Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 131


__ADS_3

Kita lanjutkan... maaf author baru bisa update story lagi, karena wekeend adalah hari sibuk nya Author.


💟💟💟


Angga menatap sang istri penuh senyuman, Angga memberi kode pada Selvia agar mengucapkan nama baby boy berbarengan dengan nya.


Semua Keluarga sudah tidak sabar ingin mengetahui nama bayi gemas yang sedang anteng di dalam tempat tidur kecilnya di kelilingi orang-orang yang begitu menyayanginya.


Angga membalikan papan yang di pegangnya. Di papan itu tertulis nama lengkap Bayi mungil mereka, beserta berat dan tinggi baby boy saat lahir.


🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀🚀


Nama: Airlangga Pratama Dirgantara


Berat: 2.9 kg


Tinggi:52


⚽⚽⚽⚽⚽⚽⚽⚽⚽⚽⚽⚽⚽


" AIRLANGGA PRATAMA DIRGANTARA** " teriak Angga dan Selvia berbarengan.


Semua bersorak gembira mengetahui nama Sang baby boy. Safhira langsung memanggil nama sang adik dengan sebutan Baby Air. Membuat yang lain ikut mengikuti memanggil bayi mungil itu dengan sebutan baby air.


"Baby Air'' Semua memanggil baby boy bersamaan.


Semua tersenyum senang. Selvia dan Angga begitu bahagia. Dimana semua keluarganya berkumpul di hari kelahiran anak kedua mereka.


Safhira langsung mendekati sang mommy. Selvia menyambut sang putri yang naik ke ranjang inapnya yang berukuran king size yang bisa di tiduri dua sampai tiga orang.


(Maklum ruang inap sultan...kasurnya aja berukuran king size...)


''Mommy..tidak apa-apa kan adik bayinya fhira panggil baby boy'' Safhira ternyata ingin meminta ijin pada sang mommy akan panggilannya kepada sang adik bayi.


''Masya Allah...tidak apa-apa sayang...mommy senang fhira punya panggilan untuk adik bayi'' Selvia mencium Safhira begitu senang mendengar putri nya yang semakin pintar, menyempat meminta ijin kepadanya.

__ADS_1


'' Iya mom... soalnya kalau di panggil Angga...namanya hampir sama dengan papa... '' Ucap Safhira pelan di telinga Selvia, memberitahu alasannya memanggil baby air pada adik bayi nya.


''Ohh... iya hehehhe bener juga fhira..anak pintar... nanti papa sama adik bayi sama-sama nengok saat dipanggil nama Angga'' Selvia tertawa mendengar penjelasan sang putri.


Sedangkan yang lain khusu perhatiannya pada bayi mungil dan tampan yang anteng tertidur. Tidak sadar dengan obrolan ibu dan anak tersebut.


Memang benar yang di ucapkan putrinya Safhira. Karena nama Airlangga hampir sama dengan nama sang papa.


 


Tak terasa jam menunjukan pukul 16.00 sore. Berbarengan dengan tim Dokter yang sedang mengontrol ibu bersalin dan bayi.


setelah dinyatakan semuanya normal. Apalagi melihat Selvia sudah mulai bisa berjalan pelan dan air asinya sudah mulai keluar deras membuat dokter tersenyum senang.


Maklum Selvia melahirkan secara mendadak mundur dari jadwalnya melahirkan.


Pukul 17.00 sore papi Agung, mami Anggi dan Anggita pamit pulang duluan setelah Angga menyuruh orang tuanya pulang untuk beristirahat. Maklum orang tua nya sudah berumur agar tidak terlalu cape.


Mami Anggi juga mengajak Safhira pulang agar Angga dan Selvia tidak kerepotan harus mengurus dua anak mereka. Mengingat Selvia masih dalam masa pemulihan setelah melahirkan. Dan besok Safhira harus Sekolah.


Namun Angga juga menyuruh Pak Mardi mengantar orang tua Selvia juga Sandi untuk pulang ke kediamannya untuk beristirahat.


Sebelumnya Bu Sumi enggan meninggalkan putri dan cucunya dirumah sakit karena masih merasa kangen. Namun setelah Selvia yang membujuknya pulang agar beristirahat. Apalagi mengingat mereka pasti lelah setelah perjalanan dari Bandung tadi pagi.


Setelah kepulangan Keluarga Selvia sesudah maghrib tadi dan suster yang mengurus baby air juga sudah meninggalkan ruangan inap Selvia. Dan akan kembali esok pagi untuk kembali membantu mengurus Baby air.


Di ruangan inap mewah itu sekarang tinggal Sepasang suami istri dan baby boy kesayangan nya.


Angga setelah melaksanakan solat maghrib. Ia membantu Selvia untuk makan malam. Angga juga sekalian makan malam bersama.


''Ayo.. makan dulu sayang.. '' Angga membantu Selvia duduk memberi bantal di punggung Selvia agar Selvia merasa nyaman bersandar.


'' Makasih mas.. '' Selvia tersenyum pada sang suami yang begitu telaten mengurusnya.


Suapan demi suapan terus di suapkan Angga pada mulut mungil Selvia yang begitu merona sudah tidak terlihat pucat seperti semalam saat Selvia kehilangan banyak darah.

__ADS_1


''Sudah mas... aku udah kenyang'' Selvia ingin menyudahi makannya.


'' Sedikit lagi sayang... kata dokter kamu harus banyak makan biar cepat pulih dan asiny banyak...ayo Aaaaa'' Angga kembali menyuapkan makanan yang begiti tinggi protein pada sang istri.


Selvia langsung mode cemberut memonyongkan mulutnya. Karena Selvia sudah merasa begitu kenyang. Namun mau tak mau menerima suapan sang suami.


Selesai Selvia menelan makanan sembari memonyongkan mulut mungilnya. Membuat orang di depan Selvia begitu gemas tak karuan melihatnya.


Angga mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri dan langsung melesatkan ciuman mesra dan dalam di bibir mungil yang begitu manis milik Sang istri.


''Cuppp..... mmmmppphhhh'' Ciuman


Ciuman dalam Mereka berjalan cukup lama...hingga suara tangisan baby boy menghentikan ciuman panas mereka.


''Oeeekkk.... ooeekkkk... oeeekkk'' baby boy menangis menginginkan susu favorit sang papa.


Angga dan Selvia melepaskan ciuman mereka. Dan Angga membantu mengangkat baby boy dari box bayi untuk di berikan asi oleh Selvia.


Selvia membuka beberapa kancing bajunya untuk menyusui baby boy. Sontak membuat Angga di depannya kembali kelimpungan melihat Dua gundukan kembar yang begitu berisi dan sintal ada di depan mata nya.


Di tambah dengan pusakan juniornya di bawah sana yang masih menegak sempurna membuatnya pusing tidak berdaya. Selvia hanya tersenyum dengan pemandangan di depanya.


Selvia tahu suami tercintanya tengah kalut di landa hasrat gairahnya. Namun Selvia pura-pura sibuk mengusui baby boy saja tanpa menghirauka suaminya yang kelimpungan akibat ulahnya sendiri.


(Aduhhh bapak Anggga cari masalah aja... tau istri tidak bisa melayani... nanti tunggu yah sampai 40 hari wwkwkwkwk)


Angga dengan berat hati langsung menuju kamar mandi untuk menuntaskan hasrat di bawah sana.


Selvia hanya mengulum senyum saat sang suami pamit ke kamar mandi meninggalkan dirinya mengusui baby boy.


( sabarrr di tahannn dulu ya paak)


Bersambung dulu ya readers..


see you...

__ADS_1


__ADS_2