Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 82


__ADS_3

Maafkan Author Readers yang sudah double up episode yang sama, faktor lelah niatnya mau revisi malah update dua duanya..


Sekali maafkan atas ketidaknyamanan nya..


HaturnuhunπŸ™πŸ™πŸ™


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Selvia lebih dahulu ke kamar untuk mengambil air wudhu untuk solat isya di susul sang suami yang masuk ke kamar langsung menyalakan AC di kamar mereka, padahal di desa orang tua Selvia udara masih sangat dingin berbeda bila di kota Bandung yang sudah mulai panas seperti jakarta.


'' Kok dinyalain AC nya mas, kan udaranya diingin'' tanya Selvia saat keluar dari kamar mandi merasakan hawa dingin AC yang dinnyalakan sang suami.


'' Gak tau mas merasa gerah sayang, makannya mas nyalakan'' jawab Angga sembari tersenyum pada sang istri.


'' Oh ya udah mas ga pa pa, ayo mas via tunggu untuk solat isya bersama'' ucap Selvia.


'' Iya sayang, tunggu mas Sebentar'' ucap Angga langsung menuju kamar mandi.


Mereka solat bersama, Selesai solat, berdoa, dan Selvia menyalami tangan sang suami dan sang suami membalas mencium telapak tangan dan kening nya.


Setelah itu Angga langsung menjatuhkan kepalanya di pangkuan sang istri yang begitu Anggun dan teduh dengan mukena penuh Bordir berwarna putih.


Selvia mengusap usap pipi dan rambut sang suami yang mulai panjang.


'' Sayang besok kita pulang ke jakarta yah, Dito tadi pagi sudah mengirim pesan hari senin mas banyak jadwal meeting bersama klien dan orang yang menangani proyek'' ucap Angga yang begitu nyaman di pangkuan Sang istri.


'' Iya viaa terserah mas saja, toh senin Safhira juga harus masuk Sekolah mas'' jawab Selvia yang terus mengelus rambut hitam sang suami.


'' Ya sudah kita berangkat besok pukul Sepuluh saja, soalnya mas mau ajak kamu sama safhira ke tempat baru di Bandung pasti kalian akan suka'' ucap Angga tersenyum.


'' Iya aku mah Ayo aja mas, asal sama mas dan safhira'' Jawab Selvia membalas tersenyum manis pada sang suami.


Angga bangkit dari pangkuan sang istri melepas sarungnya dan di ikuti Selvia bangkit dari duduknya melepas mukena nya.


Selvia terlihat mempesona memakai daster baby doll yang ia punya dari sewaktu masih gadis dulu.


Angga lebih dulu menuju tempat tidur langsung menutupi tubuhnya dengan Selimut karena hawa dingin AC, di susul Sang istri ke tempat tidur setelah selesai memakai cream malam untuk wajah dan lotion untuk tubuhnya.


Selvia naik ke tempat tidur masuk ke dalam satu selimut dengan sang suami, Angga langsung memeluknya erat dari belakang sampai membuat Selvia sesak.


'' Sayang emmmpphhh '' suara Angg memeluk erat mesra sang istri sembari menghirup wangi tengkuk nya.


''Mmaasss gelii... jangan terlalu erat, aku jadinya sesak iihhh'' jawab Selvia.


'' Mas gemas sama kamu sayang, kamu wangi sekali bikin mas ingin menempel terus '' ucap Angga sensual di telinga Selvia.


'' Iyya tapi ga usah menempel banget kaya gini dong mas, aku susah nafas ga nyaman nih'' jawab Selvia dan Angga langsung melonggarkan pelukan eratnya.


'' Sayang... jangan tidur dulu, mas masih mau lagi olah raga seperti tadi pagi di hotel '' ucap Angga saat melihat sang istri ingin memejamkan matanya.


