
Author akan lanjutkan lagi Readers, jangan bosen selalu dukung Author yahh..
Terima kasihh...
ππππππππππ
Angga yang sudah muak ingin segera mengakhiri aktingnya pada Disti, setelah nanti mereka selesai makan Angga akan langsung mengajaknya ke kantor polisi.
Saat Angga keluar dari toilet ingin kembali ke Private room terdengar dering dari ponselnya ternyata panggilan dari sang istri yang menelponnya.
π'' Assalamualaikum sayang'' sapa Angga saat telepon mereka tersambung.
π'' Wa'alaikum salam mas, gimana masih sibuk kerja mas? aku hanya ingin ingetin mas jangan lupa makan siang'' ucap Selvia di balik telelon.
π'' Iya mas masih harus mengecheek Persiapan untuk nanti malam sayang, Ini mas baru saja selesai makan siang bersama Dito, kamu sendiri gimana sudah makan?'' Ucap Angga.
π'' Oohh syukurlah kalau mas sudah makan, aku juga baru mau makan bersama Fhira, ya sudah mas di lanjut lagi kegiatannya, maaf sudah mengganggu, aku tunggu mas di rumah'' ucap Selvia.
π'' Sama sekali tidak mengganggu sayang, mas sangat senang kamu menelpon mengingatkan mas, Mas akan segera pulang bila semuanya sudah selesai kamu jangan khawatir ya'' ucap Angga.
π'' Iyaa mas, ga tau kenapa aku sangat merindukan mas makanya menelpon'' ucap Selvia pelan karena merasa malu.
Angga di balik telpon tersenyum, kalau sedang tidak dalam menyelesaikan misinya Angga ingin sekali pulang sekarang juga kerumah setelah mendengar ucapan sang istri yang merindukannya
π'' Iya sayang mas juga selalu merindukanmu, tapi mas harus menyelesaikan ini dulu setelah itu mas akan langsung pulang''ucap Angga menahan senyum mendengar ucapan sang istri.
π'' Ya udah deh mas, kalau sudah selesai langsung pulang ya...aku tunggu lovee you, Assalamualaikum '' ucap Selvia ingin mengakhiri teleponnya.
π'' Iya Sayang.. lovee you more Wa'alaikum salam'' jawab Angga tersenyum.
Angga kembali tersenyum senang mengingat sang istri yang banyak kemajuan sudah terang terangan merindukannya padahal biasanya sang istri malu malu terhadapnya.
Angga tersenyum ketegangannya menghadapi permasalahan ini terhibur dengan telepon sang istri.
Angga kembali ke Private room dan dilihatnya Disti sedang lahap sekali makan, makanan yang sudah di pesan Angga.
Menyadari kehadiran Angga Disti langsung bersuara.
'' Mas maaf aku duluan makan, soalnya udah laper banget'' ucap Disti masih menikmati sajian makanan yang ada di depannya.
'' Tak apa Dis, makanlah saya masih kenyang, setelah selesai kamu makan saya mau ajak kamu jalan jalan '' ucap Angga duduk agak berjarak dengan Disti.
Setelah beberapa saat selesai makan, Angga merangkul pundak Disti keluar dari Private room Cafe milik Anggita.
Mereka berjalan ke arah parkiran di mana Dito asisten Angga sudah menunggu Stanby di dalam mobil atas arahan Angga.
Setelah Angga dan Disti masuk kemudian duduk di bangku belakang, Dito langsung menjalankan mobilnya membelah jalanan ibu kota menuju kantor polisi atas perintah Angga tanpa sepengetahuan Disti.
Angga walaupun sudah muak dengan keganjenan Disti berusaha tetap bertahan untuk bersikap manis pada Disti demi kelancaran misi nya.
Tidak butuh menempuh waktu lama mobil yang di kendarai Dito sampai didepan kantor polisi yang sudah di perintahkan Angga.
'' Mas Angga kok ke kantor polisi? memangnya mau ngapain? '' tanya Disti pada Angga yang duduk di sampingnya.
'' Saya ada urusan dulu sebentar mau menemui seseorang di sana, ayo kamu ikut saja Dis dari pada menunggu di mobil'' ajak Angga sembari keluar dari mobil.
