
Selvia Sebelum mandi, terlebih dulu menghabiskan sisa sarapannya, tadi Selvia belum selesai sarapan karena harus buru-buru mengantar orang tuanya pulang ke Bandung.
Angga setelah mengantar Safhira ke sekolahnya, merasa bingung gundah gulana, Angga tidak ada semangat untuk langsung ke Kantor, Dalam hatinya Sekarang Hanya ada bayangan istrinya yang sudah dua hari ini di diamkannya.
Angga merasa tersiksa di buatnya, dan Akhirnya memilih pulang kembali ke rumah tidak jadi pergi ke kantor.
π'' Dit.... semua agenda saya hari ini, kamu undur besok... saya ingin istirahat dulu hari ini'' Angga memberitahu kalau ia hari ini tidak jadi masuk ke kantor.
π'' Eehh... Baik pak'' Dito yang dalam hatinya menggerutu...''aduhhh udah cape-cape membuat jadwal hari ini, ehh malah semua di batalkan....pak Angga anda yang menyuruh dari kemarin anda juga yang membatalkan...haah baiklah Figthinggg'' Dito menyemangati dirinya sendiri.
Di rumah mewah Angga, Selvia sedang asyik berendam di bathtube kamar mandinya, Selvia sedang merelaksasi tubuh dan pikiran nya yang begitu penat.
Selvia juga mengelus-elus perutnya yang semakin memembuncit.
'' Eeehhh calon bayi mommy...sehat sehat yah di sana... '' Selvia mengajak ngobrol jabang bayi di perut nya.
Sudah dua hari ini sikap Sang suami terus mendiamkan nya, dan belum juga ada perubahan, terus kesal setelah melihatnya bersama Reza di depan toilet Hotel Fandi di Bali.
Selvia sudah berendam cukup lama, sampai sampai membuat jari-jarinya mengkerut karena terlalu lama berendam.
Selvia lupa tidak membawa Bathrobe, jadi memakai handuk yang tersedia di lemari kecil di kamar mandi, yang menyatu dengan tempat keperluan kamar mandi.
Di depan rumah, Angga baru saja memarkirkan kendaraanya, Angga langsung masuk ke rumah setelah di bukakan bi Minah.
'' Eehhh tuan...ada yang perlu bibi bantu?'' bi minah kaget tuannya sudah pulang, padahal baru satu jam lebih berangkat.
''Tidak bi... mana istri saya? '' Angga langsung mencari istri kesayangannya.
__ADS_1
'' Neng via, setelah selesai sarapan pamit mau mandi katanya tuan'' Bi minah memberitahu.
'' Oh.. baiklah bi... terima kasih '' Angga sembari berjalan ke ruang kerjanya untuk mengambil ponsel Selvia, Angga ingin segera mengakhiri kekesalannya pada sang istri yang berujung ia membuat ia tersiksa terus berjauhan dengan Selvia.
Saat Angga masuk ke kamar, berbarengan dengan Selvia baru keluar dari kamar mandi.
Angga memperhatikan sesaat istri di depannya sembari menyimpan ponsel miliknya dan milik Selvia di meja nakas tempat tidur, karena Selvia tidak menyadari kehadirannya.
Angga sesaat terpaku begitu terpesona dengan sang istri di depannya, betapa tidak sudah dua hari Angga tidak menghabiskan waktu dengan sang istri akibat egonya sendiri.
'' Eeehh...mas Angga, sudah dari tadi...apa ada yang tertinggal? '' tanya Selvia kaget setelah berbalik menyadari kehadiran Angga tiba tiba ada di kamar mereka. Selvia juga berpikir takutnya ada berkas yang tertinggal.
'' Tidak, saya cuma mau kamu.. '' Angga mendekat menarik pinggang Selvia mendekat ke arahnya.
'' Eehhh masss'' Selvia kaget, handuk yang di pakainya hampir saja melorot ke lantai, namun langsung di tahannya.
Tapi tidak dengan hasrat biologis otak bawah juniornya yang ingin segera melahap dua buah benda kenyal yang menggantung sempurna, yang tadi sempat terlihat karena handuk Selvia hampir melorot, jangan di tanya apalagi dengan sarang favorit junior Angga yang begitu candu ingin segera di terobosnya.
''Shiit... aku benar benar tidak tahan'' Angga bergumam, di dengar oleh Selvia.
'' Tidak tahan apa mass? '' dengan polosnya Selvia bertanya, Angga kelimpungan tidak menjawab.
Angga langsung melesatkan ciuman panasnya pada bibir merah muda segar milik sang istri.
'' Mmmmpphh mas'' Selvia kaget dan hampir kehabisan nafas, Angga begitu dalam dan kuat menciumnya.
(maklum faktor emosi dan hasrat membara hehehe)
__ADS_1
Setelah ciuman nya terlepas Angga sigap membopong tubuh sang istri yang hampir polos karena handuknya sudah berantakan.
Setelah menidurkan sang istri di tempat tidur, Angga langsung membuka jas, dasi, kemeja, celana dan boxernya dan membuangnya kesembarang tempat.
Selvia menatapnya bingung....'' Ini orang kenapa datang-datang langsung ingin menjamahnya''
''Aduuuuduuuh baru juga habis mandi.... alamat mandi lagii ini maaahh'' Selvia tersenyum penuh kemenangan melihat sang suami begitu semangat ingin menjamahnya, padahal Selvia masih ingat tadi sebelum berangkat ke kantor Angga masih ketus.
Setelah cukup lama Angga tahan, akhirnya lahar milik Angga pun keluar di perut sang istri, Angga mengingat perintah dokter agar mengeluarkannya di luar agar tidak membuat kontraksi pada janin di perut sang istri.
Berbeda bila nanti sang istri sudah di trimester akhir kehamilannya, yang ada Angga harus semangat memuntahkan laharnya di dalam agar memberi jalan untuk keluar si jabang bayi.
(aduuhh pak Angga benar sekali informasinya, untuk para calon ibu bapak/ pengantin baru bisa diikuti yahh heheheheheh Fightingggg)
Angga dan Selvia terkulai lemas di atas ranjang king size mereka.
Angga membawa Selvia ke dalam pelukan dada bidangnya, membuat Selvia nyaman.
Selvia yang kelelahan langsung terbang ke langit ke tujuh.
Setelah sadar dari kenikmatannya, Angga mengambil ponselnya di nakas untuk menelpon Dito, Agar menjemput Safhira di sekolah sekalian membawa berkas yang harus di tanda tangani, Angga sudah tidak berniat hari ini ke kantor.
π''Dit.. jemput Safhira nanti pukul 12.00, kamu setengah jam sebelum Safhira keluar harus sudah ada di sana, dan bawa sekalian berkas yang harus saya tanda tangani'' perintah bos pada asistennya, mengingat pak Mardi sedang mengantar ke Bandung dan Anggita sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya yang akan di langsungkan bulan depan.
π'' Baik....siap laksanakan pak'' Dito harus sigap serba bisa melaksanakan perintah atasannya.
( Harap sabar pak Dito itu ujian sekaligus kerja tambahan hahahaha)
__ADS_1
Bersambung duluuu......