Selvia melototkan matanya mendengar permintaan sang suami, ternyata Angga mulai menyalakan AC di hawa dingin seperti ini untuk memancing sang istri agar kedinginan dan mengulang olah raga panas mereka.


Namun malah Angga yang sudah terpancing dahulu dan meminta sang istri untuk melayaninya kembali.


'' Mas ga cape mau melakukan itu lagi, mas kan baru sembuh, terus di tambah besok mau pulang menyetir sendiri, mas harus mempersiapkan nya'' tanya Selvia.


'' Mas tidak lelah sayang, justru mas ingin melakukannya lagi agar tidur mas pulas dan besok langsung berenergi setelah di charge sama kamu sayang'' jawab Angga santai.

__ADS_1


Selvia menghela nafas, selalu saja ada alasan sang suami untuk terus menjamah tubuhnya.


Dan selvia pasrah tak bisa menolak sang suami yang selalu menginginkan kehangatannya di ranjang.


'' Ya sudah lakukanlah mas, aku akan siap melayani'' ucap Selvia tersenyum.


Angga begitu girang, akhirnya -juniornya di bawah sana akan mendapat jatah kembali memasuki sarang Favoritnya.


Angga langsung membalikan posisi tidur sang istri untuk menghadapnya.


Angga langsung melesatkan ****** ke bibir merah muda sang istri, Selvia membalas ****** sang suami.


Selvia sekarang lebih berani, ia langsung membantu Angga melepaskan kaosnya.


Angga tersenyum dengan kemajuan sang istri.


Tak tinggal diam setelah kaosnya terlepas, Angga juga melepaskan daster baby doll sang istri.


Karena hawa sangat dingin Selvia langsung meraih selimut menutupi tubuhnya yang hanya menyisakan dalaman saja.


'' kenapa di tutup sayang'' tanya Angga yang ingin membuka selimut sang istri.


'' Dingin sekali... coba mas turunin dulu volume AC nya, ini kan di Bandung mas udaranya dingin bukan seperti di jakarta panas '' ucap Selvia.


'' Iya sayang'' jawab Angga.


Angga langsung turun dari ranjang meraih remot AC di meja TV kamar mereka.


Angga menurunkan volume AC nya dan kembali berbalik menuju ranjang mewah mereka lagi.


Sebelum naik Angga terlebih dahulu melepas celana santai dan boxernya dan langsung membuka selimut yang menutupi tubuh sang istri.


Setelah selesai tangan Angga langsung bermain di dua benda kenyal sang istri sembari bibirnya membungkam bibir ranum sang istri.


******* Angga turun ke leher jenjang sang istri dan beralih ke dua benda kenyal sang istri dengan tangannya beralih bermain meremas bokong sexy sang istri.


Selvia meremang merasakan gejolak hasrat yang di bangkitkan sang suami.


'' Masshh Aaahhhhh'' lenguhan Selvia.


Setelah hasrat sang istri sudah memuncak Angga merebahkan tubuhnya dan menyuruh sang istri untuk bertengger menduduki juniornya yang sudah menegang sempurna,


Angga ingin mengajari agar sang istri mengambil alih permainan malam ini.


'' Ayo.. naik sayang '' suruh Angga.


Selvia yang sudah di berhasrat menuruti sang suami, namun saat sudah mencoba, ia menjerit merasakan tak nyaman karena begitu besarnya junior sang suami.


'' Auwww sakiiit mass'' ucap Selvia.


Angga langsung membalikan posisi, ia merebahkan sang istri dan ia mengambil alih permainannya menghentakan kepemilikannya pada kepemilikan sang istri dengan begitu semangat.


Mereka cukup lama melakukan olah raga malam mereka hingga pukul 02.00 pagi, suara ******* mereka bersahutan memenuhi kamar mereka yang sudah di pasang peredam suara, jadi tak akan ada yang terganggu oleh aktivitas malam mereka.


Tak lama mereka meremang sama sama sampai pada puncak kenikmatan pelepasan mereka.


