Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 39


__ADS_3

Setelah mengantar Safhira ke sekolah, Angga dan Selvia menuju butik Anggita, namun saat di perjalanan Dito asisten Angga menelpon, mengabari Angga agar segera ke kantor.


πŸ“ž'' Hallo pak, di kantor sudah ada klien dari perwakilan PT. Aditama perkasa sudah tiba menunggu kedatangan bapak'' ucap Dito.


πŸ“ž'' Astagfirullah saya lupa Dit,, oke sebentar lagi saya sampai, dan tolong kamu handle dulu'' ucap Angga


Angga menghela nafas panjang lalu menggembuang nya kasar, Angga lupa kalau hari ini ada meeting penting, padahal kemarin malam Dito sudah mengingatkannya, namun karena Angga sibuk mengantar jemput Selvia dari kostan, Angga sampai melupakannya meeting penting nya.


''Ada apa mas? apa ada masalah?'' tanya Selvia.


'' Iya ada sedikit problem, kita ke kantor dulu sebentar, ada klien yang sudah menunggu saya, saya lupa sudah membuat janji hari ini,'' ucap Angga fokus menyetir ke arah kantor.


''Tapi, apa aku gak apa apa, kalau harus ikut ke kantor mas?'' ucap Selvia tak enak.


''Memangnya kenapa? kamu calon istriku'' ucap Angga lagi sembari fokus menyetir.


''Aku malu mas, aku gak pernah kesana, nanti aku malu maluin lagi di sana'' ucap Selvia hati hati.


'' Kamu gak usah khawatir ada saya, selesai meeting kita langsung ke butik Anggita'' ucap Angga menenangkan Selvia.


Mereka sampai di kantor Angga, Angga langsung memarkirkan mobil di lobi dan penjaga segera membukakan pintu mobil Angga, setelah keluar Angga langsung mengitari mobil membukakan pintu Selvia.


Selvia ragu untuk turun, namun Angga meyakinkannya dan memegang tangannya untuk keluar dari mobil, sesaat Selvia kaget di buatnya.


Selvia melongo melihat begitu besar dan luas gedung perusahaan yang di miliki Angga, Selvia insecure sekali dengan apa yanh di miliki Angga, sedangkan dia hanya anak petani sederhana, namun Selvia ingat kembali kalau Angga menikahinya hanya untuk menjadi ibu sambung Safhira tidak lebih.


''Ada saya dan ini kantor saya, ayo'' ajak Angga.


Angga memegang tangan Selvia, mereka berjalan masuk ke dalam gedung Dirgantara group, banyak pasang mata karyawan yang memendang ke Arah mereka, mereka saling bertanya tanya siapa yang di bawa CEO sekaligus direktur utama dirgantara group.


karena yang mereka tau CEO mereka seorang duda yang sudah lima tahun di tinggal istrinya meninggal dunia, dan semenjak itu pula mereka tau bahwa Angga belum pernah membawa perempuan ke kantornya.

__ADS_1


Ada yang kagum dengan kecantikan dan kesederhanaan Selvia, ada juga yang nyinyir pada Selvia.


Selvia hanya bisa menunduk karena merasa malu, namun genggaman tangan Angga membuatnya sedikit lebih tenang, Angga terus menggenggam tangan Selvia saat memasuki lift sekalipun.


''Tenanglah, sebentar lagi sampai ruangan saya, nanti kamu bisa istirahat, di sana ada tempat yang biasa di pakai Safhira kalau saya bawa ke kantor '' ucap Angga saat mereka di dalam lift.


Selvia hanya menganguk angguk karena nervous merasakan tangan nya yang tengah di genggam erat Angga.


Saat pintu lift terbuka, Angga langsung membawa Selvia ke dalam ruangannya, sebelum Angga menuju ruang meetingnya.


''Tunggu di ruanganku sebentar, istirahat lah disini, saya gak lama'' ucap Angga.


Angga membawa Selvia keruang pribadi, di dalam ruangannya yang biasa di gunakan Safhira bila di bawa ke kantor oleh Angga, ruangan yang terdiri dari tempat tidur, tempat bermain mini playground, mini kitchen semua lengkap, membuat Selvia bengong di buatnya.


''ieu teh kantor apa imah sagala aya''batin selvia


(ini teh kantor apa rumah segala macam ada)


Saat tiba di ruang meeting, Angga langsung memohon maaf atas keterlambatan nya.


