
Di Area Cafe Anggita
Nita di buat bengong oleh perkataan Safhira putri Angga, sekaligus ponakan Anggita pemilik cafe tempat ia bekerja, Safhira memanggil mommy pada Selvia yang tak lain teman kerja nya, itu benar benar membuat nita bertanya tanya bingung, Nita masih mencerna pikirannya apakah ia salah dengar, tapi itu sangat jelas di dengar Nita.
''Apa aku salah dengar atau memang ada sesuatu diantara mereka, apa mungkin Selvia sudah dinikahi duda tampan itu..atauu'' batinnn Nita yang sudah begitu penasaran dan tidak sabar ingin menanyakan kebenarannya pada Selvia temannya.
Diruangan Anggita, Safhira begitu lahap memakan es krim nya sampai sampai belepotan ke mana mana membuat baju nya sedikit kotor terkena tumpahan eskrimnya.
Selvia langsung sigap membersihkannya, mengelapnya menggunakan tisu basah, Sembari Mengobrol dengan Anggita.
'' Mba Anggita aku mau ngomong boleh yah'' ucap Selvia ragu ragu.
'' Iya, ada apa via, ngomong aja'' jawab Anggita yang langsung menatap Selvia serius.
'' Mba.. jujur aku masih bingung dengan apa yang sudah terjadi sama aku sekarang, mba Anggita apa aku pantas bila menjadi ibu sambung Safhira, jujur aku bingung sekali Mba, aku dan pak Angga belum saling mengenal, mungkin kalau hanya mengurus dan menyayangi Safhira saja aku tidak apa apa, tapi kalau menikah berarti menjadi istri pak Angga juga mba, aku bingung banget jadinya'' ucap Selvia malu membahas nya, namun pada siapa lagi ia mengutarakan kebingungannya.
''Via... aku yakin kamu pantas dan layak menjadi ibu sambung Safhira, aku juga yakin walaupun kalian belum saling mengenal karena ada Safhira diantara kalian yang akan jadi pengikat dan menjadi tali agar kalian semakin dekat via, aku juga yakin setelah melihat interaksi kamu dan Safhira, asal kamu tahu mama sudah sering menjodohkan kak Angga dengan beberapa perempuan anak teman mama, namun nihil tidak ada yang bisa mengambil hati Safhira, yah mereka hanya menyukai papanya saja tidak sama anaknya, sedangkan kak Angga akan menikahi orang yang bisa menyayangi Safhira seperti anaknya sendiri, ya dimana yang cocok dengan Safhira di situ juga yang akan kak Angga pilih, termasuk sekarang pada kamu via, kamu berbeda dengan orang orang yang di jodohkan mami pada ka Angga, memang sih mereka pintar dalam pendidikan, tapi sayang mereka tidak punya kasih sayang di hati nurani mereka, apalagi si Winda sekretaris di kantor kak Angga, sudah baju kurang bahan, sombong dan tidak punya atitude yang baik, tidak tahu malu selalu menawarkan diri pada mami agar jadi menantu, tapi giliran di titipin Safhira sebentar saja banyak alasan, sedangkan yang di butuhkan Safhira hanya kasih sayang dan perhatian dari seorang ibu, aku sedih sekali melihat Safhira yang sudah berumur 5 tahun belum merasakan kasih sayang seorang ibu dari dia lahir kedunia ini, tapi setelah ada kamu Safhira seperti Fhira seperti menemukan sesuatu yang hilang pada dirinya, jadi kamu gak usah bingung lagi via, semua nya akan mengalir begitu saja'' cerocos Anggita panjang lebar membuat Selvia terharu mendengar begitu sering Angga di jodohkan, namun orang yang di jodohkan hanya mau dengan papanya saja.
'' Iya sih mba, tapi saya takut tidak bisa memantaskan diri saya sama pak Angga, saya hanya lulusan SMA mba, jauh sama pak Angga sebagai seorang CEO yang berpendidikan tinggi, apa pak Angga tidak malu nanti bila bersanding dengan saya yang tidak mengenyam perguruan tinggi, jauh sekali dengan Pak Angga yang berpendidikan dan menjadi orang yang berpengaruh'' ucap Selvia yang merasa minder, dan merasa tak pantas bila nantinya bersanding dengan Angga.
