
Di lanjut deui Readers.....
Terus dukung! Author....
Maafkan Author telat update mohon di maklum weekeend adalah hari sibukk Authorr
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Sepanjang malam Angga terus memeluk erat sang istri enggan untuk melepasnya, Selvia saat tengah malam terbangun karena merasa Sesak terus di peluk erat Sang suami, walaupun sesak Selvia merasakan kenyamanan menghirup aroma sang suami yang memeluk erat dirinya.
Entah bawaan janin di perutnya atau entah memang keinginan Selvia nyaman mencium aroma maskulin dari sang suami, Selvia yang semula membelakangi Sang suami kini Selvia berbalik memeluk sang suami yang tertidur lelap di depannya.
'' Iih mas naha sih sorangan teh nyieun kesel wae ka abdi teh, tapi naha ieu rasa kesel teh asa leungit lamun ges ningali sorangan perhatian jeng perduli ka abdi, sorangan oge osok sabar ngahadepan kakesel abdi '' batin Selvia sembari memperhatikan hidung mansung, rahang tegas dan wajah tampan sang suami.
(iih mas kenapa sih kamu teh bikin kesel terus ke aku, tapi kenapa ini rasa kesel seperti hilang kalau udah liat kamu perhatian dan perduli ke aku, kamu juga selalu sabar menghadapi kekesalan aku)
Di lihatnya jam di dinding menunjukan pukul 02.00, Selvia yang tak bisa tidur memilih mengambil air wudhu untuk melaksanakan Solat malam.
Setelah Solat Selvia berdoa untuk kebahagiaan rumah tangganya, kesehatan seluruh keluarganya yang ia sayangi, kelancaran rezeki sang suami juga tak lupa kesehatan si jabang bayi yang baru tumbuh di rahimnya.
Sebenarnya Saat Selvia ke kamar mandi Angga terbangun karena orang yang ia peluk tidak ada di sampingnya.
Namun Angga kembali memejamkan matanya kembali mengingat sang istri yang masih marah kepadanya.
Angga yang belum bisa tertidur pun terharu mendengar do'a do'a yang di panjatkan sang istri.
Selvia setelah selesai solat malam, ia kembali merasakan kantuk dan kembali menuju ke tempat tidur merebahkan tubuh mungilnya di samping sang suami.
Angga yang belum kembali tidur pun tersenyum senang dalam hatinya.
Angga kira sang istri akan marah karena angga tidur satu ranjang dengan nya.
Selvia kembali tertidur menghadap sang suami setelah puas terus memandang wajah tampan sang suami yang akhir akhir ini selalu membuatnya kesal.
Adzan subuh berkumandang dan suara Alarm ponsel Selvia juga berdering, Angga mengerjapkan matanya mendengar suara adzan dan dering Alarm ponsel Selvia.
Angga bangun dari tidurnya untuk melaksanakan solat subuh, sebelum turun dari tempat tidur Angga memngusap usap pipi sang istri dengan lembut.
'' Sayang bangun yuk, sudah subuh'' ucap Angga Lembut.
Selvia yang masih mengantuk karena tengah malam tadi sempat terbangun mengerjapkan matanya dan membukanya pelan.
'' Mas duluan saja, nanti baru aku'' ucap Selvia kembali memeluk guling menghindar dari tatapan lembut sang suami yang terus menatap lembut dirinya.
Angga yang sadar sang istri masih marah padanya segera bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu, dan langsung melaksanakan solat sendiri tanpa sang istri.
Saat Angga solat Selvia bangkit menuju kamar mandi karena kembali merasakan mual muntah namun tak terlalu parah, Selvia juga sekalian mengambil wudhu untuk melaksanakan solat subuh.
Selesai solat Angga keluar kamar karena ingin menyusul ke kamar mandi ternyata pintu kamar mandinya di kunci oleh sang istri.
'' Sayang kamu masih mual muntah, buka pintunya biar mas masuk'' ucap Angga
'' Sudah ga usah mas, aku baik baik saja'' sahut sang istri dari dalam kamar.
Angga menghela nafas panjang dan menghembuskannya, ia memilih keluar dari kamar menuju dapur untuk membuatkan susu hamil untuk sang istri.
Angga membuatkan susu dan roti isi untuk dan istri dan membawanya ke kamar.
Angga masuk ke kamar ternyata sang istri baru selesai melaksanakan solat terus membereskan mukenanya.