__ADS_1
Disti yang tak mau di mobil sendiri pun ikut keluar dari mobil mengikuti langkah Angga dan Dito menuju kedalam kantor polisi.
Mereka bertiga sampai di dalam ruang kantor polisi, kedatangan Angga langsung di sambut oleh Pengacara Angga yang sudah lebih dulu ada di sana atas perintah Angga.
Angga sudah mempercayakan masalah rumit ini pada pengacara handal yang sudah membawa barang bukti dari Angga terlebih dahulu.
Pengacara Angga langsung menghampiri Angga dan membawanya ke tempat pemeriksaan yang di sana juga sudah ada dua orang tua Disti yang baru saja di amankan di apartemen Angga setelah Angga dan pengacara Angga melaporkannya.
Saat mereka masuk ruang pemeriksaan Disti langsung terkejut melihat ada kedua orang tuanya sedang terduduk lesu di depan staf polisi yang sedang mengintrogasi mereka.
Pak Suryono langsung bereaksi melihat kehadiran Angga, karena sedari tadi ia bertanya tanya siapa yang telah melaporkan dirinya.
'' Ini dia orang yang bapak tunggu'' ucap Staf polisi memberi tahu pak Suryono yang sedari tadi bertanya siapa yang melaporkannya ke polisi.
Pak Suryono langsung bangkit dari duduknya, ingin mendekati memukul Angga namun di tahan staf polisi yang lain yang berjaga di sana.
'' Anak kurang ajar melaporkan mertunya sendiri ke kantor polisi'' teriak Pak Suryono lantang.
Angga tidak menjawab ia tak mau terbakar emosi mengingat tinggal selangkah lagi ia akan segera menjebloskan mereka ke dalam jeruji besi.
'' Dan kamu anak durhaka di tunggu tunggu sedari tadi tak pulang pulang malah pergi dan sekarang datang dengan anak kurang ajar ini'' ucap Pak Suryono pada Disti yang dengan Pedenya mengamit tangan Angga.
'' Di mohon untuk tenang pak'' ucap Staf menahan gerakan pak Suryono yang ingin menyerang Angga dan Disti putrinya.
Angga yang semula tersenyum akhirnya bersuara setelah pak Suryono di tenang kan oleh staf Polisi di sana.
Angga di persilahkan duduk, dan masih dengan tidak tahu malunya Disti masih memepet duduk sembari terus mengamit tangan Angga.
Angga membiarkannya karena sebentar lagi dia sendiri yang akan melepaskannya.
Tak membuang buang waktu para Staf polisi yang memeriksa langsung memutar hasil rekaman suara Disti yang Angga serahkan.
Saat rekaman Diputar pak suryono dan bu prita langsung memperlihatkan muka merah, mereka emosi mendengar rekaman suara sang putri yang membeberkan aib kejahatan mereka, yang telah mensabotase mobil orang tua Dita sekaligus adik kandungnya.
'' Disti kau anak kurang ajarrr'' Teriak pak Suryono menggema di ruangan pemeriksaan tersebut.
'' Anak bodoh, tolol bisa bisa nya di jebak oleh anak kurang ajar ini'' ucap Pak suryono lagi menahan emosi.
Disti yang sadar di jebak oleh Angga langsung bereaksi bangkit dari duduknya dan menampar wajah Angga dengan kerasnya, setelah itu ia langsung di amankan oleh staf polisi di sana.
'' Berengsek kamu Angga... kamu sudah menjebak dan memperalatku'' Teriak Disti histeris.
Angga tersenyum sembari memegang pipinya yang merah akibat tamparan Disti.
'' Dimohon tenang semua, mari kita dengarkan sampai selesai '' ucap Staf posisi yang melihat Pak suryono dan Disti yang terus berteriak.
Setelah rekaman selesai, staf polisi kembali menayangkan copy rekaman CCTV yang terjadi apartemen Angga melalui laptop di hadapan bu Prita dan Pak suryono dan juga Disti.
