ini putri ku sekaligus cucu kalian Safhira khairunissa Dirgantara'' ucap Angga tegas.


Selvia menutup mulutnya karena kaget ternyata di depannya keluarga Alm Dita ibu kandung Safhira.


Selvia langsung bangkit mengajak Safhira menyalami Nenek kakeknya.


'' Saya Selvia, senang bisa bertemu dengan ibu dan bapak Alm mba Dita'' ucap Selvia tersenyum sembari mencium punggung tangan pak suryono dan bu prita sari dan beralih pada Disti.


'' Saya Disti adiknya Alm kak Dita'' ucap Disti menyalami Selvia.


'' Senang bisa bertemu dengan mu Disti'' balas Selvia tersenyum lembut.


'' Iya selvia.. ibu dan bapak juga senang bisa bertemu dengan mu, terima kasih sudah menjadi ibu sambung safhira cucu kami'' ucap bu Prita sari pura pura ramah pada Selvia.


'' Ayo sayang salim sama nenek dan kakek fhira'' ajak Selvia karena Safhira malah duduk di pangkuan Angga tak mau dekat dengan mereka.


'' Ayo sayang salim dulu'' titah Angga pada Safhira yang berada di pangkuannya.


'' Fhira ga mau, mereka bukan nenek kakek Fhira, nenek kakek Fhira kan di Bandung mom'' ucap Safhira polos.


Selvia tersenyum sekaligus senang akan kepolosan sang putri yang begitu mengingat dan menganggap orang tuanya di Bandung.


'' Anak cantik mommy, ini juga sama nenek dan kakek Safhira juga, mereka adalah orang tua Alm mama Dita sayang ayo salim'' ucap Selvia dengan lembut menjelaskan pada Safhira.

__ADS_1


Angga tersenyum bangga melihat istri kesayangannya begitu welcome pada keluarga Alm Dita dan dengan lembut menjelaskan pada putri kecilnya mengenai mereka yang di sangka orang Asing oleh Safhira.


'' Ohh... orang tua mama Dita, kok Fhira baru sekarang bertemu dari dulu belum pernah bertemu'' ucap Safhira polos.


'' Maafkan nenek dan kakek sayang, dulu kami hanya bertemu ketika Fhira masih bayi saja karena kami harus pindah keluar kota, sekali lagi maafkan kami'' ucap Bu prita meneteskan air mata mendekati Safhira.


'' Iya sayang kami sangat rindu sekali pada mu'' ucap pak Suryono ikut mendekati ke arah Safhira yang duduk di pangkuan Angga.


Selvia pun terus membujuk agar Safhira mau menyalami Nenek kakeknya.


Akhirnya Safhira mau menyalami pak Suryono dan Bu Prita juga Disti, namun Safhira tak mau berdekatan dengan mereka.


'' Maafkan Safhira yang belum mau dekat dengan ibu dan bapak mungkin masih merasa asing, namun nanti kalau sering bertemu akan biasa'' ucap Angga di barengi Selvia.


'' Iya nak Angga ibu dan bapak mengerti pasti Safhira masih kaget melihat kami seperti orang asing karena baru bertemu'' ucap Bu Prita.


'' Ya sudah kalian pasti lelah, saya sudah menyiapkan Satu unit Apartement milik saya untuk kalian beristirahat selama di jakarta'' ucap Angga karena tadi pak Suryono bercerita sudah tak punya aset di jakarta karena sewaktu pindak ke luar kota semuanya sudah di jual.


'' Kenapa di Apartement mas, mereka bisa tinggal di rumah kita saja biar bisa berdekatan dengan Safhira kan masih ada dua kamar kosong mas'' ucap Selvia.


Angga sengaja menyiapkan Apartemen untuk mereka dan tak mengajak ke kediamannya karena Angga masih ingin menyelidikinya dulu juga Angga merasakan keanehan dengan kedatangan dadakan mereka setelah lima tahun lebih pergi dari ibu kota tepat setelah pemakaman Alm Dita.


'' Tidak apa Selvia bapak sama ibu dan juga disti di apartemen saja, kami sangat berterima kasih kami tidak mau merepotkan kalian'' ucap Pak Suryono.


'' Hufff mending di apartemen saja dari pada di rumah mereka, nanti yang ada ketahuan rencana kita'' ucap Disti dalam hati.


'' Iya Selvia tapi ibu sama bapak tidak mau membuat Safhira ketakutan dan merasa aneh bila kami menginap di rumah kalian, biarkan kami Sementara di apartemen saja'' ucap bu prita.


'' iya sayang benar yang di bilang ibu, Biar saja sayang kan kalau bertemu mereka bisa kapan saja kerumah atau kita bisa bertemu di apartemen sampai Safhira mengerti dan nanti terbiasa'' ucap Angga memegang pundak sang istri.


