Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
eposode 37


__ADS_3

Setelah solat isya, Selvia membaca kan cerita hingga Safhira tertidur, entah saking lelahnya Selvia hampir saja ikut tertidur, namun Selvia ingat mulai hari ini ia akan tinggal lagi di kostan nya, Selvia tak mau terlalu dekat dengan Angga yang takutnya menimbulkan fitnah walaupun di rumah Angga sudah ada bi Minah.


Selvia membawa tas kecilnya dan tak lupa memakai jaket karena udara di luar dingin.


Saat Selvia turun tangga, Selvia melihat Angga yang sedang senderan di sofa, Angga begitu serius menonton tv acara bola.


Ternyata Angga sengaja menunggu Selvia, karena Angga yakin Selvia akan kembali ke tempat kost nya.


Saat Selvia tiba di bawah, Angga langsung bersuara bertanya pada Selvia.


'' Tetap akan jadi pulang ke kostan? ini sudah malam'' ucap Angga terlihat khawatir.


''Iya mas, seperti yang via bilang, Mas Angga jangan khawatir, walaupun via tidur di kostan tapi via gak akan lupa untuk mengurus Safhira'' jawab Selvia datar.


''Ya sudah, tunggu biar saya antar '' ucap Angga.


''Gak usah mas, via pulang sendiri saja kasian Safhira nanti takut mencari mas Angga kalau di tinggal '' ucap Selvia.


''Yang ada Safhira mencari kamu via.. bukan saya, walaupun saya ayah kandungnya namun sekarang Safhira sudah bergantung sama kamu, seperti ada ikatan batin dengan mu dan tak mau jauh dari mu via'' ucap Angga mencoba membujuk Selvia agar tidak jadi pulang ke kostan.


''Iya mas.. aku mengerti, mas Angga tenang saja... besok aku akan usahakan kesini pagi sekali sebelum Safhira bangun mas'' ucap Selvia keukeuh akan kembali ke kostan.


Angga menghela nafas, dan menghembuskannya sedikit kasar, sepertinya Selvia keukeuh akan pulang ke kostannya, Angga tak bisa menahannya, yah itu terjadi setelah kejadian Angga kemarin kelepasan mencium Selvia membuat gadis itu tidak nyaman.


''Aku pamit ya Mas, Assalamualaikum '' ucap Selvia pada Angga dan berjalan meninggalkan Angga sendiri, namun sebelum Selvia sampai pintu Angga langsung bersuara.


''Saya akan tetap antar kamu via, ini sudah malam saya takut terjadi apa apa pada kamu, biar saya panggil bi Minah untuk menemani Safhira,'' ucap Angga tegas.

__ADS_1


Selvia menahan senyum, ia senang Angga mengkhawatirkannya namun ia sadar Angga khawatir hanya karena ia calon ibu Safhira, tak ada yang spesial, Selvia yakin Angga masih belum bisa melupakan Alm dita puspita istrinya.


''Selvia tong ngimpi, mas Angga moal mungkin bogoh ka urut palayan cafe ciga maneh via'' batin selvia


(selvia jangan mimpi, mas angga moal mungkin cinta ke bekas pelayan cafe kaya kamu via)


Setelah Angga memanggil bi Minah untuk menemani Safhira, Angga langsung ke kamarnya mengambil kunci mobil dan jaket nya.


''Mas,, kalau gitu biar pak Mardi aja yang antar, mas Angga pasti lelah'' ucap Selvia saat Angga keluar dari kamarnya, Angga tak menggubris ucapan Selvia, Angga berjalan ke luar menuju garasi dan menghidupkan mobilnya.


''Mas Angga biar pak Mardi aja, aku tau mas Angga pasti lelah, aku gak mau repotin mas Angga'' ucap Selvia lagi kembali menolak di antar Angga.


''Selvia dengar yah baik baik...saya calon suami kamu...mana mungkin saya membiarkan kamu pulang sendiri, tak ada penolakan ayo masuk'' ucap Angga menahan kesal karena keras kepala Selvia, Selvia yang takut akhirnya masuk dan kembali ke dalam mobil.


