Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 49


__ADS_3

Di lanjut lagiiiii


Author ucapkan terima kasih banyak atas dukungannya,, jangan bosen dukung terus Author biar semangat up nya.


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Setelah selesai melakukan sesi foto, dan penyerahan mahar maskawin, juga kotak kotak seserahan.


Angga dan Selvia duduk di kursi pelaminan minimalis yang sudah di sediakan, Selvia sempat bingung karena sebelumnya kursi pelaminan itu tidak ada.


Angga dan Selvia menyalami para tamu undangan, para tamu mengucapkan selamat pada mereka.


Sedangkan Safhira yang semula di gendong Angga karena mengantuk sudah di tidurkan di kamar Selvia.


Selanjutnya para tamu undangan langsung mencicipi berbagai macam hidangan yang sudah di sediakan.


Angga dan Selvia saling canggung duduk berdua di kursi pelaminan, mereka belum saling bicara satu sama lain, mereka berdua hanya saling melirik dan menatap saja karena masih canggung, apalagi Selvia masih merasa malu, karena tadi sempat memarahi Angga gara gara tidak memberitahunya soal akad nikah malam ini.


Padahal di dalam hati mereka masing masing, mereka berdua begitu saling mengagumi satu sama lain, melihat penampilan mereka satu sama lain yang begitu cantik dan tampan.


'' Via... kamu Cantik sekali '' Batin Angga mengagumi kecantikan Selvia.


'' Mas Angga... eemm tampan sekali, pasti orang gak akan menyangka kalau mas Seorang duda dan sudah mempunyai anakk'' Batin Selvia mengagumi ketampanan Angga.


Lama kelamaan Angga yang tak tahan saling diam akhirnya memulai bicara, Angga memulai bicara saat Selvia datang kembali duduk di kursi pelaminan, setelah Selvia membawakan minum dan sepiring makanan untuk Angga.


''Selvia kamu cantik sekali malam ini, kamu benar benar sangat berbeda, apalagi dengan kamu menggunakan hijab'' Ucap Angga memuji kecantikan Selvia.


'' Iiihhh mas Angga berlebihan, aku cantik seperti ini karena polesan MUA, yang mas Angga pilih, terus ini juga berkat baju rancangan Anggita yang membuat tampilan ku berbeda, udah ah mas, gak usah bahas itu, mendingan mas Angga sekarang makan, ini udah aku bawain'' jawab Selvia dengan nada datarnya sembari menyodorkan piring berisi makanan pada Angga.


'' Iya terimakasih via, Saya masih tak menyangka Sekarang kamu sudah sah menjadi istri saya, juga sekaligus ibu untuk Safhira, saya seperti mimpi tak menyangka akan secepat ini Alloh menyatukan kita, saya sangat beruntung sekali bisa mendapatkanmu via'' ucap Angga pada Selvia.


'' Iya mas udah dulu bicaranya, mending sekarang mas Angga makan dulu makanannya, nanti jadi gak enak kalau keburu dingin'' ucap Selvia tak mau menjawab ungkapan hati Angga yang bahagia mendapatkan nya.


'' Kenapa via...kamu masih kesal yah sama saya, terus kamu gak suka dengan semua ini, karena saya persiapkan semua ini tanpa persetujuan kamu'' tanya Angga pada Selvia, karena Selvia cuek tidak merespon ungkapan bahagia Angga telah sah menjadi suami Selvia.


''Sudah lah mas... gak usah bahas lagi itu, percuma aku mau kesel juga, aku gak bisa berbuat apa apa, semuanya sudah terjadi, sekarang tinggal di syukuri dan di jalani saja, aku yakin ini sudah kuasa Alloh buat aku'' jawab Selvia masih dengan wajah datarnya.


''Via... seperti nya kamu gak suka yah dengan semua ini, padahalkan Sama saja, mau ijab kobul sekarang dan minggu depan, kita sama sama akan sah menjadi suami istri'' tanya Angga lagi karena melihat wajah Selvia yang masih saja datar seperti tidak bahagia dengan apa yang sudah terjadi malam ini.


