
πππ
Urang lanjutken deui para pembaca yang Authorrr sayangggg, haturnuhun selalu dukung Authorrr.
πππ
Selvia menggelosorkan badannya terduduk di lantai setelah membaca file dari map yang ia temukan.
Selvia tak menyangka sang suami punya pikiran ingin menikahinya kontrak atau yang di sebut kontrak pernikahan seperti yang tertulis di file berkas yang ia temukan.
'' Mas aku ga nyangka kamu punya pemikiran seperti itu, terus apa gunanya perhatian, kasih sayang, kecemburuan dan keintiman yang kamu selalu lakukan setiap saat ''batin Selvia
'' Teungteuingeun teung maneh teh mas, jadinateh mas Angga ngabohongan teu enya'an bogoh jeng nya'ah ka urang teh '' batin Selvia
( kebangetan banget sihkamu mas, jadinya Mas Angga ngebohongin ga beneran cinta dan sayang ke pada aku)
'' Kamu ga lebih seperti laki laki Brengsek Mas '' batin Selvia lagi dan terus meneteskan air mata yang membasahi pipinya.
Karena lelah menangis Selvia sampai ketiduran menelungkup di lantai.
Isi lembar file yang selvia baca tertulis Angga ingin menikahinya secara kontrak dan tertulis juga beberapa point perjanjian.
Dan yang membuat Selvia semakin sakit di sana juga tertulis setelah Satu tahun pernikahan mereka akan bercerai dan Angga akan membayar nominal yang Selvia mau sebagai imbalan karena mau menikah dengannya demi kebahagiaan Safhira.
Tak terasa sudah waktunya untuk menjemput Safhira.
Pak mardi menyuruh bi Minah untuk memanggil non Selvia yang akan menjemput non Safhira.
'' Neng, neng via di tunggu pak Mardi untuk menjemput non Safhira'' ucap bi Minah setelah mengetuk pintu kamar Selvia.
Selvia tersadar mendengar ketukan dan panggilan bi Minah di balik pintu kamarnya.
'' Oh iya bi bilangin pa Mardi tunggu sebentar saya mau siap siap dulu '' jawab Selvia saat tersadar dari tidurnya.
'' Iya neng '' ucap bi minah di balik pintu.
Selvia langsung bersiap siap langsung berganti baju sopannya dan tak lupa menggunakan kaca mata agar menutupi mata sembabnya.
Setelah siap Selvia langsung pamit pada bi Minah dan keluar menemui pak Mardi yang akan mengantarnya menjemput Safhira.
'' Ayo pak berangkat takutnya Safhira sudah menunggu '' ucap Selvia saat sampai di garasi rumah mewahnya dan langsung masuk mobil.
'' Iya non via mari '' jawab pak Mardi yang sudah Siap di balik kemudi setelah itu menjalankan mobilnya menuju Sekolah Safhira.
Di perjalanan Selvia berpikir nanti akan pulang
setelah menjemput sang putri, karena tak mungkin meninggalkan Safhira ia berniat akan membawanya.
Tak lama Selvia sampai di sekolah Safhira, dan Alhamdulillah ternyata Selvia tidak telat menjemput, sang putri masih dalam kelasnya.
Tak berselang lama Bell sekolah berbunyi dan Safhira keluar sekolah langsung menuju tempat orang Tua/ Wali murid menjemput.
'' Mommy lihat aku dapat tiga bintang'' teriak Safhira menghambur pada pelukan Selvia.
'' uluuuh Anak mommy yang cantiiik pintarnyaa'' jawab Selvia membalas pelukan Safhira sembari mencium pipi gemasnya.
Dan langsung berjalan masuk mobil di mana pa Mardi sudah siap menjalankan mobilnya.
'' Nanti Fhira kasih tau papa Fhira dapat tiga bintang ya mom '' ucap Safhira.
'' Tentu sayang papa pasti senang '' jawab Selvia
'' Mom kenapa pakai kaca mata tumben '' tanya Safhira
'' Mata mommy ada kantung mata hitam sayang, jadi mommy menutupinya pakai kaca mata '' Alasan Selvia atas pertanyaan sang putri karena tak mungkin ia bilang habis menangis pasti akan banyak pertanyaan dari putri pintarnya.
