
Masih di Cafe Anggita
Fandi dan Dito yang penasaran akan celotehan Safhira, apalagi Fandi terus bertanya tanya apa yang di makasud mommy via adalah Selvia adik sekolah nya dulu atau bukan, karena Selvia yang sedang duduk menyamping di taman jadi tidak terlihat jelas, sekarang Selvia juga tidak menggunakan lagi seragam karyawan cafe, Fandi berharap mungkin itu bukan Selvia yang fandi maksud.
''Ayo.. kita susul mommy mu sayang'' Ajak Angga pada Safhira yang berada di gendongannya.
Fandi dan Dito mengikuti Angga dan Safhira di belakang, mereka berdua di buat penasaran dengan orang yang di sebut mommy oleh Safhira putri dari seorang CEO Dirgantara group yang sudah hampir lima tahun lebih menduda.
'' Berarti sang duda sudah move on hehehe'' batin Dito dan Fandi tersenyum.
''Mom, mommy '' panggil Safhira pada saat turun dari gendongan Angga menghampiri Selvia, Selvia langsung membalikan badannya mendengar panggilan Safhira, sontak membuat orang yang di belakang Angga yakni Fandi dan Dito di buat kaget tak percaya, Selvia seorang karyawan cafe di panggil mommy oleh putri Angga prayudha Dirgantara.
'' Eeh iya sa-yang... '' ucap Selvia yang juga kaget karena di belakang nya sudah ada Angga, Fandi dan Dito yang melihat interaksi Selvia dan Safhira layaknya seorang ibu dan putrinya.
Angga langsung menghampiri Selvia dan Safhira, Angga juga langsung menggandeng bahu Selvia agar semakin mendekat ke Arahnya.
Angga berfikir ingin sekalian memberitahukan asisten nya Dito dan Fandi kalau Selvia sebentar lagi akan menjadi ibu sambung Safhira, mungkin ini terlalu cepat, namun setidaknya bila Angga sudah memberitahu Fandi kalau Selvia akan jadi ibu sambung Safhira, kejadian waktu itu tidak akan terjadi lagi, kejadian yang sampai membuat Angga emosi dan cemburu melihatnya.
Pov Angga
Aku begitu senang saat tadi mendapat balasan pesan dari Selvia, itu artinya lamaran ku di terimanya.
Aku juga putuskan untuk memberitahu Fandi dan Dito, jujur aku tidak ingin kejadian waktu itu terjadi lagi hingga Safhira menjadi korban emosi nya, setidaknya bila Angga sudah memberitahu kalau Selvia akan menjadi istri dan ibu sambung Safhira Fandi pasti akan menjaga jarak dengan Selvia.
Aku sempat bingung dengan rasa itu, aku tidak ada perasaan pada Selvia, tapi ketika Selvia dekat dengan pria lain rasa aneh itu muncul membuat ku emosi dan tak nyaman.
( Aduhhh pak duda pura pura bingung... itu teh berarti pak Angga udah ada perasaan lebih sama Selvia)
Selvia yang di gandeng Angga merasa kaget tak karuan di buatnya, walaupun bukan yang pertama Angga menggandeng bahunya tapi tetap rasanya membuat jantung Selvia berdebar dan berdetak cepat seperti mau loncat dari tempatnya, di tambah ada Dito asisten Angga dan Fandi kakak kelas di depannya.
'' Oh... Iya bro pasti kalian bertanya tanya dari tadi, ini gw sekarang perkenalkan Selvia calon ibu sambung Safhira'' ucap Angga mantap mengenalkan Selvia, Fandi dan Dito yang masih kaget karena benar Selvia di tambah kaget lagi Angga secara langsung mengenalkannya sebagai calon ibu sambung Safhira.
Fandi di buat pangling oleh penampilan Selvia, yang sekarang sangat berbeda terlihat lebih peminim dan cantik mempesona, berbeda saat Selvia menjadi pelayan Cafe yang sederhana.
__ADS_1
'' Aku gak salah dengar bro, perasaan kemarin kalian belum saling kenal'' Tanya Fandi yang sudah tersadar dari kagetnya, berbeda dengan Dito yang senang karena sang atasan sudah move on dari kehilangan Alm Dita, ibu kandung Safhira.
'' Iya Fan, benar kita akan segera menikah, jodoh memang gak ada yang tahu, baru kemarin kami saling kenal Sekarang kami berjodoh, dan akan segera menikah'' ucap Angga tersenyum menjawab santai pertanyaan Fandi.
Berbeda dengan Angga yang tersenyum, Selvia hanya menunduk menahan debar di dada nya, karena ia merasa bahagia Angga mengenalkannya sebagai calon ibu sambung Safhira kepada teman dan Asistennya.
'' Kalau begitu selamat yah, semoga semua nya di lancarkan sampai hari H'' ucap Fandi mengulurkan tangan pada Angga dan Selvia di ikuti asisten Dito yang juga memberi selamat pada Atasannya.
'' Iya Amiin, terima kasih Fan sama kamu juga Dit terima kasih'' sahut Angga tak lepas menggandeng bahu Selvia.
'' Iya amiin, kak dan juga pak Dito terima kasih '' sahut Selvia pelan namun terdengar oleh mereka.