''Bukan begitu mas, aku senang sekali malam ini, malam ini gak akan terlupakan dalam hidupku, di mana ini adalah malam yang sangat bersejarah buat aku, aku harap ini sekali seumur hidupku, sudah lah mas gak usah di bahas terus, mendingan mas Angga sekarang makan, nanti keburu malam gak bagus buat kesehatan'' jawab Selvia berusaha menjawab pertanyaan Angga.


''Kamu sendiri, kenapa gak makan'' tanya Angga memulai makan, makanan yang di bawakan Selvia.


''Aku gak lapar, tadi sore aku sudah makan mas'' jawab Selvia singkat, Selvia kemudian bangkit dari kursi pelaminan, Selvia berniat ingin pergi ke dalam rumah dengan alasan ingin melihat Safhira yang tidur di kamar nya.


''Eeh..eh kamu mau kemana, temani saya makan dulu, nanti kita ke dalam bersama'' pinta Angga saat Selvia akan meninggalkannya.


'' Aku mau lihat Safhira dulu mas, kasihan takut terbangun'' jawab Selvia.


'' Iya nanti sama saya bareng, masa kamu tega tinggalin suami kamu sendirian makan di kursi pelaminan'' ucap Angga ingin menahan Selvia.


'' Iya aku tungguin mas makan'' ucap Selvia datar.


Selvia pun akhirnya menuruti perintah Angga, agar tetap duduk di samping Angga, menunggu Angga makan.

__ADS_1


Tak lama Anggita datang menghampiri mereka, karena tadi Anggita sibuk menerima telpon dari klien, jadi Anggita belum sempat mengucapkan selamat pada Angga dan Selvia.


''Selamat yah.. kak Angga dan kak Via, semoga kalian menjadi keluarga sakinah, mawaddah warohmah dan segera dapat titipan adik untuk Safhira ya hehehe'' ucap Anggita memeluk Selvia, Sedangkan Angga asyik makan sembari menatap Selvia dan Sang adik berbincang.


''Iya sama sama git, semoga kamu Juga segera menyusul'' jawab Selvia tersenyum dan Angga hanya memperhatikan istri dan adiknya itu.


'' iyaaa doakan yah kak, semoga aku ketemu yang cocokk, ehh iya ini gita mau kasih tiket hotel dari papi buat kak Angga dan kak Via menginap malam ini, ini hotel tempat kita tadi cheek- in, katanya papi sudah spesial pesankan kamar ini untuk pasangan pengantin baru heheheh'' ucap Anggita menggoda Selvia dan Angga hanya menyimak karna ia sudah tau mengenai tiket hotel dari papi Agung.


'' Tapi ini sudah malam git, biar menginap di sini saja ya mas'' tanya Selvia pada Angga.


''Iya terserah kamu saja, tapi semua baju saya masih di hotel, kalau kamu gak keberatan kita istirahat di hotel saja malam ini gak enak sama papi kalau kita gak pake tiket hotelnya'' jawab Angga Setelah menyelesaikan makannya.


''Iya juga sih, gak enak sama papi, ya sudah terserah mas Angga deh, via ikut saja'' ucap Selvia terpaksa setuju, karena tak mungkin pengantin baru tidur terpisah dan tidak enak dengan papi Agung mertuanya.


Dari arah kamar Selvia, terdengar suara Safhira menangis cukup kencang memanggil manggil Selvia, Selvia dan Anggita yang mendengar langsung berjalan ke kamar Selvia di mana Safhira tidur.


Waktu sudah menunjukan pukul 22.00, para tamu yang hadir sudah meninggalkan kediaman orang tua Selvia.


Di sana tinggal keluarga Angga dan keluarga besar Selvia yang masih asyik bercengkrama, apalagi papi Agung dan mami Anggi sangat betah merasakan suasana pedesaan di sini, sehingga mereka berniat ingin menginap saja katanya.


Niatan keluarga besan untuk menginap di sambut senang oleh pak Yadi dan bu Sumi.


Pak Yadi dan bu Sumi sangat senang dan bersyukur Selvia mendapatkan jodoh dan mertua yang sangat baik, dan sangat ramah padahal mereka dari keluarga terpandang sedangkan keluarga Selvia hanya orang biasa.


