Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 30


__ADS_3

Mereka kembali melanjutkan perjalanan, Angga dan Selvia saling diam tak bersuara, Safhira masih pulas tertidur, hingga mereka sampai di rumah Angga.


Angga juga sudah menyuruh bibi yang bekerja pada maminya untuk membersihkan rumah selama ia tidak ada.


Selvia terbangun saat Angga membunyikan klakson mobilnya memberi kode penjaga rumah agar membuka pagar, lantas Angga memarkirkan mobilnya langsung di garasi rumahnya.


'' Sudah sampai mas, maaf yah aku ketiduran'' ucap Selvia merasa tak enak, tidak menemani Angga malah tidur.


''Iya tidak apa apa, aku tahu kamu lelah, sudah ayo biar aku gendong Safhira, barang barang biar di bawah oleh bibi, di dalam ada bi minah salah satu orang yang bekerja di tempat mami biar membantu kita di sini, aku kasihan sama kamu kecapean membersihkan rumah belum lagi mengurus Safhira '' ucap Angga melirik Selvia yang di lirik menahan senyum atas perhatian Angga pada nya.


Namun Selvia berusaha sadar diri, Selvia tak mau terus larut oleh perhatian manis Angga padanya, Angga melakukan itu hanya karena Selvia akan menjadi ibu dari Safhira tidak lebih.


Angga mengajak Selvia untuk masuk ke dalam rumah.


''Ayo biar aku gendong Safhira, ia tidur pulas sekali'' ucap Angga menggendong Safhira dari pangkuan Selvia.


''Kamu langsung ke kamar saja, barang barang biar di bawa bibi, kasihan kamu lelah'' ucap Angga lagi saat Selvia mau membawa koper di bagasi mobil Angga.


'' Iya mas, aku cuma bawa yang ringan saja'' ucap Selvia membawa tas kecil Safhira dan mengikuti langkah Angga masuk ke dalam ke rumah, ternyata di dalam rumah sudah ada bi minah membuka kan pintu, menyambut kedatangan mereka.

__ADS_1


'' Selamat datang tuan, nyonya, nona kecil'' ucap bi minah pada Angga, Selvia dan Safhira.


''Eehh iya bi, bi saya minta tolong, bereskan barang bawaan di mobil saya, sekalian minta di bantu pak mardi sopir saya di depan'' ucap Angga.


'' Iya tuan'' ucap bi minah menuju ke mobil untuk membereskan barang bawaan Angga.


Angga langsung ke kamar Safhira di ikuti Selvia, Angga menidurkan Safhira di kamarnya, Selvia masuk ke kamar mandi yang berada di kamar Safhira, karrna tak tahan ingin buang air kecil.


Angga ternyata menunggu Selvia keluar kamar mandi, sambil memandang Safhira yang masih tertidur lelap.


'' Eeh.. mas Angga masih di sini rupanya '' tanya Selvia saat keluar dari kamar mandi.


'' Aku sengaja menunggu kamu via'' jawab Angga santai.


Entah di rasuki apa, Angga tiba tiba memeluk Selvia saat sudah tak ada jarak di antara mereka, Selvia berusaha menahan degub jantungnya yang tak beraturan.


Angga menarik pinggang ramping Selvia, memeluknya erat, Entah kenapa Selvia juga diam saja tidak merespon, mungkin karena masih kaget dan syok dengan apa yang di lakukan Angga.


Namun saat Selvia sudah tenang, Selvia tersadar berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Angga.

__ADS_1


'' Saya mohon biarkan seperti ini sebentar via, saya benar benar butuh sandaran, saya mau minta maaf sama kamu, saya sudah memaksamu untuk mau menjadi ibu sambung Safhira, saya sungguh tak tega untuk tidak mengabulkan keinginan putrik itu, tapi asal kamu tahu, sungguh sekarang saya akan mulai belajar menerimamu bukan hanya sebagai ibu sambung saja tapi sekaligus istri sah ku, dengar Via aku sekarang tak mau kehilangan kamu'' ucap Angga berkaca kaca dan sedikit terisak sambil memeluk erat Selvia.


Selvia yang semula menolak untuk di peluk, Setelah mendengar suara hati Angga, membuat Selvia diam saja, bahkan sekarang Selvia memberanikan diri membalas pelukan Angga, dengan mengelus punggung Angga dengan lembut memberikan semangat pada lelaki yang pernah mengalami putus asa dalam hidupnya.


'' Sekali lagi via bilang mas, via ikhlas menyayangi Safhira, terus kalau masalah mas Angga mau menerima via, via senang dan via anggap itu hanya bonus mas, via gak akan mengharapkan imbalan apapun, karena niat via ingin menjadi ibu sambung Safhira.'' ucap via


Angga begitu senang mendengar ucapan bijak Selvia, Angga mengendurkan pelukannya,, memberi sedikit jarak pada Selvia, Angga yang gemas karena Selvia terus menunduk, Angga memegang dagu Selvia agar Selvia tidak menunduk agar bisa melihat ke arahnya, Angga entah di rasuki apa, secara tiba tiba Angga mendekatkan wajahnya ke arah wajah Selvia dan terjadilah.


'' cupppp.... '' Angga mengecup bibir Selvia sebentar dan beralih ke dahi Selvia dan mengecupnya cukup lama.


Selvia merutuki kebodohannya, karena Selvia diam saja, Selvia juga merasa detak jantungnya sesaat seperti berhenti saat Angga mengecup bibirnya.


''Aduuuhhh ini kumaha...bibir aku sudah gak perawann lagiiii'' Selvia serasa ingin teriak sekencang kencangnya.


aduh iei teh naha leuleus pisan awak teh, te bisa ngalawan'' batin selvia merutuki dirinya yang diam saja di perlakukan begitu oleh angga


(aduh ini gimana lemes banget ni badan, ga bisa ngelawan)


segitu dulu...

__ADS_1


maafkan author sedikit menggunkan bahasa sunda,....


love you moreee


__ADS_2