
Di lanjut lagi, terima kasih banyak buat readers yang selalu menyempatkan like dan coment.
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Setelah selesai makan malam Angga berjalan ke ruang tv sedangkan sang istri membantu bi Minah membersihkan meja makan, Angga tersenyum melihat begitu sederhananya sang istri yang selalu mengerjakan pekerjaan rumah sendiri selama ia masih sanggup melakukannya walaupun ada bi Minah yang selalu stanby membantunya selvia tak semena mena menyuruhnya selama ia masih sanggup mengerjakannya.
Saat sudah selesai membereskan meja makan setelah mecuci tangan Selvia menghampiri sang suami yang tengah duduk di sofa ruang Tv.
Menyadari kehadiran sang istri Angga langsung mengajak sang istri untuk menemaninya menonton di ruang tv.
'' Sini sayang temani mas menonton tv'' Ucap Angga mengajak sang istri duduk di sampingnya.
'' Iya mas.. hari ini aku merasa lelah sekali padahal ga ngerjain apa apa hanya menjemput Safhira dan mampir ke kantor mas'' ucap Selvia yang mendudukan tubuhnya di samping Angga.
'' Sabar sayang mungkin bawaan dede di dalam perut jadinya begitu atau biar lebih tenang kita bisa memeriksanya besok sayang'' ucap Angga sembari mengelus lembut perut sang istri.
'' Iya mungkin gitu mas, aku juga udah googling memang rata rata kehamilan di trimester pertama kebanyakan keluhannya seperti itu, jadi ga usah periksa dulu baru minggu kemarin kita periksa, terus besok malamkan Acara Syukuran Dirgantara Group pasti mas akan sibuk besok untuk mengecheek kesiapannya'' ucap Selvia tersenyum pada sang suami juga di balas senyum kembali oleh sang suami.
'' Iya sayang kamu benar, mas juga mau memberi tahu kalau besok mas ada banyak Agenda kegiatan Sebelum Acara Syukuran Dirgantara Group mungkin pagi pagi sekali mas akan pergi menyelesaikannya sebelum malam'' ucap Angga tersenyum
Selvia yang merasa lelah duduk nyaman bersandar ke dada bidang sang suami, akhir akhir ini Selvia sering melasa lelah walaupun tidak merasa cape mungkin faktor kehamilannya di trimester pertama yang masih merasa mual muntah di pagi hari.
Selvia begitu menikmati tontonan reality show yang ia tonton namun berbeda dengan sang suami yang fokus memikirkan solusi untuk masalahnya besok, tangan kiri Angga mengelus perut mungil sang istri yang sudah mulai sedikit membuncit sedangkan tangan kanan Angga fokus memegang ponselnya untuk berkirim pesan dengan Asistennya Dito.
Angga benar benar di buat pusing dan bingung, pikirannya begitu terkuras dengan masalah kebusukan keluarga pak Suryono dan persiapan besok malam Untuk Syukuran ulang tahun Dirgantara Group.
Angga benar benar frustasi di buatnya, namun Angga akan memprioritaskan membereskan keluarga pak Suryono yang mempunyai niat licik karena ini menyangkut keselamatan Safhira dan Sang istri Selvia yang tengah mengandung.
Kata kata bu Prita di rekaman CCTV yang akan melenyapkan Selvia agar anaknya Disti bisa menggantikan posisi menjadi istrinya dan mereka begitu berambisi merebut Safhira agar bisa di tukar dengan harta begitu terngiang ngiang didalam kepala Angga.
Angga besok pagi akan mengatur strategi rencana untuk mencari tambahan bukti bukti kuat agar bisa langsung menjebloskan keluarga pak Suryono ke dalam jeruji besi.
Angga sudah memberi pesan pada Dito Asistennya agar menemaninya besok untuk melancarkan rencananya.
Angga tak mau gegabah karena menyangkut keselamatan keluarganya dan ia pun tak mau sampai istri kesayangannya sampai tahu semua permasalahannya mengenai Keluarga Alm Dita.
Namun Pikiran Angga langsung terbesit mengingat mimpi Selvia yang beberapa hari lalu yang bermimpi di ingatkan oleh Alm Dita Agar menjaga dirinya dan Safhira.
''Dit ternyata di alam sana kamu masih memperhatikan kami dengan cara mengingatkan istriku Selvia untuk menjaga kami'' batin Angga terenyuh mengingatnya.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 21.00 Selvia yang merasa mengantuk mengajak sang suami untuk masuk ke kamar untuk istirhat, namun sebelum tidur mereka menyempatkan solat isya bersama terlebih dahulu, setelah selesai solat Angga sempat berdoa mereka beranjak ke tempat tidur untuk mengistirahatkan tubuh mereka.
