
lanjuttttannnn..
''Kamu gak usah jawab sekarang iya dan tidaknya Selvia, mulai dari sekarang kamu bisa pikirkan dulu, asal kamu tau saya juga sungguh sungguh tidak mau mempermainkan pernikahan'' ucap Angga serius.
Angga tahu permintaanya yang mendadak membuat Selvia syok mendengar pernyataan nya, mana tidak mereka baru beberapa kali bertemu, hanya karena Safhira tak bisa jauh dengan Selvia, membuat Angga memberanikan diri mengajak menikah pada Selvia.
Jujur Angga juga merasa tidak suka melihat Selvia dekat dengan pria lain selain dirinya, seperti kemarin saat melihat Selvia dan Fandi yang begitu akrab membuat Angga tak nyaman.
'' Saya yakini pasti gadis muda sepertimu mana mau mempunyai pendamping seperti saya, saya yang sudah mempunyai anak, yah mungkin lebih pantas saya sebagai om Selvia di banding jadi suami, namun saya akui kalau dari segi penampilan saya tidak kalah dengan para bujang di luar sana, saya mempunyai tubuh yang proposional, tampan dan yang pasti mapan'' batin Angga tersenyum percaya diri berharap Selvia akan mau menerima pinangannya
'' Iya pak Angga, beri saya waktu untuk berpikir, jujur ini tidak mudah bagi saya'' jawab Selvia menghindari tatapan Angga yang terus menatap intens ke arahnya.
'' Oke baiklah, saya tunggu jawabannya segera semoga kamu bersedia via'' ucap Angga tegas kemudian pergi dari balkon masuk ke kamar Safhira.
Setelah melihat Safhira masih tidur, Angga keluar kamar Safhira menuju ke ruang kerjanya, dan menelpon asistenya Dito untuk menanyakan masalah pekerjaan.
π
hallo pak angga, ucap dito di balik telpon
π
Iya dito, apa fandi sudah menyetujuinya, '' ucap Angga.
π
iya pak, pak fandi sudah menyerahkan pembangunan hotel miliknya pada dirgantara group'' ucap dito
π
oke bagus dit, jadi besok kita mulai meeting pertama, langsung kabari fandi segera untuk meeting pertama besok'' Ucap Angga.
__ADS_1
π
Baik pak, siap'' jawab Dito.
Angga mengembangkan Dirgantara group, bukan hanya perusahaan jasa dan transfortasi saja sekarang merambah ke bidang konstruksi.
Fandi memilih Dirgantara group konstruksi menangani pembangunan hotel baru miliknya, bukan tanpa alasan, Fandi sangat mempercayai Angga yang sudah kompeten di bidang itu walaupun bidang konstruksi belum lama di kembangkan dirgantara group, tapi sudah banyak perusahaan yang mempercayakan pada nya.
Setelah kepergian Angga, Selvia merasakan lapar, melihat Safhira masih tertidur pulas, Selvia berniat memasak untuk makan malam, Selvia turun ke dapur membuka kulkas ternyata banyak bahan makanan terdapat di sana, Selvia langsung memasak untuk makan malam mereka.
Selvia memasak soup ayam, bakwan jagung dan telur dadar sayur.
Safhira harus banyak makan sayur agar semakin cepat recovery nya dari sakit.
Saat Selvia sedang menata makanan di meja tiba tiba suara Safhira memanggilnya.
''Tante via, tante via dimana'' Teriak Safhira seperti menahan tangis karena dikamarnya tidak menemukan Selvia.
Angga yang baru keluar dari ruang kerjanya mendengar teriakan Safhira dari lantai dua kamarnya dan langsung menyusulnya.
'' Papa tante cantik mana, kok gak ada?'' tanya Safhira cemberut.
''Bukannya tadi di kamar fhira? '' Angga balik bertanya.
''Gak ada papa, tante cantik gak ada di kamar fhira'' ucap Safhira hampir menangis, namun karena terdengar suara Selvia dari arah dapur memanggilnya, jadinya Safhira tidak jadi menangis.
''Tante di dapur sayang'' teriak Selvia dari dapur.
Selesai memasak Selvia langsung membersihkan peralatan bekas memasaknya.
Setelah mengetahui keberadaan Selvia di dapur, Angga langsung membawa Safhira menuju dapur dan saat sampai di meja makan meraka mencium wangi masakan yang sudah terhidang di meja makan hasil masakan Selvia.
__ADS_1
''Fhira sudah bangun yah sini sama tante'' ucap Selvia ingin mengggendong Safhira.
''Tante cantik, kenapa tinggalin fhira'' tanya fhira cemberut.
Safhira langsung berpindah dari gendongan Angga pada Selvia.
Saat mereka berdua bersentuhan, Angga dan Selvia sama sama merasakan seperti ada yang berdesir diantara mereka.
''Siapa yang tinggalin, tante sedang memasak buat kita makan malam, pengasuh Safhira kan sedang pulang kampung jadi gak ada yang memasak'' ucap Selvia tersenyum sambil menciumi pipi gemas Safhira, sembari menetralkan rasa yang tak jelas saat bersentuhan dengan Angga, Safhira yang di cium hanya cengengesan senang karena ulah Selvia.
'' Harusnya kamu gak usah repot repot memasak via, kita bisa pesan saja'' Ucap Angga.
'' Iya pak, tadi saya berpikir begitu sih, tapi pas liat di kulkas banyak bahan makanan, mending masak aja lebih hemat dan higienis'' ucap Selvia.
'' Baiklah, mendingan kita makan sekarang, aku sudah lapar'' ucap Angga yg tak sabar mencoba masakan Selvia yang sudah terhidang di meja.
Selvia menyendokan nasi untuk Angga trus bergantian untuk Safhira, Angga begitu lahap sekali makannya dan itu membuat Selvia yang sudah memasak tersenyum senang.
Selvia juga menyuapi Safhira makan dan juga sama lahapnya seperti Angga sang papa.
Selvia juga menyodorkan air minum untuk Angga dan Safhira.
'' Ini minumnya pak'' ucap Selvia pada Angga.
Saat Selvia menyodorkan air minum untuk Angga, mata mereka berdua saling pandang beberapa saat, sampai suara Safhira membuyarkanya pandangan mereka.
''Fhira mau lagi sup ayamnya tante'' ucap fhira dan langsung sigap Selvia mengambilkan supnya dan menyuapinya kembali.
Ada rasa haru dan senang di hati Angga saat melihat fhira dan Selvia berinteraksi seperti ibu dan anak pada umumnya, Safhira begitu bahagia dengan keberadaan Selvia.
Angga semakin yakin akan menjadikan Selvia ibu sambung untuk Safhira, walaupun belum ada rasa cinta di hatinya untuk Selvia karena masih ada Alm Dita di hatinya.
__ADS_1
''Semoga Selvia mau menerima pinanganku untuk menjadi ibu sambung Safhira'' batin Angga.
Segitu duluuu.. selalu tinggalkan jejak dan komen ya bila ada yang kurang dari karya author...