Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 118


__ADS_3

Pukul 11.00 WIB Dito bergegas berangkat untuk menjemput Safhira, Dito ingat perintah bos besarnya harus menjemput setengah jam sebelum jadwal Safhira pulang.


Sebelumnya Dito pergi ke toko boneka, Dito mampir membeli boneka untuk Safhira, Dito sengaja membelikan boneka kuda ponny warna pink warna kesukaan anak perempuan, niat hati Dito ingin membujuk Safhira dengan boneka bila anak kecil itu merajuk.


Maklum ini ke dua kalinya Dito menjemput Safhira, pengalaman pertama menjemput membuat Dito harus mencari ide karena Safhira merajuk ingin di jemput Angga waktu itu.


Pukul 12.00 WIB, akhirnya Safhira keluar dari kelasnya, Safhira sempat merengut ketika tidak menemukan mommy nya di ruang tunggu orang tua/wali murid.


Namun wajah cemberut Safhira berubah saat melihat Dito asisten sang papa mengacung-acungkan Boneka ponny warna pink di depannya.


'' Ini untuk non Safhira... '' Dito memberikan boneka ponny, Safhira tersenyum senang mendapatkan boneka ponny dari Dito.


''Ini untuk Safhira om? '' tanya Selvia sembari terus mengembangkan Senyum menggemaskan.


''Iya... ini untuk Safhira, hari ini om Dito yang jemput terus antar pulang Safhira ke rumah'' Dito menuntun Safhira berjalan menuju mobil Fortuner warna hitam milik Dito,


'' Emang mommy fhira kemana om?.... biasanya mommy yang menjemput Fhira'' Safhira bertanya pada Dito sembari memainkan bonekanya setelah Dito mendudukananya dan memasangkan Sabuk pengaman.


'' Ada di rumah, mungkin sedang istirahat...karena masih lelah habis perjalanan semalam dari Bali'' Dito memberitahu, masuk akal alasannya, tidak mungkin Dito bilang mommy nya sedang berduaan dengan papanya.. yang ada nanti Safhira nanya yang engga engga.


Akhirnya mereka Sampai di rumah mewah Angga. Dito langsung menggendong menurunkan Safhira dari mobilnya dan segera membawanya masuk ke rumah.


Dito bersyukur tidak ada drama siang itu, Safhira begitu menurut pada nya, ternyata benar juga idenya, setelah mendapatkan boneka kuda ponny yang menggemaskan Safhira langsung menurut tidak banyak protes karena bukan mommy nya yang menjemput.


Di kamar Angga, Selvia baru saja mandi dan bersiap, mengingat harus menjemput sang putri ke sekolah, ia pun harus bersusah payah terlepas dari pelukan erat suaminya.


'' Nyebelin gara-gara mas Angga aku jadi ketiduran...huuuffff '' gerutu Selvia, akibat harus melayani sang suami di atas ranjang membuat Selvia terlambat menjemput Safhira.


Saat keluar dari kamar, Selvia baru ingat Pak Mardi sedang mengantar keluarga nya ke. Bandung.


Saat Selvia ingin masuk kembali ke kamar ingin membangunkan Angga, berbarengan dengan Safhira yang baru sampai masuk ke dalam rumah bersama Dito.


Selvia tersenyum melihat putri nya sudah tiba di rumah, namun hatinya bertanya-tanya, kenapa Dito asisten suaminya bisa menjemput Safhira.


'' Momm... mommy.. '' Safhira memanggil Selvi senang, memperlihatkan boneka barunya.


'' Eeehhh Alhamdulillah...Cantiknya Mommy sudah Sampai rumah...ini boneka dari mana sayang'' Selvia menciumi putri cantiknya, menanyakan bonekan yang di pegang sang putri.


'' Dari om Dito... Fhira suka mom..jadi boneka fhira tambah banyak....'' Safhira terus merasa senang mendapat tambahan koleksi boneka.


