
Suara Safhira terbangun dan langsung menangis mencari-cari Selvia yang tidak ada di sampingnya, sontak membuat Angga melepaskan pelukannya pada Selvia, setelah pelukan mereka terlepas, Selvia langsung pergi menyusul Safhira ke kamar, Angga refleks mengikuti juga ke kamar, karena mendengar suara tangis sang anak di kamar Selvia.
'' Mommy jangan tinggalkan Safhira, Safhira takut'' ucap Safhira memeluk erat Selvia yang sudah ada di sampingnya sekarang.
'' Mommy tidak akan meninggalkan fhira, fhira anak pintar dan sholehah kesayangan papa dan mommy '' ucap Selvia sembari mengelus rambut panjang Safhira, Angga yang melihatnya, ikut mengelus kepala Safhira yang nyaman di pelukan Selvia.
'' Fhira mimpi buruk mom, di mimpi itu mommy akan meninggalkan fhira'' ucap Safhira sesenggukan di dada Selvia.
''Cup.. cup Mommy akan selalu di samping fhira, mommy juga akan selalu menyayangi fhira sampai kapan pun, Fhira jangan khawatir, itu kan hanya mimpi'' ucap Selvia menciumi pucuk kepala Safhira.
'' Iya sayang papa dan mommy akan selalu ada untuk Safhira, itu hanya mimpi sayang, sekarang berdoa dulu baru bobo lagi yah''ucap Angga terus mengelus kepala Safhira sambil terus memandang ke arah Selvia yang terus mendekap lembut Safhira.
''Mas Angga apa sihhh...jangan menatapku terus seperti itu'' ucap Selvia yang merasa risih terus di tatap Angga.
'' Memang kenapa gak boleh, menatap calon istri sendiri'' ucap Angga menggoda Selvia.
'' iisshhh gak boleh lah mas, kita belum muhrim'' ucap Selvia sambil menidurkan Safhira ke tempat tidur.
'' Berarti kalau sudah muhrim, boleh dong?'' ucap Angga tambah menggoda Selvia.
''isshh terserah mas Angga saja, sana mas cepat pergi tidur, biar besok gak terlambat pulang ke Jakarta'' ucap Selvia mengusir Angga dari kamar nya.
Saat Angga akan keluar dari kamar Selvia, Angga kembali bersuara, menggoda Selvia.
'' Saya gak apa apa besok terlambat, asal terus bersama kamu via'' ucap Angga tersenyum menggoda.
'' Idiiiihh ini duda, pinter pisan ngagombal'' Batin Selvia melihat tingkah Angga.
Selvia yang mendengarnya hanya menyembunyikan wajahnya karena memerah karena mendengar gombalan Angga.
Sampai suara Safhira membuyarkan lamunannya.
__ADS_1
'' Fhira mau bobo sama papa dan mommy, boleh yahh'' ucap Safhira memelas, membuat Angga dan Selvia saling menatap kasihan, Angga tersenyum dengan permintaan sang putri.
'' Iya sayang boleh, tapi nanti setelah mommy sama papa menikah, kalau sekarang belum boleh yah sayang'' ucap Selvia memberi pengertian sambil mengelus punggung Safhira.
'' Memangnya kenapa? sekarang belum boleh mommy'' Tanya Safhira lagi.
'' Karena belum di perbolehkan Sayang, jadi mommy sama papa belum bisa berdekatan, nanti menimbulkan fitnah, dalam agama juga tidak di bolehkan sayang, tetapi kalau mommy sama papa sudah menikah, mau mommy di bawa ke manapun sama papa dan Fhira itu tak apa apa'' ucap Selvia memberi pemahaman pada Safhira.
'' Ooh begitu, ya sudah papa cepat menikah dengan mommy via, biar kita bisa bersama sama selamanya'' ucap Safhira ceria, anak itu sekarang bukanya tidur, malah terlihat segar.
'' Iya anak pinter, Doakan yah sayang, sekarang anak papa bobo lagi, papa juga mau bobo di kamar om Sandi, soalnya besok kita akan kembali pulang ke jakarta, Safhira kan harus masuk sekolah,,,oke'' ucap Angga mencium kening Safhira dan ke luar pergi ke kamar Sandi.