'' Mohon maaf, saya terlambat, tadi saya harus mengantar anak saya ke sekolah terlebih dahulu,'' ucap Angga tak mungkin ia bilang lupa, bisa bisa klien meragukan nya.


''Iya tidak apa apa pak Angga, ada asisten anda yang sudah banyak menjelaskannya, saya sangat tertarik untuk bekerja sama'' ucap klien Angga.


Angga senang Dito bisa di andalkan, Dito bisa menghandle kliennya dan klien puas dengan presentasi yang di tawarkan Dito mengenai kerja sama Dirgantara Grup.


Setelah meeting selesai, Angga langsung menuju ruangannya mengingat Selvia ada di sana, namun Angga di buat kaget saat mendengar sekretarisnya winda yang ada di ruangannya seperti sedang memarahi Selvia.


''Heeeh loe... perempuan gateel ya... pasti loe rayu rayu pa Angga ya...gak punya sopan santun maen masuk ruangan orang sembarangan'' ucap Winda pada Selvia.


''Maaf ya... mba yang terhormat, saya bukan perempuan yang seperti mba katakan,'' ucap Selvia berusaha tenang.

__ADS_1


''Ah loe alesan, palingan loe cewe murahan kan, dandanan kaya loe gak pantes sama pak Angga, pak Angga pantesnya sama cewek yang berkelas'' ucap Winda pada Selvia.


Ternyata winda kesal, mengetahui ada perempuan lain di ruang pribadi Angga, Saat tahu winda seperti kebakaran jenggot tak terima karena setelah lima tahun sepeninggal istri Angga, Angga tidak pernah membawa perempuan lain selain mami Anggi, Anggita, dan Safhira, Winda yang tak terima akhirnya mengatai Selvia.


Angga segera masuk dan melerai mereka, Angga langsung memegang tangan Selvia dan berhadapan dengan sekretarisnya winda yang tadi berbicara kasar pada Selvia.


Namun setelah ada Angga, Winda langsung berbicara lembut, dan itu membuat Selvia kesal di buatnya.


''Dasar nini lampir, carmuk pisan tadi pikasieunen singa ayeuna langsung lemes ciga ucing, iih pikasebeulen'' batin selvia


(dasar nenek lampir, cari muka banget tadi nyeremin kaya singa sekarang langsung lembut kaya kucing, iih nyebelin banget)


''Pak Angga... tadi perempuan ini gak sopan..main masuk ke dalam ruang pribadi bapak, saya hanya mengingatkannya untuk jaga etikanya pak,'' ucap Winda dengan suara lembut pada Angga.


''Winda saya peringatkan kamu yah, yang harus jaga etika itu kamu, asal kamu tau Winda yang kamu caci maki ini, adalah calon istri saya, jadi tidak ada salahnya dia ada di ruangan pribadi saya atau tidak'' ucap Angga tegas.


Mimik muka Winda yang semula manis di depan Angga, langsung berubah kemerahan entah menahan marah atau menahan malu karena sudah tak sopan pada Selvia yang ternyata calon istri sang atasan.


Winda di buat tak percaya, Angga yang sudah lima tahun menduda dan tak pernah membawa wanita spesial ke kantornya sekarang membawa calon istri di hadapannya, harapan Winda yang bertahun tahun ingin mengambil hati Angga sang duda sirna sudah, rencana nya hancur dengan adanya Selvia, namun Winda bertekad dalam hatinya tak akan membiarkan Selvia bahagia menjadi istri Angga.


''Ha ha..ha...enak saja, tak akan ku biarkan loe bahagia jadi nyonya Angga '' batin Winda yang tak terima karena ia yang bertahun tahun terang terangan menyimpan perasaan pada sang atasan namun Angga sama sekali tak pernah meresponnya.


Selvia tersenyum senang, Angga membelanya sekaligus memperkenalkannya, sebagai calon istrinya di hadapan sekretarisnya yang lebih pantas di panggil nenek lampir karena tak beretika dan tak punya sopan santun, Selvia begitu tersenyum elegan menghadapi Nenek lampir di depannya yang sedang menahan kesal.


Dan setelah kejadian itu Angga menyuruh Winda keluar dari ruangannya.


...Jangan lupa selalu tinggalkan jejak like dan komen.....


,,,,biar author makin semangattttt....


lagi ada ganggguan jadi susahhh untuk up....

__ADS_1


__ADS_2