
Sesuai dengan dugaan mereka, tak lama setelah Kesyha dan Quenza sampai di mansion tersebut, mereka di serang oleh beberapa orang berpakaian hitam dan mengunakan topeng.
Agar tidak menimbulkan kecurigaan, Keysha dan Quenza berpura pura melakukan perlawanan dan nantinya mereka akan membiarkan orang itu mengalahkan mereka.
" Sekarang. "
Keysha mengedipkan matanya pada Quenza dan itu sebagai kode untuk mereka agar mereka mulai melemahkan perlawanan.
*Greeep.*
" Eeehhhhh"
* Bug *
Orang orang itu mencoba membius Keysha dan Quenza dengan menutup hidung mereka dengan saputangan. Namun semua itu sudah masuk dalam rencana Keysha dan Quenza. Mereka menahan napas dan berpura pura pingsan.
" Untung kita bawa obat bius ini. Kalau tidak, aku yakin akan sulit membawa mereka. "
" Sudah, ayo cepat kita bawa mereka ke markas. Bos sudah menunggu. "
Tubuh Keysha dan Quenza di gotong dan di masukkan kedalam mobil box. Dalam perjalanan itu, Keysha mencoba mengintip keadaan sekitarnya dan mencari tau berapa orang yang berada di dalam mobil box itu.
" Baiklah, mereka ternyata datang hanya menggunakan mobil ini saja. Sungguh merepotkan kalau begini. Aku harus terus pura pura pingsan sekarang. "
Keysha kembali memejamkan matanya dan pura pura pingsan lagi. Sedangkan Quenza, tanpa orang orang itu lihat, Quenza beberapa kali mengetuk tangan Keysha dan di balas usapan saja oleh Keysha.
Mereka melakukan hal itu untuk memastikan keadaan masing masing. Begitu sampai, Keysha dan Quenza di bawa masuk dan di letakan di lantai begitu saja.
" Mereka sudah kami bawa bos. "
" Apa mereka melakukan perlawanan tadi? "
" Ya bos, mereka melawan. Namun tenaga mereka tidak sebanding dengan kami."
" Bagus. Cepat ikat mereka disana."
Keysha dan Quenza di ikat di sebuah tiang dengan posisi tangan direntangkan dan kaki di ikat biasa. Jadi mereka seperti huruf Y saat ini.
" Cantik cantik sekali wajah mereka. Kau sungguh mereka sekejam yang kau katakan Daren? "
__ADS_1
" Jangan tertipu dengan wajah mereka bos. Disaat mereka tak sadar begininwajah mereka sangat manis. Namun begitu sadar, bos akan tau dari tatapan mata mereka."
" Kita tunggu beberapa saat lagi. Biar reaksi obat ini hilang dulu dari mereka. "
Di sisi lain, anak buah Alex dan Alex sudah mulai menyusup dengan petunjuk arah dari salah satu mata mata yang Alex kirimkan terlebih dahulu.
Anak buah Alex itu memandu pergerakan mereka sambil memperhatikan layah monitor yang terhubung dengan alat yang Keysha buat.
" Aku cukup kaget dengan kondisi tempat ini. Mereka membuat tempat ini dengan sangat sempurna. Seandainya alat Keysha tidak di gunakan saat ini, aku yakin aku sudah terjebak di dalam setiap perangkap mereka. "
Alex terus mendengarkan arahan dari anak buahnya. Dia terus bergerak maju sesuai petunjuk dan tak lama setelah itu, Alex harus mengalihkan beberapa perhatian anak buah Black World.
Di dalam sana, Keysha memulai aktingnya. Dia pura pura mulai tersadar dari efek bius yang telah dia terima.
" Eehhhh.. "
" Ooohhhooo ternyata kau sudah mulai sadar gadis manis... "
George ketua dari Black World menyapa Keysha. Dia menyeringai begitu mata Keysha mulai terbuka. Tatapan mata Keysha itu sangat dia sukai. Sangat polos dan lugu. Hingga dirinya merasa ragu dengan semua ucapan dari Daren yang mengatakan kalau kedua wanita yang sedang dirinya tawan adalah wanita yang kejam.
