
π·π·π·
lanjutannya Readers...
Jangan bosen selalu dukung Author biar makin semangatttt
π·π·π·
Angga dan Selvia terbangun tepat pukul 09.00 pagi, Selvia bangkit terlebih dahulu dari tempat tidur ingin mengelap tubuh Angga dengan handuk kecil, karena nanti siang mereka akan cheek out meninggalkan Hotel.
Angga udah baikan, ia sudah tak merasa pusing dan lemas lagi. Angga mengambil ponselnya dan mengecheek jadwal pekerjaannya untuk hari senin dari Ponselnya.
Selvia datang membawa handuk kecil yang sudah di basahi air hangat.
'' Mas sini aku lap dulu badannya, biar di ganti bajunya udah penuh keringat'' ucap selvia
'' Ga usah sayang mas ga mau merepotkan mu, biar nanti mas mandi saja'' jawab Angga.
'' iih di lap aja aku sama sekali ga ngerasa di repotin... mas kan baru sembuh, jadi jangan mandi dulu'' ucap Selvia
'' Ya sudah mas pasrah saja, kalau itu mau mu sayang '' ucap Angga yang akhirnya akan di lap juga badan nya oleh sang istri.
Selvia membuka baju Angga, dan mulai mengelap badan Angga di mulai dari leher, bahu lebarnya, dan turun ke badan kekar Angga, Selvia selama mengelap tubuh Angga berusaha menelan salivanya dengan susah payah, apalagi saat mengelap roti sobek kekar Angga.
Di tambah lagi Angga terus menatap intens dirinya selama mengelap badannya, membuat Selvia semakin tak karuan di buatnya.
Setelah selesai mengelap tubuh Angga Selvia bangkit ke kamar mandi untuk mencuci handuk kecil. Selvia tak berniat untuk mengelap daerah bawah Angga yang pasti akan semakin membuatnya tak nyaman.
Selvia keluar dari kamar mandi dan terlihat Angga sudah melepas celana pendeknya yang menyisakan boxernya saja.
'' Sayang ayo lanjutkan, masa yang ini belum di lap'' tanya Angga yang hanya memakai boxer saja menunjuk daerah juniornya.
'' Yang itu mas saja sendiri, ini handuknya udah aku bersihkan'' jawab selvia
'' Mas ga bisa sayang, Kamu yang harus menyelesaikan, Ayo.. '' suruh Angga pada sang istri yang bengong di depan pintu kamar mandi.
'' Iya, iya aku lanjutkan'' jawab Selvia
'' Aduh cilaka Via, senjata makan tuan ini mah'' batin Selvia
Angga Tersenyum, Sepertinya ia tak akan tahan bila harus menunggu nanti malam untuk bergulat panas dengan sang istri, apalagi junior Angga kini sudah mulai menegang sejak sang istri mengelap badan kekarnya tadi.
Selvia semakin kesusahan menelan salivanya, betapa tidak melihat tubuh kekar sang suami yang menyisakan Boxernya saja, yang selvia bengong melihat benda di balik boxer yang begitu menegang sempurna.
Angga yang tengah menahan hasrat langsung mendekati sang istri yang tak juga menghampirinya.
'' Sayang ayo lanjutkan, malah bengong sih'' ucap Angga mesra di telinga Selvia.
'' Eehh iya iya mas, Ayo..'' jawab Selvia kaget sang suami sudah di dekatnya.
Angga berjalan menuju tempat tidur di ikuti Selvia, Selvia merasakan jantung nya yang dag dig dug tak karuan.
Angga berbalik menatap Sang istri yang begitu terlihat gugup mengemaskan.
Tak menunggu lama Angga langsung mengangkat tubuh sang istri merebahkan tubuh mungilnya nya di atas ranjang.
'' Mmass '' kaget Selvia saat tiba tiba tubuhnya di gendong sang suami.
Angga merangkak naik ke tempat tidur mengungkung tubuh sang istri.
__ADS_1
'' Sayang mas sepertinya tak tahan bila harus menunggu nanti malam, untuk berolahraga bersama mu '' ucap Angga tersenyum menatap sang istri.
