Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Berpisah untuk Bersama Kembali


__ADS_3

Hari hari yang Keysha dan Julian lalui berjalan dengan normal dan tidak ada hambatan yang berarti di dalamnya. Keysha fokus pada kuliah dan beberapa pekerjaan lain. Sedangkan Julian semakin menekuni pekerjaan yang dia lakukan. Hanya Ana saja yang masih ragu akan apa rencana dia di masa depan nanti.


" Key, setelah kuliah ini, kau mau kemana? "


" Perusahaan David kenapa? "


" Kamu ada kerjaan lagi dengan dia? "


Saat ini Vince dan Keysha sedang berada di taman kampus untuk menunggu jam kuliah berikutnya di mulai.


" Apa yang kamu ingin lakukan? Kenapa kamu menanyai aku seperti ini? "


" Aku mau mengajak kamu pergi ke balapan mobil nanti malam dengan aku."


Dengan mata berbinar Keysha menatap Vince. Dia sangat menyukai hal itu. Dia ingin sekali ikut tapi takut untuk pergi meninggalkan apartemen malam malam.


" Gimana aku bisa keluar kalau ada pengawasan kak Julian? Aku harus mencari alasan apa agar bisa keluar nanti? Bila aku langsung tidak pulang, aku takutnya kak Julian kawatir dengan keadaan aku. "


Keysha melamun memikirkan hal tersebut dan mengabaikan perkataan Vince yang masih membujuknya.


" Vince, untuk balapan kali ini, apa kau sudah memberitahu keluarga mu? Bila aku ikut, aku takut di marahi juga nanti. "


" Kamu tenang saja, semua aman. Mereka tidak akan tau. "


Keysha sebenarnya ragu. Namun dia sangat ingin melihat langsung balapan mobil itu. Apalagi, bila beruntung dia bisa mencoba balapan disana nantinya.


" Baiklah. Aku datang nanti malam. Namun setelah kuliah aku harus bertemu dengan kakak kamu dulu untuk membicarakan pekerjaan. "


Vence mengangguk mengerti dan akhirnya dia bisa duduk tenang di dekat Keysha yang masih sibuk denga berbagai macam kegiatannya.

__ADS_1


David di dalam ruangannya saat ini sedang sangat kesal dan marah kepada sekretarisnya karena dia mengijinkan Alica masuk ke ruangannya saat dia tidak ingin menerima tamu.


" Sudah Dav, kenapa kamu marah pada dia? Dia hanya menjalankan tugasnya saja. Dia tau kita dekat, jadi tidak mungkin kamu menolak aku."


Alica mencoba membujuk David walau dia sendiri sebenarnya sedang takut saat ini. Dia takut melihat wajah David yang terlihat sangat marah dan kesal padanya.


" Kau keluarlah. "


David menyuruh sekretarisnya keluar karena mau tidak mau dia harus menghadapi Alica saat ini. David berjalan menuju sofa yang ada di ruangan iti dan mulai duduk disana. Alica yang melihatnya mengikuti David untuk duduk di sebelau David.


" Jadi sekarang katakan apa yang menjadi tujuan mu datang kemari? Kau tau aku sangat sibuk. Lantas kenapa kau datang ketempat ini nona Alica? "


" Dav, bisakah jangan terlalu formal begini pada aku? "


David hanya dia karena dia memang tidak mau berbasa basi terlalu lama dengan wanita yang seperti Alica tersebut. Dia masih banyak ada pekerjaan dan juga janji temu dengan Keysha setelah ini. David tidak mau Alica sampai bertemu dengan Keysha nanti. Maka dari itu David harus cepat mengusir Alica dari kantornya. Bila tidak, Keysha bisa saja membuat keributan dengan Alica nantinya.


" Baiklah.. Aku akan cepat sekarang. Aku di minta mengundang mu makan malam di rumah aku Dav. Papa meminta mu datang ke rumah nanti malam."


