
πππ
Authorrr lanjuttt lagiii.
Semoga para pembaca suka.
πππ
Angga yang sangat lelah dengan ativitas seharian ini di tambah menyetir sendiri dari Jakarta menuju Bandung dan Selvia dengan mata sembabnya akibat terus menangis dan berteriak sampai suaranya serak.
Mereka memutuskan untuk tidur di Hotel saja, karena malam semakin larut dan selvia ingin menenangkan dulu tak mau orang tuanya tahu kesalah pahaman nya dengan Angga.
Mereka tidur terpisah Selvia tidur di tempat tidur sedangkan Angga tidur di sofa.
Tengah malam Selvia terbangun mendengar rintihan mengigil dari suaminya yang tidur di sofa, Angga mengigau terus menyebut nama Selvia.
'' Via... viaa... sayang mohon jangan tinggalkan mass'' ucap Angga mengigau
Selvia bangkit dari tidurnya di lihatnya jam pukul 03.00 pagi.
Selvia mendekati sang suami yang terus mengigau dan telihat tubuhnya menggigil.
'' Maas.... Astagfirullah panas sekali, mas kamu demam tinggi '' ucap Selvia memegang pipi Angga yang ternyata demam tinggi.
Selvia membangunkan Angga yang setengah sadar, Selvia memapah sang suami untuk pindah ke tempat tidur agar posisi tidurnya lebih nyaman.
Selvia langsung menelpon layanan Hotel, untuk Meminta di buatkan bubur dan meminta obat demam untuk suaminya.
Sembari menungu pesanannya datang Selvia mengompres kening Angga dengan handuk kecil yang tersedia di Hotel.
Tak lama petugas Hotel mengantarkan pesanan yang di minta Selvia.
Selvia berterima kasih sekali dan memberikan uang tips cukup besar untuk petugas Hotel yang melayaninya di pukul tiga pagi seperti ini.
'' Mas bangun dulu yuk, biar makan bubur terus minum obat'' ucap Selvia membenarkan posisi Angga agar bersandar di tahan dengan bantal agar nyaman.
'' Mas ga lapar sayang'' jawab Angga pelan sambil memegang tangan sang istri yang memegang pipinya.
'' Mas harus makan dulu terus minum obat, biar demamnya turun mas'' suruh Selvia.
'' Biarkan mas seperti ini, biar mas bisa dekat sama kamu sayang, mas ga tahan di cuekin dan tak bisa memegang mu '' jawab Angga menatap Selvia sembari merasakan pusing karena demamnya.
'' Iih mas ngomong apa sih.. mas harus makan dan minum obat kalau engga aku ga mau dekat dekat mas'' ucap Selvia Cemberut
'' Iya mas mau... asal terus di dekat kamu sayang '' ucap Angga merasa lemas di seluruh badannya.
Akhirnya Angga mau makan, Selvia menyuapi sang suami dengan sangat telaten penuh kelembutan.
Selvia mengingat saat ia demam sewaktu di Bali dan sang suami begitu mengurusnya dengan sangat lembut.
Sekarang giliran dirinya mengurus sang suami yang tengah demam tinggi.
'' Mas kamu kecapean ya, sampai demam seperti ini'' tanya Selvia sembari menyuapi sang suami.
'' Sepertinya gara gara mas melewatkan makan siang dan malam kemarin di tambah kecapean membawa mobil sendiri sayang'' Jawab Angga lembut.
__ADS_1
'' ishh mas kebiasaan kalau ga di ingatkan pasti lupa makan '' Ucap Selvia
'' Pikiran mas kemarin kalut sekali Sayang yang ada di pikiran mas cuma kamu yang tiba tiba pulang ke Bandung di tambah ponselmu tidak aktif membuat mas makin tak karuan sayang'' ucap Angga.
'' Iya aku minta maaf mas, aku malah kaya anak kecil maen pergi pergi aja bukannya menunggu mas untuk menjelaskan semuanya dan menyelesaikannya, pasti mas ga akan seperti ini'' ucap Selvia menunduk.
'' Sudah kamu ga salah sayang, yang salah mas lupa membuang berkas itu jadi kamu melihatnya dan membuat kamu kesal dan marah'' ucap Angga mengangkat dagu sang istri untuk menatapnya.
'' Sekali lagi maafkan mas ya, mas janji ga akan pernah terjadi'' ucap Angga lagi sembari tersenyum pada Sang istri.
'' Iya mass.. aku juga mau ngucapin terima kasih, mas sudah merenovasi rumah orang tuaku, seharusnya mas bilang aku dulu kan aku bisa nambahin uang untuk biaya renovasinya biar ga mgerepotin banget mas Angga'' ucap Selvia.
'' Itu udah seharusnya sayang biar orang tua kita nyaman, kalau masalah biaya mas sama sekali ga ngerasa di repotkan itu sudah rejeki ibu sama bapak yang Alloh titipkan melalui mas'' ucap Angga membuat Selvia terharu.
'' Sekali lagi terima kasih ya mas, semoga rejeki mas selalu di tambah sama Alloh'' ucap selvia
'' Iya Amiin ya robbalalamiin'' jawab Angga.
