Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 90


__ADS_3

kita lanjut lagi readers,,,


jangan bosen terus dukung Author yahhhh


πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›πŸ’›


Setelah memberitahu pak Mardi agar pulang saja, Angga langsung masuk ke dalam Cafe milik Anggita, Angga langsung bertanya pada Nita yang duduk di meja kasir.


Saat Angga sedang bertanya pada Nita, Anggita yang habis dari toilet langsung menghampiri Angga.


'' Kak baru datang'' tanya Anggita pada sang kakak yang terlihat bingung.


'' Iya git, dimana istriku '' jawab Angga langsung bertanya dimana keberadaan Selvia.


'' Di private room bersama mami, Fhira dan Fandi'' jawab Angga.


Mendengar ucapan Anggita, Angga langsung berjalan menuju Private room.


Namun saat Angga melangkah, Anggita langsung menahan sang kakak ingin menanyakan perihal Selvia yang ia lihat tadi terlihat sembab saat datang ke Cafenya.


'' Kak Angga tadi kak via ke kantor kan? tapi kenapa saat tiba di cafe, aku lihat mata ka via merah dan Sembab seperti habis menangis, apa kalian ada masalah'' tanya Anggita.


Selvia saat tiba di Cafe langsung di hampiri Anggita yang akan menyusul mami Anggi dan Safhira yang sudah terlebih dahulu berada di private room bersama Fandi.


Anggita melihat wajah sembab Selvia, namun saat di tanya Selvia malah beralasan kelilipan dan langsung pamit ke toilet, dan keluar toilet Selvia teihat segar setelah membasuh wajah nya.


Di toilet Selvia membasuh wajahnya, dan ia pakai kembali lip cream agar ia terlihat segar.


'' Kak Angga jawab, apa kalian ada masalah'' tanya Anggita lagi karena sang kakak malah menghela nafas tak menjawab.


Angga bingung mau cerita dari mana pada sang adik, namun Angga pikir Anggita harus tau kesalah pahaman antara dirinya dan Selvia.


'' Gini git, tadi saat istriku ke kantor, kakak sedang menerima tamu Cintya teman kuliah kakak waktu di Amerika, Selvia salah paham menyangka kakak ada sesuatu dengan wanita itu'' ucap Angga menjelaskan.


'' Hanya itu kak, ko kak via sampai menangis segitunya, kak via kan sedang mengandung jangan sampai stres ka'' ucap Anggita Prihatin.


'' Iya git mungkin karena sedang mengandung istriku jadi sensitif seperti ini'' ucap Angga


'' Ya udah kak, Ayo kita temui kak via, pasti mami dan yang lain sudah menunggu'' ajak Anggita.


Angga dan Anggita berjalan ke private room, pandangan Angga langsung tertuju pada sang istri yang sedang bercanda dengan Safhira karena sudah beberapa hari tidak bertemu.


Sedangkan sang Mami sedang mengobrol dengan Fandi, Safhira yang melihat kedatangan sang papa, langsung menghambur menuju sang papa.


'' Papa... Fhira kangen '' ucap Safhira yang langsung di gendong oleh sang papa.


Angga juga langsung di safa Fandi dan mami Anggi yang sedang asyik mengobrol.


'' mmuah anak cantik, papa juga kangen, gimana Happy di menginap di rumah oma'' Tanya Angga membawa Safhira duduk di samping sang istri.


Angga beralih menatap Selvia sang istri, namun yang di tatap cuek tak merespon malah asyik bercengkrama dengan Mami Anggi dan Anggita.


Selvia terlihat lebih segar, walaupun matanya sayu terlihat sekali habis menangis.


'' kak mau pesan apa, biar aku pesankan'' tanya Anggita agar membuyarkan kecanggungan Angga dan Selvia.


'' Samakan saja dengan istriku'' jawab Angga singkat.

__ADS_1


Selvia mendelik tak mau menatap Angga yang terus menatapnya.