Selvia langsung menyuruh Dito untuk duduk dan segera membuatkan minum untuk orang yang sudah menjemput Putrinya.

__ADS_1


'' Tidak usah repot-repot bu via... saya tidak lama'' Dito tidak enak saat istri bosnya menyajikan kopi dan cemilan untuk dirinya.


'' Tidak merepotkan pak Dito... yang ada saya yang merepotkan pak Dito, harus menjemput Safhira'' Selvia merasa tidak enak, karena ini di luar tanggung jawab peekerjaan Dito.


Di kamarnya, Angga mendengar sayup sayup keramaian di luar kamarnya, ia langsung terbangun, saat melihat jam sudah pukul 12.30 WIB.


Angga bangkit dari tidurnya, Angga yang semula masih polos langsung menggunakan baju santai dan keluar dari kamarnya.


'' Dit...sejak kapan kamu sampai? kenapa tidak langsung hubungi saya?'' Angga langsung memberondong pertanyaan pada Asistennya. Dito yang sedang minum kopi sampai kaget.


'' Iiiihh...mas, bukannya bilang terima kasih sama Ditos sudah menjemput Safhir.... ini malah langsung nanya-nanya..'' Selvia merasa tak enak, punya suami CEO kok gak ada ahklak tidak merespon malah cuek dengan wajah datarnya.


( Maklum yah pak Dito asisten CEO merangkap jadi supir tembak hahaahhha)


''Baru saja pak, tadi niatnya mau nanya ke ibu Selvia tentang keberadaan bapak, takutnya sedang tidak di rumah...eeh tau tau bapak muncul'' Dito sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


'' Ya sudah ayo Dit... bawa berkasnya ke ruangan kerja saya'' Angga santai berjalan ke ruangan kerja di ikuti Dito dari belakang.


Selvia tak habis pikir, suami nya kalau sudah masalah pekerjaan langsung mode dingin dan tegas berbeda bila sedang berdua dengan dirinya.


Selvia berjalan menghampiri Safhira di kamarnya, menyuruh bi minah turun untuk mengantarkan kopi ke ruang kerja sang suami.


Setelah kepulangan Dito, Angga mandi Menunaikan solat dan bermain dengan Safhira yang siang itu tidak tidur siang.


-------****------


Malam tiba, Safhira sudah tidur di kamarnya setelah Selvia membacakan dongeng kesuakaannya.


Selvia menuruni anak tangga menuju ke kamarnya.


Sudah di kamar Ternyata sang suami belum tidur, Angga terlihat memangku laptopnya sedang mengecheek e-mail pekerjaan.


'' Safhira sudah tidur'' Tanya Angga saat melihat sang istri masuk ke kamar.


'' Iya mas... '' Selvia langsung berganti baju tidur yang longgar, maklum perut buncit nya sudah mulai membuatnya sesak.


Angga membereskan dan menyimpan laptopnya saat Selvia beranjak ke ranjang.


Mata Selvia langsung tertuju pada ponsel yang tergeletak di atas nakas tempat tidur.


'' Eehhh.. ini ponsel aku yahh..... ehhhh kok bisa ada di sini sih...aku sudah cari cari dari kemarin '' Selvia begitu sumringah memegang ponselnya.

__ADS_1


Angga pun jadi teringat kembali, ingin mengintrogasi sang istri mengenai pesan dari orang sok tau.


Selvia mengecheek ponselnya, ia melototkan matanya melihat banyak pesan yang sudah terbaca, namun ia merasa belum membacanya.


Pandangan Selvia langsung tertuju pada suaminya yang sekarang memperlihatkan wajah kurang bersahabat.


'' Pesan dari siapa itu, nomor tidak di kenal, tapi begitu akrab sepertinya'' Angga bangun dari ranjang memilih duduk di sofa.


'' Nomor mana mas... aku gak tau...ini ponsel aku cari cari dari kemarin ternyata di sini'' Selvia mulai membaca pesan yang suaminya maksud.


