Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 29


__ADS_3

Di perjalanan Safhira berceloteh dan banyak bertanya tentang kota Bandung, sampai di tengah perjalanan Safhira tertidur karena lelah terus menerus bercerita dan bertanya tentang kota kelahiran Selvia.


Angga fokus menyetir sedangkan Selvia memainkan ponsel karena banyak pesan masuk, dengan tangannya mendekap Safhira yang tertidur pulas.


Angga yang iseng mencoba menaruh tangan kirinya di paha Selvia, sontak Selvia kaget bukan kepalang dan hampir saja ponselnya jatuh dari genggaman nya.


'' Astagafirulloh mas Angga bikin kaget saja'' ucap Selvia, sembari membenarkan posisi Safhira.


''Habis dari tadi kamu itu mainin ponsel terus'' ucap Angga cuek.


''Aku lagi balas pesan mba Anggita mas, tadi nanyain gimana orang tuaku sudah memberi restu atau belum'' ucap Selvia cemberut karna kesal Angga selalu mengagetkannya.


''Ya sudah jangan cemberut gitu, nanti cantiknya hilang'' goda Angga melirik Selvia dan kembali fokus menyetir.


''iishh abisnya sebel banget, mas Angga itu udah aku bilang kita itu belum muhrim, makanya jangan pegang pegang aku terus'' ucap Selvia pura pura marah.


''Iya.. iya maafkan aku via'' ucap Angga lagi takut Selvia benar benar marah.


Selvia mendiamkan Angga, dan akhirnya Selvia tertidur karena lelah, Angga merasa begitu bahagia melihat dua Wanita di sampingnya yang tengah tertidur dengan pulasnya.


Angga juga senang ia dan Selvia sekarang semakin dekat dan sudah mulai saling menerima satu sama lain, Angga bangga pada Selvia, Selvia begitu berbeda dengan perempuan lain yang senang di goda dan di sentuh pria.


Apalagi kalau mengingat sekretaris nya di kantor yang ganjen selalu memamerkan ke kemolekan tubuhnya di depan setiap pria dan itu membuat Angga ilfil.


Angga menepikan mobilnya di rest area untuk mengisi bahan bakar dan sekalian ke toilet, karna Angga sedari tadi menahan gejolak setelah memegang Selvia.


Maklum sudah menduda lima tahun lebih, jadi pas dekat dengan perempuan langsung bereaksi.

__ADS_1


Selvia terbangun saat mobil Angga berhenti terparkir karena ingin sekalian ke toilet.


'' Aduh... maaf jadi membangunkan mu via, saya ingin ke toilet sebentar, ada yang tertahan di sini'' ucap Angga menunjuk kepemilikannya di bawah sana, sontak membuat Selvia membelalakan matanya.


''Iishhh apaan sih mas'' ucap Selvia menghindari tak mau menatap yang di tunjuk Angga.


''Tunggu sebentar yya'' ucap Angga lagi dan pergi menuju toilet.


'' Mas Angga..menduda terlalu lama jadinya begitu'' batin Selvia tertawa.


Selvia merutuki apa yang Angga lakukan tadi, tak seharusnga Angga berlaku seperti itu, untung Safhira tidur kalau tidak, bisa ternodai pikiran Safhira seperti yang di rasakan Selvia sekarang.


Setelah cukup lama Angga datang dari toilet, ternyata Angga mampir dulu untuk membeli minuman bubble tea, untuknya, Selvia dan satu milk shake strawbery untuk Safhira.


'' Maaf lama yah, saya tadi mampir beli ini dulu, panas banget pengen yang dingin dingin'' ucap Angga sembari masuk ke dalam mobil.


''Makasih yah, mas '' ucap Selvia tersenyum.


'' Iya sama sama sayang'' ucap Angga keceplosan sembari membalas tersenyum pada Selvia.


''Iisshhhh...gombaaall terussd'' balas Selvia.


''Siapa yang gombal, wajar donk sama calon istri memanggil sayang'' ucap Angga lagi sambil mensedot bubble tea miliknya.


'' Iya sih, tapi aku kan jadi istri mas Angga hanya untuk melengkapi Safhira iya kan mas, hanya menjadi ibu sambung Safhira seperti yang mas Angga bilang'' ucap Selvia mendelik pada Angga, mengingat permintaan Angga padanya tempo hari.


Selvia ingin menguji Angga, apa Angga sekarang sudah mencintainya atau belum, apa akan menerima Selvia, menjadi seorang istri sesungguhnya atau tidak, karena Selvia masih mengingat permintaan Angga padanya hanya untuk menjadi ibu sambung Safhira.

__ADS_1


Angga kaget dan merasa sakit hati mendengar ucapan Selvia, ternyata Selvia masih menganggap dirinya hanya membutuhkannya hanya untuk menjadi ibu sambung Safhira saja.


Padahal Sekarang Angga akui, bahwa separuh hatinya sudah tertambat pada Selvia, walaupun masih sedikit menyimpan rasa untuk alm Dita istrinya.


''Kenapa kamu bicara begitu via'' tanya Angga.


''Aku bicara yang sebenarnya mas, via gak mau membuat perasaan via semakin terperosok jauh menginginkan mas Angga, apalagi kalau mas Angga terus bersikap manis seperti ini.


Sedangkan hati mas Angga hanya menganggap via sebatas ibu sambung Safhira saja, yang ada nanti via sakit hati, jadi aku minta mas Angga kalau tidak di depan orang, tidak usah perhatian dan gombal sama via mas.


Nanti takutnya via berharap lebih sama mas Angga, sedangkan mas Angga tidak'' ucap Selvia panjang lebar Sembari menunduk.


''Kamu jangan bicara lagi seperti itu via, aku akan belajar menerima kamu dalam pernikahan ini dan asal kamu tau, aku tidak akan mempermainkan pernikahan ini, walaupun separuh hatiku masih untuk alm Dita istriku. tolong bantu aku via, aku hanya masih merasa bersalah atas meninggalnya istriku, namun sekarang aku akan terus belajar menerima mu via, Karena aku sadar sekarang, aku merasa tidak suka dan cemburu bila kamu bersama pria lain'' ucap Angga berkaca kaca, merasa campur aduk, antara merasa bersalah pada Alm Dita dan tak mau kehilangan Selvia.


Selvia tertegun mendengarnya, ternyata pria yang dulu terlihat angkuh dan dingin, ternyata menyimpan kesedihan atas rasa bersalah nya.


Selvia juga di buat bengong saat Angga bilang merasa tidak suka dan Cemburu apabila Selvia di dekati pria lain.


'' Iisshh mas Angga lagi lagi bikin aku baper'' batin Selvia tersenyum miris antara percaya atau tidak.


Selvia mengelus punggung Angga, agar Angga sedikit tenang mengingat perjalanan masih cukup jauh sampai jakarta, Angga tersenyum dengan apa yang dilakukan Selvia, dan merasa lebih baik setelah mengeluarkan isi hatinya.


''Terima kasih via, aku tidak apa apa, sekarang kita lanjutkan perjalanannya, aku lupa tanya apa kamu mau ke toilet dulu via'' ucap Angga setelah sedikit tenang dan via yang di tanya mengelengkan kepalanya, karena merasa belum perlu ke toilet.


**terus beri dukungan buat author ya para pembaca, maafkan bila masih banyak kekurangan. maklum ini karya author yang pertama...


selalu stay healthy semua**...

__ADS_1


__ADS_2