
Assalamualaikum maafkan Author, karena kesibukan Author jadi baru sempat update..
Kita lanjutkaaan kembali readers...
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Setelelah pelukan mereka terlepas, Angga langsung memberitahu semua keluarga atas kebahagiaan mereka akan kehamilan Selvia.
Pertama Angga memberitahu Mami Anggi dan kedua memberitahu keluarga Selvia di Bandung melalui Sandi.
Semua keluarga sangat bersyukur atas kehamilan Selvia, mami Anggi langsung bergegas ke rumah sakit milik keluarga Dirgantara mengetahui sang menantu dan calon cucu keduanya di rawat di sana.
Keluarga Selvia di Bandung tak kalah bahagia dan bersyukur akan kehamilan Selvia. Malah mereka berniat kalau pekerjaaan pak Yadi di kebun dan Sandi libur kuliah mereka akan segera berkunjung ke jakarta.
Angga juga mengabari sang Adik Anggita sekalian meminta tolong nanti pulang sekolah untuk menjemput membawa Safhira ke rumah Sakit menemui Selvia.
Tak lama suara ketukan pintu, ternyata mami Anggi sudah tiba di rumah sakit milik Keluarga Dirgantara.
'' Assalamualaikum sayang'' ucap mama Anggi tersenyum masuk ke ruangan Selvia dirawat.
'' Wa'alaikum salam, mami'' ucap Selvia kaget cepat sekali baru di beri tahu sudah langsung ada di rumah sakit.
'' Mi cepat sekali sudah sampai saja'' ucap Angga menyalami dan mencium sang mami.
'' Mami khawatir sama menantu dan calon cucu mami makannya mami langsung kesini, kenapa kamu ga kabari mami dari semalam ga'' tanya mami Anggi
'' Angga ga mau membuat mami khawatir, terus baru tadi dokter memberitahu kehamilan Selvia mi'' jawab Angga
Mami Anggi langsung menghampiri sang menantu yang sedang berbaring di tempat tidur.
Selvia langsung bangkit di bantu Angga untuk menyalami mami Anggi.
Mami Anggi sangat bahagia ia memeluk dan menciumi sang menantu dengan sangat Antusiasnya, ia bersyukur melihat kebahagiaan mereka sebentar lagi sangat sempurna.
Apalagi melihat perubahan Angga yang dulu sempat frustasi saat di tinggal Alm dita sekarang dengan kehadiran Selvia hidup Angga langsung berubah.
'' Selamat ya sayang, semoga kalian selalu sehat sampai nanti tiba melahirkan'' ucap mami Angga sambil mengelus perut rata sang menantu.
'' Iya mi amiin, makasih banyak mi do'anya'' ucap Selvia tersenyum
'' Amiin ya robbalalamiin mi'' ucap Angga tersenyum bahagia.
'' Mas sekarang kan sudah ada mami, mas pergi saja ke kantor pasti klien mas sudah menunggu'' ucap Selvia mengingat jadwal meeting Angga
'' Iya sayang, Mas sebenarnya malas tapi mau gimana lagi ada hal penting yang mau mas bahas di meeting hari ini'' ucap Angga menghela nafas.
'' Ga usah khawatir ga, mami akan menemani Selvia di sini'' ucap mami Anggi yang duduk di tempat tidur Selvia.
'' Iya mas, aku ga mau pekerjaan mas terganggu, aku sudah sangat baikan'' ucap Selvai tersenyum dengan wajahnya yang sudah segar tak pucat lagi.
'' Baiklah sayang, mas mau ke rumah dulu berganti baju sama sekalian mengambil berkas untuk meeting nanti'' ucap Angga mengambil ponsel dan kunci mobilnya.
Sebelum pamit Angga memeluk dan menciumi kembali sang istri dan calon adik Safhira yang masih bersemayam di perut rata Sang istri.
'' Sayang kalau meetingnya selesai mas akan langsung pulang, jangan lupa makan dan minum obat juga vitaminnya'' ucap Angga sembari memeluk sang istri.
'' Iya mas semoga meetingnya lancar, mas jangan khawatir aku akan jaga calon anak kita'' bala Selvia di pelukan Angga
Mami Anggi terharu akan kebahagiaan putranya, yang dulu dingin dan cuek sekarang begitu hangat dan perhatian.
Angga beralih menyalami dan mencium sang mami.
'' Makasih mi, maaf Angga jadi merepotkan mami'' ucap Angga pamit.
'' Iya ga, mami sama sekali tak merasa di repotkan, malah mami sangat bahagia bisa menemani Selvia di sini, sudah cepat nanti telat'' ucap mami Anggi terssnyum manis.
Setelah kepergian Angga mami Anggi menyuapi sarapan untuk Selvia sembari menonton acara berita.
Selvia sangat bersyukur mempunyai Suami dan keluarga besarnya yang begitu baik dan tulus menyayanginya.
