Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
END


__ADS_3

Setahun sudah setelah acara pernikahan Anggita. Kehidupan keluarga besar Angga dan Selvia begitu bahagia dan Sejahtera.


Safhira kini sudah memasuki sekolah Dasar dan adiknya baby Air sudah bisa berjalan dan sui pintar berceloteh.


Angga dengan berat hati akhirnya mengabulkan permintaan Selvia untuk berkuliah, yang dulu sempat kembali tertunda karena Selvia melahirkan baby Air secara mendadak.


Hari-hari Selvia kini di sibukkan oleh kedua anaknya di tambah kuliahnya di salah satu Universitas di Jakarta Selatan tak jauh dari kediaman mereka.


Walaupun Selvia mengambil kuliah Online, namun sesekali Dosen pembimbing nya mengharuskannya untuk hadir ke kampus, bila ada tugas dan makalah yang mengharus Selvia bertemu langsung dengan sang dosen pembimbing.


Seperti Pagi ini Selvia bangun sebelum subuh yakni pukul 04.00 karena hari ini Selvia ada Agenda bertemu dosen ke kampus, di tambah Selvia harus mandi sebelum Subuh karena sang suami semalam telah meminta jatah lebih, setelah mengetahui Selvia akan ada jadwal ke kampus esok hari.


Angga semakin protective pada Selvia setelah melahirkan Baby Air, betapa tidak Selvia kini cantik dan langsing dengan dua buah benda yang menggantung dan bokong yang semakin berisi. Membuat Angga tak rela bila Selvia berlama-lama di luar rumah apalagi di kampus. Tubuh nya di tatap oleh laki-laki lain.


Padahal Selvia kini sudah istiqomah mengenakan Hijab setelah melahirkan baby Air. Namun Angga tetap saja protective terhadap Selvia.


Selesai mandi dan solat bersama Angga, Selvia langsung bergegas ke dapur untuk membantu bi minah dan bi Sari di dapur. Setelah sebelumnya mengechek posisi tidur baby Air di ranjang bayi kamar mereka.


'' Sayang...kamu jangan terlalu lelah... semalam mas peluk kamu, rasanya badan kamu semakin kurus'' Angga kembali memeluk Selvia saat Selvia akan keluar kamar menuju dapur.


''eummm... aku gak kelelahan kok mas... kan ada bi minah dan bi sari yang setiap hari bantuin aku'' jawab Selvia nyaman di dada bidang Angga.


'' Hari ini jadi ke kampus '' tanya Angga sembari menciumi pucuk kepala Selvia. Selvia membalas menganggukan kepalanya.


'' Baiklah... mas akan temani kamu hari ini ke kampus'' Ucap Angga yang begitu protective pada Sang istri.

__ADS_1


'' Mas gak ke kantor?'' tanya Selvia mendongakkan kepala nya.


'' Tidak ada rapat penting hari ini, paling hanya menandatangani berkas saja, kita bisa ke kantor setelah mas nunggu pulang kuliah '' jawab Angga yang akan menemani Selvia di kampus Hingg usai.


''eumm... mas mau menemani aku di kampus sampai aku selesai... nanti mas jenuh dan bosan gimana? '' tanya Selvia lagi mendongak menatap wajah tampan dan tegas Angga.


'' Iya sayang..tidak ada penolakan...sudah lama kita tidak menghabiskan waktu berdua'' jawab Angga kemudian mengecup bibir Selvia.


'' mmmphh... terus semalam apa.. kita malah tidak pernah absen untuk terus menghabiskan malam berdua.. yah walau ada Baby Air di kamar kita... hehehhe'' Selvia terkekeh dengan pemikiran sang suami.


'' kalau itu berbeda sayang... mm'' Angga kembali ingin mencium bibir Selvia. Namun Selvia sihap menahan bibir Angga dengan tangannya. karena kalau tidak Selvia mau tak mau harus meladeni hasrat Angga kembali.