Asyik mengobrol, tak lama Anggita datang menghampiri mereka untuk mengajak mereka semua makan siang bersama
Di meja pojok yang cukup besar di dekat taman, Anggita sudah menyiapkan makan siang untuk mereka, agar suasana segar dekat dengan taman dan lebih santai.
''Ehh udah pada selesai yah meeting nya, aku baru aja mau nyusulin buat ngajak makan siang bareng, tuh aku udah siapin di meja sana'' ajak Anggita menghampiri mereka menunjuk ke arah meja.
'' Yuk ah, sudah aku siapin nanti keburu dingin '' ajak Anggita kembali dan Mereka pun langsung menuju meja yang di siapkan Anggita.
Selvia berhadapan dengan Fandi, Safhira berhadapan dengan Anggita dan Angga berhadapan dengn Dito asisten pribadinya.
Fandi terus saja menatap ke arah Selvia, Fandi di buat kagum dengan penampilan Selvia sekarang, gadis sederhana yang pernah jadi adik kelasnya itu sekarang akan menjadi istri teman, sekaligus rekan bisnisnya, yakni salah satu orang berpengaruh di dunia bisnis jasa dan transportasi Di indonesia dan Dunia.
''Shhiitt...aku salah memberi Selvia duduk di situ, harus nya ia berhadapan dengan Anggita ini malah sama Fandi'' Batin Angga kesal dengan situasi Selvia duduk berhadapan dengan Fandi.
Angga yang melihat Fandi terus menatap intens Selvia merasakan gemuruh panas dan cemburu di hatinya, entah rasa apa Angga juga bingung tak mengerti, merasa tak suka bila Selvia di tatap pria lain, Selvia yang di tatap Fandi sedikit menundukan pandangannya, berusaha menghindari tatapan Fandi yang terus menatapnya membuat Selvia tak nyaman, apalagi ada Angga juga ikut menatap ke arah nya.
Angga pun bersuara, membuyarkan pandangan intens Fandi pada Selvia.
'' Sayang apa kamu mau coba ini, ini adalah menu baru di cafe Anggita'' tanya Angga pada Selvia yang sedang mengajari Safhira makan sendiri.
Angga sengaja melakukannya agar menghentikan aktivitas Fandi yang terus saja menatap intens Selvia.
__ADS_1
Selvia yang mendengar Angga memanggil sayang padanya langsung membuatnya terbatuk.
'' uuhhukkk.. '' Selvia terbatuk kaget mendengarnya.
Selvia kaget karena mendengar Angga mengatakan sayang padanya, sontak Fandi yang berada di depannya dan Angga di sampingnya langsung sama sama menyodorkan minum pada Selvia.
Selvia di buat bingung harus ambil yang mana, namun Selvia bijak, Selvia lebih memilih mengambil air yang di sodorkan Angga padanya, tak mungkin Selvia mengambil minun dari Fandi, Selvia lebih memilih minuman dari Angga karena Angga duduk lebih dekat dan sebentar lagi akan menjadi suaminya, makanya ia harus menghargainya di hadapan yang lain.
'' Ma..makasih yah papa Safhira'' ucap Selvia pelan tapi masih di dengar oleh yang lain yang berada satu meja dengannya, Selvia tak mungkin memanggil Angga dengan sebutan pak Angga.
''Nanti apa yang lain pikir, masa pacaran memanggil pak, ada ada saja via'' Batin Selvia bingung.
Mereka makan dengan senyap dan santai, kerepotan hanya di rasakan oleh Selvia dan Anggita yang meladeni kemanjaan Safhira yang memilih dan ingin mencoba semua makanan yang ada di depannya padahal tidak di makan.
Mereka mengobrol sebentar setelah makan besar, sembari menikmati Dessert yang sudah Anggita sediakan.
Setelah selesai Angga langsung pamit pulang duluan, karena kasihan melihat Safhira yang sudah mengantuk di pelukan Selvia.
'' Saya mau pamit duluan yah, kasihan Safhira sudah mengantuk'' ucap Angga pamit pada Anggita, Fandi dan Dito.
'' Ooh iya Dit, agenda untuk besok senin kamu langsung kirim ke email saja,'' ucap Angga sebelum pergi dan diangguki Dito.
'' Mba Anggita makasih banyak yah jamuannya, maaf jadi merepotkan'' ucap Selvia pada Anggita mantan bosnya yang sekarang jadi calon adik iparnya.
'' Santai saja via, trus sekarang jangan panggil aku mba lagi yah, yang ada aku yang panggil kamu kak via sekarang ehehehe'' ucap Anggita tersenyum senang dan Selvia membalas senyuman Anggita yang tulus begitu baik padanya.
'' Terserah mba gita saja'' balas Selvia malu, jadi juga belum kenapa musti bingung.
'' Ya sudah, kami pamit semuanya Assalamualaikum'' ucap Angga dan langsung berjalan menuju parkiran cafe sambil menggendong Safhira yang ia bawa dari gendongan Selvia, dan di ekori Selvia dari belakang.
ππππ
maaf telat up para pembaca....
__ADS_1
author lagi kumpul keluarga soalnya...
selalu jaga kesehatannn.