
Maafkan Author readers, telat up....
kita lanjutkan kembaliii....
Di rumah Angga
Keesokan paginya tepatnya di hari jum'at, Selvia di sibuk kan untuk mempersiapkan kedatangan orang tua dan adiknya dari Bandung yang kini sedang di jemput Pak Mardi, supir Angga.
Karena Bi Minah belum kembali dan akan kembali nanti siang, karena masih membantu di rumah mami Anggi ibu mertua Selvia.
Selvia dengan cekatan membereskan kamar tamu, kamar tidur atas dan bawah untuk orang tua dan adiknya.
Setelah itu Selvia ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk suami dan sang putri tercinta.
Selvia juga sekalian mempersiapkan bahan masakan untuk menyambut orang tua dan adiknya, untuk makan siang nanti.
Padahal Angga sudah memberitahu Selvia semalam, agar semua makanan nya pesan saja dari Cafe Anggita, Angga tak mau melihat sang istri kelelahan.
Namun Selvia bersikeras ingin menyiapkan masakannya sendiri untuk menjamu keluarganya.
Angga terbangun dari tidurnya, Angga tersadar mencari sang istri, tidak ada si sampingnya, Angga bangkit dan langsung mencari keberadaan Selvia.
''Sayang...sayang kamu di mana'' teriak Angga.
Selvia yang sedang sibuk di dapur, di buat tersenyum dengan panggilan (Sayang ) Angga kepadanya.
'' Disini mas, aku lagi di dapur'' jawab Selvia dari arah dapur.
Angga langsung berjalan ke arah dapur, dan dilihatnya sang istri sedang memasak, Selvia begitu lihai dan terlihat sexy karena badan nya yang sedikit berkeringat, membuat Angga terpana melihat nya.
'' Sayang... sudah mas bilang, kita bisa pesan saja'' ucap Angga mendekati Selvia yang sedang menyiangi sayur sayuran.
'' Tidak apa mas, via mau masak sendiri saja untuk menjamu ibu, bapak dan Sandi'' ucap Selvia menatap Angga.
'' Tapi Mas gak mau kamu lelah sayang'' ucap Angga semakin mendekati Selvia.
Angga memegang pinggang Selvia dan menghirup dalam dalam aroma tubuh Selvia, membuat Selvia meremang dibuatnya.
'' Mmaasss... geliiii '' ucap Selvia menahan geli.
'' Mas... suka wangi tubuh mu sayang'' ucap Angga yang tetap menghirup tubuh Selvia dari arah belakang.
Angga yang juga medengar ******* kegelian Selvia, langsung membalikan tubuh Selvia agar menghadapnya.
Tanpa aba aba Angga langsung ******* bibir sexy Selvia dengan rakusnya, Selvia sempat kaget di buatnya, namun Selvia maklumi itu, karena suami nya yang sudah begitu sangat menginginkannya, sayangnya terhalang karena dirinya sedang kedatangan tamu bulanan nya.
__ADS_1
Selvia semula diam saja karena kaget, namun tak lama Selvia membalas ciuman panas suaminya.
Angga tersenyum dengan balasan ciuman sang istri, lantas Angga menaikan pinggul Selvia ke atas meja dapur, tanpa Angga melepas ciuman panasnya.
Angga menyelusupkan tangannya meraba raba, punggung mulus Selvia, Kemudian tangan aktif Angga beralih ke arah depan ke dua gunung Selvia, dan Sontak membuat Selvia semakin meremang di buatnya.
''Mmaaasss..... suudaahh'' ucap Selvia terengah engah, sambil menahan rasa nikmaat yang tak pernah ia rasakan, apalagi di saat Angga mulai menciumi leher nya.
Angga tersadar, dan kembali mengingat bahwa Selvia masih datang bulan, Angga langsung menghentikan aksinya.
Angga menghela nafas panjang dan menghembuskan nya kasar, Angga kembali menurunkan Selvia dari meja dapur terus mengecup bibir Selvia sebentar, dan langsung lari ke kamarnya, kemudian masuk ke kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya yang sudah tak tertahankan.
Selvia bengong melihat sang suami yang langsung pergi ke kamarnya, main meninggalkannya.
Tapi di lain sisi, Selvia merasa bersalah karena belum bisa memenuhi hasrat Angga lahir dan bathin.
Namun Selvia berjanji setelah nanti selesai datang bulannya, ia akan berusaha memenuhi hasrat Angga hingga membuat sang suami puas akan dirinya.
Selvia menyusul Angga ke kamarnya, dan saat masuk terdengar suara gemericik air shower, ternyata Angga langsung membersihkan diri setelah aksi ciuman panas nya dengan Selvia.
