Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 72


__ADS_3

πŸ’• Kita lanjuttttkan Readers πŸ’•


Angga memeluk erat sang istri enggan untuk melepaskannya, Angga benar benar merasa tak sanggup di diamkan oleh sang istri, padahal baru juga sehari.


'' Mas awas ihh '' ucap Selvia yang tak ingin Angga memeluknya.


Angga langsung membalikan tubuh Selvia agar menghadapnya.


'' Sayang mas minta maaf, mas mengaku salah, mas menyesal sayang '' ucap Angga menyesali perbuatannya kemarin.


'' Sayang dengar mas, mas ga sanggup di diamkan sama kamu, mas ga sanggup jauh dari kamu sayang " ucap Angga lagi menatap manik mata sang istri.


" Bukannya mas Angga yang duluan mendiamkan aku " ucap Selvia sinis, ingin menguji seberapa menyesalnya sang suami.


" Iya sayang maafkan mas, jangan diamkan mas seperti ini, kemarin mas benar-benar emosi, mas cemburu melihat kamu di antar oleh Fandi " ucap Angga lagi lagi menyesali telah terbakar emosi kemarin.


" Aku tuh gak suka yah... Mas Angga tuh main emosi seperti kemarin, mas Angga tuh harusnya dengerin dulu penjelasan aku dong, aku tuh udah coba nelpon dan ngirim pesan sama mas, dan asal mas tau aku udah berusaha menolak, aku juga sadar akan posisiku sebagai seorang istri mas, tapi aku pikir lagi kasihan Safira, dia udah kelelahan bila harus menunggu " ucap Selvia emosi mengingat Angga asal memarahinya kemarin.


" Iya Maafkan mas sayang, mas janji tidak akan mengulanginya lagi " ucap Angga memegang kedua tangan Selvia.


" Udah lepass mas, tangan ku sakitt " ucap Selvia ingin melepas tangan nya dari genggaman Angga.


" Maafkan mas dulu sayang, baru mas akan lepaskan, mas benar benar tersiksa kalau kamu masih belum memaafkan mas " ucap Angga terus menggenggam kedua telapak tangan Selvia.


" Ya sudah Iya aku maafkan, sekarang lepas tangan ku sakit mas " ucap selvia sinis


Setelah tangan nya di lepaskan Angga, Selvia berjalan ingin keluar kamar meninggalkan Angga ingin pergi ke kamar Safhira namun belum sampai pintu Angga langsung menahan Selvia dan menggendong membawa tubuhnya ke tempat tidur king size mewah mereka.


" Isshh mas ngapain sihh, aku mau lihat Fhira ke kamarnya takutnya terbangun " ucap Selvia kaget tiba tiba Angga menggendongnya dan langsung mengungkungnya.


" Mas sudah menyuruh bi Minah untuk menunggu Safhira takut terbangun" ucap Angga.


" Ya udah aku mau ke dapur dulu kalau begitu " Ucap Selvia beralasan


" Sayang dengar mas dulu, asal kamu tau, mas dari tadi pagi tersiksa menahan hasrat mas dengan susah payah tak bisa berkonsentrasi saat di kantor, semenjak melihat tubuh basahmu bermain di kolam bersama Safhira tadi, melihatmu basah begitu membuat junior mas bereaksi sayang " ucap Angga sembari menatap manik mata Sang istri di bawah kungkungannya.


" Di tambah melihat mu sekarang memakai drees santai seperti sekarang, membuat ia makin menegang sayang" ucap Angga lagi


" Rasakeun makana tong sok emosi te pararuguh nyieun ambek jeng keseul pamajikan tungtungna sangsara sorangan " batin Selvia tersenyum

__ADS_1


( Rasain makanya jangan suka emosi ga jelas bikin marah sama kesel istri akhirnya sengsara sendiri)


" Sayang mohon layani mas sebentar, mas sudah tak tahan " ucap Angga yang kalut menahan hasratnya sedangkan yang di kungkungnya malah cuek diam saja.


Angga tak berani melakukanya sebelum mendapat ijin dari sang istri, yang ada nanti istrinya makin marah dan kesal padanya kalau ia main langsug melakukannya.


" Sayang boleh ya please mas sudah ga kuatt " ucap Angga lagi memelas pada sang istri.