Tak lama mereka sampai di depan rumah mewahnya.
'' Ayo sayang '' ajak Selvia pada sang putri
'' okee momm '' jawab Safhira.
Mereka masuk ke rumah dan Selvia mengajak Safhira langsung masuk ke kamar nya.
Setelah membuka sepatu dan kaos kaki Safhira ia langsung menggendong sang putri yang sudah lelah untuk rebahan di kasur king size kamar nya.
'' Sayang apa Fhira mau jalan jalan ke Bandung bersama mommy '' tanya Selvia
__ADS_1
'' Mau, mau, mau momm'' Jawab Safhira begitu semangat.
'' Ya sudah sebentar lagi kita berangkat, mom mau siapin baju baju ganti Fhira dulu ya'' ucpa Selvia
'' Sambil menunggu mommy bersiap Fhira istirahat dulu di kamar mommy okee'' ucap selvia lagi
'' okee momm'' Jawab Safhira.
Selvia keluar dari kamarnya menuju kamar Safhira dan saat membereskan baju ganti Fhira, Selvia sambil mengirim pesan pada Angga.
Selvia ga mau di sebut istri Durhaka yang pergi dari rumah tak meminta ijin dulu suaminya.
Selvia putuskan mengirim pesan saja, ia tak mau menelpon karena ia begitu merasa kesal pada Suaminya.
Selvia
π©
Assalamualaikum Mas Angga, aku mau meminta ijin sama mas Angga kalau aku mau pulang ke Bandung dengan Safhira.
Selvia
π©
Mas aku harap mas mengijinkan aku pulang ke Bandung bersama Safhira.
Selvia
π©
Mas Angga mungkin sibuk tidak membalas pesanku, jadi aku Angga mas sudah mengijinkan ku, dan aku pinjam pak Mardi untuk mengantar kami ke Bandung.
-------
Di kantor Angga sedang sibuk meeting dengan Tim kantor yang akan menangani proyek terbarunya.
Angga tak mendengar notif pesan sang istri karena ia telah mend senyapkan mode ponselnya agar tak mengganggu meeting pentingnya.
----
Selvia sudah selesai menyiapkan baju ganti Safhira, ia langsung turun dan menemui Bi Minah untuk memberitahukannya kalau ia dan Safhira akan pulang ke Bandung.
'' Iya siap neng, tapi kenapa mendadak neng pulangnya'' tanya bi Minah yang aneh sembari melihat mata sembab Selvia.
'' Tidak mendadak bi memang saya sudah berniat pulang mumpung wekend jadi tak mengganggu Sekolah Safhira sekalian mau ngasih oleh oleh dari Bali bi'' jawab Selvia
'' Oh iya neng, kalau begitu salamin sama keluarga neng di Bandung dari bibi ya neng'' ucap Bi minah
'' Iya bi tentu nanti aku bialngin sama keluarga di Bandung'' jawab Selvia.
Setelah itu Selvia langsung menemui pak Mardi untuk meminta tolong bersiap siap mengantarnya ke Bandung.
'' Pak mardi tolong bersiap ya sebentar lagi untuk antar saya dan Safhira ke Bandung'' suruh Selvia sambil memberikan tas yang berisi baju ganti Safhira dan oleh oleh untuk di masukan ke mobil.
'' Iya siap non'' jawab pak Mardi yang langsung menyiapkan mobil.
Setelah menemui pak mardi Selvia kembali ke kamarnya, dan di lihatnya sang putri yang masih bermain tak jadi tidur di tempat tidurnya.
'' Ayo sayang kita bersiap berangkat sekarang '' suruh Selvia
'' okee mom, Fhira mau ambil dulu mainan Fhira untuk di bawa ke Bandung ya mom'' jawab Safhira dan di Angguki Selvia.
Setelah Safhira keluar dari kamarnya, Selvia bersiap membawa tas mungilnya yang berisi dompet dan ponsel saja ia tak berniat membawa baju karena di rumahnya di Bandung masih banyak bajunya di sana.
Setelah itu Selvia tak lupa menaruh berkas yang ia baca tadi di tempat tidur Agar nanti suaminya tau akan alasan kepergiannya.
