Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 100


__ADS_3

Para pembaca kita lanjut lagi, Author minta maaf baru sempat uapdate dan terima kasih buat semuanya yang udah dukung dan semangaatin Author.


πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€


Selvia yang sedari tadi terus saja melamun, Selvia begitu gundah gulana di kamarnya, di karenakan memikirkan Angga sang suami yang belum juga pulang ke rumah, padahal sudah hampir maghrib dan waktu menuju Syukuran Ulang tahun Perusahaan sebentar lagi akan di mulai, yakni pukul tujuh malam.


Safhira yang menemani sang mommy di kamar yang sedang rebahan di tempat tidur orang tuanya itu pun bersuara memanggil manggil sang mommy yang sedari tadi melamun.


'' Mommy...mommy kenapa melamun terus '' tanya Safhira yang menyadari sang mommy tak mendengarkan ceritanya.


'' Eehh iya sayang... maafkan mommy gak mendengarkan'' jawab Selvia yang sadar dari lamunannya.


'' Mommy kenapa melamun, terus kenapa wajah mommy sedih, mommy kenapa'' tanya Safhira kembali, karena khawatir dengan mommy nya.


'' Anak pintar.... mommy tidak kenapa napa kok, mommy hanya khawatir memikirkan papa yang belum pulang juga, padahal kan malam hari ini acara malam Syukuran ulang tahun perusahaannya papa sayang'' jawab Selvia memberitahu.


'' ohh begitu, kenapa mommy gak coba telpon atau mengirim pesan sama papa agar papa cepat di suruh pulang'' ucap Safhira memberitahu sang mommy.


'' uhhhh... Anak mommy yang sangat pintar, mommy sudah mencoba menelpon dan mengirim pesan sayang, namun gak ada jawaban, tapi tadi mommy menelpon Aunty katanya asisten papa bilang sama Aunty kalau papa sedang meeeting penting dengan klien dari luar negeri, makannya papa gak menjawab telpon dan pesan mommy'' jawab Selvia memberitahu sang putri.


'' Kalau begitu mommy sabar ya... mungkin sebentar lagi papa pulang atau gak nanti balik menelpon mommy, mommy sekarang yang tenang jangan khawatir'' ucap Safhira menenangkan sang mommy agar tak khawatir.


''Uluuh uluhh anak pintar, sudah bisa menenangkan mommy, makasih ya sayang'' ucap Selvia tersenyum dengan sikap dewasa Sang putri.


'' Iya mom.... mending sekarang mommy temani Fhira nonton di ruang tv sembari menunggu Papa pulang dari pada mommy di sini melamun terus'' Ajak Safhira lagi pada sang mommy.


'' Iya Sayang ayo...mommy temani'' balas Selvia keluar kamar bersama fhira menuju ruang nonton Tv.


Β 


Di kantor polisi Angga baru saja keluar dari ruang pemeriksaan, sudah hampir dua jam Angga di periksa sebagai pelapor agar berkas kasusnya bisa segera diproses oleh pihak berwajib.


Dengan sudah di prosesnya kasus yang Angga laporkan, maka bisa segera di limpahkan ke kejaksaaan dan para tersangkan bisa langsung segera di tahan.


Angga di temani pengacaranya keluar dari ruangan pemeriksaan dengan senyum lebarnya, walaupun tubuhnya begitu lelah karena seharian penuh telah menyelesaikan permasalahan yang baru saja kemarin ia ketahui, yakni kejahatan keluarga Alm istrinya Dita puspita.


Angga sangat bersyukur bisa sesegera mungkin menyelesai permasalahan kejahatan keluarga Alm Dita sebelum terlambat.


Dito yang menunggu duduk di luar ruang pemeriksaan langsung bangkit melihat Angga atasannya sudah keluar dari ruangan itu.


'' Bagaimana pak, semuanya lancar'' tanya Dito pada Angga yang begitu terlihat lelah.


'' Alhmdulillah Dit semuanya lancar dan kasus nya sudah di proses jadi mereka semua akan segera di tahan'' ucap Angga tersenyum.


'' Syukurlah pak, jadi kita bisa segera pulang, ini sudah hampir maghrib sebentar lagi kita harus menghadiri Syukuran ulang tahun perusahaan'' ucap Ditto memberitahu.


'' Astagfirullah Dit, hampir maghrib'' kaget Angga karena tak terasa dari tadi siang ia menghabiskan waktu menyelesaiakan dan memberikan keterangan di kantor polisi.


'' Iya pak tadi juga adik bapak mba Anggita menghubungi saya menanyakan mengenai keberadaan bapak'' Ucap Dito kembali memberitahu.


'' Iya dit...Ayo'' ucap Angga dan segera mengechek ponselnya ternyata dugaannya benar di sana banyak sekali panggilan dari Anggita, papi Angung dan paling banyak dari sang istri.