Angga pun ikut bercengkrama dengan semua keluarga, karena di tinggal Selvia ke kamarnya untuk melihat Safhira yang terbangun.


Angga sebenarnya ingin menyusul Selvia ke kamar nya, namun merasa tak enak karena di sana juga ada Anggita yang ikut menyusul Selvia.


''Ini pengantin baru kok masih di sini saja, papi kira sudah ke hotel, papi kan sudah pesankan kamar untuk kalian '' tanya Papi Agung saat menyadari Angga sang putra ada di sana.


''Papi sama mawmi mu masih betah di sini ga, nanti saja kami menyusul ke hotel'' jawab sang Papi.


Tak lama Anggita dan Selvia datang, Selvia menggendong Safhira yang merajuk karena bangun dari tidur tidak ada orang di sampingnya, Selvia dan Anggita berjalan menuju keluarga besar mereka, yang masih Asyik berkumpul, Selvia dan Anggita pun pamit untuk bermalam di hotel.


Setelah pamit, mereka pun akhirnya berangkat menuju hotel, mereka di antar pak mardi supir pribadi Angga.


Anggita sengaja duduk di depan di samping pak mardi, agar Selvia dan Angga juga Safhira duduk bersama di kursi belakang.


Selama di perjalanan Angga terus saja menatap intens ke arah sewlvia, namun Selvia yang di tatap, pura pura tak melihat malah terus mengajak ngobrol Safhira di pangkuannya.


Setelah menempuh waktu 20 menit mereka Akhirnya sampai di hotel.


Anggita keluar duluan dari mobil, Anggita bergegas menuju meja resepsionis untuk menukar tiket hotel, agar Angga dan Selvia bisa langsung menuju kamar mereka.


''Kak.. ini nomor kamar nya, yang ada di belakang itu kartu akses nya'' ucap Anggita pada Selvia, karena Angga sedang menggendong Safhira.


Setelah selesai Anggita memberikan kartu akses kamar hotel pada Selvia, Anggita berinisiatif mengajak Safhira untuk tidur bersamanya.


Namun saat di ajak oleh Anggita, Safhira menangis tidak mau, karena ingin tidur bersama Selvia.


Anggita mencoba kembali merayunya, namun tak mempan, Safhira keukeuh ingin tidur bersama Selvia.


''Fhira mau tidur nya sama mommy, fhira kangen sama mommy'' ucap Safhira di gendongan Angga.


''Sudah git biarin, fhira biar tidur sama aku dan mas Angga, kasihan dari pada nanti terus menangis, toh aku juga kangen sudah dua hari tidak bertemu Safhira'' ucap Selvia yang juga tak mau berpisah dari Safhira, Apalagi malam ini ia akan satu tempat tidur dengan Angga.

__ADS_1


''Okee baiklah...semoga Safhira tak mengganggu malam pengantin kalian'' ucap Anggita pelan agar tak di dengar oleh Safhira, dan Anggita pamit duluan masuk ke kamar hotel nya, saat mereka sudah sampai di lantai di mana letak kamar mereka Cheek in tadi pagi.


Angga mengajak Selvia mampir dulu, ke kamar hotel Angga sebelumnya, untuk mengambil baju Angga dan juga kebutuhan Safhira, setelah itu mereka langsung memasuki lift kembali karena kamar yang di pesan papi Agung berbeda lantai dengan kamar hotel Angga sebelumnya.


Mereka keluar dari lift, saat mereka sampai di lantai yang kini berada kamar pengantin mereka yang di pesan papi Agung.


Angga membuka kunci akses nya, Setelah terbuka mereka masuk ke dalam kamar pengantin, yang ternyata sudah di hiasi bunga mawar merah dan dua handuk yang di bentuk Angsa, di tambah banyak balon yang berterbangan di langit langit kamar tepat di atas tempat tidur dengan bertuliskan HAPPY WEEDING DAY.


Selvia bengong, sekaligus kagum menatap kamar pengantin yang di pesan papi mertuanya, begitu indah dihiasi dengan bunga mawar merah yang segar di tambah lebar dan luas kamar hotel yang papi Agung pesan, membuat Selvia takjub karena kamar hotelnya begitu luas dan lengkap seperti Apartement.


