Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 103


__ADS_3

๐ŸŒนDi lanjut lagi ya Readers maafkan author telat update๐ŸŒน


ย 


Selvia yang kesal langsung berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai membersihkan diri Selvia berjalan ke luar kamar mandi dengan menggunakan bathrobe nya karena ia lupa tidak membawa baju ganti.


Angga yang duduk di Sofa langsung menatap ke arah sang istri yang baru keluar dari kamar mandi.


Angga sebenarnya begitu gemas melihat sang istri, yang kini terlihat segar di tambah hanya menggunakan bathrobe saja, membuat junior Angga di bawah sana menegang melihatnya.


Kalau saja sang istri tidak sedang marah, Angga pasti sudah membopongnya ke tempat tidur.


Angga menghela nafas melonggarkan dasi dan membuka jasnya serta menggulung lengan kemejanya agar lebih nyaman.


Selvia hanya mendelik melihat sang suami yang terus menatapnya seperti akan memangsa.


Angga yang tak tahan mereka saling diam langsung bersuara.


'' Sayang udah ga marah lagi kan'' tanya Angga lembut berharap sang istri tenang akan mendengarkan penjelasannya.


'' Aku gak akan marah mas kalau gak ada sebab, sekarang mas jelaskan kemana saja mas seharian ini, Anggita bilang kata asistennya mas meeting, ternyata pergi sama perempuan lain'' ucap Selvia kembali emosi mengingat Foto Angga dan Disti.


'' Sayang maksud kamu apa? mas tidak mengerti, pergi dengan perempuan lain siapa?'' tanya Angga lagi meyakini sang istri kini telah marah karena cemburu terhadapnya.


'' Isshh pura pura kamu mas, Sekarang Mas jelasin seharian ini kemana saja? sebenarnya mas bukan meeting sama klien kan tapi malah makan sama Disti'' Jawab Selvia lantang emosi menyebut nama Disti karena tak tahan ingin segera tahu seharian sang suami kemana saja.


'' Sayang sabar dulu dong mas akan jelaskan semuanya, mas gak mau kamu stress ingat kamu sedang mengandung'' Ucap Angga lembut mendekati membujuk sang istri agar tenang mendengarkan penjelasan Angga terlebih dahulu.


'' Mas itu udah tau istri lagi hamil malah pergi makan sama Disti walaupun dia adik ipar mas tapi kan gak pantes rangkul rangkul bahu segala, sabar... sabar... aku ga bisa sabar, Cepetan jelasin mas kemana saja seharian ini, bener kan makan siang sama disti pake rangkul rangkulan bahu segala isshhhh nyebelin banget'' Ucap Selvia yang benar benar sudah emosi meluapkan kecemburuannya dengan memukul mukul dada bidang Angga karena Angga terus memeluk ingin menenangkan sang istri.


Angga malah tersenyum walaupun dada bidangnya di pukul pukul sang istri, mengingat kecemburuan sang istri yang cemburu sekali mengetahui ia makan siang bersama Disti di cafe Anggita, padahal itu hanya untuk settingan untuk menjebak Disti.


'' Pasti Nita temannya yang di Cafe yang sudah memberitahunya, aku lihat tadi dia ada disana mengobrol dengan Istiku'' Batin Angga tersenyum ternyata ada yang melaporkannya pada Selvia.


'' Isshhh mass.. pikaseubeuleun pisan sih, kalah seuri sorangan ciga nu gelo'' Batin Selvia melihat Angga senyum senyum sendiri kepadanya.


(isshhh mass... nyebelin banget sih, malah senyum sendiri kaya orang gila)


''Buruan jelasin mas, malah senyum senyum ga jelas'' ucap Selvia menggerutu.


'' Iya sayang tunggu sebentar nanti mas jelaskan semuanya sama kamu'' Jawab Angga.


Angga tak tinggal diam, dari pada kemarahan sang istri semakin menjadi jadi, Angga putuskan segera merogoh ponsel dari saku celananya dan langsung menekan nomor ponsel Dito Asistennya untuk membawakan laptop dan barang bukti lain yang masih tertinggal di mobil Dito karena Angga lupa membawanya karena pikir Angga akan sekalian Dito bawa ke kantor esok hari.


'' Hallo Dit, kamu masih di hotel? apa sudah pulang'' tanya Angga saat telponnya tersambung.


'' Iya pak, saya masih di Hotel, sesuai dengan perintah bapak saya baru selesai briefing dengan Staf yang bertugas untuk penutupan Acara pak'' jawab Dito yang baru selesai memberi acaraham setelah selesai acara.


'' Bagus lah Dit kalau kamu masih di hotel, saya minta tolong Antarkan laptop dan berkas saya tadi dari kantor polisi ke kamar hotel saya, saya sangat memerlukannya sekarang juga'' ucap Angga menyuruh Dito segera mengantar kan yang ia perlukan.