Setelah merebahkan tubuh mereka di tempat tidur, Angga menyempatkan bercengkrama dengan janin yang berada di dalam perut sang istri.
Angga melantunkan beberapa do'a do'a dan surah pendek Al-qur'an di perut sang istri hingga janin di dalam perut Sang istri pun berdenyut merespon setelah mendengar lantunan yang di lantunkan Angga.
Selvia meneteskan air mata terharu dengan apa yang di lakukan sang suami.
'' Sayang kenapa menangis '' tanya Angga mendengar lirih tangisan sang istri saat ia sudah selesai melantunkan beberapa surah pendek Al-qur'an.
'' Tidak mas aku tidak apa apa, aku sangat terharu calon anak kita di dalam perutku langsung berdenyut mendengar apa yang mas melantunkan'' jawab Selvia sembari mengelap air matanya.
Angga langsung bangkit membenarkan posisi tubuhnya sejajar dengan sang istri yang bersandar dipan kepala tempat tidur.
Angga langsung mengusap linangan air mata yang masih membasahi pipi sang istri dan membawa tubuh mungil sang istri kedalam dekapan pelukannya.
__ADS_1
Angga memeluk erat sang istri, Angga sadar semenjak hamil Selvia semakin melankolis dan sensitif dengan apa yang ia rasakan dan dengan apa saja yang ia dengar.
'' Ga usah menangis sayang berarti calon anak kita yang berada di dalam perut kamu senang mendenga suara papa, mulai sekarang mas akan membiasakan akan berinteraksi dengan calon anak anak kita, kamu ga usah sedih sayang'' ucap Angga menguatkan sang istri yang terdengar lirih masih menagis di pelukannya.
Angga merenggangkan pekukannya ia beralih menangkup wajah mungil sang istri menatap intens mata sang istri yang terus meneteskan air mata haru.
Angga mendekatkan wajahnya dan menciumi semua hampir permuakaan wajah sang istri mulai dari kening turun ke mata, hidung, pipi kanan dan terakhir bibir merah muda sang istri untuk menenangkannya.
Angga cukup lama mengulum bibir merah sang istri dengan lembut.
Ternyata benar dengan apa yang di lakukannya membuat sang istri lebih tenang dan rileks.
Angga merebahkan tubuh sang istri dan dirinya agar nyaman beristirahat, setelah itu Angga membawa tubuh sang istri ke dalam pelukannya.
Selvia yang merasa tenang dan nyaman menghirup aroma maskulin sang suami lama kelamaan tertidur menuju alam mimpi.
Angga yang belum tidur kembali memperhatikan wajah sayu dan sembab sang istri, Angga kembali mencium pucuk kelapa sang istri dan ikut masuk menuju alam mimpi.
---------------
Suara adzan subuh berkumandang di barengi dering Alarm dari ponsel Selvia.
Angga mengerjapkan matanya, setelah terbuka sempurna ia mengelus pipi sang istri dengan lembut untuk membangunkannya.
'' Sayang bangun sudah subuh'' ucap Angga sembari mengusap usap pipi sang istri.
Selvia yang sadar merasakan sentuhan tangan sang suami di pipinya pun terbangun.
'' Sudah subuh mas'' jawab Selvia setelah matanya terbuka sempurna.
Mereka melaksanakan solat subuh bersama, Setelah selesai solat dan berdoa mereka keluar dari kamar mereka, Selvia berniat membangunkan Sang putri Safhira untuk solat subuh sebelum ke kamar Safhira Selvia menyempatkan membuat teh hangat dan cemilan untuk Angga yang ia lihat langsung masuk ke dalam ruang kerjanya.
'' Assalamualaikum, mas ini aku bawakan teh hangat sama kue'' ucap Selvia saat memasuki ruang kerja Angga.
'' Eehh wa'alaikum salam sayang, makasih ya'' jawab Angga yang langsung mematikan laptopnya karena ia sedang menyalakan laptop melihat rekaman CCTV yang tersambung ke apartemennya, Angga tak mau sang istri sampai tahu dan membuatnya kepikiran.
'' Ada kerjaan mas, masih subuh udah stanby di depan laptop'' tanya Selvia.
'' Iya sayang mas sekalia megecheek kesiapan acara nanti malam'' ucap Angga beralasan.
'' Owhh ya udah ganjal dulu pake ini ya biar perutnya hangat, aku mau bangunin dulu Fhira untuk solat subuh abis itu baru bantuin bi Minah buat sarapan'' ucap Selvia.
