
Dilanjutttt....
Setelah selesai membayar, Angga dan Selvia keluar dari toko tersebut, Selvia bengong menerima dua paper bag yang berisi handpone keluaran terbaru.
''Kok... ada dua mas, yang satu buat mas Angga yah'' tanya Selvia.
''Bukan... yang satu lagi buat adik kamu Sandi, tolong berikan pada nya, bilang itu hadiah dari saya atas kelulusannya kemarin, saya lupa belum sempat memberi dia hadiah'' jawab Angga santai.
Selvia tersenyum senang, Angga begitu sangat baik dan perhatian pada keluarganya.
''Ya Alloh mas, makasih banyak.. jadinya ngerepotin'' ucap Selvia tersenyum.
''Tidak merepotkan sama sekali, Sandi juga adiku via'' ucap Angga lagi dan langsung menggemgam tangan Selvia dan kembali menyusuri Mal tersebut.
''Mas mendingan kita pulang saja yu, kita jemput Safhira'' ucap Selvia.
''Biarkan saja via, kita jarang jarang bisa jalan berdua seperti ini, jangan khawatir ada mami bersama Safhira'' ucap Angga dan Selvia pun mengangguk.
Tak terasa sudah mau sore, Angga dan Selvia memutuskan untuk pulang, mereka juga tak lupa membelikan baju dan keperluan Safhira yang sudah habis.
mereka berjalan menuju mobil dan Angga langsung menjalankan mobilnya, di tengah perjalanan Selvia bersuara ingin meminta tolong pada Angga agar mengantarkannya ke makam Alm Dita.
''Mas Angga, boleh via minta tolong'' ucap Selvia hati hati.
'' Iya tentu via, mau minta tolong apa'' tanya Angga melirik Selvia dan kembali fokus menyetir.
''Tolong antar via ke makam Alm mba dita ya mas'' ucap Selvia pelan.
Angga menepikan mobilnya dan menatap Selvia penuh tanya.
''Kamu.. mau ngapain kesana'' tanya Angga penuh tanya.
''Ya mau ziarah lah mas, emang nya mau ngapain'' jawab Selvia kesal atas pertanyaan Angga.
''Aku ingin meminta restu pada Alm mba dita mas, meminta restu untuk menjadi ibu sambung Safhira putrinya'' ucap Selvia lagi.
Angga tersenyum penuh arti, Angga bangga sekali dengan perempuan di depannya, walaupun Selvia masih muda tapi pemikiran nya sudah dewasa.
'' Ohh begitu, tidak sekalian.. meminta restu untuk jadi istri saya juga'' ucap Angga tersenyum.
__ADS_1
'' Aah.. via gak tau juga ya, soalnya via kan hanya di suruh cuma jadi ibu sambung Safhira saja, gak lebih'' ucap Selvia menghindari tatapan Angga.
''Kenapa begitu? kamu gak mau sekalian jadi istri saya yang sesungguhnya via'' tanya Angga menatap Selvia, Selvia yang di tanya malah diam saja namun memberanikan menjawab.
''Aku sebenarnya bingung mas, kita baru saja saling mengenal dan belum ada cinta dan rasa di antara kita mas, terus aku liat liat juga sepertinya mas Angga belum bisa melupakan Alm mba Dita di hati mas Angga '' ucap Selvia yang menatap lurus menghindari tatapan Angga.
Angga diam tak menjawab, yang di bilang Selvia benar, separuh hatinya masih terpaut pada Alm Dita, tapi Angga tak bisa memungkiri kalau kini Selvia juga sudah ada dalam hatinya.
''Sudahlah mas jangan terlalu di pikirkan, mending kita jalani saja demi kebahagiaan Safhira, sisanya biar Alloh yang menentukan'' ucap Selvia ingin menyudahi obroalnnya yang sepertinya mebuat mood Angga langsung berubah menjadi jadi melow.
Angga tersenyum dan kembali menjalankan mobilnya.
''Ya sudah aku akan antar kamu ke sana'' ucap Angga lagi dan mereka kembali saling diam.
Sampai akhirnya mereka sampai di pemakaman umum di jakarta selatan tempat Alm Dita di makamkan, Angga dan Selvia berjalan menuju makam Alm Dita, sebelumnya tadi saat turun dari mobil Selvia menyempatkan membeli air mawar dan bunga.
''Assalamualaikum ya ahli kubur'' ucap Selvia dan Angga bersamaan.
Angga lantas bejongkok di ikuti Selvia, mereka berdoa di dapan makam Dita di pimpin Angga.
Setelah selesai berdoa Angga langsung bersuara di dekat batu nisan Alm Dita.
''Dita bagaimana kabarmu, maafkan aku beberapa minggu ini tidak menziarahimu, aku sedang banyak proyek yang harus segera di selesaikan, aku juga sekarang datang kesini tak sendiri, aku datang di temani orang yang begitu di butuhkan oleh putri kita, aku mau meminta restu pada mu Dita untuk menjadikannya Selvia ibu sambung untuk putri kita, semoga kamu disana merestuinya'' ucap Angga serak menahan tangis di pelupuk matanya.