'' Aaauuhhhh masss'' lenguhan selvia.

__ADS_1


'' Sayanggggg Auhhhhhh'' lenguhan Angga


Tubuh kekar Angga ambruk di sisi tubuh polos sang istri yang begitu kelelahan, tubuh mereka di penuhi keringat hasil pernyatuan mereka padahal ruangan di kamar mereka begitu dingin.


'' Sayanngg ini nikmat sekali, mas akan selalu candu sayanggg'' ucap Angga di balas senyum manis sang istri.


Angga langsung mengecup bibir sang istri dan membawa tubuh mungil sang istri dalam dekapannya, Angga menutupi tubuh polos mereka dan sama sama menuju alam mimpi.


Β 


Mereka tertidur sangat pulas hingga tak mendengar suara adzan dan Suara alarm ponsel Selvia yang selalu berdering membangunkan mereka.


Hingga suara ketukan Safhira di pintu kamar mereka membangunkan tidur lelap Selvia.


'' Momm, mommy ini fhira habis mandi Mau ambil baju'' ucap Safhira yang memakai handuk karena habis di mandikan sang nenek.


'' Astagfirullah kesiangan '' kaget Selvia dan dilihatnya jam di dinding sudah pukul delapan pagi.


'' Iya sayang tunggu sebentar, mommy ambilkan'' ucap Selvia sedikit keras.


Selvia langsung bangkit dari tempat tidur mengambil baju daster baby doll yang berserak di lantai dan langsung memakainya.


Selvia mengambil setelan baju sang putri di tas unicorn kesayangan Safhira yang berada di simpan di kamarnya.


Selvia kemudian membuka pintu dan menutupnya kembali, terlihatlah Safhira yang hanya memakai handuk menutupi tubuh mungilnya.


'' uluuhh anak cantik mommy sudah mandi, sini mommy pakaikan bajunya dulu sayang'' ucap Selvia memakaikan baju sang putri di sofa panjang yang berada di lantai dua depan kamar mereka.


'' Iya mom, nenek yang memandikan fhira soalnya fhira mau ikut ke pasar, mau naik kuda delman lagi seperti kemarin'' jawab Safhira.


'' Ohh ya sudah fhira duluan ke bawah, mommy mau ambil uang untuk safhira naik kudanya, okee'' suruh Selvia


'' okee mom'' jawab Safhira dan turun menuju lantai satu.


Selvia kembali ke kamarnya langsung membangunkan sang suami.


'' Mas ayo bangun, ini sudah jam delapan katanya mau pulang pukul Sepuluh'' ucap Selvia menggoyangkan bahu lebar sang suami.


'' Iya sayang '' jawab Angga yang mulai terbangun dari tidur lelapnya.


'' Mas duluan mandi gih, aku mau temuin Safhira dulu, katanya mau ikut ke pasar untuk naik delman lagi'' ucap Selvia sembari mengambil uang di dompetnya.


'' Iya sayang, sekalian buatkan kopi untuk mas'' ucap Angga menuju kamar mandi dengan tubuh polosnya.


'' Iya siap... pak Angga'' ucap Selvia tersenyum dengan tingkah sang suami.


Selvia turun ke lantai bawah, dan dilihatnya Safhira sudah siap bersama sang ibu di depan rumah mau di antar sandi kepasar.


'' Eehh anak mommy semangat sekali mau naik delman, oh iya ini bu uang untuk safhira naik delman dan untuk ibu sekalian belanja kebutuhan dapur'' ucap Selvia menyerahkan sepuluh lembar ratusan pada sang ibu.


'' Iya.. makasih ya neng, ibu pergi kepasar dulu'' pamit bu Sumi.


'' iya bu hati hati '' jawan Selvia.


Dan melepas mereka kepergian mereka kepasar.


🌸🌸🌸

__ADS_1


bersambung Readers, yang nanyain kapan selvai hamil sabaryaaaaa..


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


__ADS_2