
Lanjutt..
maafkan Author baru kembali update...
πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Angga membuka dengan lembut mukena yang di pakai Sang istri, dan langsung membuatnya terpana dengan penampilan sang istri di depan nya, yang kini tengah mengenakan Gaun tidur satin warna tosca dengan tali di lengan bahunya, gaun yang tadi di pilihkannya dari lemari.
'' Aahh... Sayang kamu semakin menggoda sekali dengan baju ini'' ucap Angga tersenyum mesum pada sang istri.
'' Isshh mass bisa sajaa....tapi ini minim sekali tau bajunya, bisa bisa bikin aku kedinginan masuk angin'' balas Selvia protes dengan baju pilihan Angga yang kelewat minim.
'' Mas gak akan biarin kamu kedinginan sayang...mmmph'' jawab Angga langsung menyosor bibir sang istri yang cemberut, karena semakin membuatnya gemas.
Angga beraksi di bibir manis sang istri dengan lembutnya, Angga terus memanjakan sang istri agar segera membangkitkan gairahnya.
Selvia langsung tersenyum manis ketika memperhatikan sang suami, yang begitu semangat sekali langsung menyerang bibir nya dan kini beralih menciumi leher jenjang nya.
Selvia yang juga tak munafik, ia sama sama sudah sangat rindu menginginkan belaian sang suami, di tambah lagi Angga semakin membuat Selvia bergairah kerena aktifitas tangan sang suami yang terus menyentuh lembut area area sensitifnya, membuatnya semakin ketar ketir sangat di landa gairah.
Selvia yang sudah sangat bergairah entah inginya sendiri atau bawaan bayi di perutnya, Selvia begitu sangat berani berinisiatif lebih agresif membuka dengan cepat baju kaos sang suami.
Selvia Juga tak kalah membalas ciuman sang suami dengan lincahnya, Angga sampai bengong di buatnya.
'' Sayang.. kamu pandai sekali sekarang'' ucap Angga parau karena sama sama merasakan gairah sama seperti sang istri.
Selvia yang sudah tak tahan dengan apa yang dirasakannya, hanya membalas dengan senyum manja kepada sang suami.
Angga kembali dengan asyiknya menciumi Leher sang istri, dan lagi lagi di buat tersenyum dengan apa yang sang istri lakukan, betapa tidak tangan sang istri dengan lincah mengelus elus juniornya di balik boxer dan sarung yang masih di pakai Angga.
'' Sayang kamu makin pintar saja, Ayo ini juga sekalian di buka'' suruh Angga pada sang istri yang tersenyum malu, menyuruhnya untuk membuka Celana boxer yang masih tertutup sarung yang sudah berantakan posisinya, karena ulah tangan Selvia, membuat Angga ketar ketir merasakan kenikmatan permainan tangan sang istri.
Selvia langsung mendorong tubuh Angga, Selvia bangkit dan langsung dengan semangat membuka sarung dan celana pendek boxer yang di pakai Angga dengan cepat.
Angga lagi lagi bengong tak percaya dengan sang istri yang biasanya pemalu, selalu saja pasrah mengikuti permainan Angga bila bercinta, namun sekarang sang istri begitu agresif begitu lincah berbeda sekali dengan biasanya.
Angga tak ambil pusing, mungkin mood sang istri gampang sekali berubah, apalagi karena Selvia sedang mengandung, membuatnya begitu berbeda sekarang, gampang sedih, marah, kesal dan senang.
Tubuh Angga yang polos langsung di kungkung sang istri dari atas duduk di atas pangkal paha Angga.
Selvia dengan cepat membuka gaun tidurnya dan terpampanglah pemandangan dua bukit kembar yang masih tertutup bra warna hitam.
Angga menelan salivanya dengan susah payah,melihat dua bukit kembar sang istri yang semakin berisi setelah mengandung.
Angga tak tinggal diam, Angga tak mau kalah sekarang membalikan posisi sang istri menjadi di bawah kungkungannya.
Angga yang sudah sangat bernafsu langsung membuka dengan lembut kain segitiga sang istri dan langsung bermain main disana dengan bibirnya.
'' Mmmass ahhhh'' lenguhan Selvia lolos saat sang suami asyik bermain main dengan sarang favoritnya.
Setelah puas bermain di sarang favorit juniornya, Angga kembali beralih mengungkung sang istri dan kembali melesatkan bibirnya pada bibir manis sang istri mengulumnya begitu lama.
'' Mas Ayo...aku udah gak tahan'' ucap Selvia pelan, membuat Angga tersenyum senang, mengingat baru kali ini sang istri memintanya duluan untuk segera melakukannya.
Mendengar ucapan sang istri Angga bergerak mengarahkan senjatanya menuju sarang favoritnya dan langsung menghentakan ke dalamnya dengan cepat.
jleebbb..
'' Auhhhh mass'' Lenguhan kembali terdengar dari mulut mungil sang istri saat Angga menghentakkan kepemilikannya.
