
Masih di rumah orang tua Angga.
Setelah selesai makan bersama dan memberi kado, Angga, Anggita, Safhira dan papi agung berkumpul di ruang keluarga, sedangkan Selvia membantu membereskan piring setelah mereka makan, walaupun di sana ada banyak Asisten rumah tangga tapi Selvia tetap keukeuh ingin membantu, Selvia merasa sudah terbiasa mengerjakan nya sendiri, jadi tidak enak kalau di layani.
'' Selvia...sayang... sudah biarkan saja... ada bibi yang membereskan'' ucap mami Anggi melihat Selvia cekatan membereskan meja makan.
'' Gak apa apa tante, via hanya membantu saja'' ucap Selvia tersenyum.
'' Sudah...biar di lanjut sama bibi, kita kumpul di sana saja sayang, yang lain sedang menunggu apalagi Safhira terus mencari cari mommy nya'' ucap mami Anggi tersenyum mengajak Selvia yang juga tersenyum manis pada mami Anggi, Selvia beruntung di pertemukan dengan orang orang baik.
Mereka sudah berkumpul di ruang keluarga, sembari Safhira asyik menonton acara kartun favoritnya di pangkuan Selvia.
'' Kapan kalian akan menikah'' Tanya papi Agung spontan pada Angga dan Selvia, yang di tanya kaget saling menatap, apalagi Selvia yang bingung mau menjawab apa.
Selvia bingung baru belum juga menjawab bersedia, tapi orang tua Angga sudah main menanyakan kapan mereka menikah.
''Angga..mau nya secepatnya pi, lebih cepat lebih baik, tapi kembali lagi pada Selvia maunya kapan, Angga ikut saja'' ucap Angga mantap sembari tatapan nya menatap ke arah Selvia, Angga ingin tau responnya Selvia bagaimana, Angga terus melirik Selvia yang dilirik hanya menunduk saja, karena malu terus di tatap Angga.
''Isshh ini orang enak saja maen ngomong secepatnya aja, aku aja bingung, jawab mau tidaknya juga belum...Aggrhhh'' batin Selvia kesal di tekan pertanyaan seperti itu.
'' Selvia ikut pak Angga saja, tapi sebelum nya via minta waktu dulu buat via beritahu keluarga via di Bandung, ini sangat mendadak sekali, takutnya orang tua saya berpikir yang tidak tidak, karena ini begitu mendadak'' ucap Selvia yang bingung mau menjawab apa dan akhirnya memberanikan diri menjawab spontan itu, karena yang lain menunggu jawaban nya.
Angga tersenyum senang atas jawaban Selvia, berarti Selvia sudah bersedia menjadi ibu sambung Safhira.
(Seenaknya aja bapak duda... maen mengiyakan, padahal Selvia belum memberi jawaban)
'' Bagus deh kalau begitu, sekarang kita tunggu kabar dari semua keluarga Selvia di Bandung, kalau semua sudah merestui mami mohon jangan di tunda tunda, mami akan langsung mengkhitbah Selvia pada keluarga besarnya di Bandung secara langsung '' ucap mami Anggi yang antusias mengingat sudah lima tahun lebih Angga menduda.
Mami Anggi sudah mengetahui perjalanan hidup Selvia dari Anggita yang sudah menceritakan semuanya, Selvia yang lahir dari keluarga sederhana dan menjadi tulang punggung keluarga, membuat ia bangga dengan kegigihan Selvia yang begitu sederhana namun pekerja keras untuk keluarganya.
''Via kamu tenang saja, semua kebutuhan pernikahan akan aku dan mami yang urus'' ucap Anggita kemudian.
'' Makasih banyak yah tante sama mba Anggita'' ucap Selvia berterima kasih atas support keluarga Angga.
Angga Senang melihat Selvia langsung akrab dan dekat dengan sang mami dan keluarga yang lain.
Angga langsung bersuara menanyakan kapan Selvia akan pulang ke Bandung untuk mengabari keluarganya.
'' Sekarang saya mau tanya sama kamu, mau kapan pulang dulu ke Bandung, biar saya temani'' tanya Angga yang tak ingin menunda nunda mengingat Safhira yang sudah tak sabar ingin mempunyai seorang mommy.
''Apa? siapa ? yang mau ke Bandung? mommy via yang ke Bandung? fhira mau ikuuuut dong'' tanya Safhira karena tak mau di tinggal.
__ADS_1
''Iya sayang mommy via mau pulang dulu nanti kesini lagi hanya sebentar kok'' jawab Anggita memberitahu Safhira.
'' Fhira boleh ikut gak, fhira gak mau jauh dari mommy via'' ucap Safhira cemberut.
'' Boleh Sayang, kalau papa Angga mengijinkan mommy akan ajak Fhira ke Bandung '' jawab Selvia dengan lembut.
'' Papa boleh kan fhira ikut mommy ke Bandung'' tanya Safhira spontan pada sang papa.
'' Iya.. boleh sayang'' jawab Angga membuat Safhira tersenyum senang akan ikut ke kampung halaman sang mommy.
Selvia juga ikut tersenyum, melihat sang putri kecilnya yang begitu antusias ingin ikut dengan nya.
'' Insya Allah.. mungkin minggu ini sekalian via mau menghadiri acara kelulusan SMA adik via, via sudah janji akan menghadirinya'' jawab Selvia yang minggu ini akan berniat pulang ke Bandung.
'' Baiklah kalau begitu, biar saya antar kamu pulang ke Bandung'' ucap Angga melirik Selvia.
