
Lanjut...
Setelah kepergian Winda dari ruangan Angga, Angga langsung refleks memeluk Selvia, Angga yakin karena perlakuan Winda yang tidak menghinanya, membuat Selvia terpukul.
''Mas maafkan via yah, sudah membuat keributan dikantor mas Angga '' ucap Selvia saat Angga sudah melepaskan pelukannya.
''Kamu tidak salah via, malah si Winda sekretaris saya yang salah, sudah main menyalahkan orang,'' ucap Angga menatap Selvia.
Angga menyalahkan sekretarisnya Winda yang asal memarahi Selvia, namun Angga juga memaklumi kesalahan pahaman Winda terhadap Selvia, mungkin Winda mengira Selvia orang asing yang asal masuk ke ruangannya.
Angga sadari selama di tinggal oleh Alm Dita, Angga belum pernah membawa perempuan lain selain keluarga nya, apalagi ketika Angga membawa Selvia, Winda sedang tak ada di kubikelnya yang berada didepan ruangan Angga.
''Wajarlah mereka salah paham'' pikir Angga.
Dan pasti penampilan sederhana Selvia akan membuat orang berpikir, tak mungkin siapa siapa Angga, Selvia saat itu menggunakan celana jeans di padukan kaos polos dan jaket jeans, mungkin karyawan dan orang yang melihat akan berpikir bukan level Angga, berbeda dengan cara berpakaian Alm Dita yang modis dan stylish.
Namun tak di pungkiri walaupun begitu, Selvia tetap terlihat cantik dan mempesona.
Angga juga tidak menyadari kalau Winda sekretarisnya, menaruh hati pada Angga, namun Selvia bisa merasakan dan membaca mimik wajah Winda bila berhadapan dengan Angga, Selvia yakin kalau Winda menaruh perasaan lebih pada Angga.
''Saya yang harusnya minta maaf, karena ketidak nyamanan kamu ketika di kantor saya'' ucap Angga pada Selvia yang hanya membalas menganggukan kepalanya saja.
''Ya sudah kita berangkat menuju butik Anggita sekarang, tapi sebelumnya kita makan siang dulu dan menjemput Safhira'' ucap Angga lagi sambil membereskan berkas berkasnya.
Setelah semua selesai, Angga dan Selvia keluar dari ruangan Angga, Saat mereka keluar di depan ruangan ada Winda berada di tempatnya.
__ADS_1
Winda siap siap memberi hormat pada Angga namun tetap berlaku jutek menatap sinis Selvia.
Angga dan Selvia berjalan menuju lift khusus petinggi perusahaan, banyak sekali pasang mata karyawan yang memperhatikan mereka, ada banyak yang bergosip, mengira Selvia mungkin cabe cabean Angga, karena melihat postur tubuh mungil dan penampilan sederhana Selvia, banyak juga yang mengira dan berpendapat Selvia anak SMA, karena lebih pantas jadi adiknya Angga dari pada kekasih Angga pikir orang yang melihat mereka.
Angga terus menggenggam telapak tangan Selvia, Angga tau Selvia begitu gugup pertama kali masuk ke dalam kantor perusahaannya.
''Jangan menunduk via, biasa saja'' ucap Angga sembari merekatkan pegangan tangannya agar Selvia, agar Selvia lebih tenang, Selvia yang nervous di tambah tidak nyaman merasakan tangannya yang begitu bekeringat karna di pegang erat Angga.
Mereka langsung ke lobby dan penjaga sudah menyiapkan mobil Angga, setelah Angga mengabarinya tadi menyuruh nya untuk mempersiapkan nya, Angga langsung membuka pintu mobil untuk Selvia dan setelah itu mengitari mobil menuju pintu kemudi.
Angga menyalakan mobilnya dan langsung membawa Selvia ke jalanan ibu kota, mereka akan mampir untuk makan siang terlebih dulu di sebuah Resto di dekat kantor Angga.
Mereka turun dari mobil, menuju restoran yang mewah tempat makan yang biasa di pakai para pengusaha untuk mengadakan meeting dan sebagainya, Selvia melongo di bawa ke tempat yang belum pernah ia kunjungi, restorannya mewah dan estetik yang biasa Angga datangi.
Namun tanpa di sadari oleh Selvia, Angga berinisiatif membawa Selvia berjalan menuju Butik yang berada di samping restoran mewah tersebut.
''Katanya mau makan siang mas? ko jadi malah kesini'' tanya Selvia bingung.
''Saya mau belikan kamu baju dulu via, lihat ootd mu, di sangkain orang saya makan sama anaknya bukan pasangannya, Saya begitu terlihat tua sekali ada di samping kamu, kamu terlihat seperti abg masih sekolah'' ucap Angga
Angga langsung memilih baju untuk Selvia, Angga mengambil dress dan sepatu serta tas yang sepertinya pas untuk Selvia, Selvia langsung mencobanya di ruang ganti dan ternyata sangat pas di tubuhnya hanya sepatu yang kebesaran dan karyawan butik langsung mengmbil nomor yang pas untuk Selvia.
Selvia keluar dari ruang ganti, Angga yang asyik menunggu langsung menatap kagum ketika Selvia keluar berjalan menuju dirinya.
''Perpect'' ucap Angga pelan namun Selvia bisa mendengarnya.
__ADS_1
Angga langsung membayar dan membawa paper bag yang berisi baju Selvia sebelumnya.
Mereka bejalan menuju restoran, namun sebelumnya Angga sudah menaruh dulu paper bag di mobil.
Mereka masuk ke dalam restoran di sambut para pelayan yang langsung membawa mereka menuju meja dan melayaninya.
''Kamu mau pesan apa'' ucap Angga pada Selvia
''Terserah mas Angga saja'' ucap Selvia
Angga langsung memesan makanan yang best seller di restoran itu, para pelayan pamit setelah mencatat pesanan Angga agar segera di persiapkan.
'' Bagaimana kamu suka via'' Tanya Angga menatap Selvia.
''Iya suka mas, tapi ini berlebihan padahal kita bisa makan di tempat biasa saja, mas Angga tak perlu buang buang harus membeliakanku baju dan segala macam agar biar bisa makan di sini..'' ucap Selvia balik menatap Angga.
''Aku sengaja mengajakmu ke sini via, mumpung Safhira masih di sekolah, tak teras kita sebentar lagi akan menikah, tapi aku belum pernah mengajakmu berkencan berdua kebanyakan bersama Safhira, trus biar ada kenangan saja'' ucap Angga tersenyum.
Pelayan datang menyajikan pesanan Angga, Angga dan Selvia langsung menyantapnya.
Setelah selesai makan dan Angga sudah membayar biilnya, Angga dan Selvia segera ke luar menuju mobil, Angga dan Selvia melanjutkan perjalanan menuju butik.
Bersmabung..
.
__ADS_1