'' oke baiklah aku pesankan'' ucap Anggita langsung menelpon karyawannya.


Setelah makanan siap mereka makan bersama ssmbari mengobrol tentang niat baik Fandi ingin melamar Anggita.


Di sela sela mereka mengobrol, Selvia pamit ke toilet untuk buang air kecil, Selvia semenjak mengandung sering sekali buang air kecil.


'' Mommy mau kemana'' tanya Safhira melihat Selvia bangkit dari duduknya.


'' Mommy mau ke toilet sebentar sayang'' jawab Selvia.


'' Ayo sayang.. mas temani'' sela Angga yang langsung ikut bangkit dari duduknya.


'' Ga usah mas hanya sebentar'' tolak Selvia lembut, Selvia tidak mau yang lain apalagi mami Anggi yang mempunyai penyakit lemah jantung tau kalau dirinya dan Angga sedang bertengkar.


Angga menghela nafas mendapat penolakan oleh sang istri, walaupun sang istri mau di didekatnya namun ia masih begitu marah padanya terlihat dari sorot matanya.


'' Ya udah mom, biar fhira temani kita kan sama sama perempuan jadi toiletnya sama, kalau sama papa kita toiletnya berbeda, betul kan mom'' ucap Safhira tersenyum.


'' Benar sayang, fhira makin pintar, Ayo temani mommy'' ucap Selvia.


Setelah Selvia dan Safhira keluar dari private room, mami Anggi langsung bersuara.


'' Ga jaga istrimu, orang hamil biasanya moodnya naik turun berubah ubah dan Sensitif sekali, kamu harus pengertian pada istrimu, mami ga mau terjadi apa apa pada cucu kedua mami'' ucap Mami Anggi


'' Iya mi, Angga bakal jaga Selvia dan calon anak kedua Angga'' ucap Angga.


'' Selamat ya bro, tokcer udah tekdung aja '' ucap Fandi yang baru mengetahui kehamilan selvia.


'' Iya bro, lu kapan nikahin adik gue biar cepet nyusul kasih cucu buat mami'' ucap Angga tertawa di ikuti mami Anggi, sedangkan Anggita tersenyum malu.


'' Santai aja fan, gue do'ain yang terbaik buat kalian, sekalian gue memberikan restu buat hubungan kalian, gue titip adik gue loe harus jaga adik gue jangan loe ghosting fan'' ucap Angga.


'' Engga lah bro, gue bener bener serius ingin nikahin adik loe''ucap Fandi.


Tak lama Selvia dan Safhira masuk ke private room sehabis dari toilet.


Selvia dan Safhira beralih duduk di kursi samping Anggita dan mami Anggi, Selvia muak tak mau dekat dengan Sang suami.


'' Omah fhira mau pulang ke rumah papa dan mommy ya ga jadi menginap lagi'' ucap Safhira yang duduk di pangkuan Anggita.


'' kenapa sayang katanya mau seminggu berlibur di rumah omah selama libur sekolah'' ucap Mami Anggi.


'' Iya aunty kan mau ajak Fhira besok weeekend jalan jalan bersama om Fandi'' ucap Anggita lagi ingin membujuk safhira agar kembali menginap di rumahnya mengingat sang kakak sedang ada problem dengan kakak iparnya.


'' Fhira kasihan sama mommy, fhira mau menemani mommy, mommy tadi di toilet menangis dan muntah muntah terus'' ucap Safhira dengan polosnya.


'' sayang kamu masih merasakan mual muntah'' tanya mami Anggi berbarengan dengan Anggita yang khawatir.


'' tidak mi, ini normal via cuma ngerasa ga nyaman aja, maklum bawaan yang di perut mi'' ucap Selvia tersenyum tak mau membuat sang ibu mertua khawatir.


Angga langsung bereaksi mendekati sang istri yang duduk di sebrang meja bersama Anggita dan mami Anggi.


