Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 4


__ADS_3

Di sebuah kamar kost yang sederhana, baru saja Selvia terbangun dari tidurnya, setelah mendengar jam Alarm miliknya yang berbunyi tepat pukul 05.00 subuh.


Selvia bangun dan langsung ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, untuk segera melaksankan solat subuh, setelah solat ia langsung ke dapur untuk membuat sarapan, ia hanya membuat roti beserta susu yang tersisa di dapur mininya, karena walaupun kostan kecil tapi di dalamnya sudah lengkap dengan dapur dan kamar mandi.


Sedangkan di rumah Angga sedang terjadi drama besar di pagi ini. Betapa tidak seperti yang di perkirakan Angga semalam, sang putri pasti mencari sosok tante cantiknya itu.


''Aku mau sama tante cantik mandinya... bukan sama bibi'' teriak Safhira di kamarnya di lantai dua.


Angga hanya pura pura tidak mendengar, karena kalau ia mendekat pasti drama semakin berlanjut karena akhirnya Angga akan emosi dan Safhira akan marah tidak mau sekolah.


Tak terasa sudah pukul 07.00 dan Safhira belum turun juga dari kamarnya, Angga mau tak mau harus menyusulnya, karena takut Safhira akan telat ke sekolah.


Walaupun sekolah TK, Angga ingin sang putri disiplin dalam tepat waktu sejak dini.


'' Safhira ayo, sudah mau terlambat '' panggil Angga saat masuk ke kamar Safhira dan mendapati Safhira masih tiduran dan sang pengasuh sedang memelas membujuk Safhira agar mau di mandikan.


''Fhira gak mau.. kalau mandi sama bibi, maunya sama tante cantik'' jawab Safhira cemberut pada Angga.


Angga berusaha menahan emosi, Angga menyerah kalau tidak ia bisa emosi.


Angga langsung menelpon Anggita sang adik, untuk meminta solusi agar Safhira mau di mandikan dan segera ke sekolah.


πŸ“ž


''Hallo kak'' ucap Anggita saat sudah terhubung


πŸ“ž


''Anggita, Kakak bingung Safhira tak mau di mandikan, ia hanya mau di mandikan sama itu karyawan kamu, itu membuat aku sangat pusing sekali, sedangkan ini udah hampir 07.30 sedangkan Safhira masuk kelas pukul 08.00'' ucap Angga prustasi.


πŸ“ž

__ADS_1


'' Ya sudah kak tenang dulu, ini aku berikan no telpon Selvia, biar kakak telpon Selvia untuk membujuk fhira kak, biar gita kabari Selvia dulu, kalau kakak akan menelpon karena urusan fhira, oke'' ujar Anggita dan telpon pun terputus karena Anggita sedang dalam perjalanan menuju cafe miliknya.


Angga sempat ragu untuk menghubungi Selvia, setelah ia mendapatkan nomor ponsel Selvia yang dikirim dari Anggita.


Namun demi sang putri cantikanya, Angga menyampingkan egonya dan segera menelpon Selvia.


πŸ“ž


''Hallo Assalamualaikum... ini dengan siapa'' ucap Selvia saat ia mengangkat panggilan di ponselnya dan di lihatnya nomor yang Selvia tidak kenal.


πŸ“ž


''Iya Wa'alaikum salam, ini saya Angga kakak Anggita, saya mau meminta tolong sama kamu untuk membujuk Safhira putri saya, agar mau segera mandi takut telat ke sekolah, dari tadi Fhira tidak mau mandi sama pengasuh ataupun oleh saya, Fhira maunya hanya sama kamu, tolong bujuk Safhira agar mau mandi'' ucap Angga to the point berusaha menekan egonya meminta tolong pada Selvia.


(Hawa kekuasaaan di mulai, mau tak mau yang namanya bawahan harus menurut.. yah walaupun bukan bosnya tapi itu perintah bosnya)


'' Iiishh tumben pisan, ieu aya sopan santun na'' ucap Selvia dalam hati, mendengar Seorang CEO yang angkuh sekarang jadi punya sopan santun meminta tolong padanya.


πŸ“ž


''Oh pak Angga, papa Safhira ya, iya kalau gitu tolong di berikan ponselnya pada Safhira biar saya beri pengertian pada nya pak, tadi mbak Anggita sudah mengabari saya juga untuk membujuk Safhira'' ucap Selvia.


Angga langsung memberikan telponnya yang masih tersambung pada Safhira.


πŸ“ž


''Safhira...ini tante cantiknya mau bicara'' kata Angga membuat yang di seberang telepon langsung menclossss di buatnya.


(Apa orang yang kemarin sama sekali tidak beratitude sekarang bilang tante cantikk)


'' Hah ini beneran suara tante cantik, tante cantik...tante cantik fhira mau mandi sama tante cantik dong, biar bisa cantik seperti tante cantik'' ucap Safhira cempreng antusias, sampai Selvia di seberang telepon menjauhkan telepon nya dan memilih mode Loudspeaker.

__ADS_1


(Aduh ieu budak ges bisa ngagombal jauh jeng bapakna judes pisaan)


(aduh ini anak udah bisa ngegombal jauh sama papa nya jutek banget) batin Selvia di balik telepon.


πŸ“ž


''Oke anak cantik...Fhira anak pintar kesayangan semua orang, nanti kapan kapan tante akan mandikan Fhira, tapi sekarang tidak memungkinkan jadi sekarang fhira mandi dulu bersama bibi pengasuh di rumah yah'' pinta Selvia lembut membujuk Safhira.


πŸ“ž


''Tapi tante cantik janji yah, gak bohong, nanti mau mandiin Fhira'' jawab Safhira antusias senang.


πŸ“ž


''Iya tante janji anak manis, jadi sekarang fhira segera mandi bersama bibi yah, nanti takut terlambat ke sekolahnya'' pinta Selvia lagi agar Safhira mau segera mandi.;


πŸ“ž


''Oke siap, tante cantik'' jawab Safhira langsung bersemangat.


πŸ“ž


''Ya sudah... telponnya sudah dulu, tante via harus segera bekerja, nanti kita bertemu lagi, oke fhira hebat, dadah fhira, assalamualaikum'' ucap Selvia dan di angguki fhira di balik telponnya.


Angga meraih telepon yang di pegang Safhira dan bernafas lega, drama pagi ini sudah berakhir.


Dan Safhira pun mau di mandikan oleh bibi pengasuh dan berangkat ke sekolah dengan Angga setelah mendapat bujukan dari Selvia.


πŸ’Ÿ


Maafkan bila masih banyak kekurangan para Pembaca.

__ADS_1


mohon di maklum ini karya pertama author.


__ADS_2