Setelah makan Angga meminum obat penurun panas dan kembali istirahat.
Selvia tiduran di samping sang suami sembari terus mengompresnya.
Terdengar Adzan, Selvia ke kamar mandi mengambilbair wudhu dan melaksanakan solat subuh.
Setelah solat ia mengirim pesan pasa sandi, untuk menitipkan safhira takut menangis mencarinya.
selvia
π© Assalamualaikum san.
Tak lama sandi membalas pesan Selvia.
Sandi
π© Wa'alaikum salam... Iya teh, Safhira sudah bangun sekarang lagi di ajak ibu sama bapak ke pasar.
Selvia
π© Oh ya udah, kalau fhira nanya bilangin teteh lagi menemani papa nya dulu.
Setelah membalas pesan Sandi, Selvia kembali naik ke atas tempat ingin memang kening Angga.
'' Alhamdulillah udah turun panas '' ucap Selvia saat memegang kening Angga yang sudah turun demamnya.
Angga yangsadar di pegang keningnya oleh sang istri, Angga membawa menarik tubuh sang istri membawa nya dalam pelukannya.
'' Iihh mass'' ucap Selvia yang kaget di tarik Angga dalam pelukannya.
'' Biarkan seperti ini sayang, mas sudah ga kuat ingin memeluk mu dari semalam '' ucap Angga.
'' kamu wangi sekali '' ucap Angga menghirup tenggkuk Selvia
'' isshhh mas Angga bohong wangi dari mana, aku belum mandi yang ada aku bau asemm '' jawab Selvia
'' Mas ga bohong memang wangi sekali mas kangen wangi kamu'' ucap Angga lagi semakin kencang menghirup tengkuk selvia
__ADS_1
'' iihh sudah mas.... geliiii'' ucap Selvia yang kegeliaan.
'' Mas ingin sayang....'' ucap Angga menggantung
'' Ingin apa mas'' jawab Selviaa
'' ingin ini dan ini'' ucap Angga memegang dua benda kenyal sang istri dan sarang juniornya.
'' Auww mas'' teriak Selvia saat Angga memegang benda benda sensitifnya.
'' Boleh ga sayang'' tanya Angga pada sang istri.
'' Mas kan lagi sakit, nanti saja kalau sudah sembuh mas'' Jawab Selvia lembut mendongak menatap sang suami.
'' Mas sudah enakan kok sayang, tinggal lemas saja sama sedikit pusing'' ucap Angga
'' Tuk kan masih lemas dan pusing jadi di pending dulu mau itunya'' ucap Selvia tersenyum.
Angga sebenarnya hanya ingin mengetes sang istri saja, kalau misalnya mau ya Alhamdulillah Angga akan melakukannya dengan senang hati walaupun dalam keadaan masih lemas dan pusing.
'' Ya sudah nanti kita lakukannya di rumah saja ya, mas sudah memasang peredam suara seperti kamar kita di jakarta, jadi ******* kita tak akan terdengar oleh Sandi dan fhira'' ucap Angga semakin memper erat pelukannya.
'' Mas kamu sampai segitunya, mas sengaja ya mendesain kamar kita seperti itu, berlebihan sekali mas melebihi kamar hotel Berbintang saja'' Tanya Selvia.
'' Iya semua kamar sama mas desain seperti itu sayang, ya mungkin kamar kita yang paling mewah, mas lakukan itu untuk kenyamanan kamu sayang bila sedang menginap di Bandung '' ucap Angga kemudian mencium pucuk kepala Selvia.
'' Makasih ya mas, tapi kita malam ini malah menginap di Hotel bukan di kamar kita '' ucap Selvia
'' Tenang nanti Malam kita akan melakukan malam pertama di rumah kamu'' ucap Angga
'' Malam pertama gimana mas kita kan sudah melakukannya'' tanya Selvia bingung.
'' Iya maksud Mas nanti malam kita ulang kembali malam pertama kita sayang di kamar baru kita di Bandung'' ucap Angga sensual di telinga sang istri.
'' Isshh mas Angga pikirannya ke situ terus '' ucap Selvia.
'' Sayang mas ingin segera ada Adik Safhira di sini '' ucap Angga memegang lembut perut rata Selvia, Selvia tersenyum mendengarnya.
Angga mengecup bibir ranum sang istri yang begitu membuatnya candu dan Angga beralih mengecup kening Sang istri.
'' Terima kasih sayang.. love you '' ucap Angga
'' Iya mas sama sama... love you more'' jawab Selvia dan mereka saling berpelukan.
Mereka berpelukan saling menumpahkan kasih sayang mereka yang kemarin sempat dilanda gundah gulana karena kesalah pahaman file yang dulu di buat Angga.
Angga dan Selvia kembali tertidur karena masih merasa mengantuk, dan berniat nanti siang akan cheek out dari Hotel.
πΈπΈπΈ
Alhmdulillah mereka sudah baikan....
Bersambung dulu yaaa Readers
Nanti Kita lanjutkan....
__ADS_1
πΊπΊπΊπΊ