Pertemuan Karena Duka

Pertemuan Karena Duka
Maaf


__ADS_3

Cukup lama Keysha menunggu Violla sadar. Selama menunggu itu, Keysha memperhatikan semua barang barang yang ada di ruang kerja Violla. Keysha melihat ada lukisan dan juga beberapa buku bacaan di dalam sana.


" Kau ternyata bisa melukis juga ya. Sisi mu yang begini membuat aku bersimpati pada mu. Namun bila Quenza yang muncul, aku sungguh ingin sekali langsung menghajarnya tanpa perduli kalau dia hanya sosok yang kau buat. "


Keysha hanya berani bicara begitu dalam hatinya saja. Karena dia tidak mau bila tiba tiba Violla sadar dan mendengar apa yang dia bicarakan.


" eeeehhhh"


Mendengar ada suara dari Violla, Keysha langsung mendekat dan duduk kembali di sofa dekat Violla.


" Key... "


Keysha tidak berani menjawab dulu sampai dia dapat memastikan kalau yang sadar sekarang adalah Violla.


" Kenapa aku sampai pingsan begini Key? Kenapa kamu diam saja? "


Menyadari kalau yang sadar itu adalah Violla, barulah Keysha bisa bernapas lega. Dia segera menyimpan kembali obat biusnya dan memberikan air pada Violla.


" Hei... kamu kenapa? Kenapa banyak sekali lebam di badan kamu? Ada apa ini Key? "


" Kenapa kau membuat sosok itu dalam dirimu? "


*Deg*


Violla tak menduga kalau hal ini akan langsung di tanyakan oleh Keysha. Dia juga tidak tau kalau Quenza akan muncul dan mengambil alih tubuhnya disaat hari pertama Keysha bmtinggal bersama dirinya.


" Kamu bertemu dengan Quenza? "


Keysha hanya diam dan menunggu jawaban dari pertanyaan dia tadi. Dia tidak berencana menjawab hal yang lain selain apa yang dia tanyakan pada Violla. Karena menurut Keysha, itu hanya akan membuang buang waktu saja.


" Kau bisa pergi dari rumah ini sekarang Key. Tinggalkan aku sendirian di tempat ini. "


" Jawab pertanyaan aku Violla. Kenapa kau membuat sosok itu? "


Rasa sedih dan takut terlihat di mata Violla saat ini. Dia seperti seorang yang sangat rapuh di hadapan Keysha sekarang. Hal itu membuat Keysha sadar kalau dia tidak bisa langsung menanyai Violla seperti itu. Dengan helaan napas, Keysha menarik tubuh Violla dan memeluknya untuk menenangkan dirinya.

__ADS_1


" Hhiikk... hikkk.. hikkk.. "


" Sudah, jangan menangis lagi. Aku tidak akan bertanya apapun kalau kau tidak mau menjelaskan apa apa pada aku. Sudah diamlah. "


Keysha terus mengelus punggung Violla yang masih bergetar karena tangisannya. Sebenarnya Keysha tidak tega melihat hal ini. Namun mau bagaimana lagi, dia tadi memang ingin tau tetang hal tersebut.


" Key, maaf. Apa ini semua dari perbuatannya? "


Violla menyentuh beberapa memar yang ada di tubuh Keysha. Dia sedih saat melihat Keysha terluka begini karena ulahnya.


" Apa Keysha akan meninggalkan aku seperti orang lain? Apa aku memang tidak boleh bersama orang yang menurut aku baik saat ini? Kenapa kau harus muncul dan melukai Keysha Quenza? Kenapa harus Keysha?"


Sambil terus mengelus memar itu, Violla berkata begitu dalam hatinya. Keysha merasakan kecemasan dari Violla saat ini. Jadi dia mencoba bersikap lebih lembut lagi pada Violla sekarang.


" Sudah, jangan menangis lagi. Aku tidak apa apa. Ini hanya memar. Aku akan baik baik saja setelah ini. Sudah jangan menangis lagi. "


Violla melepas pelukan Keysha dan memperhatikan seluruh tubuh Keysha. Dia ingin tau dimana saja terdapat memar di tubuh Keysha.