Angga terus menghentak kan kepemilikannya ke pemilikan sang istri dengan ritme sedang namun tak mengurangi kenikmatan yang mereka berdua rasakan, Selvia mengalungkan tangannya pada leher sang suami sembari bibirnya membalas ciuman panas sang suami.
__ADS_1
'' Sayang ini nikmat sekalii....auuuuhh'' ucap Angga di sela sela kegiatnnya menjamah tubuh sintal sang istri yang semakin berisi, membuat tubuh Selvia semakin seksi, Angga sembari bibirnya terus membelit dengan bibir mungil sang istri.
Selvia tersenyum manis mendengar ucapan sang suami, apalagi melihat Angga yang begitu semangat menjamah tubuhnya.
Angga terus menjamah tubuh sang istri dengan satu tangannya bermain main di dua gunung kembar sang istri, yang sengaja Angga keluarkan dari cup branya tanpa melepas bra yang masih menempel di tubuh sang istri, dan sesekali bibir Angga menyesap pu**ing sang istri dengan gemasnya sembari senjatanya terus menghentak dalam sarangnya.
'' Uuhhhh... aaaahh mass, udahh ahhh'' lenguhan Selvia kemabali lolos, karena terus merasakan kenikmatan akibat ulah Sang suami yang terus membuatnya menuju pelepasan.
Entah sudah ke berapa kali Selvia di buat lemas, karena terus menerus di manjakan oleh keperkasaan sang suami.
Angga sengaja memperlambat pelepasannya, agar membuat sang istri puas dan lemas di buatnya terlebih dahulu.
'' Mmas cukup aahhh... aku nyerahh aaahhh'' ucap Selvia lembut, karena semua otot ototnya di buat lemas merasakan terus pelepasan oleh sang suami.
Mendengar ucapan sang istri yang menyerah terus menuju pelepasan olehnya, Angga langsung mempercepat ritme permainannya agar segera menuju puncak pelepasannya.
Selang beberapa menit Angga sampai di puncak pelepasannya dan di buat mengerang karena merasakan kenikmatan tiada tara.
'' Sayanggggg.......Auuuuhhhh'' erangan Angga cukup keras, menggema dikamar pribadi Hotel milik mereka.
Angga menjatuhkan tubuhnya di samping tubuh polos sang istri yang tersenyum manis padanya..
'' Sayang kenapa.. punya mu begitu nikmat sekali, benar benar membuat mas candu...'' ucap Angga dengan suara seraknya karena masih merasakan kenikmatan yang masih ia rasakan.
Selvia yang sama merasakan lemas karena kelelahan, hanya menjawab pertanyaan suami nya dengan senyuman.
Angga langsung membawa tubuh polos sang istri ke dalam pelukannya, tak lupa Angga juga menyelimuti tubuh polos mereka berdua dengan selimut dan tak lama mereka sama sama terlelap tidur saling memeluk menuju alam mimpi.
Mereka tertidur cukup lama, sampai sampai tak mendengar beberapa panggilan dan beberapa notif pesan berdering ke ponsel Angga dan Selvia mereka sama sekali tak mendengarnya.
Selvia terbangun karena merasa lapar, maklum ibu hamil pasti gampang lapar apalagi di tambah sudah kelelahan akibat olah raga pagi dengan suaminya di atas ranjang.
'' Astagfirullah udah jam sebelas'' ujar Selvia pelan.
'' Paingan wae patuangan abdi tos kalaparan, ieu mah lain sarapan, deui kudu langsung tuang berang'' batin Selvia yang sudah merasa kelaparan.
( pantesan aja perut aku udah kelaperan, inimah bukan lagi sarapan, tapi harus langsung makan siang)
Selvia melepas pelukan sang suami yang memeluknya erat, dan langsung membalikan tubuhnya agar menghadap sang suami untuk membangunkannya.
'' Mas bangun... ini udah siang'' ucap Selvia lembut.
Angga tidak berkutik dan masih saja terlelap mungkin karena masih lelah, membuat sang istri kembali bersuara.
'' Mas bangun iihh... aku sama anak mas udah kelaperan.. mas bangunnn'' ucap Selvia lagi agak sedikit kencang dan langsung membaut Angga terbangun.
'' Eehh iya.. iya siapa yang kelaperan'' ucap Angga sambil mengucek ngucek matanya yang masih mengantuk.
'' Aku sama ini udah kelaperan mas, lihat udah hampir waktunya makan siang sedangkan tadi kita juga melewatkan sarapan'' ucap Selvia memanyunkan bibirnya sambil menunjuk perut buncitnya yang keroncongan.
'' Uuhhh sayang ku, maafkan mas yah, sekarang mas akan langsung pesankan dulu, sabar sebentar yah'' ucap Angga langsung meraih telepon hotel di nakas ranjang tidur mereka.
Angga memesan cukup banyak makanan untuk dirinya dan istri tercintanya yang sudah kelaparan karena mereka melewatkan sarapan.
