Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 41


__ADS_3

lanjutttkannnn....


Angga dan Selvia langsung menuju butik Anggita tak jadi menjemput Safhira, karena tadi mami Anggi menelpon Angga, memberitahu akan menjemput Safhira sekalian pulang arisan bersama temannya.


Angga dan Selvia akhirnya pergi menuju butik Anggita, selama di perjalanan Selvia lebih banyak diam, hanya sesekali menjawab ucapan Angga.


''Te ngarti ku mas Angga sakedeng sakedeng bager, perhatian, sakedeng sakedeng deui sinis jeng cuek, ari ker bager nepika nyieun abi geer, aduh via tong sampai kabawa perasaan, inget maneh di kawin ukur jadi indung sambungna safhira te lebih'' batin selvia pada dirinya sendiri.


(ga ngerti sama mas angga sebentar sebentar baik, perhatian, sebentar sebentar lagi dingin dan cuek, tapi kalau lagi baik sampe bikin aku ke ge'eran, aduh via jangan sampai kebawa perasaan, inget kamu di nikahin cuma jadi ibu sambung safhira)


Tak lama mereka sampai di butik Anggita, Angga memarkirkan mobilnya dan mereka masuk ke butik Anggita.


Karyawan butik menyambut Angga karena mereka sudah tau Angga adalah kakak Anggita.


''Mba Anggita sedang menerima tamu pak, mohon di tunggu, saya akan panggilkan dulu


'' ucap karyawan butik.


Pelayan butik kembali dan menyuruh Angga dan Selvia masuk, tak lama karyawan Anggita kembali.


''Di tunggu di dalam pak, mba Anggita sudah menunggu bapak'' ucap karyawan butik.


Angga dan Via masuk ke ruangan Anggita, saat mereka masuk ternyata ada Fandi berada di sana.


''Assalamualaikum'' ucap Angga dan Via


''Wa'alaikum salam kak'' jawab Anggita dan fandi.


''Aduh calon pengantin, makin berseri seri saja''ucap Anggita lagi, melihat penampilan Selvia begitu cantik sangat berbeda.


Sedangkan Angga langsung badmood mengetahui ada Fandi berada di sini juga, Angga tau dari Anggita kalau dulu Fandi sewaktu satu sekolah sebagai kakak kelas Selvia di Bandung, sempat menaruh hati pada Selvia, namun keburu lulus dan pindah karena ayahnya di pindah tugas ke Jakarta.


''Eeh, bro ada di sini juga'' ucap Angga menyalami fandi.


''Kak fandi'' ucap Selvia menyalami Fandi dan beralih cipika cipiki pada Anggita.


Fandi tak henti henti menatap intens ke arah Selvia, Selvia begitu terlihat makin berbeda, makin peminim dan mempesona, apalagi saat itu Selvia menggunakan dress pilihan Angga tadi, baju yang Angga pilihkan sangat cocok di badan mungil Selvia.


Angga terus menggrutu dalam hati, Angga juga sedikit menyesali telah membuat Selvia begitu cantik dengan baju yang ia pilihkan tadi.


''Tahu akan ada fandi, aku menyesal tadi mampir ke butik membuat penampilan Selvia begitu berbeda'' batin Angga kesal melihat fandi terus menatap Selvia.


''Iya gw sama Anggita lagi bahas wedding loe sama Selvia, jadi juga bro, selamat yah'' ucap Fandi membuyarkan lamunan Angga.


''Iya fan, jodoh gak ada yang tau'' ucap Angga spontan sebenarnya mood Angga sudah malas berada di sana.

__ADS_1


Selvia dan Anggita sibuk melihat lihay baju yang akan digunakan untuk acara lamaran, yang akan di laksanakan di Bandung pekan ini.


''Sekarang kamu coba dulu kak, takut kebesaran tau gak kekecilan'' ucap Anggita pada Selvia.


Bukannya Selvia yang menjawab malah Angga yang menyambar menjawab Anggita.


''Gak usah git, aku yakin pasti pas, baru juga kemarin Kita fiiting, kita harus buru buru soalnya kita ada urusan yang lain'' ucap Angga.


Angga yang tak tahan menahan kesal karna Fandi terus menatap Selvia, jadi Angga ingin segera membawa pergi Selvia dari butik Anggita.


''Oh gitu yah kak, emang mau kemana bukannya fhira sudah di rumah sama mami, kakak nikmati saja dulu dating berdua, biasa nya kan kalian kemana mana bertiga sama Safhira hehehe''ucap Anggita tertawa dan langsung mengemas baju lamaran untuk di bawa Selvia.


Selvia terus menunduk Karena ingin menghindari tatapan Fandi, Angga tau itu dan langsung ingin pamit meningalkan butik Anggita.


''Ya udah kita pamit sekarang, kita mau langsung mencari mas kawin untuk mahar pernikahan nanti'' ucap Angga yang memang berniat mengajak Selvia untuk membeli perhiasan untuk mahar pernikahan.


''Cepet amat bro, baru juga nyampe'' ucap fandi pada Angga


Fandi tak berani berinteraksi dengan Selvia karna Angga terus ada di samping Selvia, tidak memberikan ruang untuk Fandi mengobrol dengan Selvia.