Di ponsel Angga juga banyak pesan dari beberapa klien yang memberi selamat atas ulanh tahun Dirgantara group, ada juga pesan dari Anggita yang memberitahu bahwa Selvia menanyakan keberadaannya dan Anggita memberitahu Selvia kalau Angga tengah meeting dengan klien penting, karena tak mungkin Anggita memberitahu sang kakak ipar mengenai Angga di kantor polisi bisa bisa Selvia pingsan mendengarnya.


Angga tersenyum Adiknya bisa di andalkan saat kembali mengecheek kotak pesan di ponselnya Angga buka ada beberapa pesan juga dari sang istri yang begitu khawatir menanyakan keberadaanya.


Angga merasa begitu bersalah pasti istrinya begitu mengkhawatirkan nya sekarang.


Angga tak tinggal diam langsung memencet nomor ponsel sang istri untuk menghubungi nya, Angga tak ingin sang istri cemas memikirkan keberadaannya.

__ADS_1


Selvia yang tengah menonton pun tak henti henti menatap ponsel menunggu panggilan dan balasan pesan dari sang suami yang belum juga kunjung pulang ke rumah.


Dan tak lama ponselnya berdering, Selvia tersenyum ternyata yang menelpon orang yang begitu ia rindukan dan ia khwatirkan.


πŸ“ž'' Hallo sayang Assalamualaikum '' sapa Angga di balik teleponnya.


πŸ“ž'' Iya mas Wa'alaikum salam, mas Angga sekarang dimana? aku sangat khawatir sekali perasaan aku ga enak dari tadi sore, aku menelpon dan mengirim pesan tapi gak ada jawaban dari mu mas'' ucap Selvia yang langsung memberondong pertanyaan pada sang suami.


πŸ“ž'' Iya sayang maafkan mas, mas sudah buat kamu cemas, mas baik baik saja kok, sebentar lagi mas akan segera pulang jangan khawatir ya sayang'' ucap Angga menenangkan sang istri yang begitu mencemaskannya.


πŸ“ž'' Syukurlah mas ini sudah hampir maghrib, hati hati di jalan mas, aku tunggu Assalamualaikum'' ucap Selvia yang tak sabar menunggu kepulangan sang suami.


πŸ“ž'' Iya sayang tunggulah, mas sudah sangat merindukanmu... Wa'alaikum salam'' ucap Angga membuat yang di seberang telepon tersenyum dan kemudian sambungan telepon mereka terputus.


Angga langsung berpamitan dan berterima kasih pada para Staf yang bertugas di kantor polisi.


Angga juga mengucapkan terima kasih pada pengacaranya yang sudah bekerja membantunya menyelesaikan laporannya.


Setelah berpamitan Angga langsung mengajak Dito pulang.


Angga langsung menuju mobil dimana Dito sudah bersiap di balik kemudi.


Setelah Angga siap, Dito langsung menjalankan mobilnya ke jalanan ibu kota menuju kediaman Angga.


Angga yang kelelahan langsung tertidur saat mobil Dito berjalan menusuri jalanan ibu kota yang sedikit macet karena bertepatan dengan malam minggu.


Setelah menempuh perjalanan Dua puluh menit dari kantor polisi ke rumah Angga.


Mobil yang di kendarai Dito sampai di depan kediaman mewah Angga, Angga langsung terbangun saat merasa mobil berhenti.


'' Sudah sampai ya Dit'' tanya Angga membuka matanya.


'' Iya pak baru saja, pak saya mau langsung pamit pulang untuk bersiap tidak apa apa kan pak'' ucap Dito


'' Sama sama pak Angga, saya justru sangat senang bisa menemani bapak, banyak hal dan pembelajaran yang bisa saya Ambil hari ini'' ucap Dito.


Setelah pamit Dito langsung menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman Angga.


Setelah kepergian Dito, Angga langsung menuju pintu rumahnya yang tidak di kunci.


Saat masuk ke rumah terdengar suara Safhira yang sedang bersiap di kamarnya di lantai dua ditemani bi Minah.


Angga yang sangat merindukan dan merasa bersalah sudah membuat khawatir sang istri langsung berjalan ke kamarnya.


Saat membuka pintu kamar di lihatnya sang istri sedang khusu menunaikan solat maghrib.


Angga mendudukan tubuhnya yang lelah di sofa panjang yang berada dikamarnya sembari menunggu sang istri yang sedang solat tak menyadari kehadirannya.


Sembari menunggu sang istri solat Angga mengirim pesan pada Papi Agung untuk mengambil alih Acara sambutan karena Angga memberitahu akan sedikit telat datang ke tempat acara.


Angga kembali menatap sang istri yang sedang berdo'a, Angga terharu sang istri yang begitu khusu mendoakan keselamatan dan kesehatannya.


Angga yang tak sabar langsung bersuara menyapa sang istri yang posisi solatnya membelakangi nya.


'' Sayang mas sangat merindukanmu'' ucap Angga yang bangkit dari duduknya menghampiri sang istri.