Selvia sempat bingung apa yang di ucapkan sang Suami, namun saat ia cerna kembali ia mengerti akan maksud sang suami.
'' Mas kan baru sembuh, apa tidak lelah mas'' tanya Selvia
'' Mas sudah baikan sayang, yang ada mas pusing kalau harus menahan hasrat mas kalau terus di tahan '' Jawab Angga.
Selvia bengong ini pasti akibat dirinya mengelap badan suaminya yang berujung membuat suaminya berhasrat meminta jatah padanya.
'' Boleh ya sayang, mas sudah tak tahan'' tanya Angga lagi membuyarkan lamunan sang istri.
'' Ya sudah terserah mas saja, asal mas tidak kelelahan, aku ga mau mas sakit lagi'' jawab Selvia yang berusaha tersenyum.
Angga balik tersenyum pada sang istri, ia langsung ****** bibir menggoda sang istri ********** dengan semangat.
Selvia berusaha membalas ****** sang suami tak kalah semangat karena ia juga merasakan hasratnya yang sudah bangkit sejak menatap tubuh kekar sang suami.
Angga tersenyum dengan balasan Selvia yang membuatnya semakin semangat menggarap tubuh sintal sang istri pagi menuju siang ini.
Angga mulai melepas setelan baju tidur Selvia dengan sangat lembut, dan terpampanglah tubuh mulus sang istri yang hanya menyisakan dalaman nya saja.
Angga turun dari ranjang melepas boxernya dan kembali mendekati sang istri untuk melepaskan dua kain yang tersisa pada tubuh sang istri yang berwarna senada.
Angga langsung kembali membangkitkan gairah sang istri, Angga bermain main di bagian bagian sensitif sang istri membuatnya mengerang saat merasakan sentuhan yang Angga lakukan pada nya.
Setelah puas membangkitkan hasrat sang istri pergulatan pun di mulai, Angga mengarahkan kepemilikannya ke inti sang istri sembari bibir Angga melahap ****** benda kenyal sang istri, yang membuat sang istri menjerit mengerang merasakan kenikmatan tiada tara.
'' Auuuuwww Mmaaaasss aahh'' erangan kencang Selvia, membuat Angga semakin semangat.
Angga terus memanjakan sang istri, entah berapa kali Selvia merasakan kenikmatan pelepasannya.
Angga betul betul pandai memuaskannya di ranjang. membuat Selvia terus menjerit nikmat di buatnya.
Mendengar ucapan sang istri Angga langsung mempercepat ritme hentakannya, Angga terus menghentakan senjatanya kepemilikan sang istri.
Angga berharap segera tumbuh benih calon adik Safhira di rahim sang istri.
Setelah dua jam mereka bergulat panas di ranjang, tiba juga Angga di puncak pelepasanya, Angga menyemburkan benih kental di dalam rahim sang istri.
'' Sayanggg Auuuuww'' erangan Angga memenuhi Kamar Hotel.
Selvia tersenyum lemas akhirnya sang suami menuju puncak pelepasannya.
Angga membalas tersenyum pada sang istri dan menjatuhkan badan kekarnya di samping tubuh polos sang istri.
'' Terima kasih sayang, tadi nikmat sekali '' ucap Angga langsung mengecup kening dan bibir sexy selvia.
'' Iya mas.. aku senang kalau mas puas'' jawab selvia
'' mas.. mas... kamu sakit...tapi masih saja berstamina kalau urusan di atas ranjang'' batin Selvia tersenyum mengingat stamina sang suami.
Mereka saling perpelukan karena kelelahan setelah aktivitas ranjang mereka.
Hingga suara dering ponsel Angga terdengar membangunkan mereka yang baru saja terlelap.
Angga bangkit mengambil boxernya yang berserakan di lantai dengan baju selvia, dan memakainya terus langsung meraih ponselnya yang terus berdering di atas nakas.
Saat di lihat ternyata sang adik ipar Sandi yang menelponnya dengan video call.
__ADS_1
'' Siapa mas'' tanya Selvia yang menutup tubuh polosnya dengan selimut.