'' Baik pak saya akan segera antar ke kamar hotel bapak sekarang'' ucap Dito sigap mendengar perintah Angga.


'' Oke Dit terima kasih, saya tunggu'' jawab Angga dan langsung memutus panggilannya.

__ADS_1


Selama Angga menelpon Dito Selvia terus menggerutu di dalam hatinya namun saat mendengar Sang suami mengatakan berkas nya dari kantor polisi Selvia langsung tak enak hati.


'' Aduh aya naon deuih, naha ngabahas berkas kantor polisi sagala, aduh emang aya kajadian naon make aya kantor polisi sagala, Astagfirullah pantes tadi tarang na mas Angga geutihan di perbanan boa boa mas Angga... '' Batin Selvia tak enak hati apa sebenarnya yang terjadi.


(Aduh ada apa lagi, kenapa ngebahas berkas kantor polisi segala, Aduh memangnya ada kejadian apa harus ada kantor polisi segala, Astagfirullah pantesan tadi pelipis mas Angga berdarah pake perban apa jangan jangan mas Anggga...)


Pikiran Selvia langsung tak tenang dan tak enak hati, padahal ia sudah marah marah ga jelas kepada suaminya.


'' Semoga ga terjadi apa apa '' batin Selvia tak tenang dan memilih duduk di kursi sofa dekat jendela menatap kearah luar.


Angga tak sabar ingin memberitahu Sang istri agar sang istru bisa melihat apa yang telah terjadi sebenarnya dan apa yang telah Angga lakukan seharian ini agar tidak salah paham akan semuanya.


Angga menyadari Selvia sudah tak memukul mukulnya lagi dan saat di lihat sang istri melamun terduduk di Sofa pandangannya kosong ke arah luar jendela.


'' Sayang... sayang kenapa melamun'' Ucap Angga menghampiri Selvia terus memeluknya.


'' Eehh Enggak.. Sebenarnya apa yang sudah terjadi mas? katakan sama aku jangan bikin aku bingung'' tanya Selvia yang sudah mulai tenang menerima pelukan Angga.


'' Sebentar lagi mas akan jelaskan, Dito sedang menuju kesini membawa bukti bukti apa yang telah mas lakukan seharian ini'' ucap Angga sembari tangan nya mengelus punggung sang istri yang sudah tenang.


'' Terus apa maksudnya kantor polisi mas? terus pelipis mas yang luka kenapa'' tanya Selvia lagi yang penasaran.


'' Iya mas akan beritahu semuanya, tapi kamunya tenang ga usah khawatir lagi sayang, mas baik baik saja dan semua yang kamu tuduhkan sama mas akan terbukti kalau itu tidak benar sayang'' jawab Angga lembut.


Tak lama terdengar ketukan pintu dari luar Kamar Hotelnya.


'' Itu pasti Dito, tunggu biar mas buka pintunya'' ucap Angga melepas pelukannya dan bangkit dari duduknya menuju pintu.


Dan ternyata benar Dito mengantarkan apa yang Angga butuhkan.


'' Terima kasih ya Dit, beristirahatlah ada banyak kamar Hotel kosong kalau kamu mau menginap'' ucap Angga menerima barang barangnya.


'' Iya pak terima kasih banyak, saya lelah sekali sepertinya akan menginap di sini'' jawab Dito yang merasakan lelah seharian berputar putar menemani Angga.


'' Oke Dit Selamat malam dan selamat beristirahat'' ucap Angga tersenyum melihat asistennya yang kelelahan.


'' Iya pak malam'' ucap Dito dan pergi setelah Angga menutup pintu kamar Hotelnya.


Setelah menutup pintu, Angga berjalan ke arah tempat tidur dan langsung menyalakan laptopnnya beserta membuka bukti bukti lain, print an berkas laporan nya yang di berikan dari kantor polisi.


Selvia menatap sang suami bingung tak tahu dengan apa yang sebenarnya yang sudah terjadi.


Melihat sang istri yang seperti kebingungan Angga langsung menghampirinya.


'' Sayang ayo sini... mas akan perlihatkan rekaman CCTV'' ajak Angga pada sang istri.


Selvia yang sudah tidak sabar mengetahui apa yang sudah terjadi langsung mengikuti ajakan sang suami untuk melihat rekaman CCTV di laptop Angga.


Selvia duduk sembari tangannya menahan bathrobe nya agar tidak memperlihattkan paha mulusnya.


Selvia menyimak rekaman CCTv itu dengan seksama yang memperlihatkan Orang tua Disti sekaligus orang tua Dita yang sedang bengobrol di apartemen Angga.


Angga memperbesar volume suaranya agar Selvia bisa mendengar dengan jelas.

__ADS_1


Selvia melototkan matanya kaget dengan apa yang dia dengar kalau mereka bukan orang tua Alm Dita, mereka juga ingin merencanakan memeras Angga dengan memakai Safhira sebagai tameng agar bisa menguras harta Angga karena mereka sudah jatuh miskin tak punya apa apa alasan mereka mendekati Angga karena mendengar kabar Angga sudah semakin sukses.