'' Sayang ini mas buatin susu sama roti, ayo di minum mumpung masih hangat'' ucap Angga lembut menaruh nampan berisi susu dan roti di meja.
'' Ngapain mas repot repot aku juga bisa bikin sendiri'' ucap Selvia datar bangun dari duduknya.
__ADS_1
'' Sayang jangan ngomong gitu, mas ga merasa repot apalagi untuk urusan megenai kamu dan calon anak kita'' ucap Angga tetap dengan penuh kelembutan.
'' Ayo sekarang di minum dulu biar perutnya ga kosong tadi kan kamu habis muntah muntah lagi sayang'' ucap Angga lagi.
'' Ya udah nanti aku minum, gimana mas tetap akan bawa aku ke kantor ini kan Weekend'' tanya Selvia yang menagih janji Angga yang akan membawanya ke kantor untuk melihat CCTV kemarin.
Angga tersenyum dalam hati akan kecemburuan Sang istri, mengingat sang istri yang begitu mengingat sekali Janjinya kemarin untuk menyaksikan CCTV kemarin saat dirinya dan Cintya di kantornya.
'' Mas ingat sayang dan tetap akan ajak kamu ke kantor walaupun weekend, itu kan kantor milik kita sayang, jadi kita bebas kesana kapanpun'' ucap Angga ingin membantu sang istri bangun dari duduknya.
Selvia malah bengong mendengar ucapan sang suami tadi.
'' Ayo bangun, di minum susunya keburu dingin'' ucap Angga mendekati Sang istri yang malah diam saja.
'' Awas mas aku bisa sendiri'' ucap Selvia bangun dari duduknya sendiri tak mau di bantu sang suami.
Angga kembali menghela nafas, namun ia kembali tersenyum lega melihat sang istri meminum susu yang di buatnya.
----
Tak terasa sudah pukul 08.00 Angga dan Selvia baru selesai sarapan dengan saling diam, Setelah sarapan Angga bersiap untuk mengajak sang istri ke kantor, Angga terlihat sudah rapi dengan kemeja panjang biru dongker yang tangannya di lipat sampai siku di padu celana bahan warna coksu, Angga begitu terihat gagah dan tampan sangat pas sekali dengan outfit yang di pakainya.
Sedangkan Selvia setelah sarapan malah asyik memberi makan kelinci milik Safhira di taman belakang.
Angga yang menyadari keberadaan sang istri di sana langsung menghampirinya.
'' Sayang ayo kita ke kantor sekarang'' ajak Angga pada sang istri yang asyik berjongkok memberi makan kelinci.
'' Mas sudah si...ap'' tanya balik Selvia mendongak melihat ke arah sang suami yang berdiri di sampingnya.
Selvia tertegun melihat begitu gagah dan tampannya sang suami, namun Selvia yang gengsi karena masih marah memilih menghindar tidak menatap sang suami yang berada di depannya.
'' Ya sudah mas tunggu dulu aku mau bersiap'' ucap Selvia langsung berjalan masuk menuju kamar mereka.
Angga menyiapkan mobil sport yang akan di gunakannya, Angga berniat menyetir sendiri tak di antar pak Mardi.
Angga ingin sekalian Quality time dengan sang istri yang masih marah padanya.
Tak lama Selvia menghampiri Angga yang sedang memanaskan mobil sportnya.
'' Kenapa ga di antar pak Mardi saja'' tanya Selvia menghampiri Angga.
Angga terpesona menatap sang istri yang begitu cantik di depannya.
Selvia tampak anggun dengan dress warna Saleem yang begitu pas di badannya.
'' Mmass ingin berdua saja dengan mu sayang'' jawab Angga yang memang ingin berduaan dengan Selvia tanpa kehadiran orang lain.
'' Ya sudah ayo sayang'' ajak Angga lagi pada sang istri yang berdiri di samping mobil sportnya.
Angga menjalankan mobil sportnya di jalanan ibukota menuju Kantor Dirgantara Group.
Di perjalanan Angga dan Selvia saling diam take bersuara, tak lama setelah Menempuh perjalanana 20 menit mobil sport Angga tiba di Kantor Dirgantara Group.
Penjaga dan security yang berjaga langsung mempersilahkan mobil Angga memasuki kawasan kantor Dirgantara Group.
Para penjaga dan Security di buat bingung melihat sang pemilik perusahan datang di hari Weekeend.
Angga langsung keluar dari mobil sportnya dan mengitari membuka pintu mobil sang istri.
Angga langsung mengajak sang istri ke lobby menuju lift ke lantai yang tertuju ke ruangan Angga.