Selvia menyiapkan baju dan celana santai untuk Angga, karena hari ini Angga tak akan ke kantor, karena ingin istirahat untuk Acara Resepsi besok agar tak kelelehan.
Selvia kembali ke dapur untuk menyelesaikan acara memasaknya yang tertunda, karena tingkah sang suami yang begitu tiba tiba.
Untung Safhira masih tertidur dan di rumah sedang tidak ada orang, jadi tak ada yang melihat aksi panas Angga pada Selvia.
Tak lama terdengar suara Safhira berteriak mencari mommy nya, Selvia yang fokus memasak langsung tersadar Safhira memangilnya.
''Mommy, mommy'' teriak Safhira menuruni tangga mencari sang mommy.
'' Iyya fhira sayang, mommy sedang di dapur'' jawab Selvia berjalan dari arah dapur menuju Safhira.
'' Mommy kok gak bangunin fhira, emangnya Fhira libur sekolah'' tanya Safhira memeluk Selvia
'' Maafkan Mommy sayang, mommy lupa memberi tahu fhira, kalau hari ini libur karena ada rapat guru, kemarin wali kelas Safhira memberitahu mommy saat menjemput'' jawab Selvia terus mencium pipi gemas Safhira.
'' oh begitu, asyiik jadi hari ini fhira liburrr'' ucap Safhira senang.
Angga datang menghampiri mereka dan mengajak sarapan bersama.
Waktu menunjukan pukul 13.00 Angga,
Selvia dan Safhira sedang bersantai di taman belakang kolam renang, sambil melihat hewan peliharaan Safhira yang baru tiba yakni sepasang kelinci yang di beli Angga dari Toko Online.
Ya Safhira selalu mendesak papa nya agar membelikan nya hewan peliharaan seperti yang di miliki Sandi di Bandung.
__ADS_1
Saat mereka asyik memberi makan kelinci terdengar suara bell rumah mereka, ternyata pak Mardi sudah tiba dari menjemput orang tua dan adik selvia dari Bandung.
Pak Yadi dan Bu Sumi di buat kagum saat tiba di depan rumah sang menantu.
Tak lama Selvia membuka pintu di ikuti Angga dan Safhira.
'' Assalamualaikum '' ucap pak Yadi, bu Sumi dan sandi bersama sama.
'' Wa'alaikum salam '' jawab Selvia, Angga dan Safhira.
'' Nenek, kakek dan om sandi selamat datang '' Teriak Safhira senang setelah menyalami orangtua Selvia, Safhira langsung menarik Sandi ke taman belakang ingin memamerkan hewan peliharaannya.
Angga dan Selvia langsung menyalami Pak Yadi dan Bu sumi yang di buat bengong dengan mewahnya rumah Angga sang menantu.
''Masya Alloh neng meuni sae pisan bumina nak angga, sae sareng lega nya. ni beda ciga bumi jeng langit sareng bumi ibu nu di bandung mah'' ucap bu Sumi
(Masya Alloh neng bagus banget rumahnya nak angga, bagus sama luas ya, jauh beda kaya bumi dan langit sama rumah ibu yang di Bandung)
'' Iya bu Alhamdulillah '' jawab Selvia dan Angga hanya bingung masih tak mengerti bahasa sunda yang selalu di gunakan keluarga Selvia.
Pak yadi, dan Bu Sumi sangat bersyukur dengan kehidupan Selvia putrinya bak di cerita dongeng.
Pak yadi dan bu sumi tak henti henti menyucap syukur akan berkah hidup yang Alloh berikan pada Selvia dan keluarga nya.
Selvia langsung mengajak orang tua nya dan memanggil Sandi yang sedang di taman belakang untuk makan siang bersama.
Merekan makan bersama sambil bercengkrama tentang perjalanan mereka tadi.
Setelah makan mereka bersantai di taman belakang melihat Sandi dan Sahfira memberi makan kelinci.
Setelah bersantai, Selvia mengantar orang tuanya ke kamar tamu yang sudah di siapkan Selvia, agar orang tuanya bisa beristirahat.
Dan memberi tahu Sandi kamarnya di atas berdampingan dengan kamar Safhira.
Setelah itu Selvia menidurkan Safhira agar tidur siang, karena di umur Safhira tidur siang bagus untuk pertumbuhan di usianya.
Setelah menidurkan Safhira, Selvia langsung membereskan piring kotor di meja makan.
Sesudah semua selesai Selvia langsung menuju kamar, untuk menyusul Angga yang sudah lebih dulu masuk ke kamar untuk beristirahat.
🌸bersambung duluuu
sabarr menuju MP para readers🌸
Author mau mengucapkan
__ADS_1
Dirgahayu Indonesia yang ke 76 semoga makin jaya, sejahtera, aman, sentosa.
Amiin ya robbalalamiin🙏