Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 98


__ADS_3

Readers mari kita lanjutkan kembali, Author ucapkan terima kasih banyak atas dukungannya.


πŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’š


Dito menjalankan mobil nya menuju kantor atas perintah Angga.


'' Kita ke kantor dulu dit, ada yang ingin aku ambil di sana'' suruh Angga pada Asistennya.


'' Baik pak'' jawab Dito.


Setelah menempuh tiga puluh menit mereka sampai di depan Gedung Dirgantara Group.


'' Dit tunggu di sini saja, saya hanya sebentar'' suruh Angga


'' Siap pak'' ucap Dito cepat karena Angga langsung keluar dari mobil berjalan menuju lobby Gedung.


Angga langsung memasuki lift yang kosong karena kantor libur, hanya ada beberapa teknisi dan OB yang berlalu lalang mengecheek dan membersihkan gedung.


Keluar dari lift Angga langsung berjalan menuju ruangannya, Angga mengingat jelas kalau Disti pernah meninggalkan nomor ponselnya, mencatatnya di salah satu majalah di meja Sofa di ruangan Angga namun Angga tidak menggubrisnya.


Angga akan pura pura tertarik pada disti agar bisa menperalat mendekati Disti agar mau buka mulut memberitahu kebusukan orang tuanya, yang pasti Angga akan hati hati dan bermain cantik membujuk Disti agar tidak membuat orang tuanya curiga.


Saat tiba di ruangannya Angga langsung melihat beberapa majalah yang berada di meja sofa di ruangannya.


Dan benar saja di salah satu majalah ada nomor ponsel yang disti tulis.


08109626****


Disti


'' Dasar perempuan murahan dan licik'' gumam Angga setelah mencatat nomor ponsel Disti ke dalam ponselnya.


Sebelum keluar ruangannya Angga langsung mengecheek CCTV yang tersambung ke Apartemennya ingin melihat keberadaan mereka.


Dan dilihatnya Pak suryono tengah minum minum di temani bu Prita sedangkan Disti terlihat ke luar dari Apartemen entah akan kemana.


'' ini saat yang tepat Angga langsung memencet nomor ponsel Disti untuk menelponnya.


Tidak menunggu lama panggilan Angga langsung tersambung.


πŸ“ž ''Hallo ini siapa'' tanya Disti di balik telepon.


πŸ“ž'' Hallo Disti apa kamu mengingat suara ku, aku ingin bertemu denganmu, hanya denganmu saja'' Bujuk Angga.


πŸ“ž'' Apa ini kak Angga, iya ini kak Angga kan kakak iparku'' balas Disti antusias senang di telepon oleh Angga.


πŸ“ž''Iya kamu benar sekali aku kakak iparmu, terus bagaimana dengan tawaranku tadi..'' jawab Angga menggantung karena langsung di sambar oleh Disti.


πŸ“ž'' Aku mau kak... aku mau dimana kita bertemu'' sela Disti yang kelewat senang.


πŸ“ž'' Baik kamu dimana sekarang? aku akan kirim alamatnya melalui pesan padamu, aku tunggu di sana, namun ingat aku hanya ingin bertemu dengan mu saja jangan sampai bapak dan ibu tahu, aku malu nanti apa mereka pikir kakak ipar mengajak adik iparnya diam diam'' ucap Angga memberitahu Disti.


Disti yang kelewat senang tidak menaruh curiga akan di peralat oleh Angga.


πŸ“ž'' Iya kak Angga aku ngerti, aku sekarang lagi mau cari makan tapi karna kak Angga ngajak bertemu makannya nanti saja bareng kak Angga'' Ucap Disti dengan nada manja, membuat Angga sebal mendengarnya.

__ADS_1


πŸ“ž'' Baiklah anak manis kakak tunggu disana, kamu naik taksi saja nanti kakak ganti uangnya'' Balas Angga dan langsung memutus teleponnya.


Angga menghela nafas, ia harus bersiap memulai sekarang agar bisa sesegera mungkin menggiring mereka ke penjara.


Angga mengirimkan alamat Cafe Anggita pada Disti agar memudahkan gerak geriknya, Angga juga langsung menghubungi Anggita untuk menyuruh karyawannya mempersialkan Private room untuk dirinya dan tak lupa Angga menyuruh Untuk memasang CCTV portabel, Angga ingin berjaga jaga takutnya di butuhkan untuk barang bukti.