'' Ya sudah baiklah, tapi kalau kalian membutuhkan sesuatu jangan sungkan hubungin kami'' ucap Selvia.


'' Iya kak selvia terima kasih banyak atas semuanya'' ucap Disti tersenyum palsu.


Tak terasa sudah pukul Tiga sore, Angga langsung menyuruh bawahannya untuk mengantar keluarga pak Suryono menuju Apartemen milik Angga.


Angga dan Selvia pun tak lupa memberi mereka uang saku untuk keperluan mereka selama berada di jakarta.


Setelah keluarga pak Suryono meninggalkan ruangan Angga, tinggalah mereka bertiga di sana.


Angga bercengkrama berdua di Sofa setelah Selvia selesai menidurkan Safhira yang sudah tertidur di ruang khusus pribadi Angga.


Angga menidurkan kepalanya di pangkuan sang istri.


Angga langsung menceritakan pada Selvia perihal kecurigaanya pada keluarga Alm dita istrinya yang tiba tiba datang ke jakarta setelah lima tahun tak ada kabar pada Angga.

__ADS_1


'' Mas merasa aneh sayang pada kedatangan mereka'' ucap Angga mendongak menatap sang istri yang inten menatapnya.


'' Jangan su'udzon mas gak baik, mungkin mereka baru bisa sekarang menemui mas dan Safhira'' ucap Selvia sembari mengelus rambut hitam sang suami di pangkuannya.


'' Iya sayang mas tidak su'udzon hanya mengira ngira saja, ya sudah mendingan kamu tiduran sama fhira dulu pasti kamu lelah sekali sayang'' ucap Angga bangkit dari pangkuan snag istri.


'' Engga mas aku ga lelah tadi sebelum menjemput Fhira aku sempat tidur dulu, jadi udah enakan walaupun semalam ga bisa tidur'' ucap Selvia.


'' Baiklah kalau Nyonya Angga tidak lelah berarti kita bisa bermain main sebentar...'' ucap Angga terpotong karena langsung mendekatkan wajahnya mencium bibir merah jambu milik Sang istri Selvia dengan gemasnya.


Selvia pasrah dan membalas ciuman lembut namun semakin lama semakin membangkitkan gairah mereka.


'' Mmmmphh mass main nyosor aja '' ucap Selvia cemberut setelah ciumannya berkhir karena mereka sama sama hampir kehabisan nafas.


'' Mas Gemas sama kamu sayang'' ucap Angga sensual.


'' Isshh mas tapi kan takut Safhira melihat atau tiba tiba karyawan mas masuk kan malu bila sampai orang lain melihat'' ucap Selvia lagi lagi cemberut.


'' Iya sayang sudah jangan Cemberut seperti itu membuat mas semakin gemas sama kamu'' ucap Angga langsung memeluk Selvia membawa tubuh sang Istri ke dalam pelukannya.


'' Sembari menunggu Safhira bangun mas mau tanda tangani dulu berkas, kalau sudah selesai baru kita pulang'' Ucap Angga setelah pelukan mereka terlepas.


'' Iya mas selesaikanlah dulu, aku temani Safhira dikamar saja, biar mas Angga konsen tidak seperti tadi main nyosor sama aku yang ada perkerjaannya tidak selesai selesai'' ucap Selvia tersenyum bangkit dari duduknya berjalan menuju ruangan pribadi Angga dimana Safhira tertidur disana.


'' Sayang jangan lupa nanti malam kita lanjutkan yang tadi'' ucap Angga bersuara sebelum Sang istri masuk ke ruangan pribadinya.


Selvia yang mengerti akan ucapan sang suami membalasnya dengan tersenyum genit membuat Angga tak sabar di buatnya.


Namun karena berkas harus di tanda tangani segera Angga mau tak mau harus segera menyelesaikannya, padahal hati kecilnya ingin sekali menyusul sang istri ke ruang pribadinya tak perduli di sana ada sang putri yang terlelap.


Tak terasa pekerjaan Angga sudah Selesai dan Safhira pun sudah terbangun.


Angga langsung mengajak pulang istri dan putrinya berjalan keluar dari ruangannya menuju lift.


Tangan kekar Angga menggendong sang putri yang masih lemas baru bangun dari tidur dan tangan satu lagi menggenggam telapak tangan sang istri yang berdiri di sampingnya.


Mereka keluar dari lift menuju mobil Alphard yang di kemudikan pak Mardi.


Karena merasa lelah Angga memilih pulang menggunakaan mobil yang di kemudikan pak Mardi dan meninggalkan mobil Rolls Royce yang tadi pagi di gunakannya di parkiran kantor.


Setelah siap pak Mardi menjalankan mobilnya ke jalanan ibu kota menuju rumah mewah Angga.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Bersambung dulu...

__ADS_1


Nanti kita lanjut lagi


__ADS_2