Walaupun libur kantor Angga tetap ada aktifitas orang orang teknisi yang mengechek alat alat elektronik yang menunjang kantornya.
__ADS_1
Di lift Angga langsung memepet sang istri dan langsung mengecup bibir sang istri sekilas.
'' iihh mas maen nyosor aja sih, nyebelin'' ucap Selvia yang kaget langsung di sosor Angga.
'' Mas ingin menghapus kenangan kemarin sayang'' ucap Angga tersenyum mengingat tindakannya tadi.
'' isshh tapikan malu ada CCTV mas '' ucap Selvia cemberut.
'' Kenapa malu sayang mas melakukannya dengan istri mas sendiri dan ini kantor milik kita jadi tak masalah'' ucap Angga tersenyum Bangga.
Tak lama pintu lift terbuka, Angga menggandeng tangan sang istri keluar dari lift menuju ruangannya.
Tiba di ruangannya Angga langsung menyalakan laptop yang terhubung dengan sambungan CCTV nya.
Angga mendudukan Sang di kursi kebesaran Angga sedangkan Angga berdiri di samping sang istri yang duduk nyaman di kursi kebesarannya, Angga membungkukan badan nya mengotak Atik menuju tayangan CCTV waktu dimana kejadian kemarin dari mulai kedatangan Cintya.
Selvia menatap wajah tampan sang suami yang fokus mengotak atik laptop di depannya.
'' Sayang lihat lah '' ucap Angga membuyarkan lamunan Selvia.
'' i..iya mas''jawab Selvia.
Selvia menatap laptop di depannya yang sedang memutar tayangan CCTV.
Selvia merasakan perasaan campur aduk saat melihat tayangan di depannya namun sang suami sigap menenangkannya dengan mengusap usap punggung Selvia.
Selvia merasa sedih, kesal dan cemburu menyaksikan tayangan di depannya, Selvia juga malu sekali telah menuduh sang suami yang tidak tidak, selvia sedikit kecewa Angga tak sempat memberitahu pernikahan kedua nya dengan dirinya, namun Selvia maklumi karena Sang suami terbawa rasa haru dan sedih mengingatkan kembali pada mendiang Alm Dita.
Setelah tayangan memperliahtkan Cintya pergi meninggalkan Kantor Angga karena Angga tidak meresponya setelah kesalahpahamannya.
Selvia menangis menyesali prasangkan buruknya pada sang suami, ya walaupun dirinya kecewa sang suami malah makan dengan mantan teman kuliahnya.
Namun alasan Angga masuk akal yang tak enak bila tak menghargai pemberian Cintya waktu itu.
Angga langsung berlutut mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh sang istri yang duduk di kursi kerjanya.
Angga memeluk erat sang istri ingin menenangkannya.
'' Sayang sudah jangan menangis, Maafkan mas, mulai sekarang mas janji akan konfirmasi kamu dulu sebelum menerima tamu perempuan, agar tidak adak kesalahpahaman seperti kemarin'' ucap Angga memeluk sang istri.
'' Maafkan aku juga ya mas, udah suudzon sama mas'' ucap Selvia yang menyadari kecerobohannya.
'' Sudah sayang mas mengerti, Kamu sedang mengandung makanya mood emosi kamu sensitif naik turun, mas memaklumi itu, sudah tenanglah'' ucap Angga terus mengusap usap punggung sang istri.
Angga memapah sang istri ke ruang pribadinya yang berada di dalam ruangannya.
'' istirahat dulu di sini sayang, mas akan ambilkan minum dulu biar kamu tenang'' ucap setelah merebahkan tubuh sang istri di tempat tidur di dalam ruang pribadinya.
Saat Angga bangkit ingin mengambil air minum Selvia langsung menahan tangan Angga.
'' Mas disini aja aku ga haus kok'' ucap Selvia yang langsung memeluk tubuh wangi maskulin Angga. Saat angga kembali duduk di samping sang istri.
Selvia menjatuhkan tubuh Angga di samping tubuhnya, Selvia berinisiatif memeluk erat Angga dan mencium bibir Angga sekilas.
.
'' Sayang jangan menggoda mas, mas gak mau kamu kenapa napa kalau smapai mas kelepasan menjamah tubuhmu'' ucap Angga yang mulai merasa hasratnya terpacu.
πππ
Sekali lagi maafkaan Author telat Update.
See you stay safe and Healthy
__ADS_1
π»π»π»π»π»