Selvia juga menutup mulutnya karena kaget tak manyangka mendenagar ucapan Bu prita menyuruh Disti untuk mendekati Angga agar jadi suaminya dan akan mencari jalan untuk melenyapkan dirinya.


'' Astagfirullah mas, mereka jahat sekali'' ucap Selvia tak manyangka dengan apa yang ia dengar.


'' Tenang sayang... mas tak akan biarkan itu terjadi, kita akan selalu besama'' ucap Angga dan langsung merengkuh tubuh Selvia kedalam pelukannya.


'' Mas kenapa mereka tega sekali sama mas dan Safhira, terus mereka bukan Orang tua Alm mba Dita?'' tanya Selvia mendongak menatap Sang suami.


'' Asal kamu tahu sayang mereka adalah paman dan bibi Dita dna yang membuat Orang tua Dita kecelakan terus mengadopsi Dita yang waktu itu masih bayi agar harta orang tua Dita bisa mereka kuasai'' ucap Angga menjelaskan.


'' Astagfirullah.. tega sekali mereka demi harta sampai berbuat seperti itu pada saudara sendiri, aku kasihan sekali sama Alm mba Dita'' ucap Selvia menitikan air mata.


'' Kamu tenang sayang mas sudah menjebloskan mereka ke jeruji besi, dari siang tadi mas di kantor polisi di temani Dito dan penagcara mas untuk memberi keterangan sebagai pelapor agar mereka langsung bisa di tahan'' ucap Angga lagi menjelaskan.


Sekarang posisi mereka sudah sambil tiduran dengan posisi Angga yang bersender ke dipan tempat tidur dan Selvia memeluk Angga.


'' Terus Mas sama Disti di cafe itu gimana, ngapain mas di sana Disti rangkul rangkulan segala'' Tanya Selvia karena Angga belum menjelaskan itu.


'' Kamu cemburu ya sayang mas sama Disti rangkulan begitu?'' Tanya Angga sembari mencupit pelan hidung sang istri.


'' Isshh maas... siapa yang cemburu enak saja'' Jawab Selvia menghindari tatapan suaminya.


'' Terus tau mas rangkul rangkulan sama Disti dari mana sayang, bilang aja cemburu ya'' goda Angga membuat Selvia Cemberut.


'' Isshhh iya.. iya aku cemburu terus aku tau dari Nita, Nita ngasih tau Foto yang ia ambil mas sama Disti saling rangkul bahu keluar dari Cafe Anggita'' Ucap Selvia cemberut melepaskan pelukannya namun Angga dengan sigap kembali memeluk tubuh mungil sang istri.


'' iiihhh udah gak usah peluk peluk, sekarang mas jelasin kenapa bisa sama Disti di Cafe Anggita'' Ucap Selvia menjauhkan tubuhnya tak mau di peluk Angga karena kesal.


'' Iya mas kasih tau ada kok rekaman CCTV selama mas di Cafe Anggita dengan si Disti'' Ucap Angga bangkit menuju laptopnya.


'' Ayo cepat mana mas'' Tanya Selvia yang sudah tak sabar ingin melihat.


'' Eittss tunggu dulu sayang.. kamu harus janji gak akan marah liatnya, soalnya di sana mas pura pura merayu Disti agar mau cerita semua kejahatannya dan orang tuanya'' Ucap Angga sembari memberikan kelingkingnya.


'' Iya aku janji, itu kan mas hanya pura pura melakukannya'' balas Selvia mengaitkan kelingkingnya ke kelingking Angga.


'' Oke Bumil kita mulai'' ucap Angga menyalakan rekamannya.


Selvia menyaksikan yang terjadi di rekaman CCTV itu, sesekali Selvia menggerutu melihat begitu ganjennya Disti dan mencubit Angga karena berbicara romantis pada Disti walaupun hanya pura pura.


'' Iihh nyebelin perempuan murahan, ganjen, gak tau malu iihh amit amiit jabang bayi'' ucap Selvia sembari mengelus elus perutnya yang mulai membuncit.


'' Terus mas lagi pinter banget ngerayunya ihhh aku sebel'' ucap Selvia lagi mencubit perut Angga.


'' Auww sakit sayanggg'' teriak Angga kesakitan.


'' Ishh biarin Aja, aku sebel sama mas pinter banget ngerayu perempuan lain'' balas Selvia cemberut.


Angga hanya tersenyum dengan tingkah sang istri yang kesal tetap kesal setelah melihat rekaman itu padahal sebelumnya sudah berjanji tidak akan marah.


๐Ÿ’“๐Ÿ’“๐Ÿ’“๐Ÿ’“๐Ÿ’“

__ADS_1


Bersambung dulu semoga sukaaaaa.


__ADS_2