'' Sudah kita lanjutkan nanti malam mas... aku mau bantu buat sarapan sama bangunin Safhira dulu...ok'' Selvia mengedipkan genis sebelah matanya dan keluar dari kamar. Membuat Angga tersenyum di buatnya.


Angga dan Selvia setelah kelahiran baby Air setahun lalu, mereka sengaja kembali mengambil orang yang berkerja pada mami Anggi untuk membantu mereka di rumah.


Selvia berjalan ke lantai dua, menuju kamar Safhira. Ternyata sang putri baru saja terbangun dari tidurnya setelah mendengar Alarm yang di pasang oleh Selvia di Tablet milik Safhira.


'' Uluuuhh... anak cantik mommy sudah bangun... pinternya.. '' Selvia menciumi pipi gemas Safhira. Bagi Selvia Safhira adalah prioritas utama baru setelah itu baby Air. karena Selvia pikir Safhira yang sangat membutuhkan kasih sayang Full walaupun sudah ada Baby Air.


'' Iya mom... fhira jadi gampang terbangun setelah mommy buatkan Alarm di tablet fhira'' Safhira mengucek matanya yang masih mengantuk.


Selvia menemani Safhira mandi agar langsung bersiap setelah solat subuh , karena setelah masuk sekolah dasar, Sekarang Safhira masuk lebih pagi yakni pukul 07.00 pagi sudah harus tiba di sekolahan.


Tiba di lantai bawah Selvia langsung membantu Safhira sarapan dan tak lupa memasukan bekal makan siang juga mengechek jadwal buku yang harus di bawa.

__ADS_1


Selesai semua nya, Angga langsung mengantar Safhira ke sekolah. Sedangkan Selvia langsung memandikan baby Air dan memberinya MPAsi sebelum dirinya bersiap ke kampus.


Selesai memberi makan baby Air, Selvia langsung bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka saja, karena tadi subuh sudah mandi jadi tinggal bersiap.


Saat sedang bersiap di Walk in closet berbarengan dengan kedatangan Angga.


'' Eehh mass...udah datang.. ini bajunya udah aku siapin...'' Selvia menyuruh Angga bersiap.


Selvia kini memoles wajahnya di depan cermin meja rias. Sembari menunggu sang suami bersiap.


''Sudah cukup...jangan berlebihan sayang'' Angga bersuara melihat begitu cantik nya sang istri setelah memoles sedikit make up.


'' Mas.. ini natural banget... malah aku belum pakai bedak'' Selvia cemberut akan keprotectivan sang suami.


'' Kamu sudah sangat cantik sayang... apalagi setelah meengenakan hijab kamu semakin mengemaskan... kalau bisa mas ingin mengurung kamu di rumah saja...'' Angga kemvali bersuara. Membuat Selvia mengulum senyum di buatnya.


'' Iya....iya cukup bapak Angga menggombalnya... sekarang mari kita sarapan dulu... baru kita berangkat'' ajak Selvia setelah merapikan hijabnya dan jas yang di pakai Angga.


Mereka sarapan berdua... Angga benar-benar bucin pada sang istri. Betapa tidak selama sarapan, Angga tidak lepas terus menatap intens sang istri. Hingga Selvia tersenyum malu di buatnya.


Selesai Sarapan mereka pamit pada Baby Air yang tengah di gendong bi Minah.


Angga langsung membuka kan pintu mobil untuk sang istri dan kemudian dirinya masuk ke dalam mobil di balik kemudi.


Mobil roll royce phantom Angga keluar dari halaman rumah menuju jalanan ke arah di mana Sang istri berkuliah.

__ADS_1


Selama di perjalanan tangan kiri Angga terus menggenggam tangan sang istri, sedangkan tangan kanan lihai memegang kemudi.


Bersambung..... nanti Author tambah chapter lagi setelah End... by


__ADS_2