Setelah siap Selvia dan Safhira pamit pada bi minah dan langsung masuk ke mobil yang sudah ada pak mardi yang sudah siap mengantar mereka.
'' Bi titip rumah Assalamualaikum '' ucap Selvia dari dalam mobil sambil melambaikan tangannya
'' iya neng via Wa'alaikum salam, dan hati hati di jalan'' jawab bi minah balas melambaikan tangannya.
Di perjalanan Safhira berceloteh sepanjang jalan, ia begitu senang dengan perjalanannya.
'' Mom kok papa ga ikut kita jalan jalan ke Bandung'' tanya Safhira
'' Papa sedang sibuk dengan pekerjaannya sayang jadi tak bisa ikut ke Bandung'' jawab Selvia.
__ADS_1
karena kelelahan bercelotah Akhirnya Safhira tertidur di bersandar ke pelukan Selvia.
Selvia mengirim pesan pada Sandi Adiknya agar tak kaget ia tiba tiba pulang.
Selvia
π©
Assalamualaikum san, bilang ibu sama bapak teteh mau pulang ke Bandung sama Safhira, sekarang lagi di perjalanan.
Tak lama sandi membalas pesannya.
Sandi
π©
Wa'alaikum salam, Iya teh nanti di bilangin, teteh dan Safhira hati hati di jalan.
Setelah mendapat balasan dari sandi, Selvia yang lelah akan pikirannya ikut terlelap menyusul Safhira.
----
Di kantor Angga yang baru selesai meeting kembali ke ruangannya dan langsung menyalakan ponselnya yang sudah ia senyapkan.
Angga langsung membuka pesan dari Selvia yang ia lihat pertama di ponselnya.
Angga melototkan matanya akan apa yang ia baca dan kenapa nada pesan sang istri yang beda tak seperti biasanya.
Angga langsung mebalas pesan sang istri.
Angga
π©
Iya sayang mas ijinkan, kalau pekerjaan mas sudah selesai mas akan langsung menyusul kalian.
Setelah beberapa lama tak ada balasan dari sang istri membuat perasaan Angga tak enak.
'' Ada apa kok mendadak sekali ia mau pulang ke Bandung, kenapa tak menunggu ku dulu '' batin Angga tak enak hati dan langsunng menghubungi Selvia.
Sudah beberap kali Angga menelpon namun tak ada jawaban dari sang istri, membuatnya semakin tak enak hati.
Angga langsung menelpon ke telepon rumahnya.
π'' Hallo Assalamualaikum '' sapa Angga
π'' Wa'alaikum salam pak '' jawab bi Minah
π'' Bi apa Istri dan Anak saya masih di rumah atau sudah berangkat ke Bandung'' tanya Angga
π'' Sudah pak mungkin sudah ada hampir satu jam mereka berangkat pak'' jawab bi minah
π'' Ohh ya sudah bi terima kasih, Assalamualaikum '' ucap Angga
π'' wa'alaikum salam pak
Setelah menelpon ke rumahnya, Angga langsung menelpon Pak mardi sudah sampai mana dan kenapa Selvia tak mengangkat telponnya.
PaK Mardi menepikan mobilnya saat melihat panggilan dari tuannya.
π '' Assalamualaikum pak Angga'' sapa pak mardi saat mengangkat telponnya
π '' Wa'alaikum salam, pak mardi sudah sampai mana dan kenapa istri saya tidak menjawab panggilan dari saya'' Tanya Angga yang langsung to the point.
π'' Masih di tol cikampek pak, non Via dan non kecil ketiduran pak jadi tak menjawab telpon pak Angga, saya tak enak tadi mau membangunkannya pak'' jawab Pak mardi
π'' Oh ya sudah pak jangan di bangunkan kasihan biarkan saja, ya sudah hati hati di jalan, dan langsung kabari saya kalau kalian sudah sampai Bandung, Assalamualaikum '' ucap Angga.
π'' Iya pak Wa'alaikum salam'' jawab pak mardi.
Selesai menelpon Angga menghela Nafas panjang dan menghembuskannya kasar.
ππ
Bersambung dulu Readers
Jangan lupa selalu like dan komen agar Author selalu semangaattt Updatenya
__ADS_1
πππ