Angga tersenyum sinis, begitu melihat kamar yang di pesan sang papi saat menaruh Safhira di tempat tidur, tapi apa mau di kata malam pengantinnya tidak akan semulus seperti yang di bayangkan Angga, karena kehadiran sang putri Safhira yang ikut tidur dengan nya dan Selvia, membuat Angga tak akan bisa berbuat apa apa.


Angga menghela nafas dan menghembuskan nya, saat Angga berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri agar lebih segar.


''Kenapa mas, lelah sekali yah'' tanya Selvia mendengar helaan nafas Angga.


''Tidak via, saya tidak apa apa yang ada saya malam ini sangat bersemangat sekali, karena malam ini saya akan satu ranjang dengan mu'' goda Angga pada Selvia.


Selvia tersenyum malu langsung menghindar menuju Safhira yang sedang duduk di atas tempat tidur, Safhira tengah antusias melihat balon balon yang terbang di langit langit kamar.


''Mommy... fhira mau balonnya'' pinta Safhira saat Selvia mendekatinya.


''Iya sayang, nanti mommy minta ambilin sama papa, sekarang papa sedang mandi dulu'' jawab Selvia menduduki badannya di kasur dimana Safhira bermain


''Sekarang... Safhira sambil menunggu papa mengambilkan balon mending nonton di youtube do'a do'a pendek sehari hari, sini mommy carikan''ucap Selvia.


''Okkee mommy'' jawab Safhira yang langsung mencari posisi ternyamannya untuk menonton.


Setelah lima belas menit Angga keluar dari kamar mandi, Angga keluar dengan hanya menggunakan handuk di pinggang nya di tambah dengan rambut yang masih basah masih meneteskan air, juga memperlihatkan dada bidang dan bahu lebarnya.


''aaaaaa maaas, kenapa gak pake baju sih'' teriak Selvia saat melihat Angga yang hanya memakai handuk saja.


Untung saja teriakan Selvia, tak terdengar oleh Safhira yang sedang asyik mengikuti bernyanyi do'a do'a di Ipad ke sayangannya.


''Kamu kenapa Selvia, bikin saya kaget saja, memangnya kenapa saya hanya memakai handuk saja, toh kita sudah resmi menjadi suami istri jadi tidak apa apa'' ucap Angga sambil mengeringkan rambutnya yang basah.


''iiiya sih mas.. tapi, via kan belum terbiasa jadi kaget saat melihat mas Angga gak pakai pakaian '' ucap Selvia gugup melihat Angga yang bertelanjang dada di depan matanya, ini adalah untuk pertama kalinya.


Sesaat membuat Selvia menelan salivanya dengan susah payah melihat Angga bertelanjang dada.


'' Via... mulai dari sekarang kamu sudah harus terbiasa, melihatku seperti ini, yang kamu lihat ini semua sudah jadi milikmu jadi tidak membuat dosa yang ada kamu mendapat pahala'' ucap Angga menggoda Selvia, Selvia yang di goda malah lari menuju kamar mandi untuk menghindari godaan Angga.


Selvia membersihkan diri, dari semua perintilan baju kebaya pengantin dan make up nya.


Setelah di kamar mandi, Selvi membuka pintu kamar mandi untuk memanggil Angga, Selvia lupa mau minta tolong pada Angga, agar mengambilkan Balon untuk Safhira.


'' Mas.. mas Angga'' teriak Selvia dari kamar mandi.


'' Iya ada apa via, kenapa kamu perlu bantuan'' jawab Angga saat menghampiri Selvia.


''iishhh mas Angga kok belum pakai baju, cepat pakai baju, sekalian via mau minta tolong, tolong ambilkan balon di langit langit kamar untuk Safhira, tadi Safhira minta'' teriak Selvia dari dalam kamar mandi karena Selvia tak mau melihat Angga yang masih bertelanjang dada Karen masih mengeringkan rambutnya yang basah.


''Iya siap nyonya Angga dirgantara'' balas Angga sedikit berteriak, sontak membuat pipi Selvia yang tengah di kamar mandi memerah karena panggilan Angga tadi.


.... bersambung duluuuu yah

__ADS_1


besokk di lanjut lagiii.....


__ADS_2