Setelah selesai makan dan minum obat, selvia di bantu perawat membersihkan diri karena sebentar lagi akan ada dokter Dani yang akan memeriksa kembali Selvia.
__ADS_1
Selesai membersihkan diri dan berganti baju, tak lama Dokter Dani datang memeriksa Selvia.
'' Bagaimana dok, menantu dan calon cucu saya apa semua baik baik saja'' tanya Mami Anggi setelah Dokter Dani selesai memeriksa.
'' Semuanya baik, kesehatan Nyonya Selvia juga sudah stabil, insya Alloh nanti sore sudah bisa pulang'' ucap Dokter Dani memberitahu.
'' Nanti saya resepkan kembali, obat dan vitamin untuk penguat kandungan '' ucap Dokter Dani lagi.
'' Syukur Alhamdulillah Dok kalau semua baik baik saja'' jawab mami Anggi.
'' Ya sudah nyonya Anggi dan nyonya Selvia saya pamit dulu '' ucap Dokter dani pamit akan memeriksa pasien yang lain.
'' Iya dok, Terima kasih banyak'' jawab Selvia dan mami Anggi.
Β
Di kantor Angga terus menebar senyum, hingga membuat semua staf dan klien yang hadir meeting saat itu di buat senang, Angga yang bisa dingin dan selalu banyak protes hari ini benar benar kalem dan terus menebar senyum.
Setelah selesai meeting Angga langsung keruangannya bersama Dito.
'' Sepertinya bapak hari ini happy sekali pak, apa karna bu selvia sudah ikut kembali ke jakarta'' tanya Dito hati hati.
'' Iya dit, dan ada sesuatu yang lebih membuat saya bahagia hari ini'' jawab Angga tersenyum.
'' Ada apa memang nya pak'' tanya Dito penasaran dengan kebahagiaan sang atasan.
'' Dit, Istri saya sedang mengandung dua minggu, dan sebentar lagi Safhira akan punya adik'' jawab Angga dengan terus menyunggingkan senyum lebarnya.
'' Masya allah, Syukur alhamdulillah pak, semoga ibu Selvia dan calon bayi nya selalu sehat'' ucap Dito ikut senang mendengar kabar bahagia dari keluarga atasannya.
'' Amiin terima kasih dit do'anya'' ucap Angga dan Dito undur diri dari ruangan Angga setelah menaruh file berkas meeting Angga.
-----
Dirumah sakit Selvia yang sedang Asyik bercengkrama dengan Mami Anggi, di kejutkan dengan ketukan pintu begitu kencang, saat mami Anggi cek ternyata sang cucu Safhira bersama Aunty nya.
Anggita yang menjemput Safhira dari sekolah dan membawanya ke rumah sakit atas permintaan Selvia, karena bi Minah memberitahu Safhira tadi pagi sangat rewel mencari Mommynya.
''Wa'alaikum salam, cucu oma sudah sampai'' ucap Mami Anggi mencium pipi gemas sang cucu setelah Safhira menyalaminya.
'' Wa'alaikum salam, anak cantik mommy sudah datang'' ucap Selvia pada sang putri yang langsung menghambur padanya.
'' Mommy kenapa ga bilang fhira kalau mommy sakit, fhira kan bisa temani mommy di sini'' tanya Safhira di pangkuan sang mommy.
'' Mommy ga mau mengganggu fhira, fhira kan harus sekolah dan belajar, dan mommy ga sakit kok sayang '' jawab Selvia tersenyum.
'' kalau mommy ga sakit kenapa di rumah sakit, bukannya di rumah saja menemai fhira'' ucap Safhira dengan pipi merahnya.
'' Mommy harus kesini karena mommy harus di periksa dokter karena di sini ada calon adik kaka fhira'' ucap Selvia tersenyum sembari mengelus perut ratanya.
'' Apa mommy bilang, ada calon Adik fhira di sini'' tanya Safhira penasaran ikut memegang perut rata Sang mommy.
'' Iya benar sekali, sebentar lagi fhira akan di panggil kaka'' jawab Selvia tersenyum.
'' Horeee, Horeee fhira mau punya adik seperti teman teman fhira'' ucap Safhira senang.
Mami Anggi dan Anggita begitu bahagia dan terharu dengan kedekatan Safhira dan ibu sambungnya.
'' Selamat ya kak, semoga kakak dan calon debay nya sehat selalu'' ucap Anggita memeluk Selvia.
'' Iya makasih banyak git, maaf ya aku dan mas Angga merepotkan mu terus, habis safhira tadi rewel tak mau berangkat sekolah, sekali lagi makasih ya git '' ucap Selvia.
'' Iya kak, aku ga merasa di repotkan safhira ponakan ku juga jadi sudah jadi urusanku juga kak'' ucap Anggita tersenyum.
Mereka makan bersama karena Anggita tadi mampir membelikan makanan pesanan sang mami, saat mereka makan Asyik makan bersama terdengar suara pintu terbuka, dan ternyata Angga yang datang.