Tak lama pelayan Hotel mengantarkan makanan yang di pesan oleh sang pemilik Hotel, dan langsung pamit setelah selesai menyiapkan makanan pesanan Angga di meja Sofa.
Selvia keluar dari kamar mandi, tersenyum melihat begitu banyak makanan yang terhidang di meja.
.
'' Eumm baunya enak sekali... aku udah laper mas'' ucap Selvia yang masih mengenakan bathrobe.
__ADS_1
'' Iya sayang ayo makan lah, mas nanti menyusul mas mandi dulu, badan mas lengket sekali'' Ucap Angga di Angguki sang istri yang langsung makan karena begitu lapar di tambah melihat makanan yang begitu menggoda telah terhidang di depannya.
'' Angga tersenyum mengingat begitu agresifnya sang istri tadi di atas ranjang, dan sekarang di lihatnya sang istri begitu lahapnya makan, ia melihat sang istri sudah tak sering mual mual lagi.
Menuju trimester kedua Selvia begitu sangat lahap makan, sekarang kalau lihat makanan pasti mau dan ingin mencoba.
Tak lama Angga keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe dengan rambutnya yang masih basah.
Angga menghampiri sang istri yang sedang asyik mencoba semua makanan di depannya.
'' Gimana sayang, apa semuanya kamu suka'' tanya Angga pada sang istri yang khusu makan.
'' Ehh mas udah selesai mandinya, Iya mas ini semua enak sekali.., semuanya Aku suka'' ucap Selvia tersenyum.
'' Iya sayang, Syukurlah kalau kamu suka, mas senang lihatnya'' ucap Selvia.
'' Ayo mas makan dulu, mas juga pasti lapar'' suruh Selvia dan langsung mengambilkan salah satu makanan untuk Angga.
'' Terima kasih sayang...love you''ucap Angga membuat Selvia tersenyum.
'' Sama sama mas, love you too'' balas Selvia tersenyum manis pada Angga dengan bibir yang belepotan.
Angga tersenyum melihat nya dan segera meraih tisu untuk membersihkan bibir sang istri.
Selvia terdiam, hatinya begitu senang akan semua perhatian yang suami nya lakukan.
'' Eumm bumil... makannya belepotan sekali'' Ucap Angga sembari mengelap bibir sang istri.
'' Karena laper, jadi semangat sekali sampai belepotan hehehee... makasih yah mas'' ucap Selvia tersenyum.
'' Iya sayang, maafin mas yah membuatmu dan anak kita kelaparan'' ucap Angga merasa bersalah.
'' Engga mas bukan salah mas, tapi salah aku juga yang ikut tidur lelap, sampai melupakan sarapan '' balas Sang istri tak mau menyalahkan sang suami.
'' Ya udah sayang, ayo kita lanjut makannya'' ucap Angga tersenyum.
Mereka makan dengan sangat romantis, Angga terus menatap intens sang istri di depannya dengan penuh cinta, sesekali Angga menyuapi sang istri dengan begitu lembutnya.
Selesai makan, mereka berganti baju lalu duduk di Sofa sambil menonton TV.
'' Mas ayo kita pulang, pasti yang lain udah pada pulang duluan'' ajak Selvia pada Angga yang asyik mengusap usap perut buncitnya.
'' Emmm sayang kita stay dulu sini yah, Mas masih ingin Quality time sama kamu, kalau sudah di rumah kamu selalu di sibukkan dengan Safhira'' jawab Angga sembari asyik menciumi perut buncit sang istri.
'' Tapi mas.. aku gak enak sama ibu dan bapak, trus kasihan Safhira pasti menunggu kita'' ucap Selvia sambil mengusap usap dada bidang Angga.
'' Kamu jangan khawatir sayang, ibu sama bapak dan yang lain sedang di ajak jalan jalan sama Anggita, mami dan papi terus sekalian mau di ajak ke rumah mami katanya, Nih tadi sandi dan Anggita mengirim pesan sama mas, pasti mengirim pesan juga sama kamu'' ucap Angga memberitahu.
'' iihh mas, aku jadi gak enak sama Anggita, selalu saja kita merepotkan nya'' jawab Selvia tak enak hati.
'' Sayang... kita ini satu keluarga jadi wajar saling menolong dan menyenangkan satu sama lain, sudah jangan di pikirkan, mending kita persiapkan nanti malam mas mau aja kamu Candle light dinner, sudah lama kita gak makan romantis berdua sayang'' ucap Angga romantis pada sang istri.
'' Iisshhh mas bisa saja, tadi juga kita barusan makan siang romantis dengan kostum bathrobe hehehehe'' ucap Selvia tersenyum senang dengan ajakan sang suami.
Angga tersenyum melihat sang istri yang begitu tertawa senang.
πππππ
Bersambung dulu yaaaa
happy selalu Readers love youuuu
__ADS_1