'' Kenapa sayang? apa yang membuatmu tak nyaman apa ada yang sakit, biar kita periksa ke rumah sakit sekarang'' ucap Angga memegang kedua pundak sang istri.


Selvia muak mendengarnya ingin menolak tak mau di sentuh Angga, namun ada mami Anggi dan yang lain tertuju padanya dan Angga.

__ADS_1


'' Ga usah mas, aku baik baik saja'' jawab Selvia singkat.


Selvia beralih pada sang putri yang mengkhwatirkannya.


'' Sayang mommy baik baik saja, mommy mual muntah itu karena adanya calon adik bayi di sini'' ucap Selvia memberikan pengertian pada Safhira.


'' tapi kenapa tadi mommy menangis'' tanya Safhira


'' mommy bukan menangis sayang, mommy mengeluarkan air mata saat mommy merasakan mual muntah, itu normal sayang pada mommy yang sedang mengandung'' ucap Selvia memberitahu Safhira.


Mami Anggi dan yang lain terharu akan kedekatan Selvia dan safhira yang begitu saling dekat ikatan batinnya.


'' Jadi mommy ga apa apa kalau fhira kembali menginap di rumah omah'' tanya Safhira yang ingin jalan jalan besok bersama Auntynya.


'' Iya ga apa apa sayang, mumpung libur sekolah fhira boleh menginap'' jawab Selvia tersenyum mencium pipi safhira.


Angga yang tak di cuekin oleh sang istri kembali ke tempat duduknya semula.


Angga terus menatap intens nanar sang istri yang begitu asyik bercanda dengan Anggita dan Sang putri Safhira.


Fandi mendekati Angga dan duduk di sampingnya.


'' Kenapa bro kayanya nonya Angga sedang badmood sama loe'' ucap Fandi bercanda.


'' Biasa fan, namanya juga bumil nanti loe juga bakal ngerasain'' jawab Angga.


Setelah puas bercengkrama Selvia bersuara.


'' Mih, udah mau mahrib via mau pamit duluan, via titip fhira yah'' ucap Selvia.


'' Iya sayang, mami juga mau pulang, kamu jangan khawatir, jaga kesehatan ya'' ucap mami Anggi memeluk Selvia.


Selvia beralih mencium dan memeluk Safhira.


'' Sayang anak mommy yang pinter, jangan membuat repot Aunty, oma dan opa,, okee'' ucap Selvia.


'' siaaap momm'' jawab Safhira


Selvia juga pamit pada Anggita dan Fandi, Setelah pamit pada semuanya Selvia berjalan keluar menuju parkiran di ikuti Angga yang juga langsung pamit pada semua.


Saat sampai parkiran Selvia bingung mobil yang di kendarai pak Mardi tak ada di sana. Hingga suara Angga mengagetkannya.


'' Sayang pak Mardi sudah mas suruh pulang, kasihan kalau menunggu, biar sekalian sama mas, mas bawa mobil dari kantor'' ucap Angga lembut.


Selvia tak bisa menolak semobil dengan sang suami, mau di bilang apa nanti kalau mami Anggi dan yang lain sampai melihat kalau ia menolak pulang dengan suami sendiri.


Angga langsung membuka pintu mobil untuk sang istri dan beralih membuka pintu mobil di balik kemudi.


Selvia bukannya masuk malah menutup pintu yang sudah di buka kan Angga, Selvia mundur membuka pintu belakang dan masuk ke dalam.


Angga menghela nafas, sang istri tak mau duduk di depan bersama nya, malah memilih duduk si bangku belakang sendirian.


Angga yang tak mau membuat mood sang istri semakin buruk, Angga langsung menjalan kan mobil Rolls Royce phantom mewahnya ke jalan raya menuju kediaman nya.


Selvia yang masih memendam kekesalan pada sang suami memilih memejamkan matanya.


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Sekian dulu ya Readers nanti kita lanjut lagii..


__ADS_2