Safhira akhirnya kembali tertidur, setelah Selvia menceritakan dongeng untuk nya, Selvia juga ikut tertidur karena merasa lelah dan sudah larut malam.
Esok paginya Selvia membantu sang ibu memasak untuk sarapan, sang ayah sengaja belum ke sawah karena Selvia dan Angga akan pulang ke Jakarta.
Angga setelah solat subuh langsung membereskan barang bawaan dan merapihkannya ke dalam bagasi mobil, di bantu Sandi sambil memanaskan mobilnya biar nanti tinggal berangkat, sedangkan Safhira masih tertidur pulas karena terbangun di malam hari.
''aduh meni ganteng pisan nya '' ucap ibu ibu yang lewat depan rumah Selvia.
(aduh ganteng banget ya)
''Sandi itu saha, meni ganteng, kabogohna neng Selvia nya San'' ucap ibu ibu bertanya pada Sandi.
(sandi itu siapa ganteng banget, pacarnya neng selvia ya san)
''Muhun ibu ibu, ieu ka Angga calon caroge teh Selvia '' ucap sandi ramah memberitahu.
(iya ibu ibu ini ka angga calon suami teh selvia)
Akhirnya ibu ibu itu pergi, sambil membicarakan keberuntungan Selvia yang akan mempunyai calon suami yang tampan dan mapan.
__ADS_1
Sedangkan Angga malah bingung, karena tidak mengerti dengan bahasa sunda yang mereka ucapkan.
Tak lama Selvia datang memanggil Sandi dan Angga untuk sarapan.
''Mas Angga, Sandi hayu sarapan dulu, udah siap'' ucap Selvia, Angga dan Sandi langsung ke dalam.
Mereka pun sarapan bersama, hingga terdengar suara Safhira yang baru bangun tidur memangil Selvia, saat Angga akan menyusul Safhira, namun di tahan Selvia yang akan menyusul Safhira.
'' Sudah mas, biar via aja, mas Angga sarapan aja dulu'' ucap Selvia menahan Angga menyusul ke kamarnya dan menyuruhnya untuk melanjutkan sarapan.
Angga tertegun Selvia begitu sangat mengutamakan putrinya, di banding dirinya sendiri, Angga semakin yakin pada Sevia untuk menjadikannya istri, pelengkap hidupnya dan Safhira.
'' Uluhhh uluhhh sayang,, sudah bangun, ayo yang lain sedang sarapan, fhira mau sarapan dulu atau mandi dulu yah.'' ucap Selvia menghampiri Safhira.
'' Mandii dulu mom, biar seger'' jawab Safhira sambil mengucek matanya.
'' Ya sudah, mommy mau siapkan air hangat dulu, untuk Safhira mandi oke, sekarang fhira tunggu di depan dulu sambil menonton tv'' suruh Selvia karena di Bandung sangat dingin jadi harus menggunakan air hangat.
Setelah Safhira mandi, Selvia langsung menyuapinya untuk sarapan, agar tidak masuk Angin nanti di perjalanan, Angga sudah bersiap duluan, Angga terlihat begitu sangat tampan, bila orang lain melihat tampilan nya tidak akan ada yang menyangka kalau Angga seorang duda.
Angga mengunakan kaos polos warna putih dan celana jeans warna hitam, Selvia melongo menatap Angga yang begitu tampan, keluar dari kamar Sandi, namun Selvia langsung tersadar dengan suara Safhira.
'' Mommy,,, papa tampan sekali yah'' tanya Safhira, Angga ikut tersenyum dengan pujian sang putri.
''Iya sayaang... papa laki laki pasti tampan, kalau Safhira perempuan pasti cantik'' ucap Selvia sambil menyuapi Safhira dan menghindar dari tatapan Angga yang menatapnya menunggu jawaban Selvia.
Setelah selesai, mereka semua langsung bersiap pulang dan berpamitan pada semua keluarga Selvia.
**udah duluu up nya..
semangat terus pembaca**...
__ADS_1