Anggita yang sedang berada di Ball room Hotel milik Angga mempersiapkan untuk acara Syukuran ulang tahun Dirgantara nanti malam mengiyakan dan mendukung agar rencana sang kakak berhasil.


Setelah selesai Angga langsung turun dari ruangannya menuju lobby, setelah tiba di lobby Angga bergegas berjalan masuk ke mobil Dito yang terparkir tak jauh di depan lobby gedung.


'' Maaf Dit membuatmu menunggu'' ucap Angga saat sudah berada di mobil Dito.


'' Tidak apa apa santai saja pak, kita langsung kemana sekarang'' tanya Dito yang langsung menyalakan mesin mobilnya.


'' Kita langsung ke Cafe Anggita saja, saya sudah menyuruh perempuan itu untuk datang kesana'' titah Angga.


Dito yang sudah mengetahui rencana yang akan di lakukan atasannya pun langsung mejalankan mobilnya ke jalanan ibu kota menuju Cafe Anggita.


'' Baik siap pak'' jawab Dito.


Setelah menempuh perjalanan Dua puluh menit mobil yang di kemudikan Dito sampai di depan Cafe Anggita, Dito langsung memarkirkan mobilnya di parkiran yang cukup luas karena masih pagi jadi masih sepi pengunjung.


Angga langsung keluar dari mobil menuju ke dalam Cafe Anggita.


Saat Angga masuk karyawan Anggita yang sudah di perintah langsung mempersilahkan Angga menuju Private Room yang di pesannya.


Angga langssung memasuki Private room setelah sebelumnya menyuruh Dito agar terus berjaga memberitahu kedatangan Disti.


Tak lama sebuah Taxi yang berlambang burung biru berhenti di depan Cafe Anggita.


Dugaan Dito benar yang turun perempuan yang kemarin sempat datang ke Kantor bersama orang tuanya.


'' Maaf, apa ini dengan nona Disti'' tanya Dito.


'' Ohh ia saya sendiri, memang ada perlu apa ya'' jawab Disti ramah.


'' Perkenalkan Saya Dito asistennya Pak Angga, pak Angga sudah menunggu nona di Private room mari saya antar'' ucap Dito mempersilahkan Disti Untuk mengikutinya menuju Private room.


'' Ohhh baiklah'' jawab Disti.


Di ruang private Angga sudah mempersiapkan semua hal untuk mendukung misinya, hingga terdengar suara ketukan pintu.


'' masuk'' Ucap Angga


'' Pak ini nona Disti sudah datang


'' sini suruh masuk dit'' pinta Angga.


'' Baik pak.


Disti dengan langkah manja dan sedikit centil masuk ke private room.


'' Hallo kak'' Sapa Disti kepada Angga yang dulu ia anggap kakak ipar.


'' Hallo dis sini dudukk'' pinta Angga mengusap gempat duduk di sampingnya.

__ADS_1


'' Makasih kak, maaf jadi menunggu aku tadi kena macet kak'' ucap Disti yang langsung duduk di samping Angga dengan suara sedikit manja membuat Angga muak namun berusaha menahannya demi misinya.


'' Tidak Apa dis, mulai sekarang jangan panggil kakak panggil mas saja lebih enak'' ucap Angga mulai melncarkan rayuan agar bisa memperalat Disti.


'' Ahhh gak mau kak nanti ada yang marah bilang kakak mas Angga'' jawab Disti semakin manja.


'' Gak akan ada yang marah, kamu bebas memnggilku apa saja'' ucap Angga sedikit mendekati Disti yang didekati salah tingkah kesenengan.


'' ihhh mas Angga bisa saja'' balas Disti tersenyum.


'' Dis aku tertarik pada mu untuk menjadi ibu sambung Safhira kamu terlihat lebih cocok apalagi kamu adik Alm Dita ibu kandung Safhira'' ucap Angga terus melancarkan rayuan pada Disti.


'' Ahhh yang benar mas Angga tertarik ya pastinya aku akan lebih cocok jadi ibu safhira mas'' ucap Disti manja sesekali tangan nya meraba raba dada Angga.


'' Shiiitts perempuan murahan'' batin Angga menahan kesal di raba raba dadanya oleh Disti namun Angga berusaha tersenyum demi kelancaran rencananya.