''Masih banyak yang harus di persiapkan fan, gampang besok kita ketemu di kantor untuk meeting ke dua kita'' ucap Angga singkat.


Dan akhirnya mereka pun pamiit dari ruangan Anggita, Angga langsung memegang tangan Selvia untuk meninggalkan ruangan Anggita.


Di mobil menuju mall, Angga diam saja karena masih menahan kesal mengingat fandi yang terus menatap Selvia, ada rasa tak terima di hati Angga ketika Fandi menatap intens Selvia.


Selvia juga ikut diam saja, tak berani bersuara semenjak melihat wajah Angga yang berubah menjadi dingin.


''Kenapa diam saja?, apa ada yang kamu pikirkan?'' tanya Angga pada Selvia yang hanya diam saja.


Selvia menggeleng, ia tahu suasana hati Angga sedang tak bersahabat, namun Selvia bingung kenapa sebentar sebentar sikap Angga berubah.


Tak lama mereka sampai di palkiran, sebuah Mall besar di jakarta pusat.


Angga dan Selvia keluar dari mobil, Angga mengajak Selvia langsung menuju dalam Mall besar itu.


Angga sudah terlebih dulu membuat janji dengan pemilik Toko perhiasan langganan mami Anggi.


Angga kembali memegang tangan Selvia, membawa Selvia agar sejajar berjalan dengannya, karena Sebelumnya mereka jalan berjarak.


Banyak orang sekali orang yang berada di sana menatap mereka, ada yang memuji ada juga yang menyinyir.


''Ehh cocok banget yah, yang satu cantik dan yang satu ganteng uhhh'' ucap salah satu pengunjunh mall


Ya walaupun Angga berbeda sapuluh tahun dengan Selvia tapi dari segi penampilan, Angga tak akan ada yang menyangka kalau Angga sudah berumur 32 tahun dan sudah mempunyai satu orang anak.

__ADS_1


Mereka sampai di toko perhiasan berlian dan logam mulia.


Karyawan di sana langsung melayani Angga dan Selvia.


''Pilihlah mana yang kamu suka via'' ucap Angga menuntun Selvia melihat lihat Perhiasan yang sudah di siapkan karyawan toko.


''Semuanya bagus, via ikut mas Angga saja''ucap Selvia yang bingung.


'' Selvia, memangnya kamu gak punya selera sendiri, yang mau pake kan kamu bukan saya via, kalau saya yang pilih takutnya kamu tidak suka'' ucap Angga lagi.


''Aku gak suka pakai perhiasan mas, aku terserah ikut pilihan mas Angga saja'' ucap Selvia pelan, malu di dengar karyawan toko perhiasan yang sedang melayani.


Angga termenung di buatnya, biasanya perempun paling suka di suruh pilih yang blink blink, tapi perempuan yang di sampingnya sama sekali tak tertarik.


'' Aneh sekali kamu via, kalau cewek lain pasti sumbringah bila di suruh memilih'' batin Angga.


Angga memilih satu set perhiasan berlian, Angga memilih yang simpel namun elegan terdiri dari kalung, gelang,cincin dan anting di tambah 30 gram logam mulia, karna tanggal pernikahan mereka jatuh pada tanggal 30.


Angga juga membelikan satu set untuk bu sumi calon ibu mertuanya, Angga belikan atas permintaan sang mami, Angga tak lupa membeli satu cincin berlian untuk acara lamaran.


Saat Angga sibuk memilih dan membayar Perhiasan, Selvia malah asyik memainkan ponselnya.


Saat Angga sudah selesai, Angga langsung mengajak Selvia berkeliling dan mampir ke toko ponsel yang berada tak jauh dari deretan Toko perhiasan tadi.


''Mas Angga mau membeli ponsel'' Tanya Selvia saat mereka sampai di toko handpone.


''Bukan untuk saya, tapi untuk kamu'' ucap Angga meminta handphone keluaran terbaru Pada karyawan yang melayaninya.


''Isshh untuk apa mas, ponssel aku masih bagus kok, masih bisa di pake'' ucap Selvia pelan karena banyak pengunjung di sana.


''Iya tapi sini saya lihat, Angga mengambil ponsel Selvia dan memperlihatkan kalau handpone Selvia sudah banyak yang lecet dan layar ponselnya sudah buram nenandakan ponselnya sudah waktunya untuk di ganti'' pikir Angga.


''Ta-tapi mas'' ucap Selvia ingin menahan Angga untuk tidak membelikannya.


Selvia pikir sayang uangnya, apalagi saat mendengar price harganya mencapai puluhan juta.


''Tak ada penolakan, ini sebagai pemberian calon suami pada calon istri tak ada salahnya'' ucap Angga di dekat telinga Selvia.


Selvia kaget di buatnya, Selvia memilih pasrah karena mau menolak pun sudah tak bisa.


Angga juga membelikan satu lagi untuk Sandi adik Selvia, sebagai hadiah untuk kelulusannya kemarin.


Angga berharap ponsel yang di berikannya bisa bermanfaat untuk mobilitas Sandi saat di bangku kuliah.


Segini dulu yahhh...

__ADS_1


nanti author lanjutkan lagi.....


__ADS_2