'' Panggilan Video call dari Sandi sayang, sebentar mas Pakai baju dulu tak enak bertelanjang dada seperti ini'' ucap Angga meraih kaos nya dan langsung menerima panggilan video call Sandi.
π" Assalamualaikum kak " sapa Sandi saat video call nya tersambung.
π" Iya Wa'alaikum salam San'' jawab Angga.
π ''ini kak Safhira dari tadi nyariin mommy nya, tapi tadi Sandi telpon teh Via ponselnya tidak aktif jadinya menelpon kaka" ucap Sandi saat video call nya tersambung.
Selvia langsung bangkit dari tempat tidur meraih bathrobe yang sudah tersedia di sana dan langsung memakainya.
π" Mana Safhira nya San teteh mau bicara'' ucap Selvia langsung merebut ponsel dari Sang suami setelah selesai memakai Bathrobe nya.
Angga tersenyum melihat sang istri yang selalu antusias mengenai sang putri Safhira, dan terdengar Sandi langsung memanggil Safhira yang sedang memberi makan kelinci di taman belakan dengan Sandi.
π'' Mommy Fhira kangen sama mommy, mommy lama sekali perginya, kata Om Sandi mom akan pulang siang, ini tapi kok belum pulang juga'' tanya Safhira cemberut dengan pipi gemasnya.
π'' Maafkan mommy ya anak cantik, mommy juga sama kangen sama anak cantik, mommy akan segera pulang, menunggu papa menyelesaikan urusannya dulu, nanti mommy belikan mainan untuk Fhira ya'' ucap Selvia merayu Safhira.
π'' Asyiikk... bener ya mom '' ucap Safhira senang.
π'' Iya sayangnya mommy, tunggu mommy ya, Assalamualaikum '' ucap Selvia
π'' Teh tong di pareman hela, tong hilap oleh oleh jang Sandi, teteh ngeunah pisan leuleumpangan'' ucap Sandi bukannya menjawab salam Selvia.
( Teh janan di matikan dulu, jangan lupa oleh oleh buat Sandi, teteh enak banget jalan jalan)
π'' enya ku teteh ke di peserkeun, tong hariwang san, Teteh sakeudap deui uih titip Safhira nya.. Assalamualaikum '' ucap Selvia.
(Iya sama teteh nanti di belikan, jangan khawatir san, teteh bentar lagi pulang titip Safhira ya, Assalamualaikum)
π'' nya teh siap, Wa'alaikum salam'' jawab Sandi menutup panggilannya.
Selvia menghela nafas mengingat Sang adik tak mau kalah sama ponakannya ingin dibelikan oleh oleh.
'' Sandi Bilang apa sayang '' tanya Angga mendekati sang istri dan merangkulnya dari belakang.
'' Itu mas mendenganr safhira akan di belikan mainan dia ikut ikutan ingin di belikan oleh oleh juga katanya'' jawab Selvia
'' Ya sudah nanti mas belikan untuk Sandi, bapak dan ibu juga sayang oleh oleh nya, mas tak enak bilang sebentar ternyata kita malah seharian '' ucap Angga memeluk tubuh sang istri dari belakang.
'' Ga usah mas, jadi ngerepotin mas Angga jadinya'' ucap Selvia menengok menatap sang suami.
'' Mas tak merasa di repotkan, yang ada mas merepotkan sandi, ibu dan bapak menitipkan Safhira pada mereka, sedangkan kita senang senang di sini sayang'' ucap Angga
'' Ya sudah makasih ya Mas, love you'' ucap Selvia tersenyum manis.
'' Iya sayang sama sama, lovee you so much'' ucap Angga terus mencium pipi sang istri yang di rangkulnya dari belakang.
Setelah itu mereka langsung mandi bersama dengan air hangat di kamar mandi Hotel.
Selvia tak ingin sang putri lama menunggu, apalagi mereka harus mampir membeli mainan dan oleh oleh untuk keluarganya di rumah.
πΉπΉπΉ
Bersambung dulu ya Readers..
Author sempatkan Update kembali semoga Readers suka, jangan lupa selalu dukung Author
__ADS_1
Haturnuhunnπππ
πππππ