" Papa mu menyuruh aku datang? Bukan mengundang aku datang? Cara penyampaian mu sangat buruk nona. Apa kau pikir kita begitu dekat hingga dengan mudahnya kau ingin aku makan malam di tempat mu? Aku tidak pernah mengikuti perintah siapapun kecuali orang terdekat ku. "


Suasana mencekam seketika di rasakan oleh Alica. Dia lupa kalau sedikit saja dia salah bicara pada David dampaknya akan fatal. Dia tadi mengakui kalau sudah kelewat batas dalam mengatakan tujuannya. David adalah orang penting dan mana mungkin dia bisa bicara sesantai itu pada David.


" Maaf.. bukan begitu maksud ku.. Maaf Dav. Maksud aku, kamu di undang oleh papa. "


" Katakan aku tidak pernah menghadiri acara keluarga seperti itu. Bila kau bicara mengenai bisnis, buat janji temu saja dengan aku. Aku tidak suka dengan undangan seperti ini. "


Wajah Aluca pias mendengar jawaban David. Dia merasa di rendahkan saat ini. Biasanya setiap pria yang dia temui selalu memuja dan memperlakukan dirinya bagai ratu. Namun David berbeda. Dia bahkan tidak menghargai Alica sama sekali.


" Baiklah. Aku pulang. "

__ADS_1


Alica marah dan ingin langsung meninggalkan ruangan itu. Namun sebelum dia melangkahkan kakinya menjauh dari sofa tersebut, pintu ruangan David tiba tiba terbuka lagi.


" Maaf.. aku mengganggu. Tadi aku sudah mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban. Jadi aku coba untuk memeriksanya. Apa aku boleh masuk Dav? "


Keysha yang sudah membuka pintu ruangan David itu kaget saat melihat David bersama dengan Alica di ruangan tersebut. Namun dia tidak bisa mindur lagi dan pura pura tidak melihat karena dia sudah tertangkap basah memasuki ruangan David.


" Masuklah sayang. Kenapa meminta ijin lagi. Kamu bisa datang kapan pun kamu mau. "


Keysha awalnya mengerutkan alisnya mendengar apa yang David ucapkan. Namun tak lama setelahnya dia ingat sandiwara yang dia lakukan sebelumnya. Jadi dia mengikuti saja permainan David tersebut.


" Apa yang kamu lakukan berduaan dengan wanita ini Dav? "


" Tidak ada. Sini duduk. Aku merindukan kamu. "


David menarik tangan Keysha untuk duduk di pangkuannya dan Keysha membiarkan hal itu agar Alica cepat pergi dari ruangan tersebut. Setelah Keysha duduk, David memeluk pinggang Keysha dan menaruh kepalangan di dada Keysha. Sedangkan Keysha menatap Alica yang masih diam di sana dan memandangi mereka berdua.


" Apa yang anda tunggu nona? Kenapa anda tidak pergi? Anda ingin melihat kemesraan kami lebih lama lagi? "


Ucapan Keysha menyadarkan Alica dari keterkejutannya dan akhirnya menatap tajam pada Keysha saat ini. Dalam tatapan itu, Alica seolah mengatakan perang dengan dirinya.


Begitu Alica pergi, Keysha mendorong kepala David dan beranjak dari pangkuannya. David yang awalnya merasa sangat nyaman dalam pelukan Keysha langsung tersadar kembali setelah melihat sifat Keysha kembali normal.


" Kau mencari kesempatan Dav. "


" Hanya menikmati saja. "


" Kau keterlaluan. Karena kau, aku pasti akan mendapat masalah lagi. "


" Bukankah kamu lebih dulu waktu ini memulai permainan ini? Nanti bila ada apa apa, aku akan membantu kamu. "

__ADS_1


Keysha mengeleng tak mengerti dengan sifat David ini. Bila sudah bersama dengan dirinya, David menjadi pria yang menyebalkan dan sulit di ajak komunikasi.


" Dav, aku datang selain mau membucaraan pekerjaan dengan kamu, aku juga mau mengatakan kalau aku akan secepatnya pergi ke korea untuk melakukan hal penting. Kuliah aku sebentar lagi liburan. Jadi aku bisa pergi sebentar."


__ADS_2