'' Kurang ajar kamu Angga, ternyata kamu sudah berniat menjebak kami'' ucap Pak suryono bereaksi ingin menyerang ke arah Angga namun terus di jaga ketat oleh staf yang bersiaga disana.
Karena tidak bisa meraih ingin menyerang memukul Angga, akhirnya pak Suryono melemparkan Asbak puntung rokok ke arah Angga dan mengenai pelipis Angga.
brakkk....
'' Auww...'' lirih Angga memegang pelipisnya yang mengeluarkan sedikit darah segar.
__ADS_1
Angga berusaha menahan emosi mengingat ini kantor polisi dan ia juga mengingat sang istri tercintanya yang tengah mengandung, Angga pernah di ingatkan orang tuanya agar menjaga perilakunya tidak menyakiti siapapun.
'' Sabar pak, kita selangkah lagi memasukan mereka ke penjara'' ucap Dito menyemangati Angga.
'' Iya Dit aku puas semuanya sudah di proses polisi'' ucap Angga tersenyum.
'' Tenang..tenang mari pak Angga ikut kami keluar'' ucap Staf Polisi yang langsung bereaksi memisahkan mereka agar tidak dalam satu ruangan mengingat pak Suryono yang tengah emosi.
Angga bangkit dari duduknya mereka keluar ruangan pemeriksaan di ikuti Dito dan pengacaranya.
Dito langsung meminjam kotak P3k pada staf polisi untuk mengobati luka di pelipis Angga Atasannya.
'' Biar saya obati dulu pak '' ucap Dito pada Angga.
'' Makasih Dit biar saya sendiri saja'' balas Angga meraih kotak P3K dari Dito.
Β
Di rumah Angga Selvia terus mondar mandir seperti setrikaan karena telpon nya pada Angga tak ada jawaban dan pesannya juga tak adak balasan.
Sudah lebih dari lima kali Selvia menghubungi Angga namun tetap tak ada jawaban.
Selvia
π© Assalamualaikum mas, kamu di mana mas ini sudah sore kok belum pulang juga, aku khawatir sekali di telepon juga ga di angkat.
Selvia
π© Mas kamu dimana aku khawatir sekali, ayo angkat telponnya.
Selvia yang khawatir langsung menelpon Anggita untuk menanyakan Keberadaan suaminya.
π ''Assalamualaikum git'' sapa Selvia saat telponya tersambung.
π'' Wa'alaikum salam kak'' jawab Anggita di balik telepon.
π'' Git kamu apa kamu bersama mas Angga?'' tanya Selvia khawatir.
π'' Tidak kak setelah aku mengantar baju dari rumah kakak tadi aku langsung pulang, ini aku baru saja sampai di depan rumah'' ucap Anggita.
π'' Oh giti ya git, jadi mas Angga kemana yah ini udah sore, aku udah coba telpon dan kirim pesan tak ada jawaban'' ucap Selvia menghela nafas.
π'' kak Via gak usah khawatir, aku coba hubungi Dito asistem kak Angga setelah ada informasi nanti aku hubungi kakak ya, kakak harus tenang ingat kakak sedang mengandung oke'' ucap Anggita yang langsung menghubungi Dito setelah Sambungannya dengan Selvia terputus.
Anggita menghubungi Dito, dito memberitahu kalau mereka sedang dikantor polisi dan Angga mensenyapkan ponselnya karena sedang dalam ruangan pemeriksaan diperiksa sebagai pelapor untuk memenuhi berkas agar lapornanya segera di proses dan mereka yang di laporkan Angga bisa segera di masukan ke dalam jeruji besi.
Setelah mendapat informasi dari Dito, Anggita langsung menghubungi Selvia memberitahunya kalau Angga baik baik saja, dan tak usah khawatir, Anggita beralasan memeberitahu Selvia kalau Angga tengah meeting menerima klien penting dari luar negri makannya Angga mensenyapkan mode ponselnya, tak mungkin Anggita memberitahu Selvia kalau Angga tengah dikantor polisi bisa bisa Selvia pingsan mendengarnya.
ππππππ
Bersambung dulu ya readers
Nanti Author lanjutkan kembali
love youuu
__ADS_1