" Banyak sekali memar di tubuh kamu Key, kenapa di leher kamu juga ada memar? Apa dia juga mencekik kamu? Kenapa kamu tidak melawan? "


" Apa dia masih marah pada kamu karena kalah dalam balapan mobil ya? "


Keysha mengerutkan dahinya saat mendengar hal itu. Jadi yang dia hadapi saat di balapan liar itu bukan Violla tapi Quenza?.


" Apa dia yang aku hadapi di balapan itu? "


" Hemmm tidak juga. Dia muncul setelah kamu mengalahkan aku. Dia marah saat itu. "


" Kamu bisa berkomunikasi dengan dirinya? "


Violla tidak menjawab melainkan dia berjalan kearah meja kerjanya. Dia mengambil sebuah buku dan di berikannya pada Keysha.


" Semua dia tuliskan dalam buku itu. Jadi kami berkomunikasi melalui buku ini. "


Keysha tidak percaya dengan apa yang dia dengar dan lihat sekarang. Ini seperti permainan yang aneh menurut Keysha. Karena melakukan komunikasi dengan cara seperti itu, sepertinya hal yang tidak masuk akal untuk Keysha.

__ADS_1


Keysha membuka lembaran demi lembaran dalam buku tersebut. Dia dapat melihat kalau memang gaya dari tulisan Violla dan Quenza sangat berbeda. Mereka benar benar seperti ada dua saat ini.


" Bisa aku bertanya lebih jauh lagi tentang hal ini? "


" Apa? Kamu ingin tau kenapa dia ada? "


" Hemm. "


" Dia muncul disaat aku di bully oleh teman teman aku waktu kecil. Kemunculan dia saat aku masih memiliki orang tua. Jadi selama ini dialah yang terus menemani aku saat aku tidak punya teman. Dia selalu melindungi aku dan menjaga aku selama ini. Dia juga yang berkerja keras membangun perusahaan aku. Aku memang pintar dan bisa menjalankan bisnis. Namun aku tidak bisa melakukan itu tanpa bantuan dia. Karena dia selalu membantu aku melawan saingan bisnis aku. "


Keysha mulai paham sekarang. Jadi selama ini, Violla bukan di dukung oleh sosok hebat seperti yang dia bayangkan. Namun sosok yang di buatnya itu yang selalu membantunya selama ini.


" Baiklah, Sepertinya sekarang kamu juga sudah baik baik saja. Sebaikny kamu istirahat sekarang. Tubuh mu pasti juga lelah karena dia tadi cukup bersemangat memukuli aku. Bila bisa, tolong bilang padanya untuk tidak melakukan hal ini lagi pada aku. Karena aku tidak mungkin akan mengalah untuk kedua kalinya. Mungkin nanti bila dia menyerang aku, aku akan melawan dan itu pasti akan berakibat pada tubuh mu. "


Violla mengangguk. Dia juga tidak mungkin membiarkan Quenza menyakiti Keysha lagi. Jadi dia pasti akan menuliskan pesan untuk Quenza. Keysha berjalan keluar dari ruangan kerja Violla dan masuk kedalam kamar yang dia tempati.


Begitu sampai di dalam kamarnya, hp Keysha berbunyi dan itu panggilan dari Julian. Dengan semangat Keysha mengangkat panggilan itu tanpa mengingat kalau tubuhnya sedang lebam saat ini.


" Halo Key... "


" Halo.... Kakak sedang apa? "


" KEYSHA... KAMU KENAPA ITU? LEHER KAMU KENAPA? "


Di saat itu barulah Keysha sadar kalau saat ini badannya memar memar karena perbuatan Quenza.


" Bodoh kenapa sampai lupa sih? Sekarang aku harus menjelaskan apa pada kak Julian. Keysha bodoh. Kenapa kau tidak memikirkan hal ini. "


Melihat Keysha diam dan tak menjawab pertanyaannya, Julian langsung mengambil inisiatif untuk kembali lagi menemui Keysha.


" Key, aku akan kembali sekarang. Aku akan cari penerbangan tercepat untuk menemui kamu. "


Keysha akhirnya sadar dari lamunannya saat mendengar hal tersebut. Dia tidak mau bila Julian sampai kembali dan mengacaukan keadaan yang ada sekarang.


" Tunggu... tunggu.. Kak, tunggu dulu.. "

__ADS_1


__ADS_2