'' Tapi kan.. gak sendiri mas, aku minta di antar pak Mardi'' ucap Selvia pelan, namun di dengar jelas oleh Angga.


''Selvia dengar yah, kalau kamu masih banyak protes... jangan salahkan bila bibir saya akan membungkam bibir kamu agar diam'' ucap Angga lagi, spontan membuat Selvia langsung diam tak berkata apapun lagi, Angga tersenyum dalam hati, melihat Selvia yang tadi banyak bicara langsung diam karena ancaman Angga yang akan mencium bibirnya bila ia banyak bicara.


Angga sesekali melirik Selvia, Selvia yang di lirik tak tahu karena posisinya duduk menyamping melihat ke arah kaca jendela mobil menghindar tak mau menatap Angga, dan Angga tau kalau Selvia sedang menghindarinya.


Setelah perjalanan tiga puluh menit, Angga sampai di depan kostan Selvia.


Selvia sudah bersiap turun setelah Angga menghentikan mobilnya, namun saat Selvia akan membuka pintu mobil Angga, pintunya masih terkunci, Angga sengaja belum membuka kunci pintu mobilnya.


''Mas kenapa masih terkunci, gimana aku mau keluar'' tanya Selvia pada Angga.


Bukannya membuka pintu otomatis nya, Angga malah tersenyum menatap ke arah Selvia.

__ADS_1


''Kamu gak mau ucapkan terima kasih dulu atau tindakan apa gitu pada saya, setelah saya mengantarkan mu'' ucap Angga menggoda Selvia.


''Aku gak minta di antar sama mas Angga, itu kan mas Angga sendiri yang mau'' ucap Selvia tak mau kalah.


''Ayo lah mas buka, nanti di sangka orang kita berbuat yang tidak tidak'' ucap Selvia mulai merasa kesal.


''Biarkan saja, tinggal bilang kita akan segera menikah'' ucap Angga lagi membuat selvia makin kesal karena Angga tak kunjung membuka kunci pintu mobil otomatis nya.


''Baiklah... Bapak Angga prayudha Dirgantara yang terhormat, kalau anda tidak mau membuka pintu mobilnya, saya mau teriak saja, saya akan beritahu kalau saya mau di culik'' ucap Selvia memberanikan menatap Angga, tanpa aba aba Selvia langsung berteriak.


''To... oolongggg'' ucap Selvia tidak terlalu kencang karena ia cuma berniat mengerjai Angga, namun Angga kaget ternyata Selvia benar benar berteriak.


''Iiiiiya via, saya buka jangan berteriak'' ucap Angga panik.


Angga langsung memencet tombol otomatisnya dan pintu mobil pun terbuka.


''Saya hanya bercanda... kamu ini malah anggap serius'' ucap Angga saat Selvia membuka pintu mobil untuk keluar.


'' Mas Angga... kalau gak bisa bercanda jangan coba coba bercanda, gak lucu ''ucap Selvia saat sudah keluar dari mobil Angga.


Angga sempat berpikir Selvia makin kesini makin cerewet saja, selalu bisa menjawab apa yang Angga katakan, namun di sisi lain Angga senang berarti Selvia sudah tak mendiamkannya gara gara waktu itu Angga kelepasan mencium bibirnya.


'' Ya sudah...sekarang saya pamit pulang, kamu segera tidur ini sudah malam, besok pagi saya akan jemput'' ucap Angga menyalakan mobilnya


''Iya mas, makasih udah mau anter via, hati hati di jalan'' ucap Selvia tersenyum manis pada Angga, sembari melambaikan tangan nya.


'' Issshhh via.. via, posisi jauh saja berani tersenyum manis seperti itu, tapi kalau berhadapan pasti gak akan berani dia'' ucap Angga dalam hati, menatap spion melihat Selvia tersenyum manis padanya sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


up lagi semoga pembaca suka,,,


maafkan author kalau masih banyak salah dalam penulisannya ya...


__ADS_2