'' Yah Aku yakin dis, tapi aku tak mungkin aku menikahi kamu menjadi istri keduake sedangakan kamu adik kandung Alm Dita apa kata orang dan keluarga ku nanti, asal kamu tahu istriku mengijinkanku berpoligami asal dengan perempuan yang bukan dari keluarga'' ucap Angga menjelaskan.


Disti begitu serius mendengarkan yang di ucap kan Angga hingga Angga bersuara dengan lantangnya.


'' Asal mas Angga tahu saja aku bukan adik kandung Alm dita melainkan sodara mas'' ucap Disti keceplosan membuat Angga senang mendengarnya.


'' Ah yang benar berarti saya bisa segera menikahi kamu Dis'' tanya Angga semakin memepet Disti agar rencananya semakin terliaht alami tidak membuat Disti curiga.


'' Iya kak Aku dan alm Dita beraodara papa ku dan papa alm Dita adik kakak sebenarnya'' ucap Disti menjelaskan


'' Oh begitu terus dimana sekarang orang tua Dita, apa yang akan mereka pikirkan kalau aku menikahi kamu ponakannya sayang'' tanya Angga semakin merayu Disti agar luluh terus menceritakan.


'' Mas Angga gak usah khawatir orang tua Dita sudah meninggal tak akan ada yang berpikir macam macam jadi kita bisa menikah mas'' ucap Disti dengan pedenya.


'' Ohhh Alhmdulillah kalau begitu memang mereka meninggal kapan Dis kok mas tidak tahu'' tanya Angga sembari memegang tangan Disti dengan lembut membuat disti senang di buatnya.


'' mas kata orang tuaku mereka meninggal akibat kecelakan mobil... ya katanya waktu Dita masih bayi dan aku belum lahir kejadiannya'' ucap Disti antusias menjelaskan ia tak menyadari kalau Angga tengah menjebaknya.


'' Ohhh begitu mas menarik sekali mendengarnya, sayang ayo ceritakan kenapa kok bisa kecelakaan seperti itu dan kenapa dita bisa di anggap anak oleh ibu dan bapak?'' tanya Angga lagi sembari membawa tangan Disti yang di genggamnya ke dada nya dan menciumnya lama membuat Disti di atas anngin di manjakan oleh CEO Dirgantara group.


'' Katanya sih bapak sengaja mensabotase mobil papa nya Dita karena katanya papa ku benci pada kakaknya yang semakin sukses sedangkan usaha papa tidak maju '' ucap Disti yang masih tidak sadar menceritakan aib kejahatan orang tuany pada Angga.


Angga yang sedari tadi menahan muak dan kesal karena harus terus berakting menyukai Disti dan masih tak percaya mendengar kenyataan yang di lakukan orang tua Disti yang sengaja mencelakai orang tua Dita yang tak lain mertunya.


'' Dan papa mengangkat Dita menjadi anaknya, di anggapnya menjadi anak kandung agar semua aset orang tuanya bisa dinikmati papa dan mama, dan pintarnya mama dan papa yang bisa meyakinkan polisi kalau kecelakaan itu murni kecelakaan, karena sewaktu polisi datang untuk olah TKP papa sudah duluan membenarkan kendaraan yang papa sabotasi tadi'' ucap Disti lagi dengan santainya.


Angga yang merasa informasi yang di dapatkanya sudah cukup, pura pura ingin ke toilet karena sudah merasa muak berdekatan Dengan Disti.


'' Dis makanlah dulu pasti kamu pasti lapar dan lelah setelah bercerita.. mas ingin ke toilet dulu kebelet karena nervous deket deket orang cantik'' ucap Angga membuat Disti tersenyum senang.


'' Baik mas, aku tunggu biar kita makan bersama'' ucap Disti sembari menyentuh pinggang Angga yang bangkit dari duduknya.


Angga bangkit berjalan keluar dari private room tak lupa mengambil ponselnya yang sudah merekam semua ucapan ucapan Disti.


Tiba di toilet Angga langsung mencuci tangan dna mukanya yang sudah bersentuhan dengan tangan Disti.


Angga juga merapihkan pakaiannya, kalau bisa Angga ingin membuangnya karena merasa jijik bekas di pegang perempuan murahan dan licil namun bodoh seperti Disti.


Dari toilet Angga menelpon polisi agar menangkap orang tua Disti yang berada di apartemennya dan Angga sendiri yang akan membawa Disti ke pihak yang berwajib untuk menyerahkannya.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸


Bersambung dulu....


__ADS_2