Setelah Meeting Selesai Angga putuskan pulang karena dalam pikirannya hanya ada sang istri yang sedang mengandung calon buah hatinya.
Angga khawatir mengingat sang istri yang suka mual muntah, Angga tak mau terjadi apa apa pada sang istri.
'' Assalamualaikum semua'' ucap Angga masuk ke ruangan Sang istri.
__ADS_1
'' Wa'alaikum salam '' jawab Semua yang ada di ruangan itu.
Safhira langsung menghambur ke pelukan Angga dengan semangatnya.
'' Papa tau ga, sebentar lagi Fhira akan punya adik bayi lohh'' ucap Safhira memberi tahu, karena mengira sang papa belum mengetahuinya.
'' Wah masa sayang'' jawab Angga pura pura terkejut.
'' Iya pa, di perut mommy ada calon adik bayi fhira'' ucap Safhira pada sang papa.
'' wah syukur alhamdulillah sebentar lagi fhira akan menjadi kakak fhira dong'' goda Angga.
'' Iya fhira bakal jadi kakak yang baik menjaga adik bayi pa'' ucap Safhira
'' Iya kakak fhira pintar dan hebat, papa bangga sama kakak fhira yang cantik ini'' ucap Angga mencium pipi gemas Safhira.
'' kak Angga selamat yah, hebat langsung tokcer membuat Adik Safhira '' ucap Anggita menggoda sang kakak.
'' Tentu dong gita, makanya kamu segera menikah biar mami makin banyak cucunya bukan dari kakak saja'' balas Angga ingin menggoda Anggita.
'' ishhh apa sih kakak jadi bahas bahas kesitu'' ucap Anggita cemberut.
'' Ehh iya ga mama mau ngasih tau kalau kemarin ada Fandi datang ..........'' ucap mami Anggita terpotong karena langsung di tutup mulutnya oleh Anggita.
'' mami jangan bilang kak Angga dulu sih'' ucap Anggita kesal karena mami Anggita ingin memberitahu Angga tentang kedatangan Fandi ke rumah kemarin.
Angga dan Selvia yang duduk berdampingan saling bertanya tanya.
'' Gita biarkan kakak mu harus tau niat baik Fandi kemarin kerumah'' ucap mami Anggi dan Anggita tak bisa berbuat apa apa kedekatannya dengan Fandi akan di publikasikan sang mami.
'' Iya ga, via, kemarin Fandi kerumah ingin meminta restu mami dan papi, Fandi ingin melamar Anggita'' ucap mami Anggi menjelaskan.
Angga dan Selvia tersenyum senang akhirnya sang Adik sudah ada yang melamar.
Angga dan Selvia senang ternyata calon sang adik tak lain Fandi patner kerja Angga sekaligus mantan kakak kelas Selvia.
Anggita yang menahan malu menutupi muka merahnya dengan bantal sofa.
'' Selamat ya gitt, sebentar lagi di lamar Fandi semoga kalian bahagia selalu dan semua nya di lancarka '' ucap Selvia
'' Iya kak makasih do'anya'' ucap Anggita tersenyum malu.
'' gita, gita diam diam kamu sudah berpacaran sama fandi, pantas saja fandi sering sekali ke Cafe dan butik mu'' ucap Angga meledek sang adik.
'' apa sih kakak sok tau, itu kan urusan pekerjaaan'' ucao Anggita cemberut.
'' pekerjaan atau pekerjaan '' ledek Angga lagi.
'' Mas jangan goda adiknya terus'' ucap Selvia.
'' biarkan sayang kapan lagi kita ledek dia, dia selalu serius bekerja'' ucap angga tertawa.
'' issh kak Angga menyebalkan, mi ayo aku mau pulang saja malas sama kak Angga'' ucap Anggita mengajak pulang Sang mami.
'' Iya git tunggu sebentar, oh iya ga kata dokter Dani Selvia sore ini sudah bisa pulang, mami titip Selvia kamu urus kepulangannya biar safhira mami bawa ke rumah besok kan tanggal merah fhira libur sekolah'' ucap mami Anggita memberi tau.
'' Iya mi, makasih udah ngerepotin mami'' ucap Angga tersenyum maminya sangat pengertian sekali.
'' Fhira memang mau ikut ke rumah oma ''tanya Selvia
'' Iya mom, soalnya fhira mau di belikan mainan baru sama Aunty dan oma'' ucap Safhira senang.
'' Baiklah fhira jangan merepotkan oma, sini mommy sun dan peluk dulu'' ucap Selvia.
Ahkirnya Anggita, mami Anggi dan safhira pamit pulang dan meninggalkan Selvia dan Angga di berdua di ruangan rawat Selvia.
Setelah kepergian mereka, Angga langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur membawa sang istri yang sudah tak menggunakan Infusan ke dalam pelukannya.
π·π·π·π·
Sekali lagi maafkan Author baru sempat Update jangan bosen yah terus dukung like dan komen biar Author semakin semangat.....
__ADS_1