Selvia yang sedang menertawakan sang suami dalam hati, lama lama tak tega melihat sang suami yang tengah menahan hasratnya, dan ia ingat akan dosa bila menolak keinginan sang suami di atas ranjang.


" Ya sudah hanya sebentar ya mas janji? takutnya Fhira bangun mencariku nanti" ucap Selvia yang akhirnya memberi ijin pada sang suami.


" Iya sayang" jawab Angga tersenyum.


Angga langsung turun dari tempat tidur mengunci pintu kamar mereka sekaligus membuka jas, kemeja dan celana serta boxernya membuangnya ke sembarang tempat.


Selvia tersenyum walaupun di landa hasrat yang membara Angga masih tetap mengutamakan keamanan mengunci pintu kamar mereka.


Angga yang sudah polos kembali menaiki tempat tidur ia langsung membuka dress sang istri dengan pelan.


Tak berselang lama pergulatan panas di siang hari di mulai.


Mereka saling mengerang merasakan kenikmatan yang tiada tara apalagi Angga merasa plong hasratnya yang sedari pagi ia tahan berakhir juga di ranjang membuat juniornya senang tenggelam sempurna di sarang favoritnya.


Dan janji Angga yang bilang hanya sebentar lagi lagi di langgarnya.


Angga tak mungkin akan puas melakukannya sebentar ia begitu candu dengan kemolekan tubuh sang istri.


Angga terus menerus membuat istri mungilnya mengerang nikmat karena permainannya yang membuatnya terus menerus merasakan pelepasan nya.


Setelah 2 jam lebih mereka melakukannya Angga sampai juga pada puncak pelepasannya.


Angga menyemburkan benih nya ke dalam rahim sang istri.


Angga menjatuhkan tubuh penuh keringatnya di samping tubuh polos sang istri yang juga sama banjir keringat padahal AC kamar mereka begitu dingin sekali.


" Sayang terima kasih sudah mau melayani mas, mas puas sekali sayang " ucap Angga setelah mencium kening sang istri.


Bahu lebar Angga membawa tubuh polos sang istri dalam dekapannya.

__ADS_1


Dan membawanya bersama ke alam mimpi, Mereka terlelap tidur saling berpelukan dengan tubuh polos mereka yang di landa kelelahan.


Β 


Di kamar atas Safhira terbangun, untung ada bi Minah langsung mengajaknya bermain boneka kesayangan Safhira.


Kalau tak di ajak bermain bisa bisa Safhira mencari sang mommy yang sedang bergulat panas dengan sang papa.


Sore hari menjelang dua insan di dalam kamar belum juga terbangun dari tidur lelapnya mungkin karena kelelahan sekali membuat mereka pulas sekali tidurnya.


Bi minah sudah memandikan dan mendandani Safhira.


'' Non fhira sudah cantik sekarang saatnya makan sore '' ucap Bi minah.


" Bi fhira mau di suapin sama mommy aja" ucap Safhira


" Ya sudah ayo kita turun ke bawah non, biar mommy non Fhira yang menyuapi okeee"ucap bi Minah


" Okee bi " jawab Safhira


Saat Safhira dan bi minah tiba di bawah tak ada tanda tanda ada Selvia.


" Non sepertinya mommy non Fhira masih di kamar " ucap bi minah memberitahu.


" Iya fhira akan panggilkan, pasti mommy di kamar bi" jawab Safhira.


Safhira mengetuk kamar sang mommy, Safhira tak tau kalau sang papa sudah pulang dan berada di kamar bersama sang mommy.


" Non di suapin bibi aja makannya, sepertinya mommy via tidur " ucap bi minah karena ketukan Safhira tak ada yang menyahut.


" Ya udah deh bi, bibi saja yang suapin Fhira, Fhira sudah lapar kasian mommy sepertinya masih tidur kelelahan udah menemani Fhira tadi main di kolam renang" cerocos Safhira


Bi minah tersenyum mendengar kepintaaran anak Enam tahun di depannya yang begitu menggemaskan.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Readers udah dulu yahhhh semoga kaliannn suka dengan update an hari inii.


Selalu jaga kesehatan readers stay safe and healthy.

__ADS_1


__ADS_2