'' Gak usah pak terima kasih, nanti takutnya orang tua saya berpikir yang tidak tidak, biar via saja dulu sekalian menceritan awal mula semua nya pada orang tua via, agar mereka tidak kaget'' ucap Selvia pelan.
'' Baiklah terserah kamu saja, aku ikut saja baiknya gimana'' ucap Angga memaklumi.
'' Kalau papi sama mami mendoakan yang terbaik untuk semuanya, semoga semua di lancarkan dan ada jalannya, papi yakin kalau jodoh tidak akan kemana'' ucap papi Agung
''Iya Amiin ''jawab semuanya
Setelah acara kumpul keluarga Selesai, Angga pun berniat untuk pamit, mengingat akan mengadakan meeting dengan Fandi.
'' Mami, papi Angga mau pamit, Angga ada janji meeting sama Fandi di cafe Anggita, Angga mau membahas proyek pembangunan Hotel baru Fandi yang di pegang Angga'' ucap Angga yang harus segera pamit.
'' Cepat sekali, baru juga jam berapa Angga masih siang'' ucap sang Mami yang masih ingin berkumpul bersama anak dan cucunya.
'' Iya nanti Angga main lagi ke sini mi, Sekarang papa tanya fhira mau ikut papa atau mau di rumah oma'' tanya Angga pada Safhira yang masih asyik menonton kartun.
'' Mmmau ikut papa ke cafe Aunty saja, tapi sama mommy via juga ya pa, Fhira mau makan es krimm di sana'' jawab Safhira yang langsung di angguki Angga.
'' Oke baiklah sayang'' Jawab Angga tersenyum.
Mereka pun pamit pada orang tua Angga dan langsung menuju cafe Anggita, Anggita pun ikut berangkat ke Cafe dengan mengemudikan mobilnya Sendiri.
'' Pak Angga kok langsung memutuskan, saya kan belum mengiyakan pak'' Selvia sudah tak sabar ingin mengutarkan isi hati sedari tadi.
'' Tidak ada pilihan, orang tua saya sudah berharap seperti itu, apa kamu keberatan? '' Angga yang semula akan menyalakan mobil, sampai tidak jadi mendengar ucapan Selvia, sementar Safhira Anteng menonton Kartun di tabletnya.
__ADS_1
Selvia malas menjawab, ia malah menyuruh Angga agar segera menyalakan mobilnya, tidak enak karena mami Anggi dan papi Agung masih di teras rumah setelah mengantar mereka.
Angga yang sudah merasa senang mendengar jawaban Selvia mengira Selvia sudah bersedia, saat mereka berbincang bersama orang tuanya, sekarang Angga di buat kecewa mendengar ucapan Selvia yang seperti masih setengah hati.
Di cafe anggita
Fandi sudah menunggu dengan asisten Angga Dito di ruang private cafe Anggita, sebelumnya Angga sudah mengabari Fandi dan Dito kalau ia akan sedikit terlambat karena ada urusan keluarga.
Mobil Angga sampai di parkiran cafe Anggita setelah semua turun, Angga langsung menuju Fandi dan Dito di private room, terlihat mobil Anggita sudah terlebih dahulu sampai di sana.
'' Sorry bro telat'' ucap Angga masuk ke ruang private cafe Anggita.
'' Santai bro kita juga baru sampai'' ucap Fandi yang juga belum lama baru sampai.
Sekarang Fandi dan Angga bersahabat baik semenjak mereka melakukan kerja sama.
Mereka pun mulai membahas proyek mereka yang sebentar lagi akan segera di kerjakan.
Sedangkan Safhira ikut ke ruang Anggita, sementara Selvia sedang menemui teman teman nya.
Selvia sudah beberapa hari tidak bekerja dan akan berniat berhenti bekerja karena harus membantu mengurus Safhira, Selvia harus mengabari teman temannya agar tidak berpikir yang tidak tidak karena Selvia mendadak keluar dari Cafe Anggita.
'' Apaaaa... beneran loe mau berenti kerja via'' Tanya Nita teman dekat Selvia.
'' ihhh... jangan keras keras nita malu tau, Iya ceritanya panjang Nit, nanti aku ceritain deh'' ucap Selvia pelan.
''Trus loe mau jadi baby sitternya ponakan mba Anggita gitu, kalau loe udah keluar kerja'' tanya Nita yang tak habis pikir kenapa temannya mau keluar dari pekerjaannya yang sekarang.
'' Ya...bisa di bilang begitu sih'' ucap Selvia asal pada Nita.
'' Jadi loe tinggal bareng pak duda ganteng donk'' kata Nita menggoda pada Selvia.
Belum sempat Selvia menjawab, Mereka berdua di kejutkan dengan suara Safhira.
'' Mommy... lama sekali ambil es krim nya '' ucap Safhira yang sontak membuat Nita kaget mendengar panggilan Safhira pada Selvia, Nita yang mendengar ucapan Safhira kaget di buatnya.
'' Ohh maaf sayang, tadi mommy mengobrol dulu sama tante Nita '' ucap Selvia pelan menghampiri Safhira.
'' Ya sudah mommy ayo, fhira udah gak tahan mau makan es krimnya'' ucap fhira yang langsung di angguki Selvia dan meninggalkan Nita yang mematung kebingungan dengan apa yang di dengar nya.
'' OMG....Sebenarnya ada apa dengan Selvia dan putri pak Angga, kok manggil mommy'' batin Nita bingung.
__ADS_1
ππππ Bersambung dulu, jangan luoa selalu dukung author ya....