" Dimana aku? "
" Siapa kau? Kenapa aku di bawa kemari? "
Keysha memainkan perannya sambil mengulur waktu agar dia bisa memberikan Alex kesempatan untuk masuk dan mengalahkan anak buah dari George.
Anak buah Quenza pun juga sudah menyelinap masuk kedalam dan mereka bertemu dengan Alex yang sedang melumpuhkan beberapa penjaga disana.
" Kau bertanya kenapa di bawa kemari? Apa kau yakin akan hal itu? Kau sungguh tidak tau alasan kenapa kau di bawa kemari? "
George mengernyitkan dahinya karena perkataan Keysha. Dia mulai meragukan perkataan Daren. Keysha diam dan terus menatap kearah George.
" Sepertinya Daren melakukan kesalahan. Namun ini tidak buruk juga. Kamu bisa melayani aku sampai puas nanti. "
" Aaahhh Daren... pak tua itu maksud mu? Kenapa dia meminta mu mambawa aku kemari? Apa kau anak buah Daren hingga kau menuruti perintahnya? Atau kau begitu takut pada pak tua itu? "
Keysha mencoba memprovokasi George. Hingga di saat itu juga Quenza juga ikut berpura pura sadar.
" Eeehhhh.. uuuhhh... kepala ku.. "
__ADS_1
George mulai marah dan kesal karena ucapan Keysha. Namun perhatiannya teralihkan pada Quenza yang mulai sadar.
" Key... kita dimana? "
" Anak buah Daren, om kamu itu. Mereka membawa kita kemari. "
Keysha sengaja kembali mengatakan hal itu. Dia mau tau sebatas apa kemarahan dari George ini.
" Ooohhh kau anak buah Daren? Apa mau mu? "
" KURANG AJAR... Siapa yang kalian bilang anak buahnya hah? Aku adalah pemimpin Black World. Apa kalian pernah dengar hal itu? Daren adalah anak buah ku."
Keysha dan Quenza kompak menunjukan tatapan malas dan berlagak tak peduli akan hal tersebut. Secara perlahan lahan, baik Keysha ataupun Quenza mencoba melepaskan ikatan tangan mereka, dan begitu mengendur, Keysha kembali berbicara pada Goerge.
" Jadi kau pemimpin Black World? Berarti kau juga yang mengedarkan obat obatan terlarang? Berapa banyak sekutu yang kau punya? Apa kau berencana menguasai pasar eropa? "
Tatapan mata Keysha berubah. Tatapan yang awalnya polos dan lugu, tiba tiba menjadi tajam dan sangat menakutkan. George lumayan kaget dengan perubahan dari Keysha, tapi dia cukup tertarik dengan hal ini.
" Waahhh... aku hampir tertipu dengan tatapan mata mu gadis manis. Sepertinya bermain dengan mu cukup menarik. "
" Kau ingin bermain? Kalau begitu mari bermain. "
Keysha langsung menarik tangannya dan ikatan tangannya langsung terlepas. Quenza juga melakukan hal yang sama dan dia langsung menembaki anak buah George yang ada di sekitar sana.
" Sial... serang mereka. "
Gerakan Keysha begitu cepat hingga banyak anak buah George yang menghalangi dia seketika jatuh tanpa di ketahui penyebabnya.
" Kau masih ingin bermain dengan aku George? Aku hanya mau membawa anak buah mu itu. Jadi jangan menghalangi. Kalau tidak, aku pastikan kau akan menyesal. "
" Kau benar benar wanita yang menarik. Apa kau mau menjadi salah satu koleksi ku? Aku pastikan hidup mu aman dan terjamin. "
Tanpa bicara Keysha melayangkan pukulannya tepat kearah ulu hati George. Namun George bisa mengelak dan sempat memukul punggung Keysha.
" Cukup cepat juga gerakan mu, gadis manis. Namun kau harus tau satu hal, aku tidak akan pernah bisa kau kalahkan. "
George kembali ingin memulul Keysha namun Keysha kali ini lebih cepat menghindarinya.
" Sebelum kau meremehkan aku, sebaiknya kau cari tau dulu siapa aku. "
__ADS_1