'' Iya sayang, ingat mas ga mau kamu kecapean, sekiranya lelah istirahat lah mas ga mau kamu dan calon anak kita sakit'' ucap Angga mengelus perut sang istri.
'' Iya mas gak usah khawatir aku akan jaga diriku dan kandunganku'' balas Selvia tersenyum.
Setelah dari ruangan Angga Selvia beralih ke kamar Safhira menyuruhnya bangun untuk solat subuh, Safhira yang lelah langsung tidur kembali setelah solat subuh di temani Selvia.
Selvia mengijinkan Safhira tidur lagi karena ini weekend libur sekolah.
Dari kamar Safhira, Selvia turun menuju dapur membantu Bi minah menyiapkan sarapan.
Setelah selesai Selvia merasa gerah dan lengket, Selvia berjalan menuju kamarnya untuk mandi agar lebih segar.
Saat keluar kamar mandi di lihatnya sang suami sudah berada di kamarnya.
__ADS_1
''Eehh mas Angga, mau mandi sekarang'' tanya Selvia melihat sang suami sudah bertelanjang dada membuka kaos baju nya.
Biasanya kalau weekend Angga mandi siang hari kalau tidak pergi kemana mana.
'' Iya sayang mas ada kerjaan sebentar di temani Dito di kantor, sekalian mengecheek kasiapan tempat untuk nanti malam, ga apa apa kan sayang mas pergi sebentar, kamu biar istirahat di rumah agar kuat menghadiri acara nanti malam'' jawab Angga beralasan.
Angga tidak mungkin memberitahu sang istri kalau ia akan mengurusi keluarga Suryono yang akan ia jebloskan ke jeruji besi.
Angga tak mau cerita sekarang mengenai itu pada Sang istri, mengingat sang istri yang tengah mengandung nanti kepikiran di buatnya bila mengetahui yang terjadi.
Kemarin saja mengalami mimpi saja Selvia sampai mengingat ngingat terus di pikirannya hingga tak bisa tidur, apalagi sekarang itu benar benar terjadi ada orang yang berniat jahat pada keluarganya dan yang berniat jahat itu sudah jelas yakni kelurga Pak Suryono yang tak lain masih keluarga Alm Dita.
'' Iya mas aku istirahat di rumah aja, nanti juga bakal ada gita dateng anterin baju kita buat nanti malam'' ucap Selvia tersenyum.
Selesai dari kamar mandi Angga langsung berganti pakaian casualnya.
Setelah selesai bersiap Angga keluar kamar menuju dapur mencari keberadaan sang istri.
'' Mas udah siap, sini biar sarapan dulu baru beraangkat'' ajak Selvia saat melihat Angga sudah bersiap menghampirinya.
'' Iya sayang sembari menunggu Dito datang mas biar sarapan dulu'' ucap Angga.
Dan tak lama suara bell rumah berbunyi ternyata Dito sudah datang untuk menjemput Angga.
Angga berniat pergi bersama Dito agar tak perlu membawa Mobil sendiri dan tidak di temani pak Mardi mengingat hari ini misinya untuk menjebloskan keluarga Suryono ke penjara.
'' Pak, ada pak Dito di depan'' ucap bi Minah yang membuka kan pintu.
'' Iya bi'' jawab Angga.
Angga dan Selvia yang sudah selesai langsung menghampiri Dito sang asisten yang sudah datang.
'' Pagi Pak Angga dan bu Selvia'' sapa Dito.
'' Iya pagi dit'' jawab Angga dan Selvia berbarengan.
'' Dit sarapan dulu sana baru kita berangkat '' suruh Angga pada Asistennya.
'' Terimakasih pak saya sudah sarapan di rumah'' jawab Dito tersenyum.
'' Baiklah kalau gitu kita berangkat sekarang'' ajak Angga Dito langsung pamit pada Selvia untuk duluan keluar menuju mobilnya.
''Ga usah di anterin sampai depan di sini saja, Mas berangkat dulu yah.. ingat jangan cape cape banyak istirahat lah untuk menghadiri acara nanti malam'' ucap Angga sembari menciumi wajah sang istri yang berakkhir mencium kening sang istri lama.
'' Iya mas aku ingat... mas hati hati kalau sudah selesai langsung pulang'' balas Selvia tersenyum manis pada Angga.
'' Iya sayang Assalamualaikum '' pamit Angga keluar rumah menuju mobil Dito.
Setah kepergian Angga, Selvia berjalan menuju Lantai dua untuk membangunkan Safhira untuk sarapan.
ππππππ
Bersambung dulu Readers nanti kita lanjut lagi.
See you
__ADS_1