'' Mas kapan sampai? aku sangat khawatir sekali '' ucap Selvia membalikan tubuhnya setelah mendengar suara sang suami dan langsung memeluknya.


Angga yang juga sangat merindukan sang istri juga balik memeluk erat sang istri yang masih menggunakan mukenanya.

__ADS_1


'' Mas ini kenapa? mas terluka'' tanya Selvia saat pelukan mereka terlepas dan pandangannya tertuju melihat plester di pelipis Angga.


'' Jangan khawatir sayang ini hanya luka kecil, nanti mas ceritakan semuanya kejadiannya sama kamu, yang penting sekarang mas baik baik saja'' ucap Angga tersenyum menatap wajah sendu sang istri di balik mukena nya.


'' Memang apa yang sudah terjadi mas'' tanya Selvia penasaran.


'' Nanti mas jelaskan sayang, sekarang mending kita bersiap, kita pasti akan telat menghadiri Syukuran perusahaan '' ucap Angga mengalihkan obrolan karena kalau Angga menjelaskan dan mencerikan sekarang pasti akan sangat menghabiskan waktu yang ada bisa semakin telat menghadiri acara syukuran ulang tahun Dirgantara group.


'' Iya mas, sekarang mas mandilah dulu aku akan siapkan stelan jas yang Anggita bawa tadi'' ucap Selvia dan di angguki Angga.


Angga langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Selvia setelah menyiapkan baju Untuk Angga ia langsung keluar kamar untuk melihat sang putri yang sedang bersiap di temani Bi minah.


Dan dilihatnya sang putri sudah cantik baru turun dari kamarnya.


Selvia hanya tinggal merapikan rambut dan sedikit memberikan make up tipis agar sang putri semakin cantik dan menggemaskan.


Setelah selesai dengan sang putri Selvia kembali ke kamarnya untuk bersiap.


Selvia begitu Anggun dengan gaun panjang warna abu yang dipenuhi payet dan bordir begitu elegan dan menawan.


Saat Selvia hampir selesai bersiap Angga baru keluar dari kamar mandi.


Angga terpana dengan kecantikan sang istri apalagi pandangan Angga terharu menatap perut sang istri yang sudah terlihat sedikit membuncit.


'' Sayang apa baju nya tidak membuat kamu sesak, mas khawatir dengan calon anak kita di sana sayang'' ucap Angga yang khawatir menghampiri memegang perut sang istri.


'' Tidak mas aku nyaman kok, ini model bajunya memang seperti ini jangan khawatir aku nyaman sekali mas'' ucap Selvia tersenyum.


Angga mengecheek ternyata kain yang di gunakan sang istri begitu lembut dan elastis jadi sangat nyaman untuk di gunakan.


Angga balik tersenyum, mengingat sang adik selau memberikan yang terbaik.


''Ayo mas aku bantu untuk bersiap, semoga kita ga telat '' ucap Selvia langsung membantu Sang suami bersiap.


Selvia di buat panas dingin tak karuan selama membantu bersiap karena pandangannya yang tertuju pada tubuh six pack sang suami dengan dada bidang dan bahu lebarnya.


Saat memakaikan dasi ke leher Angga, Angga yang terpesona dengan kecantikan sang istri langsung mendekatkan wajahnya mencium dengan lembut bibir indah sang istri.


'' mmmpphh mas'' ucap Selvia yang kaget tiba tiba di sosor oleh sang suami.


'' Mas sangat merindukan mu sayang'' ucap Angga setelah ciuman lembut mereka terlepas.


'' isshh lihat mas lipstiknya jadi berantakan dan lihat nempel juga di bibir mas, ayo bersihkan dulu mas'' suruh Selvia pada Sang suami.


Angga malah tersenyum, kalau tidak akan menghadiri acara ulang tahun Dirgantara group ia pasti sudah membopong tubuh sang istri untuk bertempur di atas ranjang.


Setelah selesai bersiap mereka keluar dari kamar, karena sudah di tunggu sang putri yang lebih dulu bersiap menunggu bersama Bi minah yang juga akan diajak ikut.


Mereka berempat langsung keluar menuju mobil yang sudah bersiap di depan rumah dengan pak mardi yang sudah ada di balik kemudi.


Pak mardi langsung membuka pintu mobil mempersilahkan tuan dan nyonnyanya untuk masuk.


'' Makasih ya pak mardi'' ucap Selvia dan Angga yang menaiki mobil duduk bertiga di bangku belakang, sedangkan bi minah di suruh duduk di depan di samping pak Mardi.


Setelah semua siap, pak Mardi menjalankan mobilnya menuju Gedung Hotel baru milik Angga yang digunakan untuk Syukuran Ulang tahun dirgantara group.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’

__ADS_1


Bersambung dulu ya readers...


Author ucapkan terima kasih untuk para pembaca setia Author.


__ADS_2