''Assalamualaikum mba Dita, perkenalkan aku Selvia, aku mau meminta ijin dan restu sama mba Dita untuk menjadi ibu sambung Safhira, bukan untuk menggantikan posisi mba Dita di hati Safhira, sampai kapanpun mba Dita akan menjadi ibu kandung Safhira, aku yakin jika Safhira besar nanti ia akan bangga mempunyai seorang ibu seperti mba Dita, aku hanya menyambung saja untuk memberikan kasih sayang pada Safhira yang sudah aku anggap sebagai putriku sendiri, semoga mba Dita disana bahagia dan mendapatkan tempat terindah di sisi Alloh SWT... amiiin'' ucap Selvia yang menetaskan air mata di pipinya.
Setelah selesai mereka pun pamit dan berjalan menuju mobil untuk melanjutkan menjemput Safhira ke rumah orang tua Angga.
Selama di perjalanan menuju rumah orang tua Angga, mereka berdua tak ada yang bersuara hanya ada suara alunan musik akustik yang Angga putar di mp3 mobilnya.
Tak lama kemudian mereka sampai di rumah orang tua Angga.
Safhira langsung menyambut Selvia, saat Selvia dan Angga tiba di depan rumah orang tua nya.
''Mommy... fhira kangen..'' ucap Safhira menghambur memeluk Selvia.
''Iya sayang mommy juga, maafkan mommy tidak menjemput fhira yah'' ucap Selvia memeluk balik Safhira.
''Kalian sudah datang rupanya, ayo masuk sayang'' ucap mami Anggi pada Selvia dan Angga.
__ADS_1
Mereka masuk dan berkumpul di ruang keluarga.
''Papi kemana mi'' tanya Angga yang tak melihat sang papi di sana.
''Sedang istirahat di kamar ga, tadi asyik bercanda sama Safhira '' jawab mami Anggi.
''Mi, via mau sekalian pamit, besok pagi mau pulang ke Bandung, via minta tolong titip Safhira ya mi,'' ucap Selvia melirik Safhira yang sedang membuka bungkusan mainan yang tadi Selvia belikan di mall.
'' Iya sayang.. kamu jangan khawatir ada mami dan anggita, mami sudah berikan pemahaman pada Safhira, mami titip salam untuk keluarga kamu disana yah, mami juga mau menitipkan sesuatu untuk keluarga di sana, tunggu kami di hari sabtu ya'' ucap mami Anggi tersenyum.
''Iya mi, nanti via sampaikan'' balas Selvia tersenyum.
Malam tiba setelah makan malam dan menidurkan Safhira, Selvia pamit untuk pulang karena harus membereskan pakaian dikostan yang akan di tinggalkan, karna Selvia tidak akan memperpanjang kostannya, saat menidurkan Safhira, Selvia memberikan pemahaman kembali pada Safhira tentang proses pernikahan yang harus di jalani oleh Selvia dan Angga pada Safhira, ternyata Safhira anak yang sangat pintar, Safhira langsung mengerti membuat Selvia terharu.
Selvia dan Angga pamit, Angga akan mengantar Selvia ke kostan nya.
Di perjalanan mereka kembali saling diam, namun Angga tak bisa diam, tangan kanan Angga memegang kemudi sedangkan tangan kirinya terus menggenggam telapak tangan kanan Selvia, Selvia sudah beberapa kali ingin melepasnya namun Angga malah semakin menggenggam erat tangannya.
''Sudah lepaskan mas, kamu sedang menyetir, itu berbahaya'' ucap Selvia.
''Biarkan seperti ini, aku mengemudikan mobil pelan pelan, kamu jangan khawatir'' ucap Angga yang makin memperat genggaman tangannya.
Setelah hampir 40 menit karena macet dan Angga yang mengemudikan mobilnya pelan, mereka akhirnya sampai di kostan Selvia.
Angga bukan melepas malah mebawa kedua tangan selvia dan di ciuminya punggung tangan Selvia cukup lama, sontak membuat Selvia kaget karena ulah spontan Angga.
Setelah itu mereka turun, Angga membantu menurunkan barang bawaan dari mobilnya ke depan kostan Selvia, setelah selesai Angga pamit karrna tak enak dengan penghuni kostan di situ yang masih berlalu lalang.
''Saya pamit yah, besok pagi pak Mardi akan menjemput untuk mengantarkanmu ke Bandung, sebenarnya aku ingin sekali mengantarmu tapi masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan sebelum weekend ini ke Bandung'' ucap Angga menghela nafasnya kasar.
''Iya gak apa apa, aku ngerti mas, yang ada mas Angga jangan stress selalu jaga kesehatan, jangan lupa makan dan solat, via tunggu di Bandung'' ucap Selvia tersenyum.
Semenjak mengutarakan restu pada Alm dita, Selvia dan Angga seperti lebih tenang tanpa beban, mereka sekarang terang terangan saling perhatian.
selvia mengantar Angga menuju mobilnya, untuk kembali pulang.
''Saya pamit ya, besok hati hati di jalan, kalau ada apa apa langsung kabari saya'' ucap Angga sambil menyalakan mobilnya.
Selvia mengangguk sembari tersenyum dan melambaikan tangannya pada Angga yang sudah menjalankan mobilnya.
__ADS_1
Selvia segera masuk ke dalam kostan dan membereskan barang barang untuk dibawa pulang besok.
mohon dukungannya.....