''Elehhh... ini nomor siapa... eehh kayanya nomor a Reza ...'' Selvia bergumam, menyadari akan ada yang marah dengan pesan itu.


'' Dia sok perhatian banget, kamu yang ngasih nomor ponsel kamu sama orang sok tau itu? '' Angga mulai mode dingin dan terlihat emosional dan mencurigai sang istri.


'' Eeehhh jangan salah sangka mas... aku gak ngasih nomorku sama a.... dia'' Selvia tak jadi menyebut nama Reza takutnya akan membuat suaminya semakin kesal.


'' Via kamu itu istri saya, jujur saya kesal melihat kamu berbincang dengan orang sok tau itu waktu di Hotel...tidak pentas... '' Angga jadi mengingat yang kemarin membuat nya kesal.


'' Mas aku gak sengaja ketemu nya juga, malah untung ada dia... aku hampir saja tersungkur waktu itu...'' Selvia membela dirinya, ia merasa tidak bersalah akan apa yang membuat suaminya kesal.


Selvia berusaha sabar, ia sudah terbiasa akan kecemburuan sang suami.


'' kamu sekali-kali sadar diri dong via...kamu itu sudah bersuami, kamu malah santai memberi akses...harusnya kamu langsung tinggal pergi saja dia, memalukan sekali ini malah berbincang-bincang di depan toilet, sekarang orang sok tau itu sudah berani mengirim pesan'' Angga semakin kesal, karena sang istri merasa itu hal biasa baginya namun tidak bagi Angga.


Selvia menghela nafas, ia merasakan begitu sakit hatinya saat mendengar ucapan suami di depannya.


'' Ya ampun mas....kamu itu udah kelewat posesif banget sih, kamu itu pintar tapi tidak punya atitude, aku itu masih punya sopan santun, aku mengenal orang itu sebelum aku menjadi istri kamu mas, aku bukan orang seperti kamu yang akan main pergi saja tanpa berbasa basi dengan orang yang kamu kenal dan sudah menolong kamu'' Selvia mulai kesal dengan ucapan suaminya yang mulai merembet ke masalah yang tidak penting dan memandang rendah harga dirinya.


'' Ingat ya mas... aku sangat sadar diri akan statusku sebagai istri dari bapak CEO Angga prayudha Dirgantara, dan aku yakini itu bukan hal memalukan untuk aku, hanya sekedar say hai dengan orang yang aku pernah kenal dan menolongku... aku dari kecil sudah di didik oleh orang tuaku tentang tatak rama dan sopan santun, berbeda dengan anda sedari kecil sudah dingin dan emosional karena punya kekuasan dan segalanya....you were born to be a king makanya kamu tidak punya atitude yang baik mas'' kekesalan Selvia memuncak, Angga malah menjadi bingung melihat istrinya yang malah balik marah pada nya.


'' Eehh... ini kok malah kamu yang balik marah sama aku'' Angga bangkit dari duduknya ingin menyusul istri nya yang akan keluar dari kamar mereka.


'' Iiisshhh... wajar aku marah, punya suami posesif ****bangett****, cemburuan gak jelas...ini buang saja ponselnya, karena aku tidak merasa apa yang ditujukan sama kamu mas'' Selvia membanting pintu dan keluar dari kamarnya.


Sebenarnya Angga ingin mengejar, namum Angga merasa gengsi karena kecemburuannya.


Selvia sudah muak dengan apa yang ditujukan Suaminya, ia memilih naik kembali ke lantai dua menuju kamar Safhira.


'' Shiiit...bodoh kamu Angga..sudah bicara berlebihan pada istrimu... '' Angga mengacak-acak rambutnya menyadari ucapannya begitu membuat marah sang istri.


Sudah di pastikan, Angga akan tidur sendirian malam ini, mengingat begitu marahnya Selvia.

__ADS_1


( Selamat tidur sendiri bapak Angga hahahah...itu akibat ulah anda)


Bersambung.......


__ADS_2