
maafkan authorrr telat up...
Kemarin habis vaksin dosis ke dua, jadi badan masih pada pegal, apalagi tangan bekas suntiknya mantapppp pegalnya....
kita lanjutttttkannn.......
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam dari Bandung.
Akhirnya mereka sampai di kediaman Angga di jakarta, mereka sampai rumah Angga di sambut oleh hujan lebat yang sedang mengguyur ibu kota.
Di rumah Angga, ternyata sudah ada Bi Minah yang siap menyambut kedatangan tuan dan nyonya nya.
''Assalamualaikum'' ucap Angga dan Selvia sedangkan Safhira sudah tidur lelap di gendongan Angga.
''Wa'alaikum salam tuan, nyonya, dan nona kecil, Selamat datang... '' jawab bi Minah, bi minah pamit langsung membantu membawa barang barang dari mobil.
''Terima kasih... bi'' ucap Angga dan Selvia.
Angga langsung membawa Safhira ke kamarnya di ikuti Selvia berjalan di belakang nya.
Setelah menidurkan Safhira, Angga mendudukan tubuhnya yang lelah di sofa kamar Safhira, sedangkan Selvia langsung menggantikan baju tidur untuk Safhira agar nyaman tidurnya.
Setelah melihat Selvia selesai menggantikan baju Safhira, Angga langsung mengajak Selvia ke kamarnya di lantai bawah.
''Ayo via.. kita ke kamar'' ajak Angga pada Selvia.
'' Kemana mas, aku ingin tidur dengan Safhira saja '' jawab Selvia bingung atas ajakan Angga.
Selvia berniat ingin tidur menemani Safhira saja, karena Selvia masih datang bulan, jadi Selvia merasa takut terjadi hal hal yang tidak di inginkan, apalagi melihat Angga yang selalu menatap Selvia gemas, Angga sesekali menatap Selvia seperti menatap mangsa yang sedang kelaparan.
Mengingat Semenjak di mobil tadi, Angga sudah membisikan kata kata yang membuatnya Selvia merinding mendengarnya.
Apalagi malam ini kota Jakarta tengah di guyur hujan lebat, pasti membuat siapa pun butuh kehangatan, apalagi kalau suami istri pada umumnya, paling suka untuk saling menghangatkan dalam kondisi seperti ini.
'' Apa kamu lupa via, kamu sekarang sudah jadi nyonya Angga Dirgantara'' tanya Angga mendekati Selvia.
''Tidak lah mas, via tidak mungkin lupa, tapi kan via masih datang bulan mas, jadi via pikir mau tidur bersama Safhira saja'' ucap Selvia pelan, membuat Angga menatap nya gemas.
'' Astagfirullah via... kenapa sampai segitunya, saya hanya ingin di temani tidur sama kamu saja, saya gak akan minta lebih, kamu jangan takut saya juga mengerti kalau dalam Agama tidak di perbolehkan'' ucap Angga jelas.
__ADS_1
'' Iyaa mas, tapi gimana Fhira kasihan tidur sendiri'' ucap Selvia bertanya.
'' Dia sudah terbiasa tidur sendiri, jadi tenang saja'' jawab Angga.
'' Tapiii mas, gimana kalau Safhira mencari ku'' tanya Selvia lagi.
'' Sudah tidak akan via, Safhira sudah di beri pemahaman oleh mami dan Anggita, nanti Safhira akan mengerti '' jawab Angga.
Selvia tak bisa menolak, mengingat Selvia Sekarang sudah sah menjadi istri Angga.
Mereka keluar dari kamar Safhira menuju kamar utama milik Angga, yang berada di lantai bawah.
Saat mereka masuk ke kamar, Angga dan Selvia di buat bengong dengan dekorasi di kamar Angga yang lagi dan lagi di hias sedemikian rupa dengan hiasan bunga mawar bertebaran di mana mana, di tambah juga lilin lilin aromateraphy mengelilingi di sekitaran tempat tidur king size milik Angga.
''Masss'' ucap Selvia yang kaget menutup mulutnya yang terbuka, Selvia mempertanyakan dekorasi kamar pada Angga.
'' Saya gak tau via, ini pasti kerjaan Anggita'' jawab Angga yang tahu tatapan Selvia mempertanyakannya.
Tak lama terdengar dering notif pesan di ponsel Angga dan Selvia ternyata sama sama menerima pesan dari Anggita.
Anggita
------------''
Angga dan Selvia saling menatap, Anggita tidak tahu saja Kalau Selvia sedang datang bulan, dan tak tau Angga dan Selvia belum melakukan malam pertama mereka, Kalau tahu pasti Anggita sudah habis menertawakan Angga.
Selvia dan Angga memasuki kamar dengan saling terdiam, Selvia yang lelah langsung duduk di tempat tidur karena tidak ada sofa di sana, padahal yang biasanya ada jadi tidak ada.