'' Kenapa harus malu via, setelah menikah dengan kak Angga kamu bisa kuliah lagi, agar kamu bisa lebih berwawasan dalam pendidikan, aku yakin kak Angga akan setuju, atau ambil kuliah online kalau Safhira tidak mau di tinggal yang pasti kamu harus melanjutkan pendidikan nanti agar kamu lebih berwawasan, menambah ilmu dan pengalaman baru untuk anak anak kamu nanti'' ucap Anggita mensuport memberi semangat pada Selvia, agar tidak mundur untuk menjadi ibu sambung Safhira.
__ADS_1
'' Iya mba... mulai sekarang aku akan berusaha memantapkan keputusan untuk menerima pinangan pak Angga, untuk menjadi ibu sambung Safhira, apalagi aku merasa lega mba sama orang tua pak Angga setuju, saya tinggal memikirkan meminta restu dari keluarga si Bandung mba, karena kembali ke niat saya ingin menyayangi Safhira sepenuh hati saya'' ucap Selvia dan Anggita tersenyum mendengarnya.
Di tengah tengah obrolan dengan Anggita, ponsel Selvia berdering terdapat notifikasi pesan di ponselnya.
Pak Angga
๐ฉ Bagaimana jawaban kamu via... kamu tadi belum menjawab bersedia atau tidaknya.
Ternyata pesan dari orang yang sedang di bicarakan mereka, Selvia sebelum nya malas untuk membalas pesan Angga, tapi di pikir lagi Selvia lebih malas bila menjawab langsung di depan Angga.
(Tahu sendiri kalau berhadapan dengan bapak duda Selvia berasa Es batu yang terkena matahari.. langsung mencair hehehe)
Selvia
Balasan Selvia singkat, membuat Angga mengerutkan kening melihat balasan Selvia yang singkat dan padat namun tak sadar membuat Angga tersenyum lebar, sampai membuat Dito dan Fandi menatap kearahnya.
--------
Saat Selvia dan Anggita sedang asyik mengobrol, mereka melupakan Safhira yang sudah kembali cemong cemong dengan es krim nya.
''Astagfirullah Safhira'' ucap Selvia dan Anggita bersamaan sedangkan Safhira hanya nyengir saja.
__ADS_1
Selvia langsung mengelap dan mengganti baju Safhira dengan baju ganti yang tersedia di ruangan Anggita, setelah mengganti baju Safhira, Selvia meminta ijin pada Anggita untuk Mengajak Safhira bermain di taman cafe, soalnya Selvia tidak mau Safhira dengannya mengganggu Anggita yang sedang sibuk melakukan pembukuan keuangan cafe.
Selvia dan Safhira bermain di taman Cafe, mereka bak ibu dan anak pada umumnya.
Tak berselang lama saat Selvia dan Safhira bermain di taman, datangalah Angga, Fandi dan Dito yang baru keluar dari private room di cafe Anggita, Safhira yang melihat sang papa langsung menghampiri dan menghambur pada Angga.
'' Papa... '' teriak Safhira.
'' Anak papa yang cantik, Gimana Safhira happy tidak merasa kesal lagi, selama menungu papa meeting tadi'' Tanya Angga mencium pipi Safhira, Angga ketahui mulai Sekarang Selvia sudah tidak bekerja hanya Fokus mengurus Safhira.
'' Yesss papa... Fhira happy sekali, gak kesal lagi seperti dulu... karena sudah ada mommy via menemani Safhira, tuh mommy via sedang duduk di taman menunggu kita'' ucap Safhira antusias dan seketika membuat syok Fandi dan Dito yang berjalan di belakang Angga, setelah mendengar celotehan Safhira.
Angga tersenyum melihat betapa senangnya nya sang putri, Angga juga sudah yakin akan menikahi Selvia untuk kebaikan Safhira, apalagi Angga semakin yakin setelah mendapat balasan pesan dari Selvia kalau ia sudah bersedia.
Walaupun Angga belum bisa mencintai Selvia, namun Angga akan terus berusaha semampunya, Angga yakin rasa cinta akan datang pada waktunya atau sudah datang malah pada Angga namun tidak di sadari oleh Angga.
**Segitu dullu yahh...
selalu semangat dan jaga slalu kesehatan ya
stay safe and healthy**....
__ADS_1