Selvia diam menatap miris, melihat hiasan kamar yang indah yang sudah di persiapkan untuk Selvia dan Angga memadu kasih, tapi apa mau di kata Selvia yang kini sedang halangan tak bisa melayani Angga.
Sedangkan Angga yang memilih pergi, langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Angga juga memilih diam, mengingat Selvia sedang haid. Malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk nya, karena harus menunda malam pengantin nya dengan Selvia.
Selvia duduk menunduk di tempat tidur, yang kini sudah di hiasi sedemikian rupa indahnya, di dukung juga hujan lebat di luar sana, yang mau tidak mau membuat suasana kamar begitu syahdu.
Setelah lima belas menit, Angga keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk saja di pinggangnya, Angga langsung berjalan ke arah lemari mengambil kaos polos dan celana pendeknya.
Angga dengan santainya menggunakan baju dan ********** di depan Selvia, sontak yang tadinya Selvia yang memperhatikan Angga langsung spontan membuang pandangan nya ke arah lain saat Angga membuka handuknya.
'' Iisshhh mass Angga, bukannya di pake di kamar mandi saja bajunya'' ucap Selvia sambil menutup matanya.
__ADS_1
'' Kamu kenapa sih via, kita itu sudah sah, jadi tak masalah saya melakukan ini di depan kamu,dan ingat Via, ini semua adalah milikmu, kamu bebas melihat dan memegangnya tak akan membuat Dosa, yang ada mendapat pahala'' ucap Angga santai pada Selvia.
Setelah selesai memakai baju, Angga terus mendekat Ke arah Selvia, Angga ikut duduk di tempat tidur yang penuh dengan bunga bunga mawar di atasnya.
''Tapi mas, aku itu belum terbiasa'' ucap Selvia pelan, karena canggung Angga mendekati nya.
'' Tak apa via, nanti juga lama kelamaan kamu akan terbiasa, apalagi kalau kamu sudah merasakannya'' jawab Angga sensual di dekat telinga Selvia, dan membawa tatapan Selvia ke juniornya di bawah sana.
'' Iisshh mas Angga, ngeres mulu'' balas Selvia yang langsung pergi ke kamar mandi, Selvia tak mau terus di dekat Angga yang terus saja menggodanya.
Setelah dua puluh menit di kamar mandi, Selvia keluar dari kamar mandi, dengan hanya menggunakan handuk saja, Selvia lupa untuk membawa baju terlebih dahulu karena tadi buru buru ke kamar mandi.
'' Nyebelin... gara gara mas Angga, aku jadi lupa membawa baju ganti ke kamar mandi '' gerutu Selvia dalam hati.
Angga langsung memalingkan wajahnya, saat Selvia keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan handuk saja, Angga memilih memejamkan matanya, mengingat Selvia yang masih datang bulan.
Setelah selesai berpakaian, Selvia langsung memakai pelembap malamnya dan berjalan mendekati tempat tidur, di tempat tidur sudah ada Angga yang sudah lebih dulu merebahkan tubuh nya, Angga juga sudah membersihkan kelopak kelopak bunga mawar yang tadi memenuhi tempat tidur kings size kamarnya.
Selvia merebahkan tubuh lelahnya, Selvia menatap langit langit kamar Angga.
Malam ini adalah malam pertama Selvia, tidur di rumah milik Angga sebagai istri Angga sekaligus Nonya Angga Dirgantara di rumah mewah ini.
Selvia tak bisa memejamkan matanya, Selvia masih tak percaya hidupnya yang dulu hidup susah, bekerja sebagai pelayan cafe dan tinggal di kostan sederhana, sekarang berubah menjelma hidup sebagai Istri CEO Dirgantara Group.
'' Ya ampun... kok susah sekali mengantuk ya'' batin Selvia yang bolak balik serbasalah.
Angga yang sebenarnya belum tidur, membuka matanya karena Selvia sedari tadi selalu membolak balikan posisi tidurnya.
'' Kenapa via, belum bisa tidur'' tanya Angga menatap Selvia.
'' Ii.. ya maas, mungkin karena tadi di mobil sempat tidur, jadi sekarang belum mengantuk'' jawab Selvia menatap ke arah lain, menghidar dari tatapan Angga.
Angga langsung membawa Selvia ke pelukannya, Angga memeluknya nyaman menyandarkan tubuh Selvia di dada bidangnya.
'' Tidur lah via, aku hanya memelukmu saja jangan khawatir'' ucap Angga mengecup pucuk kepala Selvia, dan kembali memejamkan matanya yang sudah merasa lelah, karena tadi Angga tidak tidur sama sekali waktu di mobil.
Selvia hanya mengangguk dan memberanikan diri membalas pelukan Angga, Selvia begitu merasakan tenang ketika mencium wangi maskulin tubuh Angga, yang lama kelamaan membuatnya tertidur juga.
...Bersambungggg...
__ADS_1
selalu dukung Author ya biar semangat lagi Up